Happy Anniversary Mom and Dad!

Ayah saya seorang Manado, ibu saya seorang Batak.

Ayah saya besar di Manado dan mendapatkan gelar sarjananya dari Universitas Sam Ratulangi sampai pada suatu hari datang surat panggilan wajib militer yang mengakibatkan cita-citanya untuk menjadi seorang dokter spesialis penyakit dalam kandas. Nasib melemparnya ke Jakarta, mengikuti pelatihan militer dan lain sebagainya dan di saat itulah ia memutuskan untuk berteman dengan lebih serius lagi dengan kawan lamanya, yang kemudian menjadi ibu saya.

Ibu saya besar di Pematang Siantar sampai kelas 3 SMP, lalu melanjutkan sisa masa remajanya di ibukota. Mengambil jurusan Sastra Inggris di Universitas Kristen Indonesia, aktif di kegiatan organisasi-organisasi, namun tidak berkesempatan menyelesaikan gelar sarjananya akibat tuntutan pengabdian kepada ibunya. Nenek saya menjanda sejak kakek saya meninggal akibat penyakit lever ketika ibu saya masih berumur 6 tahun saja, dan sejak itu ibu saya pun statusnya berubah menjadi part-time sister full-time father bagi empat orang adiknya. Kondisi ini membuat ibu saya menjadi wanita paling tangguh kedua yang saya kenal (setelah nenek saya) dan saya  yakin inilah yang menjadi salah satu dari sekian banyak alasan mengapa ayah saya meminang beliau.

15 Mei 1984 kedua teman lama ini pun memutuskan untuk menikah. Pernikahan yang sederhana, dengan harapan dapat dirayakan dengan meriah kelak kalau umur pernikahannya sudah mencapai 50 tahun saja. Setahun kemudian lahirlah kakak saya, Tumoutou Passah Kaunang, dan lima tahun kemudian lahirlah saya, Sangalian Jato Kaunang. Foto berikut diambil masih di era 80-an, bisa dilihat rambut ayah saya masih hitam legam dan mata ibu saya masih besar layaknya orang batak kebanyakan.

Bertahun-tahun kemudian, kedua sosok yang saya panggil mama dan papa ini mulai berubah. Ayah saya kini berambut putih cemerlang, dan didukung dengan postur tubuhnya yang tinggi, beliau sangat mudah ditemukan di tengah kerumunan orang banyak. Sementara ibu saya, entah apakah darah Batak yang mengalir dalam DNA nya kurang kuat atau bagaimana, namun kulitnya makin lama makin terang dan matanya makin lama makin sipit, mengakibatkan dirinya selalu dipanggil, “Ci.. ci.. boleh ci tasnya… ayo ci mampir sini dulu….” kalau sedang berkelana ke pusat perbelanjaan seperti Mangga Dua. Saya selalu menertawai dia dan ikut-ikutan melontarkan ejekan rasis pada ibu saya, namun kadang saya juga khawatir apakah nanti kalau saya tua saya juga akan menyipit seperti dia, karena menurut pengakuan banyak teman saya pun, sekarang muka saya semakin mencina dan mencina T__T

Kini pernikahan kedua orang tua saya sudah mencapai umur 27 tahun. Cita-cita saya adalah saya ingin sekali merayakan ulang tahun pernikahan mereka yang ke-50, bersama segenap keluarga saya dan keluarga kakak saya. Kakek dan nenek saya dari pihak ayah berkesempatan merayakan ulang tahun pernikahan emas ini beberapa tahun silam, dan saya ingat sekali ketika itu ayah, ibu, serta om tante saya sangat semangat mempersembahkan perayaan yang meriah untuk orang tua mereka. Saya ingin seperti itu. Saya ingin sekali melihat kedua orang tua saya hidup sehat, bahagia, saling mengasihi, sampai lanjut umur mereka.

Namun lebih dari itu, saya juga ingin menjadi seperti mereka! Saya ingin menjadi wanita tangguh nan keibuan yang sempurna bagi keluarga dan suami saya, dan saya mau punya suami seperti ayah saya!! Hihihihi.

Anyway, selamat ulang tahun pernikahan sekali lagi kepada Ayah dan Ibu, terima kasih untuk dukungan, ajaran, dan cinta kalian kepada kami selama ini. Kiranya Tuhan memberkati kalian selalu. Love love :*

Noel

Namanya Noel. Umur aslinya kira-kira 17 tahun, kalau disetarakan dengan umur manusia berarti 17 kali 7 yakni 119 tahun. Seperti bisa dilihat sendiri di gambar di atas warna kulitnya kuning kecokelat-cokelatan. Ada sedikit warna putih di badannya, dan ekornya pendek bengkok dua. Bengkokannya agak parah, benar benar berbentuk seperti kaitan sesuatu, sehingga saya ingat dulu ekornya sering nyangkut di mana-mana.

Noel adalah kucing keluarga kami sejak saya masih kecil sekali. Saya ingat dulu saya tinggal di rumah nenek saya, dan nenek serta tante saya yang paling kecil masih tinggal bersama kami, dan Noel ditemukan. Lupa persisnya bagaimana sejarah ditemukannya Noel, tapi yang pasti keluarga kami yang sangat mencintai hewan itu dengan mudah mengadopsi Noel sebagai bagian dari keluarga. Dinamakan Noel karena kami semua cinta Natal. (Noel artinya Natal). Orang bilang nama Noel tidak cocok diberikan untuk kucing, karena banyak manusia yang juga dinamakan Noel, tapi kami tidak peduli.

Di masa mudanya Noel adalah kucing yang luar biasa menyebalkan. Badannya lincah, tangannya hobi mencakar, dan ekornya selalu nyangkut. Jadi bisa dibayangkan, setiap kali dia merasa stuck di posisi tertentu akibat ekornya yang bengkok itu nempel di kawat, atau melilit pintu, tangannya otomatis mencakar segala sesuatu yang ada di sekitarnya. Kaki manusia, contohnya. Jangan berani-berani dekat Noel kalau dia sedang kesal. Darah akan mengucur dan badan akan tergores.

Noel juga tipe kucing mandiri yang tidak suka dimanja. Berkali-kali saya mencoba menggendong Noel dan mengajaknya bermain di pelukan saya, dan usaha saya berakhir sia sia. Malah saya yang rugi; pundak saya tergores gores dan bahkan leher pun bisa kena cakar. Tidak hanya sama saya, ibu, kakak, tante, dan nenek saya pun sering kena cakar Noel. Dia memang kucing yang tidak suka disayang-sayang. Tapi kami tetap menyukai Noel.

Kini Noel sudah memasuki usia senja. Bayangkan saja seorang manusia berumur seratus sembilan belas tahun, badannya sudah luar biasa rapuh bukan? Noel pun demikian. Sudah berkali-kali kena serangan stroke, kepalanya miring-miring kalau jalan, mulutnya mengeluarkan air liur berlebih, dan tentu saja jalannya sudah sangat tertatih-tatih. Terakhir saya bertemu dengan dia ketika Natal kemarin, ketika saya pulang mengunjungi rumah nenek. Saya takjub makhluk kecil itu masih kuat dan sepintas terlihat sehat. Bahkan di hari tua nya pun dia tidak butuh bantuan untuk makan, berjalan, dan bernafas. Tidak seperti manusia, yang makin tua makin nyusahin.

Namun semalam saya mimpi buruk sekali tentang Noel. Benar-benar buruk. Saya ingat saya menangis di mimpi saya, menangis sambil mengelus-elus Noel yang sudah sekarat. Noel bukan kucing favorit saya; kucing kesayangan saya namanya Poussy. Tapi tetap saja, mengingat begitu banyak kenangan masa kecil saya terlewati dengan Noel, dengan begitu banyak bekas cakarannya pada tubuh saya, saya tidak rela Noel mati begitu saja. Di mimpi saya Noel yang sudah sepuh sesak napas, dan tergeletak di atas meja sementara kami terus mengelus-elus dia. Mimpi yang kejam, bisa dibilang.

Dan pagi ini pun saya terbangun dalam keadaan lelah, dan juga setengah sadar apakah itu mimpi atau bukan. Saya cek hape saya, tidak ada berita apa-apa dari ibu, itu artinya kucing-kucing kami dalam keadaan sehat walafiat. Syukurlah, kata saya dalam hati. Saya harap saya masih bisa bertemu Noel, Poussy, Toksie, dan kucing-kucing lainnya kalau saya pulang nanti (entah kapan itu, hanya Tuhan yang tahu).

Tetaplah sehat adik-adik (atau opung-opung, mengingat umurnya yang banyak?) yang manis, istirahat cukup dan makan yang banyak! Maaf aku tak bisa berbuat apa apa dari nun jauh di sini, aku yakin The Goeritnoes mengurus kalian dengan baik   :*

Kisah si Coklat Truffels

 

Suatu malam di hari yang indah, sang Ibu mengetuk pintu kamar anaknya dan berkata..

 

“Sali, coklatnya dimakan papa.. (dengan nada sedih)”

‘Ya terus?’

“Iya padahal mama udah bilang itu coklatnya Sali kasi buat mama..”

‘Aeh.. ya rebut lah.’

“Huhu si papa maksa dia bilang cuma pak dokter yang boleh makan ini…”

‘Aaaaahh kalian ini sana sana berantem, lomba gih siapa yang paling banyak makan coklatnya… ‘

“Sini lah kamu ikutan ke dapur liat sisa sisanya.. ”

 

ㅡ.ㅡ”

This Christmas

Hang on the mistletoes, I wanna get to know you better..

This Christmas REALLY WAS,, a very special Christmas, for me..

 

Oke jadi ga kerasa hari liburan saya sudah terlewati beberapa minggu, bahkan hari yang paling saya nanti nantikan pun sudah lewat 5 hari.. Semuanya memang berjalan terlalu cepat kalau lagi liburan.. huhuhu. Padahal saya masih ingat postingan saya yang sebelumnya adalah tentang betapa stressnya saya menghitung mundur hari-hari presentasi dan ujian, dan rasa cape nya badan akibat terlalu banyak packing juga masih ga bisa dilupakan..

Sekarang.. saya duduk manis di meja bundar di ruang tamu sambil nunggu giliran mandi untuk nganter kakak saya ke bandara. Ibu saya ada di kamarnya, ntah lagi ngapain, kemungkinan besar lagi BBM-an, dan ayah saya sibuk membalas sms ucapan Selamat Natal dan Tahun Baru yang masuk ke HPnya (sementara saya sendiri sibuk dengan komputer – oke keluarga kami memang ketergantungan sama benda elektronik yah kayanya, tapi ya sudalah).

Daan.. menyinggung judul postingan saya kali ini, yaah bisa dibilang Natal kali ini cukup berbeda. Ibu saya tidak ada di rumah ketika Natal, dia pulang ke Motung untuk menjenguk adiknya. Dan saya sendiri diboyong ayahanda ke Bandung untuk menemani acara kantornya, yang mana membuat saya tidur sepanjang jalan karena energi saya belum terisi penuh semalam sebelumnya.

Tapi tetap..

Natal kali ini istimewa kog. Istimewa sekali malah, untuk suatu alasan yang tidak bisa saya ketik di sini ;p Mungkin lain kali saya cerita, tapi sekarang saya harus segera mandi sebelum kakak saya berang. Selamat Natal semuanya, selamat tahun baru juga, dan selamat berlibur!

Musikal Laskar Pelangi – Mom’s favorite

Sali: “Ma! Laskar Pelangi mau dibuat musikalnya! Nonton yuk nonton yuk nonton yuk!”

Ibu Tiur: “Iya mama tau.. papa uda ngajak kog kemarin..”

Sali: “Lah? Kalian kog udah tau sih? Aku aja baru liat trailernya di youtube..”

Ibu Tiur: “Ya mama liat di TV dong iklannya…”

Sali: “Aeh… Jadi kalian mau nonton?”

Ibu Tiur: “Iya. Ayo bareng..”

Sali: “Yaah.. mama uda diajakin papa. Kalian nonton duluan lah, mulainya kan 17 Desember..”

Ibu Tiur: “Iya sih. Liat nanti deh..”

 

– tamat –

 

– kesimpulan A: jangan meremehkan media di Indonesia, kadang youtube pun kalah cepat

– kesimpulan B: jangan meremehkan orang tua, kadang mereka lebih gaul dari kita

– kesimpulan C: jangan meremehkan ayah Anda, kadang beliau masih berjiwa muda dan masih tertarik mengajak kekasihnya nonton

 

이 늦은 밤에…

갑자기 엄마가 생각 나네..

 

잘 지내고 있을까..

아직도 오빠랑 싸우고 있을까..

나이 먹어서 쉽게 피곤해질 텐데..

이 시간에는 푹 자고 있으시겠지?

Hari Ulang Tahun Ibu

56 tahun sudah dia hidup di dunia ini.

kira kira 20 tahun 2 bulan lamanya iya menjadi ibu yang sempurna bagi saya.
dan sisa tahun tahun itu, saya yakin ia juga menjadi anak, murid, kakak, teman, saudara, istri, dan pemimpin bagi orang-orang di sekitarnya. semoga di tahun-tahun berikutnya, ia tetap menjadi sosok yang terbaik, terang yang paling indah, buat semua orang dalam hidupnya. Love you, Mom.

Jan 13, 2010 11:02 PM

10 promises with my dog

film Jepang yang agak-agak membosankan di bagian awalnya ini sebenarnya bagus dan mengharukan. yang bikin bagus tentu saja jalan ceritanya, dan yang bikin mengharukan tak lain tak bukan bagian pas si anjing yang bernama Socks itu mati.

tapi entah kenapa kalau film ini ditonton di kamar bersama teman-teman yang memiliki daya imajinasi sangat tinggi cita rasa filmnya jadi jauh beda. dari yang mustinya adegan bikin sirik pas sang wanita dan sang pria akhirnya berpelukan malah jadi ajang ngata-ngatain fisik sang pria yang jujur saja emang super jelek, sampe adegan sakral pas pas sang wanita berjalan ke altar menjadi momen tepat untuk merancang ending yang sempurna: tiba-tiba sang wanita ditembak sama salah satu jemaat dan malah jadi film pembunuhan.

fiuhh.

anyway, satu pesan moral yang sangat nyata yang gue dapat dari film ini adalah: jangan pernah jadi dokter! haha. no offense ya.

jadi kangen Poussy dan papa…

Jan 9, 2009 12:33 PM