Tragedi Website

Seinget saya dulu saya pertama kali belajar HTML pas masih SMP.. diajarin bikin website pake notepad dan segala macemnya. Masuk SMA.. kerenan dikit, disuru bikin website pake Dreamweaver. Lanjut ke bangku kuliah tahun pertama, HTML nya udah dimodifikasi sama PHP dan kawan kawannya jadi bisa ditambahin tabel dan pake login-loginan. Naik kelas ke tahun kedua, belajar pake Javascript dan membuat websitenya jadi cantik dikit. Sekarang.. di tahun ketiga… kami dapet project bikin web yang bener bener jadi total.. bisa diakses dari mana aja, dan lengkap dengan tambahan Board, Photo Gallery, plus dipercantik oleh Flash dan Photoshop.

Dan project inilah yang mewarnai pagi saya hari ini.

Bermula dari minggu ujian yang baru selesai minggu lalu, pak Guru yang agak gak peduli sama jadwal murid-murid menyuru kami menyelesaikan web ini dalam satu minggu. Buat saya yang sudah menyelesaikan 80 persen website saya (hasil gak tidur sama sekali minggu lalu, lihat efeknya di postingan ini) hal ini tidak terlalu sulit, karena tinggal dihubungkan dengan si Zeroboard sialan, semuanya beres! Namun tidak demikian halnya dengan kawan kawan terdekat saya: Minji, Minju, dan Oppa.  Demi menyelesaikan project ini, mereka lagi-lagi gak pulang ke rumah, stay di sekolah sampe pagi ini, dan cuma tidur di ruang kelas beberapa jam. Orang yang lihat mungkin bisa bilang mereka niat, tapi sayangnya pak Guru tidak berpikir demikian.

Setelah website masing-masing dipresentasikan di depan kelas, pak Guru langsung memberikan nilai saat itu juga dan nilainya dituliskan di depan kelas. Gak ada yang berhasil dapat 100, tapi yang merasa dirinya bagus boleh memohon-mohon dapet 95. Inilah yang dilakukan kawan saya Minju… hanya saja kurang berhasil…

Nilainya Minju lumayan jelek, padahal dia udah lengkap dengan flash dan board ini itu.. belum lagi dia sama sekali ga tidur sampe pagi.. dan dia memang punya sifat berusaha ingin mendapat nilai paling tinggi di kelas… Jadilah.. ketika Pak Guru menurunkan nilainya dari 95 jadi 90.. meledaklah tangisnya.

Agak kasian juga liatnya.. tapi saya bisa apa? Mau ngasi tisu pun ga bisa, karena saya bukan tipe perempuan yang nenteng tisu ke mana mana… Huhu..

Beginilah pagi hari saya yang cerah ini.. diramaikan dengan tragedi seorang kawan yang menangis :(

12 Hours to Database Exam

Tenaga saya habis sudah.

Penyesalan memang selalu datang belakangan, tapi apakah belajar mepet-mepet sebelum ujian tetap tidak termasuk ‘belakangan’? Sampai detik ini saya belum juga menyesali kegiatan daydreaming saya di kelas setiap kali Mr. Hong bercuap-cuap susah payah menjelaskan pelajaran ini.. Karena saya sadar saya memang kurang berjodoh dengan setiap pelajaran teori seperti ini.. Mereka kian bermentalan dari otak saya setiap kali saya berusaha menjejalkannya ke dalam kepala. Aeh..

Saya mau tidur.

Jam doraemon sudah menunjuk pukul 2.35 di pagi hari. Mata pun mulai merengek minta dipejamkan.. dan badan ini sudah sedari tadi merayu saya minta digeletakkan di atas kasur berbalutkan sprei kuning. Haruskah saya turuti kemauan daging ini?

5 exams down, 2 more to go

Ga kerasa uda 2 minggu berlalu sejak nulis postingan tentang betapa malasnya saya mulai belajar untuk midterm, dan sialnya, di minggu ketiga ini, di saat semua teman dan kenalan sekalian sudah sedikit berlega karena ujian telah terlalui dengan sempurna, saya masi saja terduduk di depan komputer (komputer temen, btw) dengan posisi buku cetak terbuka menghadap dagu, minta dikuliti dan ditelaah alias minta dibaca.

Rasanya cape.. bosen… baru sekali ini dapet guru guru yang kurang berperikemanusiaan, masa ujian mid harusnya cuma 1 minggu doang, tapi pada rese manjangin sendiri jadi 3 minggu TT

Even sekarang tugas tugas baru uda mulai menumpuk kembali, sementara ujian belum tuntas juga. Hiks. Hidup memang beraaat.
Oct 24, 2009 7:59 AM

Musim Ujian Dimulai

Inilah derita mahasiswa..

sementara festival film masih berlangsung dan pesta kembang api menunggu di akhir minggu, tuntutan menggali ilmu lagi-lagi dihadapkan di muka kami yang kekenyangan belajarr.

aaahhh. perut kenyang hati tak tenang. buah pear korea yang enak tapi gedenya minta ampun udah habis termakan dengan sempurna, tapi mood untuk belajar tak kunjung datang juga TT

Oct 11, 2009 9:48 AM

matinya seekor tikus

setelah sekian lama tidak mempost apapun di blog ini, saya super minta maaf karena kedatangan saya membawa berita dukacita. TIKUS SAYA MATII!! hiks.

eits. ntar dulu. bukan tikus peliharaan kog. bukan bukan. saya masi cinta sama kucing dan hewan paling ga wajar yang perna saya pelihara cuma ikan mas koki (karena menurut saya ikan ikan itu hidupnya super membosankan, dan saya ga mau jadi mereka), dan ini juga bukan tentang tikus yang pernah menghiasi postingan saya beberapa bulan lalu ;p

tikus yang menjadi tokoh utama kali ini adalah tikus elektronik yang selama ini setia menempelkan ekornya pada komputer saya yanag bodoh. NAH! uda ngerti kan maksudnya tikus apa?

iya iya. tikus yang itu. yang memberikan efek suara klik klik klik kalau ditekan, yang kalau dicolok akan mengeluarkan sinar merah dari perut bawahnya, yang semestinya dalam keadaan sehat jika dia digerakkan maka cursor di komputer juga akan ikut bergerak!

tapi kali ini,, tikus itu tidak bergeming ketika saya dengan brutal menggerak gerakkan badannya ke kiri kanan depan belakang (atas bawah ga dicoba, kayanya sia sia) dan dia makin ga bergeming ketika akhirnya ekornya saya lepas secara sedih dan kini saya geletakkan begitu saja di atas tempat tidur hitamnya.

poor my little mousy..

saatnya menangkap tikus yang baru!

ps: mami, vane, aska, chika, maaf kado ulang taun dari kalian tamat sudah. >.<

Jan 6, 2009 12:31 PM