fals

beberapa hari (atau beberapa minggu, kurang ingat juga) setelah saya ulang tahun bulan november tahun 2007 lalu, seorang teman baik dan teman laki-lakinya menjemput saya dan kami meluncur ke daerah Jakarta Pusat.

di dalam mobil, teman baik saya bilang, “Mon gue punya kado ulang taun buat lo. Liat sini nih..” sambil menunjuk ke arah gelap di antara kedua jok mobil di depan saya.

dengan bantuan penerangan dari henpon teman baik saya itu, saya dapat melihat sebuah aquarium kecil berisi air dan dua ekor makhluk kecil yang sedang berenang-renang di dalamnya.

refleks, saya kaget. sedikit panik, saya bertanya, “APAAN NIH TIK?!”

dengan tawa merebak, teman baik saya menjawab, “Ini ikan mon, dan ini kado ulang taun lo. selamat ulang taun ya mon, awas lo sampe ni ikan ga dijaga baik baik. gue marah loh mon.”

dan begitulah sejarah singkat kepemilikan saya atas kedua ekor ikan mas koki mungil mungil yang sekarang sudah tidak mungil lagi dan sepakat dinamai iwan dan fals.

setau saya, hidup iwan dan fals bahagia aman dan tentram tentram saja. meskipun saya sudah lama tidak menyapa mereka tiap pagi berhubung saya sudah terlempar ke negara antah berantah ini, saya tau ibu saya di rumah rajin mengajak mereka berbicara dan mengurus mereka dengan baik.

sayangnya, ada pihak tak bertanggung jawab yang merusak masa depan iwan fals saya. mereka adalah petugas listrik!! huaaaa.

ceritanya, sekitar dua minggu yang lalu ibu saya pulang sehabis berjalan jalan ngaapain ga tau mendapati iwan fals lagi sesak napas di kolamnya sementara lampu di rumah mati semua. grrrr.

dengan heroik ibu saya nekat membawa iwan fals beserta toples mungilnya meluncur ke rumah tante saya, yang dipercayai memiliki fasilitas baik untuk mengurus ikan plus energi listrik yang memadai. benar-benar tampak jagoan, ibu saya bahkan memeluk toples iwan fals itu dengan hanya dilapisi kantong plastik sementara dirinya dibonceng abang ojek!! yihiyy!! go mama go mama goo!!

tiba di rumah tante saya, baju ibu saya basah semua akibat air dari toples yang dipeluknya muncrat ke mana mana, sementara iwan fals segera diberikan perawatan terbaik serta aquarium yang lebih layak. kali ini iwan fals bisa berenang secara puas. tidak hanya bisa berputar putar seperti ketika masi berada di toplesnya yang mungil, kini mereka bisa berkelana ke pojok pojok aquarium dan bertemu teman sebangsanya yang juga mungil mungil.

namun sayang, kebahagiaan iwan fals dan ibu saya terpaksa direnggut oleh Tuhan beberapa jam yang lalu.

ketika saya sedang asik memilih keset baru untuk dibeli di toko Daiso tadi sore, masuklah sms ibu saya yang berbunyi, “sali, fals sudah meninggal.”

menyusul dengan pesan pendek itu, tante saya juga mengatakan lewat facebook bahwa mereka telah mengubur fals dibawah pohon dan diberi penanda sehingga saya masi bisa mengunjunginya kalau saya pulang nanti (yang mana masi lama banget dan kemungkinan besar kuburannya juga uda digaruk sama kucing kucing tante saya).

well yah.. memang kematian fals begitu tiba-tiba dan tidak jelas apa penyebabnya (tante saya yakin bukan karena stress dan jelas jelas bukan karena mati lampu). namun tetap saja segenap sanak saudara saya di jakarta sibuk minta maaf sama saya.. katanya mereka yakin saya akan merasa sangat sedih dan kehilangan.

jujur, iya tentu saja saya sangat menyayangi iwan fals saya. tapi karena campur tangan dalam pembersihan toples dan pemberian makan lebih sering dilakukan oleh ibu saya, saya yakin seratus persen ibu sayalah yang lebih sedih dengan kematian ikan saya ini.

jadi.. untuk mama..

jangan sedih ya ma. ga usa merasa bersalah juga. mama mustinya bangga, itu ikan mas koki bisa bertahan berapa bulan.. hampir setaun kali. tua juga kan. hebat hebat. titip salam ya buat iwan. semoga dengan ketidakadaan fals sekarang, dia bisa bernyanyi dengan suara yang lebih merdu dan ga pake fals fals segala :D

Aug 26, 2008 12:41 PM

lagu yang sama berputar di kepala saya untuk yang kedua kalinya

kalau orang bilang hidup ini seperti roda, selalu berputar dan ada masa di mana seorang manusia berada di bawah dan di atas.. mungkin untuk saat ini saya bisa merasakannya dan mengartikannya dalam konteks yang berbeda.

dalam waktu beberapa hari saja saya kehilangan teman-teman saya, baik yang dengan cara sengaja, setengah sengaja, dan tidak sengaja, dan saya merasa seperti berada di posisi berlawanan dengan teman-teman saya itu. entah saya tetap di atas sementara teman-teman saya berputar ke bawah, atau saya yang di bawah dan tetap di bawah sementara teman-teman saya berputar dan menggencet saya sampai saya gepeng biru berdarah-darah dan mati.

kalau ada yang mau tau apa rasanya menjadi marah, saya beritahu jawabannya: puas.

kalau ada yang mau tau apa sensasinya setelah marah, saya beritahu jawabannya: lega.

kalau ada yang mau tau apa efeknya setelah merasa puas dan lega setelah marah, saya beritahu jawabannya: dibenci.

namun kalau ada yang mau tau apa rasanya tidak marah, tidak melakukan kesalahan dan bahkan tidak mencoba berniat melakukan kesalahan tapi tetap mengalami akibat yang sama dengan ketiga hal di atas, saya beritahu jawabannya: sedih dan tidak tau harus berbuat apa.

Where did I go wrong, I lost a friend

somewhere along in the bitterness.

Aug 14, 2008 2:47 AM

if God allows me to meet anyone from Heaven to comfort me here, can it be my Grandmother?

it’s not that I always shared stories with her back when she’s still alive. well uhm, I have not even tried, but she’s gone already.

so I wanna make it real this time. I’ll treat her at our favourite hotel (no no I’m not that rich, but that’s a place where we usually meet, since she and my mom worked there) and I’ll let her buy me a Kolala. that’s a snack she never forgot to buy me one. well the fact is, she’s the only one who know I’m addicted to that food- or cotton- whatever you call it.

I’ll be the one who’s gonna tell hundreds stories, so she doesn’t need to worry. she’s not gonna thirst her throat. I just need her to sit next to me, and be patient.

oh. PATIENT! this is very important, cause like I said, I have a bunch of stories to spill, and some of them might be sooo unexpected. even my mom’s probably gonna punish me for some things I’ve done, so you can imagine how scary they were. and since this will be our first meeting after I saw her laying down on her bed stiffly, I really don’t want her to be mad at me. please. I know that behind that charming face you have you can be very frightful if something annoys you, so I beg you.

anyway,

How’s that sound, Grandma? Feel free to join me spending my never ending holiday anytime. I will be ready waiting for you here :)

Aug 4, 2008 1:38 AM

anak bodoh

saya ingin berbaring di tempat tidur keras dengan sprei tweety dan aroma kamar yang berbau seperti kapur barus serta dihiasi dinding putih yang mengalami gejala keretakan di beberapa sudut. tak lupa ditambah dengan bunyi putaran kipas angin yang sudah tua, tinggal menarik selimut dari kain perca dengan sekali hentakan tangan. habis itu tinggal menunggu sosok yang dirindukan itu membuka pintu krem besar dan melongokkan kepalanya seraya berkata,

“Belum tidur nak?”

pura-pura sudah bermimpi dengan asyik, saya tinggal berakting kaku diam tanpa suara dan membiarkannya melangkah ke arah tempat tidur, membetulkan bagian selimut yang agak terkuak di dekat kaki, melipat majalah yang terlempar hampir masuk ke bawah kolong tempat tidur, dan kembali keluar kamar sambil tak lupa menekan tombol lampu.

saya pun tertidur pulas.

Jul 29, 2008 2:53 PM

ca-be-go

adalah seorang anak nakal berumur sekitar 7 tahun. mungkin masih duduk di kelas 2 SD, kurang ingat juga. hobinya adalah mengutak-atik segala perkakas, menirukan cara orang lain berbicara, dan melawan orang tua.

pada suatu siang yang panas, duduklah ia di atas bangku di ruang dapur, nikmat menyantap makan siangnya. sang ibu ada di situ, begitu pula dengan sang adik, dan beberapa sanak saudara. (ntah saudara beneran atau bukan, mungkin juga asisten rumah tangga yang sudah dianggap saudara). tidak jelas bagaimana awalnya, namun akhirnya terjadilah peristiwa itu.

sang anak: ?%$!

sang ibu: heh! kamu harus dengar-dengaran ya sama mama!!

sang anak: aaaahh. MAMA BEGO!!

sang ibu: …

detik berikutnya, sang ibu meraih ke arah lemari bumbu dapur, mengambil sebuah cabe besar berwarna merah, dan menyodorkannya ke mulut sang anak seraya berkata,”APA KAMU BILANG? COBA BILANG SEKALI LAGI SINI SAMA MAMA! BERANI KAMU YA!! SINI CUCI DULU MULUTMU PAKE CABE! NIH! SINI!!”

(tamat)

Jul 22, 2008 12:38 AM

tentang seorang teman baik

Vanessa Gloria Engelen, atau yang biasa dipanggil vane, sempat down dan merasa sangat pesimis belakangan ini. dia baru saja menyelesaikan program wajib belajar 12 tahunnya bulan lalu, dan sedang sibuk memilih universitas untuk melanjutkan studinya.

ketika 3 hari lalu kami bertemu di msn, dia kehilangan seluruh rasa kepercayaan dirinya karena hingga saat itu sekolah impiannya di Jerman masih belum memberi kabar apa-apa. terlebih lagi mengingat fakta bahwa dia sempat salah mengambil tes kemampuan bahasa Jerman (harusnya ambil yang intermediate, tapi malah ambil yang beginner). sampai akhirnya kami harus menyudahi pembicaraan kami, dia masi merasa sangat tidak yakin akan diterima dan melanjutkan sekolah di Jerman. kami keempat teman baiknya pun udah ga tau lagi musti menyemangati dia dengan cara apa.

namun untung saja, Tuhan mendengar doa kami semua. 20 menit yang lalu masuk sms dari vane yang isinya membuat aku dan chika, seorang teman kami yang lain, yang sedang chatting di msn sama sama heboh dan bahagia.

SELAMAT SELAMAT SELAMATT!!

bulan depan berangkat kan ne? waaaaahhh akhirnya kita berlima beneran bakal kepisah di negara yang beda-beda. unbelievable! hihi.

Jul 12, 2008 3:24 AM

nilai keluar!!

HAHAHAHA

indahnya hidup ini.

ketika pagi-pagi masi ngantuk dan dibangunin paksa sama jess, akhirnya seorang sali yang malas dan seorang jeje yang mudah kebosanan membuka mata mereka dan berjalan ke arah komputer masing masing.

“JE!! Nilai gue bagus jeeee!! Wah jadi de gue nraktir lo.”

‘Waaahhh hebat hebat! Gue juga nih..’

“haaaa gila je, A+ semua? Huahahaha asikk asiik.”

maka kami pun turun sarapan dengan riang gembira.

sepatu baru

mengapa sepatu baru selalu menyakiti kaki yang tak berdosa? mengapa ia tidak pernah senang membiarkan tumit sang pemiliknya mulus tanpa warna merah bekas kulit terkelupas? dan mengapa sang pemiliknya juga begitu bodoh hingga ia memaksakan kakinya bersakit-sakit dalam perjalanan pulang-pergi Gereja di hari ke-12 ini?

ah. padahal sepatu hitamku itu tidak pantas lagi disebut sepatu baru. karirnya sebagai sepatu sali sudah dirintis sejak beberapa bulan yang lalu, namun tetap saja ia mengecewakanku.

t i k u s

alkisah hiduplah seekor tikus got yang bau.

setiap kali dia mau makan, dia selalu mencari makan bersama kawanan tikus lainnya. namun pada suatu hari, tampaklah sang pujaan hati. seekor tikus got jantan, tampak keren dengan bulu bulunya yang tersisir rapi, dan sanggup menaklukkan hati tikus tikus betina lainnya. seketika itu juga sang tikus bau jatuh hati. tidak taulah dia bahwa tikus tampan gengsinya tinggi.

alkisah hiduplah seekor tikus got yang tampan.

setiap kali dia mau makan, dia selalu mencari makan bersama kawanan tikus lainnya. namun pada suatu hari, tampaklah sang pujaan hati. seekor tikus got bau, tampak benar benar berantakan dengan ujung buntutnya yang tak pernah berhenti bergerak. merasa tak punya saingan, seketika itu juga sang tikus tampan jatuh hati. tidak taulah dia bahwa tikus bau gengsinya tinggi.

tikus got bau berusaha menarik perhatian tikus got tampan. tikus got tampan selalu memberi respon negatif. ia selalu berkata,”Dasar bau!”

tikus got tampan berusaha menarik perhatian tikus got bau. tikus got bau selalu memberi respon negatif. ia selalu berkata,”Dasar terlalu tampan!”

misteri tak pernah terkuak, jarak pun memisahkan mereka. demi meraih masa depan yang lebih cemerlang, jalan hidup yang diambil terpaksa berlainan. sampai akhirnya fakta itu terungkap.

tikus got tampan : Baiklah, lain kali aku akan mengirimkanmu bunga agar kau tau isi hatiku.

tikus got bau : Tidak, terima kasih. Aku lebih suka dia yang selalu mecelaku tapi dalam hatinya selalu merindukanku.

tikus got tampan : Tapi kapan kita bertemu? Kau cepatlah kembali pulang ke lubangmu.

tikus got bau : Taun depan. Kan seperti katamu, kalau jodoh tak akan ke mana.

akankah kisah kedua tikus ini berlanjut dan berakhir dengan manis? tak ada yang tau, tak ada yang bisa menebak. biar waktu yang menjawabnya.