Delete Toxic People

Bulan Desember 2016 lalu saya sempet gereja di JPCC, dan dari sekian banyak sermon yang saya catat ringkasannya di HP, ada salah satu yang masih membekas jelas di ingatan. Berhubung ini hari Minggu, gapapalah ya sekali sekali copas catatan kotbah ke blog :)) Meskipun ada ayat alkitabnya, topik ini ga sepenuhnya bahas soal ketuhanan kog. Malah lebih ke cara bergaul dan bersosialisasi.

Delete Toxic People in Your Life – Ps. Sidney Mohede

Buat beberapa dari kita, ini adalah masalah berat. Toxic itu racun, dan membuat kita mati secara perlahan-lahan. Stop, unfollow, dan unfriend teman-teman yang memberikan konteks negatif dalam hidup kita. Jangan izinkan orang-orang tersebut memberikan pengaruh buruk dalam hidup kita.

–> KERAS BRO. Love is patient, love is kind, tapi in some way lo disuru buang-buangin temen juga hahahah.

Ciri-ciri Toxic People:

  • Selalu negatif dalam tindakan & perkataan
  • Suka mengecilkan dan merendahkan orang lain
  • Sering menjelek-jelekkan orang lain
  • Suka membuat kamu berpikir buruk tentang dirimu sendiri

Amsal 22: 24-25, Jangan berteman dengan orang yang lekas gusar, jangan bergaul dengan seorang pemarah, supaya engkau jangan menjadi biasa dengan tingkah lakunya dan memasang jerat  bagi dirimu sendiri.

1 Korintus 15: 33, Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.

When people walk away from you, let them go. Your destiny is never tied to anyone who leaves you,  and it doesn’t mean they are bad people. It just means that their part in your story is over. God will never ask you to give up something without giving you something better in return.

Kotbah ini sedikit nyambung juga dengan another sermon yang kurang lebih berkata, “You are the average of the 5 people you spend the most time with.

Artinya, sebenarnya tanpa disadari, karakter kita, sifat kita, cara bicara kita, itu pasti mirip dengan 5 orang terdekat yang paling sering berinteraksi dengan kita. Dan ini somehow bener banget!!

Jadi sebenarnya saya memulai tahun 2017 ini dengan sebuah resolusi yang aneh tapi efektif sih, yaitu mengurangi teman huhahaha. Sounds weird, tapi efektif banget. Mengurangi teman bukan berarti saya jadi nambah musuh, cuma emang mengurangi waktu yang dihabiskan dengan orang-orang yang menurut saya kayaknya bakal cross path dalam hidup itu cuma bentar banget. Mending investasi waktu buat orang-orang yang kemungkinannya masih tetep berkomunikasi sama saya sampe tua renta nanti lebih besar ga sih?

Btw hasil “resolusi” saya ini sekarang berasa banget. Tahun 2017 ini saya jadi punya lebih banyak waktu untuk diri sendiri dan quality time sama keluarga atau teman-teman baik. Grup wasap emang masih banyak, cuma setidaknya saya ga semurah tahun lalu, yang mana setiap malam pasti adaaa aja janji heng ot di sebuah tempat. (Tapi kan dulu alibinya nyari pelarian yak demi move on hahaha). Walaupun memang alasan lain saya jadi memahalkan diri adalah karena udah berasa makin tua sih… kayak cape gitu ya sekarang kalo banyak basa basi atau main sampe larut malam…. 나 왜 이래…

Anyway! Gitu deh yah. Buat yang ga tegaan nolak tawaran main, latihan lah jadi orang tega. Buat yang susah move on, pikir-pikir lagi coba, itu orang akan bawa lo naik level atau tidak? Naik level secara intelektual, naik level dalam keimanan. Kalo ujung-ujungnya malah nyeret lo jadi makin alay… YA BHAY.

Who you spend most of your time with determine which influence you will get in your life. Kalau kamu terus menerus menghabiskan waktu dengan orang yang salah, kamu ga akan sempet ketemu orang yang benar.

Toxic people? Shoo shoo! (kibas-kibas pake sapu)

ps: Konten di atas ini saya tuliskan kembali berdasarkan kotbahnya Ps Sidney yaa.. bukan karangan saya sendiri. Isinya memang terlalu mengena jadi sayang kalau disimpan sendiri 🙂

Delete Toxic People

Ganti Baju Setelah Sekian Lama…

Ntah kenapa akhir-akhir ini keinginan gue untuk cuap-cuap di blog melunjak lagi. Dan mumpung hasrat itu ada, sekalian lah ya gue “ganti baju” alias ubah theme setelah bertahun-tahun tampilannya gitu-gitu aja hehehe.

Anyway, random and quick updates for today:

  • Hari ini Selasa, 18 April 2017. Saat gue mulai mengetik blog ini, kerjaan hari ini udah beres dan gue lagi menanti waktu pulang untuk bergegas ke Sarinah bertemu dengan Bania, Obi, dan Feyusu. (ps: Feyusu is getting married!)
  • Kemacetan ketika berangkat ke kantor tadi pagi dimulai dari depan apartemen. Jakarta akhir-akhir ini macetnya luar biasa dan luar binasa. Di mana-mana dan sungguh tak terduga. Gatot Subroto MT Haryono udah kayak neraka, dengan Pancoran jadi titik pusatnya. Satu hal yang bisa menguatkan hati gue setiap kali bengong kepanasan di tengah polusi Jakarta adalah, “For a better Jakarta,” dan disusul oleh, “This too shall pass…”
  • Besok, 19 April 2017, adalah Pilkada putaran ke-2. Antara Pak Ahok dan Pak Anies. Gue ga usa lah ya ikut-ikutan ngomongin politik? Udah bosen juga jadi anak IM ditanyain mulu sekarang dukungnya yang mana :p Jadi biarlah hari esok segera berakhir dan berlalu, karena siapapun Gubernurnya yang penting KRISTUS SUDAH BANGKIT *EDISI HOLY*
  • Ohiya kenapa barusan gue nulis edisi Holy, karena memang Paskah baru saja terlewati hari Minggu yang lalu. Yang spesial di Paskah ini adalah, ehm, kami ibadah sekeluarga dan makan malam bersama habis itu. Kenapa spesial? Karena udah lama banget ga gereja dan makan bareng. Maklum anak durhaka ini jarang pulang….
  • Hari ini Selasa, 18 April 2017. Saat gue mengetik ulang kalimat barusan waktu pulang sudah tiba dan gue bisa bergegas meninggalkan kantor! Ini priviledge, karena bekerja di bawah pemerintahan bos Korea ga setiap hari bisa pulang on time. Yang ngerti coba angkat tangan! 🙂

Selamat nyoblos ya, Jakarta!

Ganti Baju Setelah Sekian Lama…

Indonesia 6D5N

With only approximately 800 USD….

FOR 2 PERSONS!!

Haha jadi saya menuliskan postingan ini sebenarnya untuk rekam jejak pribadi aja. Semua bermula dari teman baik saya di Korea dulu tiba-tiba ngabarin bahwa dia ingin berkunjung ke Indonesia bersama adiknya, dan minta dikasi saran musti pergi ke mana aja. Dia sendiri hanya mention beberapa nama kota, seperti Jakarta, Bandung, dan Jogja, tanpa menyebut secara spesifik mau ke mana.

Mengetahui dengan jelas bahwa teman saya itu, sebut saja MJ, tidak berbahasa Inggris sama sekali, akhirnya saya super ga tega menelantarkan dia begitu saja. Apalagi ini kali pertama dia jalan-jalan ke luar negeri. Dia pergi dengan adiknya sih, tapi itu ga membantu banyak juga karena adiknya sama-sama ga berbahasa Inggris, apalagi Indonesia 😀

Akhirnya dengan brutal saya membuatkan itinerary sekaligus memesan semua hotel, tour, rent car, dll dkk untuk MJ dan adiknya dan karena pertemanan kami seakrab itu jadi saya rela nalangin dulu semua pengeluarannya. Baru kemudian setelah dia tiba di Indonesia, dia membayar sesuai dengan catatan pengeluaran yang saya buat, dan saya sendiri amazed karena pengeluaran dia kurang lebih 800 USD saja untuk 2 orang! Hahaha kenapa amazed, karena ini udah termasuk tiket pesawat PP ke Jogja, nginep di tempat yang bukan backpackeran amat, makan di restoran yang baik (sebaik itu sampe harus reservasi dulu) dan saya ga setega itu untuk bawa dia makan di pinggir jalan.

Jadi untuk siapa pun itu yang butuh contekan kalau ada temennya mampir ke Indonesia dan nanya kurang lebih habisnya berapa, silakan bisa nyontek list ini di bawah ini. Harga tercantum itu untuk 1 orang asing ya. Dan saya pergi sama mama saya dan teman-teman saya juga, jadi kalau ada harga yang perlu patungan, ada yang dibagi 4 (waktu ke Jogja) dan ada yang dibagi 5 (waktu ke Bandung).

Day 1 (Jumat, 17 Feb 2017)

Pengeluaran hari pertama adalah biaya taksi saja, karena mereka nginepnya di rumah sayah heheh.

15.35 Incheon Departure  
20.40 Jakarta Arrival
22.00 Sali’s House Arrival

Day 2 (Sabtu, 18 Feb 2017)

Di hari kedua ini, kami naik pesawat Airasia ke Jogja. Di sana sewa mobil tanpa supir dari seorang teman (ada nomor HPnya yaa kalau butuh) dan kami patungan ber-4. Terus wisata candi kami pakai yang satu paket, Prambanan plus Ratu Boko, cuma harganya ternyata dibedain antara WNI dan WNA. Habis dari candi, makan di restoran yang lumayan kece dan WAJIB reservasi dulu. Tempat ini terlampau hits jadi kalau ga reservasi kemungkinan besar ga dapet tempat.

10.25 Jakarta Departure 442,700 IDR
12.00 Rent Car  300,000 IDR
13.00 Prambanan & Ratu Boko 25 USD
17.30 Abhayagiri  100,000 IDR (DP untuk 4 org)
20.00 Greenhost Boutique Hotel 479,788 IDR per kamar (2 org)

Day 3 (Minggu, 19 Feb 2017)

Untuk Day 3 ini kami pakai 1 Day Tour dari Nagan Tour, bisa cek di sini.

Kurang lebih harga untuk WNI 418,000 IDR, dan untuk WNA 705,000. Kenapa bedanya jauh sekali? Karena tiket masuk Borrobudur aja 30USD kalau ngga salah 😦 Sedih memang Indonesia ini ya untuk WNA dimahalin sekali harganya.

Btw hari ini pengeluaran ada pas makan siang (87,000 berdua, dan saya lupa nama restonya -__- somewhere lah between Borrobudur dan Ullen Sentalu) dan makan malam (264,000 berdua, La Pergola). Sisanya udah termasuk di biaya tur di atas.

07.30-08.00 Departure from hotel
08.00-09.00 Breakfast Soto Pak Soleh
09:00-11.00 Borrobudur
11.00-12.00 Lunch
12.00-13.30 Moving
13.30-14.30 Ullen Sentalu
14.30-15.00 Move to Merapi
15.00-16.30 Jeep Lava Tour
16.30-17.30 Moving
17.30-19.30 Malioboro
19.30-20.00 Moving
20.00-22.00 Dinner (La Pergola)

Day 4 (Senin, 20 Feb 2017)

Karena hari ini adalah hari terakhir kami di Jogja, jadi rencananya sederhana: mampir liat Keraton &Taman Sari, lalu makan siang dan balik ke Jakarta. Di Jakarta sendiri MJ dijamu oleh teman-teman saya yang lain, Bania dan Obi, sementara saya kabur sejenak untuk nonton The Moffatts 😀

08.00-09.00 Hotel checkout Sambil pesan Grab Car 🙂
09:00-11.00 Keraton & Taman Sari 20,000 + 15,000 IDR
11.00-12.00 Ayam Suharti 78,500 IDR
13.50-15.05 Jogja-Jakarta 503,250 IDR
17.30-18.30 Moving to Central Park 36,500 IDR (Uber)
18.30-21.00 Dinner Diakhiri dengan tidur di rumah Bania

Day 5 (Selasa, 21 Feb 2017)

Kami ke Bandung, nyewa mobil dengan supir. Rate sewanya 550,000 per 10 jam, dengan overtimenya 50,000 per jam. Kami sendiri pakai sampai kena overtime 8 jam, jadi pengeluaran kami 550,000 + (8*50,000) + 100,000 [tip] = 1,050,000 IDR. Isi bensin sampai 300,000 IDR, tol PP  53,000 kali 2. Rent mobilnya di sini.

05.00 Jakarta-Bandung 220,000 IDR (per orang PP)
08.00 Dusun Bambu (lunch) 150,000 IDR
11.00 Tangkuban Perahu 200,000 IDR (WNA)
14.00 Farm House 26,000 IDR
17.30 Miss Bee (dinner) 125,000 IDR
19.30 Bandung-Jakarta
22.00 Artotel Arrival

Day 6 (Rabu, 22 Feb 2017)

Hari terakhir MJ dan adiknya jalan-jalan sendiri di Grand Indonesia sementara saya kembali bekerja. Niatnya sih malamnya kembali saya antarkan ke bandara sepulang kantor, tapi ternyata malam itu hujan deras sekaliii huhuhu. Jadi akhirnya MJ dan adiknya naik Uber lagi ke airport, sampe argonya sekitar 250,000 IDR 🙂

Anyway yah.. walaupun tidak dicantumkan di tabel atas, sebenarnya jalan-jalan kali ini sebagian besar disponsori oleh Uber, Gojek, dan Grab! Hahahah dikit-dikit kalo mau pindah tempat langsung manggil sesuatu. Mau jadi apa liburan kami kalau takada ojek online :$ Plis lah semoga fasilitas murah ini terus ada selamanyah!

 

Indonesia 6D5N

Jogja Klaten – Asep Besta Wedding

Bulan Maret tanggal 26 Maret 2017 lalu, salah satu teman sepenempatan gue di Kapuas Hulu dulu menikah. Namanya Asep, umurnya paling muda di antara kami ber-10, anaknya paling lucu, jurusan kuliahnya Perbandingan Agama (like what? ada jurusan kayak gitu? hahah), tapi kisah asmaranya puji Tuhan lurus-lurus aja sampe akhirnya sukses menikah di Klaten bersama perempuannya, Besta.

Berhubung momen ini akan jadi reunian kami yang paling lengkap sejak sekian lama tidak bertemu, dengan niatnya gue udah pesen tiket dari jauh-jauh hari dong ya. Kalender udah dibuletin, rencana dimantapkan. Dan karena udah tau tanggalnya dari lama, jadi sempet beli tiket kereta deh ke Jogjanya! Excited karena udah lama ga naik kereta dan juga karena murah huhahah. Cuma sayangnya gue ga sejagoan itu naik keretanya yang ekonomi, heheh gue lemah jadinya naik eksekutif saja.

IMG_7900
Argo Dwipangga 10 Eksekutif

Jujur gue norak tapi seneng sih naik kereta. Entah karena emang gue naik kereta yang bagus dan eksekutif atau emang kereta lebih nyaman dari pesawat, tapi ini lapang banget 😀 Kaki gue bisa diselonjorin ke depan, guling kanan guling kiri ga mentok, kamar mandinya juga bersih dan tidak bau, ya menyenangkanlah. Kebanting banget sama pas naik pesawat pulangnya, dengkul langsung mentok sama bangku depan :))

IMG_7909
Pemandangan dari Kereta

Not to mention pemandangan dari dalam keretanya itu sendiri! Reminds me so much of Kalimantan back then deh. Hijau hijau dan banyak bocah berkeliaran. Cuma bedanya kalau Kalimantan dulu jarang ada sawah, hahaha karena biasanya rawa-rawa gitu. Memang ya tanah Jawa ini tanah penuh berkat, menanam apapun sepertinya sukses. Anyway! Foto di atas adalah satu detik dari sekian puluh menit mata gue melek selama di perjalanan. Karena kalau boleh jujur dalam hampir 8 jam perjalanan kereta itu, sebagian besar gue habiskan dengan tidur nyehehehe. Tidur adalah harta paling berharga saat ini.

IMG_7933
Tourists gotta do what tourists gotta do

Tiba di Jogja, first thing first lah. Ketemu anak-anak ini formasi lengkap! Dari kiri ke kanan ada Erna, Erni, Ican, Linda, Ray, Sali, Gaol, dan Ali. Susi ngga bisa bergabung karena masih sibuk bekerja di kota lain, sementara Tennie harus menjaga Theia anaknya yang baru sembuh dari pilek. 7 dari 10 bisa kumpul, udah lumayan banget kaaaan ❤

IMG_7954
The happy couple: Asep & Besta!
IMG_7963
Kami satu untuk Kapuas Hulu ❤
IMG_7982
Ican dan kamera barunya 🙂

IMG_8009

IMG_7949

Plakat beli online di sini

Nikahannya sendiri di Klaten karena Besta asli Klaten. Kami nginep di daerah Kalasan, lalu pagi-pagi naik mobil ke Klaten. Gue sangat berterima kasih pada teknologi karena berkat Waze gue bisa mengantarkan anak-anak ini naik mobil sewaan ke Klaten dengan selamat tanpa nyasar! Hahah.Akad nikahnya sendiri mulai 8.30, dan kami tiba tepat sebelum akadnya mulai. Habis akad lanjut resepsi dan makan-makan, kemudian tentu saja akhiri dengan sesi foto dan nyanyi bareng untuk Asep 🙂

Kalau udah kaya gini lucu banget rasanya, para Pengajar Muda, meskipun udah lama ga ketemu dan dan ngobrol, begitu ngumpul pasti langsung bawel lagi. Siapa yang berani bilang Indonesia Mengajar itu cuma antek-antek bapake aja yang mau maju politik? Kalau emang ada alumninya yang ikutan politik, ya itu pilihan aja sih. Tapi rasa-rasanya defaultnya PM itu nyampah deh :)) Berisik, ga tau malu, dan paling jago ngerusuh. Jadi gue sungguh sangat setuju kalau slogan Setahun Mengajar, Seumur Hidup Menginspirasi itu diganti jadi Setahun Mengajar, Seumur Hidup Keluarga. Because we are ❤

IMG_8035
For the first time ever, wisata candi pakai kain! (tapi leggingnya keliatan hahaha)

IMG_8049IMG_8048IMG_8047

Dan setelah selesai kondangan, tentu ga sah nurisnya kalau ga wisata mainstream di Jogja. Sayang Asepnya ga bisa ikut diculik ke Prambanan juga 🙂 Family for life! Yassss!

ps: Mobile invitation Asep dan Besta dibuat oleh Ican dan dapat diakses di sini. Kalau berminat dibikinin yang serupa bisa hubungi gue lalu nanti gue kenalkan ya. Per tanggal 6 April 2017 ini sih anaknya masih single dan available :))

Jogja Klaten – Asep Besta Wedding

My Big Fat Bataknese Family

Sebagai half-blood Batak, kadang gue suka lupa bahwa Sangalian Jato Kaunang itu bukan seorang Manado saja. Gak semua orang di keluarga gue ngomongnnya pake kita-ngana. Ada juga sodara yang kalo ngumpul bawanya ulos dan suka mempertanyakan kenapa gue ga aktif di HKBP atau GKPA.

Heheh anyway, thanks to acara ngumpul-ngumpul setahun sekali seperti Bona Taon hari Minggu, 2 April 2017 lalu, (yessss exactly, udah April tapi masih Bona Taon, YA BIAR LAH YAA lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali), gue diingatkan bahwa ada sebagian diri gue yang berdarah Batak.

Terus ngumpul ngumpul kaya gini bikin gue sadar sih kenapa gue suka liat acara musik, ga bisa diem kalo lagunya seru, punya kecenderungan joget-joget ga behave, dan selalu senang kalo diajak karaoke. It’s in the blood menn!! :))

Sebagai info tambahan, Manado juga kalo ngumpul-ngumpul pasti ada nyanyi dan jogetnya. Nah kalo Batak digabung Manado paket kombo lah ya….

My Big Fat Bataknese Family

Coldplay Singapore 2017

Jadi, sebelum nulis postingan ini, gue berusaha mencari postingan lama gue tentang nonton konser dan agak tercengang karena baru sadar bahwa terakhir kali gue nonton konser besar itu sudah 4 tahun lalu! Huhahah pantesan kaki berasa banget pegelnya, beda jauh sama dulu :))

Iyah jadi tahun 2013 dulu gue sempet melewati masa-masa kejayaan di mana YOLO jadi prinsip hidup satu-satunya lalu somehow ada aja gitu waktu dan rezeki untuk nonton konser. Di tahun 2013 lalu itu gue sempet nonton Jason Mraz, Sigur Ros, dan Limp Bizkit (plus Muse).

Ga lama setelah konser-konser itu, gue balik Indonesia, ikut IM, cari kerja, cari uang, kumpulkan uang, cari lagi, kog ga kekumpul-kumpul uangnya, kerja lagi, mulai menyesali kenapa dulu tiap kali ke Myeongdong belanja mulu bukannya ditabung, kerja lagi, terus aja gitu sampe tua hahaha :p Ga sih intinya emang sejak balik Indonesia belum ada kesempatan nonton musical atau konser yang masif lagi aja. Bulan lalu memang sempet nonton The Moffatts, tapi itu konsernya keciil jadi ga terlalu berasa cape :)) Sementara yang ini? Kapok gue hahah next time beli yang duduk ya Sali yaa..

Anyway! Jadii 30 Maret 2017 – 1 April 2017 kemarin gue cuti dan berangkatlah ke Singapore. Cuma nginep 2 malam, tapi cukup menyenangkan karena bisa quality time dengan teman kuliah dan teman SMA. Hehe literally ga ke mana-mana lagi selain makan, karena kayanya kog Singapura udah dikunjungi semua yah 😀 Uda gitu kemarin cuacanya sangat buruk, jadi gue cuma sempet nuris ke National Museum. Sisanya agenda gue adalah makan siang bersama Aska dan makan malam bersama Feyusu.

photo-collage (2).png

Singapura menyapa gue dengan hujan badai dan pernak-pernik Tsum-tsum di mana mana. Di hari terakhir gue sempet hampir kalap mau beli sprei Tsum-tsum segala >.< Untung bebas dari cobaan. Heheh. Makan malam bersama Feyusu kali ini disponsori oleh TAP Craft Beer Car dan Prive di Chijmes, tempat makan kelas atas katanya hahahah. Semoga what you spend is what you get ya. Big Amen!

IMG_8347.JPG

Hari kedua (hari H konser) gue menikmati kehidupan Singapura sebenarnya. Ditemani bff yang baru pindah dari NY dan salah mulu nyebut MRT jadi subway, kami makan bak kut dan minum milk tea. Sengaja ga jalan-jalan kejauhan karena gue tahu harus simpan energi sebanyak mungkin demi bertemu dengan abang Chris malamnya.

IMG_8351

Konser mulai jam 8, gate dibuka jam 6, dan orang-orang udah mulai ngantri dari jam 12 siang. Sementara gue? Ngantri dari jam 4 aja sih.. karena ga seambisius itu hahaha. Dan dateng jam 4 tentu saja antriannya udah ular naga panjangnya.

IMG_8353

Namun kami cukup hoki. Meskipun ga ngantri dari pagi banget, tapi masih kebagian spot berdiri paling depan! Dan seperti terlihat di gambar atas, para penonton yang duduk di tribun datengnya mepet mepet semua hahaha indah sekali hidup mereka. Foto diatas diambil sekitar jam 6.30, dan bangku masih pada kosong.

IMG_8355

The team! Haiva, Mega, Novi, Sali, Chandra, dan Anggri! Nontonnya bareng, tapi nginep dan itinerary beda-beda semua hahah.

(Baca juga punya Anggri: A Head Full of Dreams)

IMG_8357IMG_8359

Hiasan panggungnya inspiratif banget! Semua dihias warna-warni sesuai tema A Head Full of Dreams, dan alat musiknya juga ditempelin segala rupa biar ikutan meriah. Suka!

IMG_8379IMG_8532

Hampir 50,000 orang nonton di stadion ini. Harga tiket termurah 78 SGD, harga tiket termahal 250an SGD. Kebayang ga uang yang dihasilkan dalam semalam? :))

IMG_8612

Daan tentu saja… after match!

IMG_8644

Usia 25 tahun ke atas, habis jingkrak-jingkrak ga sanggup lagi berdiri tegap 😀

IMG_8439

Tapi after all, konser ini adalah konser paling penuh effort dalam hidup sih. Beli tiketnya setengah mati, ngantri masuk pas hari H nya kayak orang gila, cape nya luar biasa, wah juara deh. But still, worth the effort, the money, the drama, and everything lah ❤

Dan supaya orang lain juga bisa merasakan nonton berdiri tepat dari depan panggung terus bolak-balik ketiban balon dan mandi confetti, ini gabungan beberapa video yang berhasil gue rekam.

Dengan ini satu lagi bucket list gue tercoret, dan setelah ini satu-satunya artis yang masih penasaran banget pengen gue tonton tinggal sisa satu: Backstreet Boys!

 

Coldplay Singapore 2017

Closing Down The Year – Goodbye 2016

Yesss I do know that it’s March and we passed 2 months of 2017 already, but what am I supposed to do when this post was halfway done and yet I was distracted by this and that >.< Until this fine afternoon when I realized this post still lingers in my draft box :)) Hehehe so anyway, 3 months due, here it is! Another annual post to end another wonderful year.

cutesalmon_full2016

Kalau kata Instagram, di atas adalah highlight dari beberapa kejadian penting dalam hidup saya sepanjang 2016. Tapi kalo kata saya, di atas benar-benar cuma secuil peristiwa yang numpang lewat di tahun 2016.

Tahun 2016 diawali dengan doa dan harapan akan pelajaran dan berkat yang lebih banyak, dan seperti biasa Tuhan selalu memberi lebih dari yang saya minta 🙂

  • Addie MS & Twilite orchestra concert, Star Wars edition!
  • Tempat baru untuk bernaung ❤
  • Trip ke China!! In this case God certainly gave me lots of lessons sih hahaha. Baca kisah tragisnya di sini.
  • Masih bekerja di perusahaan yang sama, masih di bawah asuhan pakbos Korea yang sama, dan masih belajar banyak di tempat ini. Surprisingly betah! Terima kasih untuk teman-teman kantor yang makin lama merambah jadi teman bermain juga 😀
  • Family gatherings all around the year, mulai dari ulang tahun Oma ke-86, merayakan 17 Agustus sama keluarga mama, nikahan sepupu dekat, Natalan di Kencana, tahun baruan sama Oma, and so on and so on! Kesempatan ini yang selalu terlewatkan kalau merantau jauh dari rumah, tapi tahun 2016 saya sukses menghadiri semuanya! Yippie 😀
  • Very short trip to Kawah Putih with fellow elevenians, yang lumayan membuat saya super norak tapi seneng karena jadi turis dadakan
  • Rajin ketemuan, reunian, karaokean, sama para alumni PM, yang mengisi hari-hari saya menjadi lebih positif
  • Oh plus! Hampir lupa! Kesempatan untuk “pulang kampung” ke Nanga Bungan di awal tahun 2016 dalam rangka menyambut pak guru penerus saya dan pamit dari kabupaten Kapuas Hulu
  • Weddings here and there, ga kehitung berapa banyak teman-teman dan saudara yang menikah di tahun 2016
  • Lari, lari dan lari. Terima kasih papa! Terima kasih IM Runners! Dua ini yang membuat saya masih rajin lari selama 2016. Highlight dalam kisah perlarian ini bisa dibilang Jakarta Marathon 2016, di mana saya ikut lari 10K tapi di tengah hujan yang bikin basah sampe ke dalem-dalem :))
  • And I did some yoga too…. walaupun bukan sesuatu yang bisa dibanggakan karena bolong-bolong latihannya dan kayang aja masih ga bener. Tapi gapapah! Biarlah ini jadi pelajaran di tahun 2016 dan resolusi di 2017. Demi perut rata seperti Tara Basro..
  • Last but not least, 2016 menjadi spesial karena di tahun ini saya punya kesempatan baru 🙂 Kesempatan untuk memaafkan, kesempatan untuk memulai kembali. Kalau nyontek lagunya mbak Raisa, kali kedua.. pada yang samaaa… :)) Well you know who you are!

 

Once again, thank you to every each of you who is part of my world! I’m beyond blessed ❤ 2017, bring it on!

Closing Down The Year – Goodbye 2016