menonton Fiksi

di malam hari yang agak dingin, seorang Sali dan seorang Kuna pergi memanfaatkan sisa waktu dan sisa tenaga dan sisa uang yang ada untuk menonton film berjudul “Fiksi” yang ditayangkan dalam festival film internasional di kota kami. setelah menyaksikan film dengan jalan cerita dan ide yang brilian, kami pun puas dan semangat ketika sesi tanya jawab dengan sutradaranya usai dan diganti dengan sesi tanda tangan.

di tengah ributnya orang berucap dalam bahasa korea, saya nyosor dan menyodorkan buku acara plus spidol merah,

‘ini mbak, silakan…’

“wah…” sambil menatap saya, “kuliah di sini ya?”

‘hehe iya… sukses terus ya Mbak..’

“iya,makasih ya..”

dan kami pun keluar dari studio 5 itu. berjalan dengan riang gembira, senyum lebar terpampang di bibir, dan langkah pun terasa ringan. namun tiba-tiba,

‘wait Kun….. kayanya….. tiket gue 2 biji ilang deh.. arrrghh mana nih mana nih??’

“yaampun Sal, jangan bilang tadi tiket yang jatoh di deket layar itu punya lo…’

‘ha?’

“iya gue liat ada tiket jatoh 2 lembar di deket orang-orang situ…. mana gue tau itu punya lo..”

‘HUAAA AYO AMBIL LAGI!’

maka saya pun berjalan super cepat (dan menurut Kuna itu suda termasuk dalam kategori lari) ke arah studio lagi. di otak saya cuma satu, tiket tiket tiket! saya ga rela dua tiket film yang uda saya tonton minggu lalu ilang begitu saja. lumayan buat dipamerin ke anak cucu.

penuh semangat dan penuh energi, saya buru-buru masuk lagi ke studio. namun sayang, saking semangatnya, prosesi masuk saya diiringi dengan bunyi GRUDUK BUK BUK BUK ditambah teriakan Kuna, “OH MAI GOTT SALIII!!!!”

lalu hal berikutnya yang saya ingat adalah saya yang ketika itu sedang berjalan cepat mendadak diberi percepatan lebih lagi sehingga bisa dibilang saya benar-benar berlari, sebagai bentuk dari usaha menyeimbangkan kembali kedua kaki saya yang tersandung karpet studio di pintu masuk. DAMN!

oh. ada lagi hal berikutnya yang saya ingat!!

semua mata memandang ke arah saya, termasuk mata si mbak Mouly Suryanya plus beberapa staff plus segerombolan orang Korea yang masi ngantri minta tanda tangan.

astaga. saya benar-benar dipermalukan. sambil tergesa-gesa saya pun memungut 2 tiket saya yang terjatuh tadi dan berusaha menutupi muka saya dengan cara menunduk dan hanya berani menatap lantai studio. saya tau usaha saya itu sia-sia, tapi apa lagi yang bisa saya perbuat selain itu?

>.< maluu.

Oct 8, 2008 11:41 AM

Laskar Pelangi

“Sali, ma d megablitz, dg pa mau nnnton laskar pelang. Ma ingat kamu!”

astaga. orang tua jaman sekarang yah, anaknya terdampar di negeri orang, mama papanya malah ngedate.

eh. tapi tunggu dulu. ngedatenya di blitz? wettss. sejak kapan si mamah sama si papah seleranya mendadak jadi oke banget? perasaan dulu nonton bioskop di TIM 21 yang biasa biasa aja uda tampak luar biasa buat mereka. baguslah baguslah. kemajuan. semoga ga norak aja nih si mamah.

Ma n pa kyk wong ndeso. Keren hbs ya t4 ini, td kmi turun liat2, he2.”

HAHAHA tuh kan baru dibilang juga apa. tapi ya asal mereka senangg ya saya pun ikut senang. ga tega ngetawain. semoga aja abis nonton film ini si mamah ga ikutan nangis kaya ibu-ibu kebanyakan…

(3 jam kemudian henpon saya bergetar lagi. kali ini telepon masuk)

sal.. filmnya bagussss banget! kamu mustinya nonton juga!”

yeee si mama. mana bisa. btw.. jangan bilang mama nangis pas nonton itu.. ‘

ee.. iya, kog tau?”

‘ … ‘

Oct 2, 2008 12:17 PM

5 hari TER-

5 hari terbanyak di-foto.

5 hari terjarang ngomong bahasa Indonesia.

5 hari tersering makan roti di pagi hari.

5 hari teririt.

5 hari terrajin nonton tv.

5 hari tersering di-shoot.

5 hari termelelahkan dalam hidup.

5 hari tersering karaokean!

5 hari tertepat waktu makannya.

5 hari terjarang mendengar bahasa daerah Busan.

5 hari terjarang buka komputer.

5 hari terbanyak menegak zat-zat tidak baik bagi tubuh.

5 hari termelelahkan.

5 hari termengharukan.

5 hari termenyenangkan sepanjang sejarah liburan saya di korea!!!

hayo tebak, abis ngapain aja selama 5 hari itu..

Jul 19, 2008 5:54 AM

hari ke-10

di hari yang indah ini badanku kakiku tanganku pegal sekali. setelah mengikuti ibadah singkat bersama teman teman, sarita menyeretku ke dalam sebuah wawancara singkat bersama 3 orang perwakilan Summer Mud Festival, sebuah acara besar besaran yang akan diadakan pada bulan Juli nanti. dalam waktu 15 menit saja tiba-tiba kutemukan fakta bahwa aku harus berduet bersama sarita di atas panggung dalam sebuah kontes besar besaran di pinggir pantai. ahh tolong aku. aku shock sekali tadi. grrrr. tak bisa kusalahkan sarita yang menyeretku, karena dia sendiri juga tidak tau bahwa kami akan termakan kebohongan Kim sonsengnim yang bilang “cuma summer camp kog, palingan kalian hanya perlu sedikit bernyanyi..”

papa, mama, lihat! sebentar lagi aku jadi artis!