Apa yang ada di otak saya ketika lari

Skenario ini secara khusus terjadi tadi malam, pas lari di Soemantri gelap-gelap.

Habis ini makan apa ya?

Ah lagunya terlalu slow, next!

Ini kaki gue bener ga sih arahnya?

Kog kayanya kurang asyik ya geraknya

Kakinya kurang diangkat apah?

Coba.. coba…

Ealah jadi cape. Laper. Habis ini makan apa ya? 

Eh gue punya lagu ini di playlist?

Burger King enak sih kayanya..

Ah tapi masa abis olahraga langsung junkfood .__. brokoli cah di Bakmi GM aja lah.

Tapi bentar, ini udah berapa kilo sih gue lari?

*liat hp*

Naon ieu.. baru segini doang… udah juga laper…

 Apa app nya ngaco ya? Tadi udah gue setting ke km kan?

Atau jangan-jangan yang gue liat tadi satuannya mil…

Tapi ga sih, terakhir kali udah bener kog diubah ke km

Terakhir lari tuh… hmmm… kapan ya… damn udah lama banget sampe lupa :3

Oh inget deng, yang pas selesai lari lanjut Burger King waktu itu!

Tuh kan jadi keinget burger lagi. BK aja lah abis ini..

Eh tapi gue lagi ada Mokado KFC

Tapi BK leh uga sih, kan lagi ada promo di Line

Sialan tuh emang Line sering banget promoin BK huhuhu

Padahal di rumah masih ada fish streat sisa Gofood kemarin

Yaudadeh makan di rumah aja

Berarti habis lari langsung pesen gojek pulang

Tapi ini kapan kelarnya?

Udah berapa km sih gue?

*cek hp lagi*

Whatttt baru segini juga? OMG so slow

Ini pasti karena lagunya ga enak nih

Kapan sih gue mau beresin playlist, udah ga seru ini playlist gue

Bisa-bisanya masih ada lagu Natal di playlist lari gue duh

*next song*

Lah lagu Natal lagi

*next lagi*

Nah gini kek Galih dan Ratna. Enak deh yang versi GAC ini <3

Harmonisasinya mantep banget! Memang ya GAC debest. 

Jadi inget awal-awal nontonin video2 covernya Gamaliel Audrey

Di mana ya gue waktu itu?

Oh nontonin youtubenya di kamar di asrama!

Masih di Korea ya gue waktu itu..

Jaman-jaman kuliah, hobinya makan McD tengah malam

OMG Spicy Chicken Burger! Huhuhu kangen

Pas ke Korea bulan Mei lalu ga sempet makan McD huhuhu

Apa abis ini makan malamnya McD ya…

Tapi jangan deh ntar makanan di kulkas kapan abisnya

Ah siah laper bener inih

Kapan kelarnyaaaa

*cek hp lagi*

Udalah! Cukup!

Yesss saatnya pulang

Ah apa makan burger dulu ya di sini?

Dan demikianlah terus terjadi pergumulan batin yang sangat dahsyat setiap kali habis lari di Soemantri. Junk food itu selalu menggoda. Untung hari ini saya lolos dari cobaan…

Emang di saat-saat kritis kayak tadi udah paling bener berdoa Bapa Kami aja…

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya

dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari yang jahat

AMEN!!

ps: go judge me lah, tapi iya emang gue secupu itu kalo lari hahahaha lari for fun yooo :))

Bosque :))

 

“Mau gereja jam berapa nih kita?”

‘Pagi apa sore yah..’

“Terserah”

‘Mmmmm… hmmmm….. sore aja deh, aku males pagi pagi hehe’

“Yaudah aku kerja dulu paginya.”

‘Yaudah aku bisa tidur lagi berarti sekarang..’

“Heh! Jangan! Enak aja, belajar lah sana!”

‘Lah kog belajar? Belajar apaan? Wong ngantuk, mau tidur’

“Ya jangan buang waktu. Produktif dong. Ngapain kek, baca buku kek..”

‘Njir dimarahin….’

“Improve yourself!”

‘……’

“Tidur itu untuk orang lemah, Sal”

Lalu kemudian siangnya…

*kirim gambar kaki lagi dimaskerin*

*kirim gambar muka lagi pake masker juga*

“Hahaha, bocah.. Perawatan ya? Bagus bagus!!”

‘Yoi. Jangan muji doang, next time sponsorin plis. Makasi.’

😄

Ketika Pakbos di Luar Kota

“Pagiiii”

‘Hai! Dah lagi meeting yaa? Nanti kasitau ya malam ini pulang jam berapa’

“Yes”

“Belum tau jam berapa”

“Lagian emang kalo pulang jam 11 jam 12 gitu kamu mau ngapain?”

‘Mau doain biar tiba dengan selamat’

:D

Another rhetorical question

“Bocah, di mana?”

‘Di Menteng, makan deket tere’

‘Sekarang baru mau nyari grab, tapi ga dapet’

‘Kamu udah free?’

“Aku? Ya ga ada ceritanya free lah.”

*neruga bang!

Pagi-pagi, beberapa hari setelah ulang tahun…

“Udah bangun?”

‘Udah hehe’

‘Kog kamu manis?’

“Ada maunya kan”

‘Waduh’

‘Naon mas?’

“Hadiah. Kan belom”

😱

‘Yaudah gitu terus aja ya sampe hadiahnya dateng’

Di hari Minggu yang cerah..

“Hai Sali, lagi apa?”

‘Hai Fajar, habis nonton Kartini lagi sama mama’

‘Dan nangis lagi hehehehe’

“Walah”

‘Kamu kerja hari ini?’

“Masa enggak?”

😅

Percakapan tadi malam, sambil ngunyah 짜장면!

‘Kamu ga takut?’

“Takut kenapa?”

‘Yaa… ngerjain proyek-proyek gede itu, kamu ga takut?’

“Semua sudah ada takdirnya, Sal”

‘Serius ah, emang ga takut proyeknya gagal gara-gara kamu?’

“Ga lah”

‘Kog bisa?’

“BECAUSE I’M THE BEST”

‘SERIUS WEYY!!’

“Hahahaha ya kalo aku takut aku ga bakal berani benerin rig Sal di umur 31. Kalo takut, aku ga ngambilnya proyek yang cupu-cupu doang. Aku tuh udah gila sal, makanya Syntek ada.”

BANGGA

LALU MAKAN LAGI SAMPE KENYANG

dan akhirnya sisanya dibungkus

mayan buat sahur

LS

(pajang foto ini karena di sini pakbos paling ga keliatan kayak bos – more like kuli :D tiati kesetrum ya bang!)

Petuah dari Bapake

“Sali, can I borrow your time?”

‘Yes, Sir’

“It won’t take too long, just 2 days.”

‘Ehh??’

“Kidding. 5 minutes.”

‘Hahah.. alright Sir.’

“So I just want you to know, that you have worked hard these past 3 months.”

‘Thank you..’

“But I want you to work even harder…”

‘Noted Sir…’

“And always remember these three things.”

*nyiapin catetan*

“First, please be digilogue. Digital and analogue. We live in the online world, working in the e-commerce industry, but we cannot work like a computer. We should be digilogue. Work with a digital mind, but have analogue heart.”

‘Oowwkay…’

“Also, please love the job, and love the company. I hope here is better than your previous company…”

‘Haha.. it definitely is, Sir.’

“And don’t forget, be the owner of this company. Someone who is an owner of a company works differently than a person who thinks he is just a regular employee. Be special. Take the responsibility. This company leans on you.”

“Got it Sir.”

“Happy 3 months, Sali.”

:)

Cinta Monyet

14  Mei 2015

Satu hari, saya sedang mengajar Bahasa Indonesia di kelas 3. Topik kami hari itu adalah kalimat pendapat. Setelah menjelaskan definisi kata pendapat dan kegunaannya dalam percakapan sehari-hari, saya mengajak anak-anak membuat kalimat pendapat masing-masing. Untuk memudahkan mereka, saya melontarkan sebuah pertanyaan dan anak-anak tinggal menjawab dengan memulai kalimat mereka menggunakan kata-kata, “Menurut saya, ….”

Maka mulailah tanya-jawab kami siang itu.

“Amos, bagaimana pendapatmu tentang model rambut baru Isak?”

Menurut saya, rambut Isak jelek.’

(semua tertawa)

“Isak, bagaimana pendapatmu tentang cincin di jari-jari Amos?”

Menurut saya, cincin Amos juga jelek.’

(satu kelas tertawa lagi)

Flora, bagaimana pendapatmu tentang bajunya Pian?”

‘Menurut saya, baju Pian sangatlah kotor.’

(satu kelas kembali tertawa)

“Pian, bagaimana pendapatmu tentang suara Flora?”

Menurut saya, suara Flora membuat telinga sakit.’

(lagi-lagi mereka tertawa, sambil mulai menepuk-nepuk meja karena ingin membalas)

Merasa kelas terlalu ricuh dan fokusnya berbelok menjadi ajang saling mengejek, saya pun melontarkan sebuah pertanyaan terakhir dengan harapan anak-anak tertawa ceria kemudian kelas pun selesai.

“Titus, bagaimana pendapatmu tentang wajah Ruth?”

Saya tahu jawabannya, karena sudah sejak lama Titus sering digoda-godai oleh teman-teman sekelasnya. Saya juga tahu bahwa murid-murid yang lain pun pasti menganggap pertanyaan ini retorik. Kami semua tahu bahwa Ruth cantik. Namun satu hal yang saya tidak tahu, yakni bahwa murid-murid saya ternyata punya keberanian lebih daripada yang saya pikirkan. Atau setidaknya lebih daripada yang saya alami dulu :p

Karena ketika saya melontarkan pertanyaan iseng tersebut tanpa mengharapkan jawaban serius dan saya pun sudah siap dengan kalimat, “Oke mari istirahat”, tiba-tiba anak laki-laki itu berkata dengan suara lantang,

Jak moeh Bu Guru…” (tunggu sebentar Bu Guru)

(kemudian menundukkan kepala dan membenamkan wajahnya dalam tangannya sendiri)

(dan berteriak)

“MENURUT SAYA, WAJAH RUTH SANGATLAH CANTIK.”

Maka meledaklah kelas kami, disusul dengan kelas sebelah, dan kelas sebelahnya lagi. Maklum, ruang-ruang kelas di sekolah kami hanya disekat papan kayu sehingga pembicaraan di ruangan sebelah dapat terdengar jelas dari mana saja. Saya sendiri tidak bisa berhenti tertawa sambil mengagumi keberanian kedua anak tersebut. Yang perempuan tetap cool tanpa merasa tersanjung maupun terganggu, sementara yang laki-laki luar biasa percaya diri. Sambil terus meneriakkan CIEEE CIEEEE ke arah mereka berdua, anak-anak lalu meninggalkan kelas untuk istirahat.

Sementara saya kembali ke bangku saya dan tersenyum melihat mereka semua. Kelas tiga SD? Naksir-naksiran? Sepertinya hal yang wajar. Saya dulu juga pertama kali naksir anak laki-laki ketika kelas 3 SD ,walaupun rasa itu memang tidak bertahan lama karena saya mendadak ilfeel  begitu mengetahui sang kakak kelas dihukum di luar karena nilai matematikanya 3. Tapi saya masih ingat jelas masa-masa itu. Masa-masa di mana rasa suka terasa sangat tulus; masa-masa di mana kekhawatiran terbesar adalah lupa mengerjakan PR; masa-masa di mana satu-satunya tanggung jawab adalah merapikan tempat tidur; masa-masa di mana hadiah ulang tahun terindah adalah tempat pensil baru. Masa-masa di mana hidup terasa jauh lebih sederhana, masa-masa cinta monyet.

Pelajaran IPA

Kamis, 21 Agustus 2014

“Coba berikan 10 contoh makanan yang manusia makan!”

‘Ikan, ayam, bebek, sapi, babi, anjing, kijang, beruang, …’

“…………..”

(tadi soalnya tentang jenis makanan apa hewan-hewan di kebun binatang ya?)

 

“Anak-anak, masih tentang makanan, coba sebutkan beberapa jenis hewan beserta makanannya masing-masing!”

‘Ikan Bu!’

“Ikan makan apaaa?”

‘Makan nasi!’

“Eh? Ikan makan nasi?”

‘Iya, biasa di rumah kalau ada nasi sisa lalu kami buang di sungai, nanti dimakan ikan.’

“Baiklah -___- berikutnya hewan apa lagi?”

‘Anjing bu!’

“Anjing makan apa?”

‘Makan nasi Bu.’

“Karena…. nasi sisa kalian juga kalian kasi ke anjing…?”

‘Iyaaa..’

“Baiklah -___- lalu hewan apa lagi?”

‘Beruang Bu!’

“Beruang makan apa?”

‘Makan manusiaaaa!’

(eng ing engg…)

“Lho katanya tadi manusia makan beruang. Kog sekarang jadi beruang makan manusia?”

‘Iya Bu tergantung siapa mati duluan.’

“……….”

 

“Yasudah sekarang Ibu Guru mau tanya. Karena dari tadi kalian sebut beruang terus, coba siapa yang pernah liat beruang?”

‘Sayaaaa!’ (beberapa anak mengangkat tangan)

“Isak pernah lihat beruang?”

‘Iya Bu’

“Beruang hidup?”

‘Iya Bu’

“Di mana?”

‘Di Aso Bu’ (nama dusun sebelah)

“Kog bisa?”

‘Waktu itu saya sama Reno lagi ke Aso, lalu lihat beruang di sana’

“Beruangnya lagi apa?”

‘Lagi berenang bu’

“Beruangnya berenang? Kamu yakin bukan ikan?”

‘Iya bu. Beruangnya besar warna hitam lagi di air.’

“……”

 

“Amos juga pernah lihat beruang?”

‘Pernah Bu!’

“Di TV?”

‘Ndak! Lihat yang betulan’

“Kog bisa? Lihat di mana?”

‘Lihat di rumah Bu, dibawa papa saya tiga ekor dari hutan’

“Sudah mati???”

‘Iya sudah mati Bu’

“Lalu kalian apakan beruangnya??”

‘Bulunya untuk dipakai menari Bu.’

“Lalu dagingnya??”

‘Dimakaaaan!’ (anak-anak menjawab serempak)

“Enak?”

‘Enak!’

“Seperti apa rasanya?”

‘Seperti babi.’

“Enak mana sama babi?”

‘Masih enak babi bu.’

“Oke. Ngomong-ngomong Ibu Guru ndak makan beruang ya. Juga kura-kura. Jadi kalau kalian dapat mereka tolong jangan kasi Bu Guru.”

‘Kalau pelanduk Bu?’

“Pelanduk juga ndak makan…….”

(dalam hati.. ini anak-anak isi perutnya apa aja sih T_T )

Apa yang akan selalu sama?

Cikoneng, 8 Juni 2014

“Apa yang akan selalu sama, di masa dua bulan pelatihan, satu tahun penempatan, dan bertahun-tahun ke depan?” – Hikmat Handono

Lulus!

sahabat?

cinta?

Tuhan?

harapan?

pilihan?

masalah?

tantangan?

Saya menjawab IYA untuk semua poin-poin di atas.

Tapi saya berteriak paling keras ketika poin ini disebut:

RASA CINTA PADA INDONESIA

Indonesia :)

Empat tahun kuliah plus bonus hampir dua tahun kerja jauh dari tanah air membuat saya kadang bertanya-tanya, apa ya yang terjadi pada bangsa saya?

Di saat orang-orang muda lainnya sibuk berorganisasi dan aktif berpolitik ketika kuliah di dalam negeri, saya malah pura-pura nggak tahu sama keadaan kampung sendiri. 

Di saat saya hepi-hepi volunteering di Korea dan hura-hura ke sana kemari, kog saya malah menjadi relawan untuk bangsa orang lain ya? 

Apakabar bangsa saya sendiri?

Kog mendadak jadi merasa berhutang budi ya?

Dan begitulah terus kurang lebih pertanyaan-pertanyaan yang berputar di kepala saya. Sok idealis memang :p tapi jujur pertanyaan-pertanyaan inilah yang akhirnya membawa saya ke keputusan untuk mengikuti program Indonesia Mengajar.

Dan setelah 2 bulan pelatihan intensif alias karantina layaknya kontestan dangdut, akhirnya hari minggu yang lalu saya beserta 74 teman lainnya resmi dilantik sebagai Pengajar Muda Angkatan 8 :)

Rasa bangga menyelimuti saya, tapi rasa takut juga gak kalah menanti di balik itu hehehe.

Yang pasti sih rasa haru biru sudah sangat tidak terbendung ketika pada pelantikan kemarin kami harus maju satu persatu mencium bendera Merah Putih dengan penuh hormat sambil bernyanyi..

Dari yakin ku teguh

hati ikhlasku penuh

akan karuniaMu

Tanah Air Pusaka

Indonesia Merdeka

Syukur aku sembahkan

ke hadirat-Mu, Tuhan

How I Met My… #1

첫만남

Hari/Tanggal: Minggu, 23 Juni 2013

Tempat: Banya’s Kitchen, Hongdae, Seoul

wpid-mntsdcardCaptured-Images2013-06-17-21.22.44-1.jpg.jpg

I: Sal duluan yah..

S: Eh kog udah balik sih?? Ini dessertnya belum keluaar…

I: Gak pa pa Sal, kita ga enak nih dateng ke sini gak bawa temen 외국인 sama sekali..

S: Yaelaah santai aja kali wa, orangnya juga cuma dikit ini..

(sambil ngelirik orang di depan mata gue, dan berasa diliatin juga)

S: Eh ngomong-ngomong kayanya belom kenalan resmi deh, yang di APIK kan?

F: Iya, F….

S: Sali..

*backsound* I: Tuh Sal.. hihihi (lirik lirik penuh kode)

*menanggapi backsound* S: Apa sih waaaa (nyengir pake tampang males)

F: Kerja di Lotte?

S: Iya, hehe kerja di mana?

F: LS

S: He?

F: Iya perusahaan (apaaa) gitu –> jujur lupa ngomong apa, tapi rasa-rasanya sempet dijelasin deh secara singkat…. kayaknya…

S: Ooh.. hehe eh jadi kapaan kita paragliding!!! gak jadi jadi deh ih itu padahal udah gue pajang iklannya di APIK dari kapan tau..

I: Oiya kapan dong, bulan depan mau?

S: Bulan depan kan udah masuk bulan puasa, kasianlah orang orang..

I: Ah gue ga masalah sih puasa paragliding

S: Temen lo?

F: Gue juga ga ada urusannya sih..

S: Yaa gue juga ga masalah sih secara gue juga kagak puasa, tapi kayaknya Mas N dan anak anak lain gitu pada ribet deh kalo puasa… huuuu ntar lagi lah ya dibahas di APIK…

I: Iyaa.. yok duluan ya saal..

S: Yoowww..

Komentar dalam hati:

1. Orang mana ya? Sama sekali gak ketebak…

2. Kenapa dia nggak puasa padahal auranya soleh sekali?

3. Anak baru ya di Korea? Kog ga pernah terdengar namanya, dan mukanya sangat sangat asing…

4. Pendiam sekali, padahal di FB sepertinya berisik. Mungkin tipikal introvert cupu yang ga berani ketemu orang….

5. Asyik mereka pulang tanpa makan dessert padahal udah bayar komplit. Berarti jatah dadar gulungnya bisa gue makan!! *girang*

That moment when you dont even know the name of the one who’s been flirting with you

“Sali”

‘Ya mbak’

“Ini nitip yah sekalian buat si ****i”

‘Ooh oke mbak’

— tiga detik kemudian —

‘Eh mbak!! Lah aku gak tau ****i tuh siapa?’

“Yaampun ituloh yang duduknya deket kamu. Ntar tanya aja sama anak-anak di situ.”

‘Oh oke.’

— lima menit kemudian, sudah kembali ke ruangan kantor biasa —

‘*uuuuu lo kenal orang bernama ini ga? Gue dititipin HRD suru ngasi ke dia nih tapi ga tau orangnya yang mana’ (nunjuk nama di amplop coklat)

“Lah Sal? Ituuu si ****i anak buahnya bu D!”

‘Oooh….. yang mana ya??’ (tetep ga ngerti)

“Yang tiap hari godain lo sal…”

‘Oh?!’ (damn)

“Lo sih keterlaluan loh udah tiap hari disamperin diajak ngobrol dan lo tetep ga tau namanya dia?? Wah parah..”

‘Oh….. yah…’

Huuuu mari makan siang :3

Ibuku Gemar Makan Penghapus

Alkisah di suatu siang yang terik di Ho Chi Minh City, seorang ibu dan anaknya duduk kepanasan mesen dua minuman dingin lalu ketemu gelas lucu dengan cairan kuning di dalamnya.

“Ma ini apaan? Tadi mesen minum udah 2 perasaan..”

‘Oh bonus kali, buat penawar rasa. Minuman kamu kan manis banget.”

“Oooh iya iya..”

– glek glek glek (tenggak beberapa teguk) –

“Ah gile, minuman apaan nih! Rasa sabun!!!”

(ngasal, saking aneh rasanya)

‘Hah? Mana sini coba mama minum’

– glek glek glek (ikutan nyicip) –

“Gimana gimana, rasa shampo?”

‘Eaarggghhh…. ini mah rasa SE-TIP!! ‘

– ???!@#!@$@#??!@! –

“HAH? emang mama dulu pas masi kecil suka makanin penghapus??”

‘Ya ga dimakan sih cuma wanginya persis kayak gini..’

“Oo kirain pas SD hobi ngunyah kotak pensil dan isi isinya..”

– si mama minum lagi –

‘Ck.. tapi iya nih rasa stip beneran!!’

“Yakin bukan rasa penggaris?”

‘Bukan. Stip.’

“Iya iya :$ “

Sekarang pertanyaannya: emang rasa penghapus itu kayak gimana ya? O.o

Kalau gue bisa ngomong sama diri sendiri…

Apa kabar?

baik, cape, tapi sehat

Kog udah lama nggak nulis?

iya nih, terlantar sejak resign bulan lalu..

Lah emang ngapain aja habis resign? Bukannya jadi pengangguran?

iya sih, pengangguran as in nggak ada pemasukan. tapi ternyata nyiapin kepulangan ke Indonesia habis resign itu ribetnya luaaar biasaaa..

Oooo emang persiapannya apa aja?

yang paling ribet dan makan waktu sih packing dan ngirim barang sebanyak dosa. kayanya seminggu penuh habis deh cuma berkutat sama boks dan kardus..

Lalu sekarang udah beres?

sudaaah ^.^

Semua barang udah terkirim?

sudaaaaah..

Tagihan dan urusan lainnya juga udah beres?

mustinya sih udah ya kalo ga ada yang ketinggalan.. hoho semua rekening tabungan sudah dimatikan kecuali satu, siap untuk nerima hutang orang orang yang tersisa hahaha..

Lalu sekarang ngapain?

sekaraaang…. istirahat T__T duduk selonjoran sambil ngecharge semua benda elektronik dan berusaha tetap konsen sama Asterix walaupun sekeliling super berisik..

Berisik? Memangnya lagi di mana?

di hostel  :D

Hostel mana?! Segitu nggak adanya lagi kah temen yang mau nampung lo di Korea?

fuheheh nggak lah.. temen-temen gue baik baik banget di Korea, bahkan habis resign dan diusir dari kastil “dinas” pun gue langsung dapet banyak tawaran untuk jadi parasit nomaden di rumah temen-temen..

tapi sekarang gue ada di hostel karena gue sekarang ada di Jepaaang!! Tokyo lebih tepatnya :D

WUIH KOG BISA? Dalam rangka apa?

well.. dalam rangka… jalan jalan tentunya. memuaskan hasrat ingin ke jepang sejak dulu menjejakkan kaki di korea. dan secara sekarang udah beneran saatnya untuk angkat kaki dari korea, jadi gue mengakhirinya dengan transit di jepang dulu sebelum pulang.

Oh jadi ini ceritanya udah meninggalkan Korea untuk selamanya nih? Habis ini langsung for good ke Indonesia?

yyeeaaa…. kurang lebih begitu. tadi pagi pas di imigrasi petugasnya bilang, “nanti kali berikutnya kalau masuk ke Korea bikin visa dulu ya” sambil ngecap alien card gue dan menahannya, dan di saat itu gue sadar WOGH INILAH DIA selesai sudah kisah gue di korea hehehe.

habis inii… iya rencananya mau pulang ke indonesia, tapi nggak langsung sih. habis dari jepang gue masih ada rencana jalan-jalan sama mama di asia tenggara. kalau semua berjalan lancar mustinya gue baru nyampe Jakarta minggu pertama bulan Oktober.. heheh jadi doakanlah semoga semua masih sehat sampai saat itu, baik fisik maupun kondisi keuangan.

Terus nyampe Indonesia ngapain?

ini pertanyaan yang paling banyak ditanyakan orang, hahah tapi untuk menjawabnya mungkin gue bisa bilang.. ehm gue akan mencari NGO atau pendaftaran program volunteering ke daerah di Indonesia. hahah gue jujur banget belom kepikiran untuk langsung nyari kerja di korporat sekarang, ntah karena emang gue sok mulia ingin mengabdi pada sesama atau murni gue masih empet aja kerja sama orang Korea jadinya pengen istirahat dulu :p

Hihihi excited ga sih pulang Indonesia?

excited banget. gue tau banyak yang bisa gue lakukan di sana.. dan gue udah kangen sama keluarga gue. bahkan kalau boleh jujur pagi ini gue nyampe airport sempet sedikit berharap pesawat gue nggak ke jepang (dan habis itu nggak ke asia tenggara) melainkan langsung ke jakarta aja biar bisa cepet pulang.

tapi syukurnya pada momen tertentu akal sehat gue datang kembali dan gue jadi sadar bahwa perasaan ga pengen liburan dan mau langsung pulang aja itu timbul murni karena gue kecapean…

Hahaha cape ngapain emangnya?

kecapean mikir!!! hahah setau gue diri gue itu orang yang plegmatis dan ga mikirin  ini itu, plus sukanya cuma cari damai doang. tapi ternyata menjelang kepergian gue dari korea ini otak gue ga bisa berhenti mikir, semua hal gue khawatirin. udah matiin ini belom ya, udah pamitan sama si itu belom ya, udah datengin tempat ini untuk terakhir kalinya belom ya, udah beliin titipan si itu belom ya, dan masiiih banyak lagi. sampe sebel sendiri ehuheheh.

cuma ya ofkors yang bikin makin cape adalah nggak bisa tidur dua hari belakangan ini saking deg-degannya harus putus dari hubungan 6 tahun sama negara kimchi eheheh

Oalaah… kirain seneng ninggalin Korea?

seneng laah.. seneng as in lega, berasa satu chapter udah terlewati dan saatnya naik ke level berikutnya. excited juga di saat yang bersamaan!!

tapi gimanapun juga 6 tahun hidup senang sedih sakit sehat bersama negara korea kayaknya ga bakal terlupakan deh. pengalaman yang luar biasa sekali :D

Ah begitu rupanya. Jadi nggak pernah nyesel nih dateng ke Korea?

sama sekali tidak! haha hidup kan tidak boleh dipenuhi dengan penyesalan kawan. lagian kalo ga ke korea ya gue ga jadi gue yang sekarang laah… yang suka sok mandiri tapi dalam hatinya manja (eh jadi pengakuan dosa begini)

Hahaha baiklaaah kalau begitu sekarang mau tidur?

MAU banget tapi masih lagi nungguin HP, mp3, laptop, kamera, dan wifi portable yang lagi dicharge sekarang ehuhehe gue udah kayak jualan elektronik deh ini, kabel di mana mana pula..

Hahah oke tapi semoga nanti bisa tidur dengan nyenyak  dan tidak bimbang resah lagi ya, apalagi menitikkan air mata..

oh pastinyaaa ini ketemu kasur langsung pingsan kog kayanya. lagian sedihsedihannya udah tadi di bus menuju airport hihi

Goodnight, Tokyo!

Goodnight, Sali. 고생 많았어 :)