Indonesia!

Tulisan ini dibuat pada hari Selasa, 6 Mei 2014.

Hai semua. Senang sekali rasanya jari-jari ini bisa mengetik lucu di atas keyboard komputer. Sudah beberapa minggu belakangan ini hidup saya hampa tanpa gadget huhehe. Kenapa tanpa gadget? Karena saya saat ini sedang berada di camp karantina Indonesia Mengajar yang mengharuskan saya berpisah dari segala jenis alat elektronik setiap hari Senin sampai Sabtu. HP baru dikembalikan dan bisa digunakan hanya hari Minggu. Untung kemarin akhirnya kami dapat hibahan netbook unyu jadi saya bisa kembali autis, walaupun tanpa internet :3 Oiya netbook baru ini saya namakan Aspirin.

Anyway beberapa update terkini tentang saya:

  1. Setelah resign dari kantor terakhir, saya sempat kabur dari kepenatan sejenak dengan tamasya ke Thailand dan Korea. Senang sekali rasanya bisa refreshing setelah sekian lama. Sayang waktu itu nggak sempat ngeblog juga, jadi kalau ditanya detil itinerarynya saya agak lupa lupa inget. Yang pasti saya super happy karena bisa main main sebelum dikarantina.
  2. Senin tanggal 21 April 2014 saya masuk karantina Calon Pengajar Muda angkatan 8. Total peserta 74 orang dari berbagai latar belakang yang berbeda, dan tempat karantina kami adalah di sebuah vila di daerah Cisarua.
  3. Karantina ini sendiri berlangsung selama 8 minggu, dan saat saya mengetik tulisan ini saya sudah berada di minggu ketiga. Nggak kerasa? Ha ha ha.. kerasa banget sih kalo boleh jujur :p
  4. Highlight minggu pertama karantina adalah saya berkenalan dengan 73 peserta lainnya, dan kecanggungan kami segera musnah karena minggu pertama itu diakhiri dengan pelatihan fisik selama 4 hari yang paling luar biasa dalam hidup saya, at least sampai saat ini.
  5. Pelatihan fisik yang saya sebut di poin sebelumnya adalah prosesi pelatihan oleh WANADRI yang jujur saya nggak tau itu apa sebelumnya, dan kami dilatih macamnya bocah-bocah masuk ospek. Dulu saya pikir training ala militer di Lotte pada bulan Desember 2011 adalah pengalaman terburuk saya dalam hidup, tapi ternyata pelatihan Wanadri ini berhasil mengalahkan rekor tersebut.
  6. Empat hari nggak mandi, empat hari ga gosok gigi, empat hari makan diburu waktu sampai agak trauma makan karena bawaannya pengen muntah kalau menjejalkan nasi ke mulut, empat hari harus lari ke mana mana sambil teriak “INDONESIA”, empat hari nggak bisa minum leluasa sambil berdiri, empat hari minum air dari sungai, empat hari bolak balik dihukum push up, tapi empat hari juga kami diajarkan pentingnya kerja sama dan yang paling penting saya jadi punya rekor baru dalam hidup: mendaki gunung!
  7. Walaupun kalau boleh milih nggak pengen lagi sih mendaki gunung dengan cara itu….
  8. Lanjut ke minggu kedua, kami dapat materi tentang filosofi pendidikan: bagaimana pengaturan aparatur sekolah, bagaimana cara mengajar dengan kreatif, bagaimana mengenal sifat dan karakter pribadi serta murid, bagaimana jenis-jenis kecerdasan manusia, dan masih banyak lagi. Semua topiknya menarik, dan semua materinya bermanfaat. Walaupun jujur sepanjang minggu saya harus perang melawan kantuk karena duduk mendengarkan sepanjang hari itu juga menguras energi L
  9. Kemudian di minggu ketiga ini saya sedang mengulang kembali pelajaran anak SD. Kemarin kami belajar matematika dasar (tambah, kurang, pecahan, luas, keliling, dll), dan hari ini kami belajar IPA (observasi anak ayam, membuat oven tenaga surya, dll).
  10. Oiya hari ini ketika belajar IPA kami bermain lari larian menghayati peran rantai makanan sebagai tikus yang dimangsa ular, dan saya dengan sukses jatuh di lapangan sampai paha biru dan kacamata penyok. Yah makin bocel bocel aja ni badan…
  11. Ngomong ngomong soal bocel bocel saat ini dengan bangga saya katakan muka saya nyaris mulus namun warnanya luar biasa gelap……………. terima kasih banyak wanadri, terima kasih banyak indonesia mengajar. Emang nggak salah sih slogan IM: “Setahun mengajar, seumur hidup perawatan…………………….”
  12. Sekarang kulit tangan saya pun terkelupas kayak ular, dan saya mulai berpikir untuk pakai jilbab ketika survival nanti supaya punya alasan untuk pakai baju tangan panjang.
  13. Eh iya bener, di akhir minggu ketujuh nanti kami punya program survival lagi, yang merupakan kelanjutan dari pelatihan fisik kemarin. Gosipnya sih ketika survival masuk hutan untuk kedua kalinya ini kami akan diajarkan cara makan ular dan dedaunan tidak beracun, serta tidak disediakan makanan lain selain makanan liar tersebut. Saya benar benar berharap itu hanya sekedar gosip, karena apabila tidak ya bisa dipastikan saya puasa empat hari….
  14. Buat yang penasaran, iya saya sudah ketemu Bapak Anies Baswedan. Sudah dua kali pula. Dan iya, beliau sangat berkharisma. Dan beliau bolak balik menyebut negara Korea Selatan karena menurut beliau pendidikan di Korea sudah sangat maju. Saya diem aja sih dengernya, nggak terlalu tau juga soalnya huheheh.
  15. Kehidupan saya sehari hari cukup menyenangkan tapi juga membosankan. Bangun pagi jam 5 kurang, olahraga jam 5.30, mulai kelas jam 8, teruuuus sampai jam 10 malam. Kalau ada waktu luang bisa pinjam buku di perpustakaan atau main ayunan. Kebetulan di depan barak saya ada meja biliar, jadi saya biasanya nempel di situ. Ntah apa yang ada di pikiran teman teman saya melihat orang tua muka bersahaja tapi mejengnya di meja biliar. Semoga nggak pada langsung berpikiran negatif..
  16. Selain itu ada kolam renang juga sih, tapi ini juga saya agak susah nyeburnya karena saya nggak biasa berenang pakai baju selain baju renang. Hehehe jadi doakan saja wiken ini saya sudah sanggup menyesuaikan dan berani nyebur.
  17. Di poin 15 saya juga sempat menyebut soal barak; jadi kami 74 orang ini dibagi ke dalam 3 kelompok besar untuk tidur. Gubuk alias barak pertama adalah barak putri, diisi oleh sekitar 29 orang, dan barak kedua adalah barak putri kecil yang diisi 14 orang. Barak yang satu lagi adalah barak putra, isinya 31 orang. Jangan bayangkan barak ini indah dan cozy ya, karena kami di sini tidur layaknya ikan teri berdempet dempetan. Tapi lucu sih sensasinya, dan mungkin ini bisa dijadikan latihan untuk penempatan juga..
  18. Oiya penempatan akan diberitahukan akhir minggu ketiga ini. Jadi bagi yang selama ini sudah bertanya tanya “sal lo bakal dibuang ke mana sih??” mohon bertanya lagi minggu depan karena ketika itu insyaallah saya pun sudah mendapatkan jawabannya.
  19. Setiap hari jam 11 malam sampai jam 4 subuh listrik dimatikan. Dan ini juga yang telah terjadi ketika saya sedang menuliskan karangan indah ini. Jadi izinkanlah saya untuk menutup tulisan saya dan segera menyusul teman teman sebarak saya ke alam mimpi dengan menggarisbawahi poin terakhir…………..
  20. Saya sehat walafiat, dan sangat sangat menikmati setiap proses karantina ini. Untuk pertama kalinya saya sadar kenapa saya harus belajar ini itu, dan untuk kesekian kalinya saya dibuat semakin bangga menjadi warga Indonesia. Semua oke, semua baik.

Good night!

18 November 2013

Terima kasih Tuhan.

Terima kasih Tuhan atas Jakarta yang mendadak indah kalau dikelilingi dengan ojek.

Terima kasih Tuhan atas tumpangan tempat tinggal sementara dari Bujing dan Uda jadi bisa kembali beraktifitas dengan mudah di pusat kota Jakarta.

Terima kasih Tuhan atas kegiatan baru untuk mengisi keseharian selama beberapa bulan ke depan.

Terima kasih Tuhan atas teman-teman yang lucu lucu dengan doa mereka yang beraneka ragam.

Terima kasih Tuhan atas Bania, Obi, dan Cifen yang sudah meramaikan detik detik menjelang 18 November.

Terima kasih Tuhan atas keluarga yang sangat suportif dan penuh kehangatan.

Terima kasih Tuhan atas Papa yang pengertian, Mama yang selalu ngangenin, kakak yang overprotektif, juga kak Melissa yang hari ke hari makin mirip muka dan seleranya sama saya.

Terakhir, terima kasih Tuhan atas peneliti romantis ini, yang sukses membuat saya cekikikan sepanjang hari.

Best gift ever, both manusia dan papernya :)

Terima kasih.

Terima kasih !!

Long Way Home (Part 2 – Welcome to Southeast Asia)

Menyambung dari tulisan sebelumnya, berikut adalah kelanjutan dari perjalanan pulang gue yang panjang dari Korea menuju Indonesia.

Jadiii setelah puas bermain di Jepang tibalah saatnya bagi kakak F untuk kembali ke kehidupan nyata sementara gue melanjutkan perjalanan pulang, yang lagi-lagi pake acara nyangkut di negara-negara berikut..

MALAYSIA

Seperti sempat gue sebutkan di postingan sebelumnya, gue ke Malaysia itu cuma transit. Heheh numpang mejeng doang di Petronas, lalu pajang status Path “sleeping in Kuala Lumpur”, baru besoknya terbang lagi. Agak kurang kece memang, tapi ntah kenapa pas gue muter-muter Kuala Lumpur di taksi itu gue agak kurang menikmati sih. Terlalu mirip Jakarta.. huhehe (sok).

Anyway begitulah tanggal 23 September gue terlewati. Hari berikutnya gue terbang lagi dari Malaysia menuju keee.. Vietnam!

VIETNAM

Day one – 24 Sept

Touch down Hanoi!! Dan bertemu traveling partner gue berikutnya, yakni Ibu Tiur. Heheh. Seinget gue sih hari kami tiba di Hanoi udah sore, dan nyampe di hotelnya malam. Jadi kami gak sempat ke mana mana lagi selain muter-muter di sekitar tempat kami nginep (Hoan Kiem District) sambil nyari Pho pinggir jalan yang duduknya di dingklik di trotoar. Mama girang banget diajak makan makanan pinggir jalan gitu, dan gue juga girang banget soalnya super murah *.* hahah untungnya gak ada peristiwa sakit perut atau apapun yang merugikan kog.

Kami nginep di hotel bernama Hanoi Legacy Hotel yang apparently punya 3 cabang di daerah yang sama. Lucunya, dari ketiga cabang tersebut kami sudah mencoba tiga tiganya T.T hahah dikarenakan awalnya gue book di cabang pertama, lalu pas nyampe mereka transfer kami ke cabang kedua dengan alasan di cabang pertama itu kamarnya sudah penuh. Eh lalu pas hari-hari berikutnya setelah kami balik dari Ha Long Bay, si cabang kedua bilang di tempat terserbut pun sudah penuh, jadi mereka transfer kami lagi ke cabang ketiga.

Entah emang gue naif atau gue murni berhati mulia jadi dioper oper ke cabang ini itu sama sekali ga jadi masalah sih buat gue.. Apalagi karena mereka toh ngangkatin koper kami dan bayarin taksinya (cuma jarak kurang dari 5 menit sih via taksi). Tambahan lagi, tiap kali dioper kamar kami selalu diupgrade fuhahaha jadi gue beneran gak punya alasan untuk protes. Lagipula petugasnya juga sangat ramah kog, jadi recommended lah menurut gue. Terimakasi mami untuk sarannya.

Day two – 25 Sept

Hari keduaa kami ikut Hanoi city tour yang mesennya langsung dari hotel. Sekitar jam delapan pagi kami dijemput, bergabung sama rombongan sekitar 10 orang lainnya, naik minivan lalu dibawa muter-muter Hanoi. Gue inget banget hari itu hujan derasss sederas derasnya sampe gue kesel sendiri, tapi untung masih bawa payung dan tournya selesai cepat hehehe.

Yang kami kunjungi ketika itu adalah Chua Tran Quoc (sebuah temple dengan pemandangan danau yang bagus),  Ho Chi Minh Mausoleum, One Pillar Pagoda, Temple of Literature (National University), dan Ngoc Son Temple yang berada di Hoan Kiem Lake.

Kalau nggak hujan dan ada waktu lebih gue pengen coba mengunjungi Vietnam Women’s Museum dan Museum of Ethnology sih. Kabarnya cukup menarik dan okelah untuk dikunjungi. Namun apa daya waktu itu cuma sehari dan mood berkelana sudah hilang terbawa arus hujan. Hehe jadi next time ada yang mau ke Hanoi silakan tambahkan dua spot di atas, plus water puppet show juga kalau suka nonton performance.

Day three – 26 Sept

Ha Long Bay! Lagi-lagi dengan memesan tour melalui hotel, kali ini kami dijemput jam 8 pagi dan bertolak meninggalkan Hanoi  untuk menuju ke kota Ha Long.

Sejujurnya gue gatau Ha Long itu letaknya di mana, sejauh apa dari Hanoi, dan sebenarnya dia itu tempat apa. Gue random aja ngegoogle apa yang asyik dilakukan di Vietnam dan semua suru gue ke tempat yang ternyata termasuk UNESCO world heritage itu. Okeh kerandoman otak gue ternyata gak sia-sia akhirnya.

Ha Long Bay
Ha Long Bay

Tour yang gue ambil itu naik kapal dan kami menginap di atas air semalam. Kapalnya lucu, makanannya enak, kamarnya nyaman, air panas ada, dan petugasnya ramah-ramah. Guidenya pun lucu nian. Cuma sayang sinyal suka kembang kempis di sana dan ga ada wifi (yaiyalah wong di tengah laut).

Heheh tapi overall tournya oke kog. Hari pertama ini kegiatannya adalah check in di kabin, lalu kapal kami berlayar ke sebuah goa yang terletak di salah satu besar dan bernama Hang Sung Sot. Jujur goa itu terlalu banyak orang sih, dan letaknya tinggi nian sampe nyokap gue kecapean sendiri nanjaknya. Jadi gue agak kurang menikmati sang goa, apalagi karena gue udah punya perbandingan goa-goa lain di Korea yang somehow lebih menantang (cieh).

Habis dari goa kami lalu ke pantai! Pantainya kecil banget, pasirnya hanya sedikit, dan kalau dibandingkan dengan Bali tentu nggak ada apa apanya. Tapi pemandangannya cukup lucu sih. Karena pantai ini juga terletak di salah satu “batu” besar, sambil berenang para pengunjung bisa menikmati pemandangan kapal-kapal berlabuh dan ratusan batu hijau di kanan kiri.

Day four – 27 Sept

Hari berikutnya, kami bangun dan menikmati sarapan di atas kapal! Hehe pengalaman yang menarik. Bagus banget sih memang pemandangannya, dan mama juga tampak senang :D Habis sarapan kami lalu ganti baju siap basah dan bergegas ke “batu” berikutnya yang menyediakan fasilitas kayak.

Gue selalu suka water sport, dan gue kira itu semua karena mengalir dalam darah Kaunang gue yang emang berasal dari ujung sulawesi sana, jadi ramah sama air. Namun ternyata gue agak salah. Di hari itu gue yang seumur hidup belum pernah main kayak harus dapet tantangan dobel: mengarahkan perahu gue biar nggak ketinggalan sama peserta tour lainnya, dan juga menenangkan ibu Tiur yang panik luar biasa di belakang gue.

Satu perahu itu isinya dua orang, dan memang lo nggak bisa ngapa ngapain di dalam sana. Cuma bisa duduk selonjor dengan kaki lo lurus ke depan. Kalau lo goyang dikit, maka perahu lo bakal goyang, dan inilah yang jadi masalah besar di dalam perahu gue. Nyokap gue yang gue kira adalah seorang jagoan, ternyata sangat-sangat takut pas naik ini. Huhahahah.

Jadiiii boro-boro foto-foto, dia megang dayungnya aja udah setengah mati seerat mungkin sambil ngucap doa. Ada ombak dikit teriak, perahunya diem bentar teriak (takut ketinggalan rombongan), ditabrak perahu lain (cuma kena ujungnya) juga teriak, dan pas dia liat ada peserta lain yang beneran jatuh dari perahu dia pun ikutan teriak. Perang batin luar biasa gue ketika itu hahahaha untunglah akhirnya satu jam main kayak selesai juga dan ternyata mama berhasil mengambil beberapa foto yang layak ditampilkan di publik. Sepertinya beliau memotret itu ketika gue suru nggak usa ngedayung dan silakan fokus sama pemandangan sekitar heheh.

Anyway habis kayaking di pagi hari, perahu kami muter-muter daerah Ha Long Bay, lewatin spot spot bagus untuk foto, kemudian kembali ke daratan. Jam satu siang kami bertolak dari kota Ha Long, sekitar jam tujuh baru kami tiba lagi di hotel di Hanoi. Agak jauh rupanya.

Day five – 28 Sept

Hari kelima, kami meninggalkan Hanoi dan terbang ke Ho Chi Minh. Nyampe Ho Chi Minh kami lalu check in kemudian kelalang keliling melihat serunya kota tersebut. Dalam beberapa jam saja gue langsung berpendapat bahwa kota Ho Chi Minh jauh lebih “muda” daripada Hanoi sih. Atraksinya lebih hidup, gedungnya lebih warna-warni, dan penduduknya lebih bervariasi. Suka!

Sambil megang peta yang dikasi sama petugas hotel, gue lalu berhasil membawa nyokap gue jalan kaki jauuh banget dan ngelilingin beberapa spot penting seperti Ben Thanh market, Opera House, Cathedral, dan Post Office. Walaupun cuma jalan-jalan dan nggak ngapa-ngapain juga, gue cukup senang sejujurnya. Ntah kenapa bangunannya bagus bagus dan gue suka jalan-jalan di sana hehe.

Ho Chi Minh

Malam itu kami menginap di Luan Vu Hotel yang berada di daerah Pham Ngu Lao. Petugasnya hostelnya sangat baik dan hostelnya sendiri sangat murah :) Pas booking gue sempet bilang bahwa nyokap gue ga bisa manjat tangga tinggi tinggi (begitu pula dengan gue ha ha ha) jadi sama mereka dikasi kamar yang paling “rendah”. Kamarnya bersih dan wifi berjalan baik hehehe. Lalu daerahnya sendiri adalah daerah turis, jadi di sekitarnya banyak restoran dan juga toko oleh oleh. Asyik sih, enak ke mana mana. Terima kasih kakak matahari pagi untuk rekomendasinya.

Day six – 29 Sept

Tour lagi! Hari itu hujan deraaas dan gue sangat.. sangat… membenci tujuan tur pertama kami, yakni Cao Dai Temple.

Maaf jika ada penganut aliran Cao Dai di sini, dengan sangat menyesal gue katakan bahwa gue sebel sekali sama tempat itu. Ketika kami datang, pas banget mereka lagi mau ada acara kebaktian tengah hari atau apalah itu, jadi para pengunjung harus merapat ke samping dan memberi jalan untuk para pemuka agama membawa sesajen mereka masuk ke ruangan lalu ke altar.

Okelah gue mengerti perasaan mereka, bete juga kali ya kalo lagi mau sembahyang tau-taunya ada orang segambreng nontonin lo yang lagi khusyuk. Tapi bukan berarti semua pengunjung harus diusir usirin kayak ngusir lalat juga kan? Jujur kesel. Hahaha mana itu tempat sebenernya kuecill banget (dibanding dengan jumlah turis yang dateng) dan para tante serta nenek yang lagi beribadah di sana judesnya luar biasa pula. Semua orang dicolek colek dan disuru geser KELUAR. Disuru gesernya nggak pake mulut dan kata kata manis pula, ini mah pake jari broh. Pake jari nunjuk nunjuk kayak anak SD ketauan nyontek, ditunjuk persis di depan muka lo, terus nunjuk ke pintu. Ngeselin. Klimaksnya lagi, di luar itu HUJAN. Jadi lo suru gue nunggu di luar, kehujanan? T___T reminds me so much of ajumma ajumma di Korea… tega banget…..

Vietnam Trip5

Untungnya habis dari si temple tour kami menjadi sedikit lebih menarik karena tujuan berikutnya adalah ke CuChi Tunnel. Di sini lo bisa ngerasain sendiri sensasinya ikutan perang Vietnam dulu, dan bisa nyobain masuk ke terowongan mereka yang super mini. Hujan dan becek, tapi yang ini worth it ^.~

Malamnya, gue janjian ketemuan sama temen-temen Vietnam gue yang merupakan anak-anak Lotte juga, dan mereka menraktir gue serta ibu Tiur di restoran Mongolia. Hahaha randomnya parah, tapi mereka semua lucu seperti biasa. Gue sangat bersyukur bisa punya kenalan lucu lucu dan baik baik di Ho Chi Minh, hihi mungkin lain kali giliran gue yang mengundang mereka ke Indonesia.

Day seven – 30 Sept

Setelah hari berhujan seharian, akhirnya datang juga hari bermatahari terik yang lumayan bikin hepi di hari berikutnya. Hehe hari ini gue dan nyokap ke Mekong Delta, dan pengalamannya cukup lucu. Naik perahu (lagi), pake topi khas Vietnam, terombang-ambing di air; awalnya gue ngerasa sensasinya mirip kayak ngeliat kali Ciliwung. Cokelat soalnya. Heheh untung gue sudah diedukasi sebelumnya oleh seseorang bahwa itu cokelat karena tanah, jadi gak norak-norak amat lah. Dan setelah puas memandangi sungai Mekong, kami pun kembali ke Ho Chi Minh dan beristirahat sebelum menutup perjalanan Vietnam kami ;)

Day eight – 1 Oct

Paginya masih sempet nyari oleh-oleh di deket hostel, siangnya kami sudah bertolak ke airport. Hari ini rute kami adalah terbang dari Ho Chi Minh ke Singapore, dan dalam hati gue sedikit lega karena akhirnya gue bisa semakin dekat dengan rumah. Makin lama di jalan, makin cape badan gue dan makin menipis kantong gue hahahah. At least di singapore nanti gue lebih familiar sama lingkungannya dan gue ga punya jadwal ketat jadi bisa istirahat sepuasnya gratis di rumah tante.

SINGAPORE

Daaan benar saja, nyampe Singapore kegiatan utama gue adalah beristirahat. Sebenarnya gue pengeen banget liat tempat yang jauh jauh di Singapore, kayak kebun binatang atau kebun burung (ini kog terjemahannya lucu ya). Atau night safari, atau garden garden apa deh gitu. Pengennya bukan ke mall dan pengen jalan-jalan aja.

Tapiiii apa daya ibu juga sudah lelah dan matahari singapura sangat sangatlah panas, sehingga mood gue semuanya keserep lagi di bantal. Alhasil inilah yang gue lakukan dalam hampir sepekan di singapura..

Day one – 2 Oct

Siang hari ke Novena (Velocity Mall) untuk nyari perlengkapan olahraga babeh, habis itu ke Chinatown buat mampir ke TinTin Shop, kemudian makan malam di Orchard. Selesai.

Day two – 3 Oct

Bangun pagi niatnya mau ke Zoo! Yeaaay zoo!! Tapi kog perut ga enak ya….. kog sakit ya…. kog agak-agaknya butuh minum obat dan tidur lagi yaa…….. dan akhirnya batal ke zoo. Siang hari kami ke IKEA. Keluar keluar udah maghrib.

mama high di IKEA
mama high di IKEA

Day three – 4 Oct

Lagi-lagi pengeen ke Zoo! Udah nanya nanya orang gimana caranya, udah menetapkan hari mau ke sana karena kemarinnya gagal, tapi begitu liat ke luar kog panas ya… kog malas ya… kog udah udah keburu siang ya….  daan akhirnya keluar rumah cuma buat ke Mustafa nyari tas ransel titipan kakak.

Day four – 5 Oct

Again, hasrat hati ingin sekali ke Zoo, tapi yah… yah… manusia berencana Tuhan berkehendak. Kami ke Gardens by the Bay, lalu malamnya mejeng di Marina Bay Sands. Gue sudah merelakan kebun binatang untuk dikunjungi lain kali. Lagipula Cileungsi sama Cisarua kayaknya udah deket…… :3

Day five – 6 Oct

Pagi-pagi ke gereja di….. oke lupa. Gerejanya Stephen Tong itu di mana? Hahah pokonya habis dari sana lalu makan makanan Indonesia di Lucky Plaza Orchard, kemudian kembali pulang dan siap siap terbang.

Yeay terbang! Packing untuk terakhir kalinya, check in untuk terakhir kalinya, dan landing untuk terakhir kalinya!

Maka dengan demikian selesailah sudah perjalanan pulang gue yang panjangnya luar biasa..

I’m home!

Long Way Home (Part 1 – Farewell and Japan Trip)

Sebuah postingan yang sudah mengendap di draft berjuta-juta tahun. Hehehe mari kita tuntaskan sebelum keburu lupa semuanya.

Jadiii in case ada yang belum tahu, gue yang hampir 6 tahun (4 tahun sekolah, nyaris 2 tahun kerja) tinggal di Korea ini akhirnya memutuskan untuk kembali ke Indonesia pada bulan September 2013 yang lalu. Kepulangan ini tidak diiringi dengan air mata darah melainkan tangisan penuh haru biru karena bisa dibilang gue udah lama menantikan ini ^.~

Namun namun namuun.. perjalanan gue dari Korea ke Indonesia tentu tidak ditempuh dalam 7 jam saja karena gue sempet nyangkut sana-sini dulu sebelum menginjakkan kaki di Jakarta.

Tercatat gue meninggalkan Korea itu tanggal 14 September 2013 dan akhirnya masuk Jakarta tanggal 6 Oktober 2013. Lumayan lama :D

Jadi.. nyangkut di mana sajakah gue? Inilah kisahnya.

KOREA

Detik-detik sebelum gue pulang sih tentu diisi dengan farewell sana sini. Heheh..

Bye Koreaaa

Searah jarum jam: makan-makan sama anak-anak gereja IWE (8 Sept 2013), makan malam 2 monster yang lapar mata dan berujung pada kekenyangan menghabiskan melon bingsu di 안양역 (11 Sept 2013), permainan jenga berdarah yang entah kenapa harus banget gue yang kalah?? hahah di pinggir sungai Han bersama anak anak IWE (8 Sept juga), farewell bersama adik kesayangan si Cresti Palupi yang makin hari makin sering dibilang mirip gue di Busan (6 Sept 2013), dan akhirnya cap “완전출국” yang dibubuhkan dengan sempurna di paspor gue, menandakan bahwa gue sudah meninggalkan Korea demi kebaikan dan ID card gue ditarik (14 Sept 2013).

Last Dinner
3S: Sali Sayang Semua

Tapi foto farewell paling sweet mungkin yang di atas ini, diambil dengan sempurna oleh sang timer, dengan tema “semua peluk saliii” heheh tapi akhirnya yang meluk Farra dan Apple doang juga sih;;; Ya anyway terima kasih banyak sekali teman teman kesayangankuuu hehehe all the best for all of you :) :)  – Kangnam, 13 September 2013.

JAPAN

Day One – 14 Sept

Menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di Jepang! Hehe naik AirAsia, siang bolong mendarat dengan sukses di Narita. Susah payah cari kantor pos untuk mengambil pesanan wifi portable yang sudah gue pesan sehari sebelumnya, juga tiket JR Pass yang membantu hidup gue selama di Jepang nanti biar bisa naik turun kereta sepuasnya.

Fyi, Jepang itu pelit wifi dan pelit alfabet. Jadi buat gue yang buta arah dan buta aksara di sana, gue tau gue akan butuh banget sambungan internet ke HP gue dan oleh sebab itu gue udah cari duluan perusahaan mana yang menyewakan wifi router mini yang bisa dibawa ke mana-mana. Waktu itu gue mesen yang kecepatan 42Mbps untuk 10 hari dan mengeluarkan 5,800 Yen sahaja untuk benda ini. Mahal emang, tapi worth it.

Sementara untuk  JR Pass.. hmm JR Pass itu gampangnya bisa diartikan sebagai magic ticket yang mengizinkan lo untuk naik kereta yang dikelola oleh JR company sepuasnya di Jepang. Gue beli yang harganya 284 USD untuk 7 hari, dan karena gue tau ini harga yang cukup mahal maka gue manfaatkan semaksimal mungkin tentunya hehehe. Ohiya JR Pass ini juga bisa dipakai untuk naik shinkansen, sementara normal price one way shinkansen dari Tokyo ke Osaka sendiri aja bisa 150 USD, jadi bayangkanlah betapa “ekonomis”nya kalau kita keliling Jepang pake shinkansen menggunakan si JR Pass ini.

JR Pass

Anyway day one gue dihabiskan dengan menyesuaikan diri dari rasa shock dan beradaptasi dengan kesendirian. Ahuhahah najis bener bahasa gue tapi iya sih, kalo ga salah day one gue cuma istirahat, lalu ngecharge semua barang elektronik gue, terus tidur deh. Postingan gue hari itu bisa dibaca di sini, dan sebagai catatan untuk diri sendiri waktu itu gue nginep di sebuah capsule guest house murah meriah untuk ukuran Jepang yang berada di Shinjuku. Namanya Ace Inn, gue nginep di Economy Floor dengan tarif 3,150 Yen per malam. Sekilas mengenai tempat ini, lokasinya cukup strategis (dekat dengan subway) dan petugasnya sungguh sangat ramah. Showernya bayar sih 100 Yen untuk 5 menit (atau 10 menit? lupa), tapi overall gue ga punya keluhan apa apa tentang tempat ini. Recommended!

Day Two – 15 Sept

Gue ke Hiroshima! Heuhehe. Tokyo ke Hiroshima naik Shinkansen itu memakan waktu sekitar 5 jam, jadi gue cabut dari Tokyo pagi/siang dan tiba di Hiroshima sore hari menjelang matahari terbenam.

Nyampe di Hiroshima, gue langsung check in di guest house berikutnya bernama Lappy Guest House, yang petugasnya sangat sangat lucu karena dia tidak bisa bahasa inggris jadi gue ngomong sama dia pake bahasa Jepang :3 bisa dibayangkan gue cuma Hai Hai doang sama sesekali Arigatou.. Gue nginep di Separate Dormitory untuk 4 orang dengan tarif 2,200 yen per malam.

Shinkansen, Hiroshima City, and Lappy Guest House

Dan demikianlah day two gue habiskan lagi-lagi dengan agak sia-sia karena cape di jalan dan cuma berhasil ngiterin daerah sekitar guest house untuk cari makan malam. Gagal menemukan okonomiyaki T.T tapi yasudalah.

Day Three – 16 Sept

Hari yang sempurna untuk berkelana di kota Hiroshima! Puji Tuhan cuaca ketika itu super sangat bagus, jadi gue berhasil naik city tour bus setempat dan bertandang ke Hiroshima Castle, A-Bomb Dome (dome yang kejatuhan atomic bomb dan masih berbentuk rangkanya sampai sekarang), Hiroshima Peace Memorial Park (museum tentang penjatuhan bom jaman perang dunia dulu), Ground Zero, dan nyebrang ke Miyajima Island untuk melihat Itsukushima Shrine – sebuah shrine di tengah laut. Lalu malamnya kembali menginap di si Lappy! Hehehe.

Itsukushima Shrine, A Bomb Dome, Ground Zero, Hiroshima Castle

Day Four – 17 Sept

Hari keempat iniiii adalah salah satu hari perjalanan panjang gue. Pagi pagi buta gue ngejar Shinkansen untuk pergi dari Hiroshima menuju ke kota di utaranya Tokyo yang bernama Nikko. Waktu tempuhnya sendiri sekitar 6 jam, dan gue ke mana mana itu bawa backpack dan barang-barang gue yang sebanyak dosa (gue ceritanya lagi pindahan negara lho hahaha). Jadi bisa dibayangkan sebenernya energi gue agak terkuras dengan pindah pindah kota yang super jauh ini. Mana random banget pula, gue jauh jauh ke Hiroshima buat liat foto korban bom dan naik ke Nikko buat melihat sebuah shrine (again). Hahahah untung shrine yang gue kunjungi, Toshogu Shrine, memang besar dan bagus.

Kota Nikko nya sendiri juga bagus banget sebenernya, di sana banyak spot-spot lain yang bisa dikunjungi. Tapi karena gue cuma punya 4 jam untuk mengeksplorasi kota tersebut, jadi yah gue cuma sempet ke si Toshogu Shrine.

Habis dari Nikko gue lalu mengejar kereta lagi dan pindah ke kota lain bernama Nagano. Gue bermalam di sebuah guest house lucu di Nagano bernama 1166backpackers. Gue nginep di female dorm untuk 4 orang dengan harga per malam 2,600 Yen.

Long Way Home2

Oiya saking randomnya gue, gue ga tau dong Nagano itu sebenernya di mana. Jadi gue sok asyiik aja pake baju seadanya dengan tas bawaan seberat berat beban hidup, lalu tau-taunya nyampe Nagano itu udah dingiiiin benar. Ya bukan dingin winter sih, masih dinginnya fall. Tapi kostum gue waktu itu belum siap untuk menyambut musim lain selain musim panas… :( Jadi moral yang didapat: cari tau dulu letak geografis kota yang akan Anda tuju! (ngomong ke diri sendiri)

Day Five – 18 Sept

Bangun pagi di Nagano, gue langsung cabut ke tujuan gue berikutnya yaitu Jigokudani Monkey Forest. Di sini lah kerandoman trip gue mulai mencapai puncaknya, ketika gue sadar bahwa tempat tujuan gue itu adalah sebuah hutan. Ya gue tau sih emang gue menuju ke monkey forest, tapi di otak gue “ah itu palingan kayak kebun binatang gitu.. naik bus, turun, masuk kebun, liat monyet, selesai“.

Tau-taunya nggak dong…… dari tempat nginep gue di Nagano gue masih harus naik kereta plus bus untuk mencapai tempat tersebut, dan gue menghabiskan 2 setengah jam untuk sampe di hutan. Dan pas di hutan itu pun gue sempet goyah karena gue masuk kepagian, nggak ada orang, dan gue sebenernya penakut kan di hutan…..

Huuu jadi ya begitulah, dengan kecepatan sangat lambat gue masuk hutan sampe akhirnya ketemu pos penjagaan di mana gue bisa nitip tas (akhirnya!!) kemudian masuk ke area di mana si monyet-monyet itu berada.

Nikko, Jigokudani

Sebenernya yang unik dari tempat ini adalah mereka, para monyet, punya hobi mandi di onsen. Tapi sayangnya gue dateng pas musim panas, jadi nggak ada satupun monyet yang nyemplung ke air. Semua sibuk nyari kutu di badan temennya masing masing.

Sepulang dari Jigokudani Monkey Forest, gue mampir dulu di Kanbayashi Onsen Guchi, yakni sebuah jalan yang kiri kanannya penuh dengan onsen. Lucu sih, pas gue ke sana gue beneran liat orang lalu-lalang pake yukata, karena mereka lagi mandi pindah pindah dari satu onsen ke onsen lainnya. Heheh. Kalo ga salah total ada sekitar 10 onsen di sana, dan gue diperbolehkan masuk ke salah satunya. Lumayan, numpang mandi habis masuk hutan sendirian pagi pagi.

Monyet-monyet Berjemur, Kanbayashi Onsen Guchi

Kemudian dari onsen gue balik ke Nagano, dan kemudian kembali keee Tokyo. Di Tokyo gue bergabung dengan teman seperjalanan gue berikutnya (yeayy akhirnya nggak foto pake timer lagi) dan kami lalu langsung bergegas naik bus menuju ke Osaka. Jadi yeap malam itu gue “menginap” di bus dalam perjalanan dari Tokyo menuju ke Osaka. Busnya dioperasikan oleh Willer Express, kami naik bus jam 24.30 dan tiba di Osaka 7.50. Bus kami bertipe double-decker tanpa bagasi untuk penyimpanan tas, jadi tas kami dititipkan di loker umum di subway station yang berbaik hati mau ngejagain tas kami untuk beberapa hari hehehe.

Day Six – 19 Sept

Bangun pagi, lusuh, bau, keringetan, laper, semua campur aduk. Untung gue sudah tidak sendiri lagi (ets) jadi at least ga musti takut nyasar karena peta langsung gue lempar ke partner gue yang mengaku lebih jago baca peta dari gue huhehehe. Nyampe di Osaka, kami langsung cabut ke guest house buat naro barang dan numpang cuci-cuci. Jadilah kami bergegas ke Hana Hostel yang lokasinya sangat strategis, yakni di Shinsaibashi.  Hana hostel ini salah satu group hostel murah berkualitas di Jepang, jadi sangat recommended!! Heheh tapi agak laris parah juga, jadi harus cepet-cepet book dari jauh jauh hari kalau mau menginap. (Gue sempet mau nginep di Hana Hostel Tokyo, Hiroshima dan Nagano juga, tapi sudah penuh)

Anyway keliling keliling Osaka kami cuma berhasil mengunjungi Osaka Castle, Shinsaibashi, Umeda Skye Building, dan sebuah daerah yang gue juga lupa namanya tapi tampilannya kayak pasar baru lengkap dengan jajanannya yang lucu lucu. Menyenangkan sih, tapi kalo boleh jujur badan gue udah hampir rontok semua hahaha jadi betapa bahagianya gue ketika malam datang dan akhirnya gue bisa mandi lagi properly (terakhir mandi beneran itu dua malam sebelumnya) dan juga tiduuur di tempat tidur. Heaven.

Osaka Temple, Umeda Sky Building, Osaka at Night

Day Seven – 20 Sept

Bangun pagi kuterus bertolak ke Kyoto :D

Namun berhubung kondisi badan dan waktu tidak memungkinkan, Kyoto yang sebenernya buanyak banget templenya itu akhirnya hanya kami sempat kunjungi dua spot menariknya yakni Kuramadera dan Fushimi Inari Shrine. Kuramadera itu memang udah jadi spot incerannya partner traveling gue, karena konon dulu di situlah sang jagoan pedang Minamoto no Yoshitsune berguru ilmu pedang pada Tengu King. Tempatnya di pelosok Kyoto, dan untuk mencapainya bahkan si subway harus menembus hutan hehehe. Agak shock pas masuk ternyata lagilagi harus semi naik gunung, tapi untung kali ini ada pemandu sekaligus mas mas yang ngangkatin tas hahaha :) (ampun tuan)

Kuramadera, Fushimi Inari Shrine

Lalu kalau Fushimi Inari itu si shrine dengan 1000 gerbang merah. Udah banyak sih fotonya beredar di internet, dan gue sempet liat banyak temen gue ke situ juga. Jadi dengan sisa waktu dan tenaga yang ada kami mampir ke situ baru kemudian mengejar Shinkansen kembali ke Tokyo. Mulai malam itu gue jadi anak Tokyo lagi.

Day Eight – 21 Sept

Hari kedelapan gue dipenuhi oleh keliling keliling Tokyo demi memuaskan hasrat terpendam sejak kecil. Pagi pagi ke Tokyo Tower untuk lihat pameran Doraemon (memuaskan hasrat gue) lalu habis ikut ke Odaiba demi lihat gundam raksasa (memuaskan hasrat si kakak). Habis itu kami ke……. mana lagi ya? Hahahaha sial cuma ke dua tempat itu doang ternyata. Di Odaibanya sendiri lama sih muter-muter, jadi agak makan waktu. Pulangnya mampir ke Shibuya dulu untuk lihat Hachiko di malam hari, yang ternyata lagi dikepung sama manusia manusia perokok Jepang.

Tokyo Tower: Doraemon Exhibition, Odaiba: Gundam raksasa, Legoland, Rainbow Bridge

Day Nine – 22 Sept

Masih menjadi anak gaul Tokyo, hari ini kami dapet guide lokal! Huhehe jadi spot yang dikunjungi adalah Shibuya (demi foto sama Hachiko), Harajuku (mau nyari cosplay tapi nemunya taman nan asri), Akihabara (sok sokan mau masuk maid cafe tapi akhirnya batal juga), Asakusa (daerah turis yang cukup lucu), dan Tokyo Skytree (tapi nggak masuk karena udah habis tiketnya hahaha). Malamnya karena gagal ke Skytree, kami kembali ke daerah Asakusa lalu menikmati hidangan makan malam di sana.

Shibuya, Asakusa Shrine, Akihabara, Tokyo Skytree, Harajuku

Day Ten – 23 Sept

Hari terakhir!! Hebat banget gue ternyata nggak punya foto di Jepang pada hari terakhir. Hahah kayaknya gue terlalu lelah karena harus packing dan siap siap terbang lagi, kali ini makin jauh dari Korea yang pernah gue sayangi (sampai sebelum masuk kerja).

Pagi-pagi bertolak ke Narita, lalu naik Malaysian Airlines menuju Kuala Lumpur. Final destination gue sebenernya Hanoi, tapi pesawatnya transit di Kuala Lumpur semalam, jadilah gue punya waktu untuk mampir ke Petronas Twin Towers dan mejeng bentar.

Malam itu gue nginep di BackHome hostel dengan tipe kamar 4 Bed Mixed Dorm seharga 46 Ringgit per malam. To be honest itu pertama kalinya gue nginep di mixed dorm (sebelumnya di Jepang sempet tapi capsule, jadi lebih private) dan gue sempet grogi ketika roommates gue tidur nggak pake kaos >.< hahaha untung gak pada ganti celana di kamar juga, kalo nggak gue bisa mimisan di tempat kayanya.

Petronas

Anyway sekian untuk sepertiga perjalanan pulang gue. Special thanks to kakak matahari pagi yang sudah rela “nganter” sampe ke Narita (hahaha pengorbananmu besar di surga kak) dan Jess yang udah jadi fotografer sebentar, juga temannya si kakak yang bersedia jadi guide lokal.

(to be continued..)

Ompung, Apa Kabar?

Hai pung!
Hari ini sali baru dari rumah ompung setelah nginep dua malam sejak hari Jumat. Rumahnya sepi, cuma ada uda Hari karena bujing Tatap lagi ke Bali. Tapi walaupun manusianya dikit, hewannya banyak pung. Mungkin ompung bakalan puas ngelusin mereka satu satu kalo udah bosen sama buku novel. Hehe.
Hai pung!
Ngomong ngomong soal rumah, rumah Kencana masih seperti dulu. Well beberapa kamar berubah fungsi sih, tapi tata letak ruangannya masih sama. Ruang kantor masih di pojokan, piano juga masih di ruang tamu. Kamar sali yang dulu dicat pink juga masih ada walaupun sekarang catnya udah biru ehuhehe. Kamar ompung tentunya masih ada, walaupun lorong gelap menyeramkan di depannya sudah hilang. Oiya! Tadi sali masuk kamar lain juga, dan menemukan meja riasmu! Hahah masih kebayang dulu suka ngegeratakin meja rias ompung itu.. yang cerminnya penuh dengan foto foto kami para cucu.
Hai pung!
Macetnya Jakarta udah makin ga termaafkan. Harga bajaj dan taksi juga udah makin mahal, jadi rasanya ga pengen ke mana mana deh kalau udah di jakarta. Akhir akhir ini sali ke mana mana naik ojek terus dengan alasan males macet, sampe kepikiran apa belajar naik motor aja sekalian? I know my dad would kill me tapi ompung pasti ngijinin, ya kan?? (lirik lirik foto jaman dulu ompung bawa vespa)
Hai pung!
Sali sempet ke pasaraya manggarai kemarin dan mampir ke Hero yang sekarang sudah berubah jadi Giant. pas mau bayar sali liat makanan kesukaan jaman dulu, Koala!! Inget banget dulu tiap kali ompung belanja ke supermarket pasti beliin snack itu buat sali, hahah sekarang hampir ngga ada yang sadar sali suka banget sama snack itu ;p
Hai pung!
Kami semua kangen ompung.Kangennya pake banget. Januari besok Passah akan menikah; calonnya cantik dan baik hati. Ompung pasti suka. And she’s a Manadonese, just like your mother :) Sali inget ompung dulu ga sempet lihat Passah malua dulu, naaah kalau nikahan kali ini jangan lupa liat akang dari surga juga neh. Jangan pake baju terlalu formal tapi pung, pestanya pesta kebun dan ga bakal ada ulos plus arsik diangkat angkat.
Hai pung!
Lagu Nyanyikanlah Nyanyian Baru dan Nyanyikan Tuhanmu Haleluya masih seriiing banget dinyanyiin di gereja lho. Sali kadang mikir, itu gimana cara ciptainnya sih pung?? Gimana cara cari inspirasinya? Gimana mulainya?
Hai pung!
Kabar sali baik baik saja. Ga kerasa terakhir ketemu masih SMP, sekarang udah lulus kuliah dan udah pengangguran ehuhehe woops. Agak bertanya dalam hati sih, kalo ompung ada di depan sali sekarang ompung bakal komentar apa ya? O.o baru sadar dulu gak pernah benar benar minta nasehat dari ompung. How I wish I could do it now..
Hai pung!
Bentar lagi bulan November. Boleh minta kado? Kencan yuk di alam mimpi. Udah beberapa hari ini sali mimpi buruk terus sampai terbangun di tengah tengah karena takut. I think it would be nice to see you in my dreams daripada orang orang random itu yang berlalu lalang di mimpi sali. Ngapain coba ada guru matematika jaman SMA nongol di mimpi? Unglam sekali kan pung mimpinya…
Anyway.. this is the last one pung.
Hai pung!
You know what, yang main jadi Legolas udah cerai dari istrinya. I thought you should know, secara ompung kan die hard fansnya Lord of the Rings.
Hehehe good night, pung.

ps : why am I writing this? salahkan para hormon itu yang membuat saya jadi sangat emosional. dan juga lapar. makin random deh tulisannya..

Baca juga: Someone who fascinates you and why, dan Nenek dari masa depan.

Keep on Rollin Baby

Huzzah!! Super concert super night! Super cape tapi super senang! Super pegel tapi super puas!

Hehehehe seperti biasa seorang sali lagi lagi hidup menghedon dengan menghambur-hamburkan uangnya demi selembar karcis. Setelah minggu lalu puas nonton musical sama kak martha berjudul The Scarlet Pimpernel, sabtu kemarin ini gue dipuaskan sama konser musik rock yang ternyata sangat memuaskan hasrat jingkrak jingkrak dan penuh memori masa kecil :D

Nggak banyak yang nyangka sih memang tapi pas kecil perbendaharaan musik gue agak terbatas di musik rock dan punk (astaga) huheheh. Ofkors pas jaman SD gue dengerin boyband, tapi seiring naik SMP tiap hari gue dijejelin musik musik berisik thanks to Passah Kaunang alias abang gue!

Alhasil gue jadi agak sedikit ngefans banget sama beberapa band berisik yang salah satunya tak lain tak bukan adalah Limp Bizkit. Dan ketika kebetulan temen di Korea ada yang nawarin nonton penampilan mereka di sebuah festival rock di Seoul, gak pake mikir langsunglah  gue iyakan.

Well pake mikir sih. Mikir nontonnya sehari atau dua hari, karena hari pertama jagoannya adalah Limp Bizkit sama Muse, sementara hari kedua ada Metallica. Untuuunnggg kakak gue dulu pas remaja nggak nyetel Metallica ya di mobil, kalo nggak pasti selera musik gue juga merembet sampe heavy metal hahaha. Jadi karena toh gue cuma “berat” ke artis-artis di hari pertama, maka gue pun nonton yang harti pertama :D

Kesan pesan?

Sungguh menyenangkan. Kami nyampe di venue sekitar jam 1 siang, lalu lanjut minum, makan, nonton The Used, nemenin orang-orang ikut games gebuk gebuk gitar, nonton White Lies, rebahan di tikar, foto-foto, dan lain sebagainya sampe Limp Bizkit manggung sekitar jam 7 malam.

Mejeng sekitar 1 jam, tapi cukup puas memainkan semua lagu yang sudah gue nanti-nantikan ♥ Dibuka oleh Rollin, semua penonton otomatis rusuh dan jujur itu momen pertama gue ngeliat orang Korea moshing ehuhehe. Kirain mereka bisanya joget joget manis sama dandan doang.

Selain itu ofkors mereka nyanyiin semua lagu andalan, dari mulai My Generation, My Way, Nookie, Eat You Alive, Take a Look Around, Behind Blue Eyes, sampe Faith!! Lagu kesukaan gue Faith!! Lagu yang suka gue nyanyiin di norebang terus temen-temen gue suka pasang tampang jijik dan bingung ke arah gue!! Huhehe.

Khusus pas Faith itu si Fred Durst sempet mengundang semua cewe untuk naik ke stage, tapi sayang gue nggak terlalu depan berdirinya jadi agak jauh untuk bisa naik ke panggung. Coba kalo bisa naik :3 Nangis darah terharu mungkin.

Anyway malam itu mereka menutup aksi mereka dengan Fat Lip, dan kami pun pindah ke stage berikutnya untuk nonton Muse…

Kalo Muse yaah… seperti sudah bisa dibayangkan, performancenya lebih mirip opera dengan lighting dan asap kiri kanan yang emang bikin penampilannya terasa “wah” banget. Oom Matthew Bellamynya juga energic abis, pake celana merah ketat dan main gitar kayak kesurupan, sampe satu saat dia beneran melempar gitarnya itu ke arah grand piano dan gue melihatnya dengan tatapan miris…..

Tapi anyway heheh aksi panggung Muse luar biasa lah. The whole concert masih kalah sih dibandingin Sigur Ros dulu, karena Sigur Ros emang alirannya rada rada nyeleneh gitu kan, musiknya super unik dan kalo harus dideskripsikan pake adjective, konser mereka itu indah. Luar biasa indah.

Sementara Muse ini yah..  keren. Keren!!! Asyik abis. Secara musiknya Muse kan emang… keren. Heheh.

Sayang gue tau Muse cuma beberapa lagu mainstreamnya, dan nggak ada pengaruh memori masa kecil juga jadi kepala gue gak terlalu dihentakkan separah pas gue nonton Limp Bizkit. Dan gue juga aman tentram di barisan agak belakang, nggak desek desekan sama orang yang moshing hahaha.

Overall, weekend kemarin itu super lah. Super panas, super seneng, super puas. Sekali lagi gue bersyukur sama Tuhan gue berada di Seoul saat ini, membuat gue bisa nonton konser dan pertunjukan ini itu dengan mudah. Kalo di Jakarta baru mau mesen tiketnya aja mungkin udah males nunggu internet lemot ato ga harus ngantri di ticket box.

Tak lupa terima kasih pula kepada orang-orang yang telah menemani gue nonton konser, khususnya kepada beliau yang sudah repot-repot “menjaga” gue ketika mendadak liar begitu denger intronya Rollin dimainkan. Kalo nggak dikawal mungkin gue udah terbentur sana sini. Hahah. Keep on rollin, Seoul!

Day 18 : My Highs and Lows of The Past Year

Jujur,

sensasinya agak lucu sih nulis posting seperti ini di akhir Juli.

Kayanya lebih cocok ditulis di penghujung atau awal tahun gitu.

Heheh tapi anyway, inilah dia.

Rentang waktunya… Juli 2012 sampai Juli 2013.

Lows

– Tambi, kucing kami yang hitam seksi, hilang

– mengakhiri 2012 dengan penuh tangis karena kisah asmara ala abege yang tak kunjung selesai

– pindah rumah. bye bye Jakarta :(

Highs

– “business trip” ke negeri sendiri

– 오랜만에 merayakan ulang tahun sama keluarga, Nov 2012

– salju di bulan Desember

– pindah rumah. hello Cileungsi!

balik lagi ke Korea dengan semangat baru

– main-main terus di Korea hehehe

– oh dan HK juga

– tanggung jawab pekerjaan bisa terselesaikan dengan baik

ps: Why am I writing this? Click here to see the full story.

Bakal kangen ga ya?

Itu loh..

Pake baju bagus ala wanita karir tiap pagi

dan juga sepatu sepatu lucu

Bisa sarapan roti gratis tiap pagi

serta teh dan jus mangga sepuasnya

Menjadi satu-satunya orang asing di kantor

yang membuat eksistensi diri lumayan dianggap

alias cukup tenar

Fasilitas perkantoran yang cukup canggih

dan bersih

juga internetnya yang cepat

Keleluasaan nelpon kepada siapa saja

di mana saja

berapapun lamanya

Diskon belanja di outlet outlet tertentu

dan kadang tiket nonton bioskop gratis

Menjadi bagian dari tim yang keren

walaupun selalu dianggap paling kecil

karena memang nyatanya umur paling kecil

Mendapat tatapan amazed tiap kali bilang kerja di mana

dan nggak perlu menjelaskan perusahaan itu perusahaan apa

karena sudah ternama

Rasa puas akan diri sendiri

karena telah mencapai sesuatu

dan menafkahi diri sendiri

terlebih ditandai berkah rejeki tiap akhir bulan

Bangku Kosong

Day 13 : What I Collect

I’m back on track!

Fuhahah setelah beberapa hari terdistract sama ini itu yang menyebabkan topik postingan blog gue jadi lebih berwarna-warni, akhirnya gue kembali  dengan blog challenge ini.

Sesuai judulnya, topik kali ini adalah  membahas apa yang gue koleksi. Sebenarnya lebih seru kalau ada gambar/foto nya sekalian ya, jadi ada bukti nyata gue beneran ngoleksi itu dulu. Tapi sayang sekali beberapa dari mereka udah lenyap dan koleksi gue yang terbaru pun ada di kardus di kamar, sementara blog ini ditulis di luar kamar. Jadi mungkin kalau ada waktu lain kali deh postingan ini dilengkapi dengan gambar. Untuk sekarang, silakan menikmati listnya seperti berikut ini:

1. Tazos

periode mengoleksi: jaman SD, tahun 90an ya berarti?

alasan mengoleksi: karena temen-temen sekelas pada ngoleksi juga, jadi kebanggaan tersendiri kalo punya Tazos aneka rupa

cara mengoleksi: jajan Chiki yang banyak!! lalu nanti tuker tukeran sama temen

kenapa berhenti mengoleksi: ga punya uang jajan sebanyak itu untuk jajan Chiki tiap hari, jadi akhirnya nyerah juga kayanya ga bakal bisa ngalahin koleksinya temen-temen sekelas

keberadaannya sekarang: entah diiii manaa… dirimu beeeradaaa… (lenyap begitu saja)

2. Dalemnya tutup botol sprite (dan fanta dan coca cola)

periode mengoleksi: jaman SD juga, tahun 90an juga berarti

alasan mengoleksi: seneng aja liat tulisan di dalemnya, lucu lucuu hehe suka ada jokenya gitu kan di dalam tutupnya

cara mengoleksi: jajan Sprite atau Fanta atau Cola yang banyak, terus bilang ke mas masnya, “Tutupnya kasi saya ya mas” lalu korek tutupnya terus bawa pulang dalamnya. kalo udah punya edisi joke tersebut, tuker deh sama temen..

kenapa berhenti mengoleksi: beranjak SMP mulai sadar itu cuma numpuk sampah.. oh dan kalo ga salah tulisannya mulai pudar kalo disimpen bertahun-tahun, jadi lupakanlah.

keberadaannya sekarang: gue yakin dan percaya udah gue buang dengan sengaja sih mereka semua.

3. Kertas file/organizer

periode mengoleksi: SD kelas 3 sampai…. SD kelas 6 atau SMP kelas 1

alasan mengoleksi: so girly!! semua anak cewe di kelas punya “diary” atau organizer lucu lucu, dan gue pun sangat mupeng liatnya (kalo dipikir pikir pas kecil gue mudah terpengaruh teman ya.. ckck)

cara mengoleksi: beli satuan di depan sekolah, atau kalau sekali beli harus rencengan beberapa lembar gitu berarti ya pas jam istirahat kudu tuker-tukeran deh sama temen sekelas.

kenapa berhenti mengoleksi: karena udah nggak jaman lagi. entah gimana caranya tiba-tiba para penjual kertas file di depan sekolah lenyap begitu saja (atau lebih tepatnya GUE nya sih yang pindah sekolah hahaha) jadi gue pun nggak beli lagi. tapi berhenti mengoleksi bukan berarti nggak nyimpen juga sih..

keberadaannya sekarang: masi ada doongg hehehe di salah satu kardus di rumah di Indonesia. untuk organizer gue kayanya gambarnya lebih ke arah kartun, kayak winnie the pooh, mickey mouse dll. sementara untuk kertas file gambarnya lebih “dewasa” macemnya muka westlife, gambar titanic, design abstrak warna warni, dan lain sebagainya.

4. Perangko

periode mengoleksi: akhir SD sampe SMP (awal tahun 2000an berarti)

alasan mengoleksi: menjelang akhir lulus SD adalah jamannya pertama kali gue mengenal istilah sahabat pena heheh. gue sempet surat-suratan sama beberapa orang, dan dari situ juga gue menemukan perangko adalah benda menempel di amplop yang lumayan menarik untuk dikoleksi. terus bokap gue kaget pas tau gue suka perangko, menurut dia itu adalah hobi mengoleksi yang sangat… wah. jadi gue pun semangat deh.

cara mengoleksi: kebanyakan perangko sih gue dapet hasil surat-suratan sama orang. atau nyopotin perangko2 yang nempel di amplop di rumah. sisanya.. gue dulu kadang main ke kantor pos juga sih buat liat liat perangko. oh dan ofkors gue juga punya beberapa kenalan yang suka ngoleksi perangko, jadi suka tuker-tukeran juga.

kenapa berhenti mengoleksi: gue menyerah seiring dengan berhentinya juga hobi surat-suratan gue. damn you internet! hahah. ada satu titik di mana gue mulai males ngirim surat dan udah mulai suka pake email (plus friendster), jadi amplop amplop bertempelkan perangko pun mulai berhenti berdatangan. kalo dipikir-pikir sayang sih, filateli kan hobi yang bisa berbuah mahal kalau dilanjutkan. tapi yasudalah.

keberadaannya sekarang: rasanya tinggal sisa satu album penuh perangko deh ada di rumah, di salah satu kardus di Indonesia.. hehehe. yang lain entah di mana.

5. Surat (dan kertasnya)

periode mengoleksi: kelas 3 SD sampe sekarang

alasan mengoleksi: love at first sight :D gue inget orang pertama yang ngasi gue hadiah kertas surat adalah Ompung gue pas kelas 3 SD, dan kertasnya itu kuning gambar bunga-bunga. dan gue suka banget!! heheh sejak punya kertas surat gue jadi sering ngirim surat deh ke mana-mana, dan emang dasar gue tipikal susah move on alias suka menyimpan memori, jadi semua surat yang gue terima (beserta kertas kosongnya) pasti gue simpen.

cara mengoleksi: gue punya satu kotak harta karun. isinya buat nyimpen kertas surat kosong, kartu pos dari negara negara lain, terus surat surat panjang yang dituliskan temen temen gue buat gue, lalu kartu ulang tahun, plus kartu perayaan Natal atau Tahun Baru dan sebagainya. di kotak harta karun itu juga suka sekalian gue gabungin souvenir oleh-oleh pemberian teman. biasanya gantungan kunci atau magnet sih. tapi gue nggak terlalu ngoleksi mereka, gue tetep lebih sayang sama surat, atau yah kartu pos lah kalo dari luar negeri heheh.

kenapa berhenti mengoleksi: I didnt stop! hahah masih ngoleksi kog

keberadaannya sekarang: satu kotak ada di Indonesia, tersimpan bersama dengan organizer jaman SD itu deh rasanya. terus yang satu ada di kardus di kamar di Seoul, dan satu lagi rasanya ada di bawah tempat tidur..

Membaca tulisan di atas, ketauan kan gue sekarang masih ngoleksi yang mana? Hehehe jadi kalau mau ngasih hadiah ke gue (ngarep) mohon jangan lupa sertakan secarik tulisan yaa.. Gue ga minta surat, karena kebanyakan orang udah mulai males nulis panjang-panjang. Cuma secarik robekan kertas atau post it udah cukup kog, pasti gue masukin kotak harta karun gue hehehe. Atau kalau jalan-jalan ke luar negeri, plis kirimin gue post card!! Akan gue kenang selalu oleh-olehnya.

Hehe oh dan in case ada yang penasaran kenapa dari umur sangat belia (cieh) alias kelas 3 SD gue udah nulis surat, ehmm… nggak kog gue ga ikut organisasi yang enggak enggak atau sindikat perdagangan anak. Dulu pertama kali gue hobi nulis surat karena pas SD itu gue tinggal di Bandung, dan surat pertama gue ya gue layangkan kepada sang pemberi kertas, yakni Ompung gue yang tinggal di Jakarta. dari situ gue mulai suka ngirim surat juga ke Opa Oma di Manado, terus oom plus adik sepupu gue di Motung (Danau Toba naik lagi). intinya sih semua itu berawal dari kehausan gue ngobrol sama keluarga yang berserakan di mana mana. ehuhehe terus pas kelas 6 SD gue pindah ke Jakarta, dan gue lanjut suka surat-suratan sama temen-temen sekelas gue di sekolah sebelumnya yakni temen-temen di Bandung. habis itu gue ikutan sahabat pena gitu, kalo ga salah ada newsletternya dari Gramedia terus entah gimana caranya gue bisa join, dan lanjut deh surat-suratan sama banyak strangers..

Fuhehe cukup ajaib kah? kayanya emang iya ya hobi menjaga hubungan sama masa lalu gue ini emang sudah dimulai sejak kecil..

Jadi jangan salahin gue kalo di umur yang sekarang pun gue pasti ngga rela kalo kehilangan temen, atau lost contact sama siapapun, apalagi dibuang begitu saja :(  gue makhluk sosial…. (ujung ujungnya emo)

hahah anyway, ditunggu yaa surat atau kartu posnyaaa :D

ps: Why am I writing this? Click here to see the full story.

This is Home

Setelah sekian lama ngidam pengen pake cuti perdana saya di kantor, akhirnya kesampean juga! Huzzah! Jujur awalnya sempet serem ngomong ke pakbos bilang bahwa mau bolos kerja, apalagi saya nggak punya alasan kuat untuk cuti. Kalo temen-temen kantor biasanya alasannya ada ulang tahun kakek lah, ada nikahan sodara lah, atau musti ke rumah sakit lah.. pokonya yang bermutu gitu.

Tapi saya minggu lalu akhirnya memberanikan diri bilang bahwa saya mau ke Busan karena ada acara “nikahan kakak kenalan orang Korea yang paling akrab sama saya” yang jelas banget sifatnya imajiner alias ngibul heheh. Syukurlah pakbos tak tanya panjang lebar, dia ngangguk ngangguk dan memberi petuah “have fun, makan sashimi banyak banyak yaaa…” – terus saya nyengir -__-

Anyway! Pergilah saya dengan badan semriwing semriwing habis demam karena pilek dan hidung yang tak kunjung berhenti menghasilkan ingus, dengan KTX di hari Jumat pagi yang indah. Heheh saya ngga ingat sih gimana perjalanannya, karena saya tidur pulas di bawah pengaruh obat. Pokonya tau tau saya udah nyampe Busan dan tralala trilili hati saya gembira luar biasa ^__^

image

Perhentian pertama saya adalah Spaland!!

Sebuah jenis tempat yang dulu paling saya hindari di Korea karena harus sauna bugil sama puluhan orang tak dikenal, tapi lucunya sekarang malah jadi super biasa dan berasa sangat segar kalau habis mandi di tempat seperti itu. Saya ke Spaland sama adik sepupu saya, Cresti, tapi jujur sepanjang main di dalam sana saya nggak berhenti kepikiran temen-temen seangkatan saya yang dulu “graduation trip” ke sana.. hahah rindu sekali :3

image

Pemberhentian kedua saya tak lain tak bukan adalah Gwangahnli.

Yang ini juga sempet bikin saya mellow karena inget betapa banyak memori yang dihabiskan di sana. Sok sokan nginep di pantai gelar tiker pas tahun pertama, main kora-kora di ujung gwangahn, fireworks festival, olahraga pagi jaman liburan, main ke sini sama anak perpika, foto malem malem kedinginan sama mamah, dan juga hujan-hujanan pake payung sama papah..

image

Dulu bahkan pernah nyusurin garis pinggir pantai ini sama seseorang kayak orang bodoh.. hahaha aduh penuh kenangan sekali sih kota ini. Dan ngangenin sekali!

image

Daan.. spot berikutnya yang bikin saya makin mellow ofkors gedung ini. Ehehehe. Asrama!!

Jujur banget tadinya saya sempet kepikiran nginep di guest house aja pas ke Busan, karena saya nggak mau ngerepotin siapa siapa, apalagi adik kelas nggak ada yang se..e akrab itu untuk saya tega repotin. Adik sepupu saya juga punya roommate sendiri jadi nggak enak sama roommatenya kalo musti nebeng.

Tapi special thanks to Sara yang “kebetulan” lagi berlibur di Jeju dan menawarkan meminjamkan kasurnya untuk semalam, dan ofkors Alenza yang rela membagi kasurnya bersama saya untuk malam berikutnyaa.. heheh saya pun nggak jadi nginep di luar. Dan untuk 3 hari 2 malam resmi merasakan indahnya tinggal di asrama lagi.

Sambil lewatin lorong asrama tuh saya kayak orang gila nengok kanan kiri liatin papan nama, dan senyam senyum sendiri menemukan papan-papan nama itu sebagian besar nama namanya saya kenal. Dan sebagian dari mereka pintunya nggak ditutup alias diganjel sepatu, diganjel payung, dan diganjel gabus dari daiso. Persis seperti angkatan kami dulu juga. Hihihi senang sekali yah cuma ngesot dikit langsung nyampe kamar temen :D saya nggak pernah nyangka hidup di asrama itu sebenernya udah paling sempurna. Kenapa juga dulu pengen keluar dari sana ya?

image

Dan sekarang, setelah 2 tahun berlalu, saya juga baru sadar cuaca Busan itu buaguuuss banget T___T apa karena nggak pernah nengok ke atas kalo lagi di Seoul ya? Apa kelamaan terkurung di dalam gedung kantor? Hahaha even mantan gedung jurusan saya aja kemarin itu tampak indah.

image

Dan kenorakan saya pun ngak berhenti di situ. Tangga kematian pun ikutan saya abadikan. Sumpah trip ini emo nya maksimal banget.

image

Heheh tapi tentu saja berhubung tujuan saya ke Busan sebenernya bukan untuk emo-emoan, maka hari minggu pun diisi dengan kegiatan yang super ceria yakni bermain di pantai! Kali ini mainnya di Haeundae, dengan adik adik kelas yang manis manis di atas.

Oh lagi-lagi saya norak, saya nggak tau Haeundae sebagus itu kalo datengnya bulan Juni. Hahahah orangnya masih dikit, dan karena kami datengnya jam 9 pagi jadi mataharinya juga sangat bersahabat! Biasanya Haeundae kan panas lembab terus kotor dan ramai fufufu tapi kali ini syukurnya tidak :D

image

summer summer summer ^__^

image

Dan kami juga sempet main game-game konyol seperti yel-yel, pancasila lima dasar, sampe tebak kata per kelompok hahahah kadang saya nggak ngerti sih itu oom oom sesepuh pada hepi beneran ato nggak main sama bocah bocah seperti kami :p

Hopefully seneng seneng aja sih ya. Apalagi kalo liat foto di atas, kayanya itu mas mas di tengah juga hobiii banget dikubur :D

Anyway!! Inilah saya! Duduk manis di Ryujeong Building lantai 5, siap kembali ke alam bawah sadar untuk sekejap lalu lanjut ke kehidupan nyata besok pagi. Busan memang selalu menjadi home saya, tapi Seoul adalah kenyataan yang harus dihadapi saat ini (huk.. huk..) jadi mari!

Bring it on, Monday!!

ps: special thanks to Alenza yang udah menjaga mood saya terus high dan hype selama 3 hari berturut-turut! Juga untuk Sara atas pinjaman kamar dan cerita cerita Jejunya (ehem), Rissa atas sambutan dan tawarannya ke cat cafe (lain kali ya Ris), Cresti dan Hilly untuk keceriaannya ala anak tahun pertama (heheh enjoy your first summer holiday girls), Nobel atas date manisnya di sabtu siang (aku iri sama kisah AADCmu!! huhuhu), mas Noka dan kak Byan atas kelucuan dan kepintarannya yang berhasil membuat kami kalah terus main pancasila lima dasar (please lah, itu RPUL dulu dibaca apa dikunyah sih?), dan gak ketinggalan Adit atas bantuannya menyelundupkan dua laki-laki pintar itu ke asrama. Thank you :)