How’d it be like to be male in a female dominated society

Taken from here:

http://www.upworthy.com/a-french-film-showing-men-what-being-a-woman-feels-like-kinda

Film pendek yang sangat menarik, menggambarkan situasi di mana posisi pria dan wanita di balik. Tujuannya jelas, mengajak lawan jenis untuk berpikir dari sudut pandang lain.

Buat mas mas di pinggir jalan yang NGGAK BISA NGGAK NGEGODAIN CEWE LEWAT, plis sekali-sekali bayangin kalo lo yang disiulin begitu, lo yang diajak ngobrol “neng pulang neng” atau digodain rada maksa “neng cantik cantik kog sombong sih neng“. For your information yang namanya pelecehan seksual tuh gak cuma non verbal, tapi bisa juga verbal loh -__- dan itu tetap namanya pelecehan, yang mana sifatnya adalah mengesalkan (pentung!!)

Anyway silakan dishare lagi wahai para pembaca dan feminist di luar sana ^.~

Day 25 : My Favorite Movie

Hehehehe dengan mudah jawabannya adalaaaah

LION KING !!

Gue inget pertama kali nonton Lion King itu sama mama (dan mungkin ada abang serta orang-orang lain juga) di bioskop di Taman Ismail Marzuki. Mama yang seorang seniman di hati itu emang gak pernah absen bawa anak-anaknya nonton bioskop demi menikmati tayangan film-film bermutu, dan buat dia film cocok untuk anak kecil adalah film kartun, serta film kartun yang paling oke ya buatan Walt Disney.

Heheh jadi begitulah, dari kecil gue agak banyak dicekokin sama film kartun Disney, dan dari sekian banyak film yang gue tonton kayaknya pilihan gue selalu jatuh ke Lion King.

Kalau ditanya kenapaa yaaaa jawabannya gampang lah. Karena Lion King punya semuanya!

Kisah kekeluargaannya dalem, ngajarin kepemimpinan, juga mengajarkan perbedaan dan uniknya dunia yang isinya macem macem.

Belom lagi ngajarin tentang kenyataan hidup, bahwa nggak semua dalam hidup itu baik dan menyenangkan. Pasti ada orang jahat dan ada momen-momen sedih dalam hidup contohnya ditinggal orang yang disayang; cuma kita tetep kita harus menjalani hidup ke depan dengan hepi and with no worries for the rest of your day :D

Well itu alasan generalnya sih. Tapi kalau alasan personal, mungkin bisa dibilang suka banget banget banget dan kalo ditanya apa film Disney, atau even film ajah, kesukaan lo jawabannya adalah Lion King karenaaa dulu pas kecil setelah filmnya tayang lalu versi VHS nya keluar, mama beli itu dan diputer di rumah tiap pagi. SETIAP PAGI.

Gue inget setiap gue sarapan pagi mau ke sekolah, pasti sarapan gue ditemani oleh Lion King. Lucu sih kalo dipikir-pikir.. orang mah sarapan nontonnya Liputan 6 Pagi gitu yah, ini si mama malah nyetel kartun.

Kebiasaan itu pun berlanjut sampe keluar Lion King 2, huhahaha.. Kalo ga salah pas Lion King 2 keluar kami ga nonton di bioskop karena masih cupu, nggak tau bioskop di Bandung itu di mana (waktu itu keluarga kami lagi berdomisili di Bandung), jadi mama juga beli VHS nya (eh atau udah VCD? -__- lupa) daaaann diputer juga dong tiap hari.

So…… dengan penggabungan emang filmnya bagus DAN gue dicekokin tiap hari tiap pagi, jadilah gue pasti ga bakal pernah lupa film ini. Plus sequelnya juga tentu, si Lion King 2.

Iniii lagu kesukaan gue di Lion King pertama. Lingkaran terdekat gue pasti tau kebiasaan aneh gue yang suka menguap sambil nyanyi pembukaannya lagu ini ehuhehe.

Dan yang ini adalah lagu kesukaan gue di Lion King kedua, yang jujur kalo didengerin pas habis patah hati lagu ini agak bikin air mata mengalir deras. Dalem.

Nah jadi sehubungan dengan ini maka bisa dibilang salah satu penyesalah hidup gue terbesar adalah gue gak bisa nonton Lion King musical di Singapore dulu. Jujur sedih :3

Hahah anyway… ngomong-ngomong nama “Kiara” cukup bagus nggak untuk dijadikan nama anak? :p Menurut gue namanya bagus. Tapi kalo tau diambil dari nama singa… agak lucu juga ya.

ps: Why am I writing this? Click here to see the full story.

Pacific Rim – It’s all about learning how to trust someone!!

Happy weekend!

heheh just got back from a movie night with a friend dan kami menonton film Pacific Rim! sebagai orang tukang nonton ofkors gue udah ngincer film ini sejak beberapa waktu lalu hehe beruntung sekali hari ini sempet nonton dan di dekat rumah pula :D

Pacific Rim

anyway tentang filmnya… super seru!! filmnya cowo banget sih, penuh action dan robot robot gitu. kata temen gue tadi filmnya kayak power ranger. hahaha setuju, memang agak nyerempet power ranger, cuma ini versi jauh lebih keren dan lebih nyata.

satu hal yang gue pelajari dari film ini, untuk bisa bekerja sama atau untuk bisa mengupayakan sesuatu bersama, lo harus percaya sama partner lo. It’s about learning to trust another person enough to allow their consciousness to fuse with yours. You have to trust the person next to you so implicitly and so naturally that you can’t just be thrown in there with some stranger. You have to make a decision to trust that someone and be vulnerable to them for it to work.

Filmnya sendiri sebenernya lebih ke arah action karena sepanjang cerita mereka perang terus, tapi bukan gue namanya kalo nggak menyangkutpautkan apa yang gue liat dengan… kehidupan atau…. asmara. hahah.

Becket and Mako

Jadii untuk menjalankan satu robot itu perlu kerja sama yang kuat antara dua orang, pilot dan co-pilot. Nah untuk kedua orang ini bisa bekerja sama, apa yang ada di kepala si pilot dan co-pilot itu dihubungkan secara neurologically. So basically everything in pilot’s head is available to copilot, and vice versa.

Gue inget salah satu line yang bikin gue berkomentar, “awwww” itu adalah pas sang pilot, Raleigh Becket, bilang ke co-pilotnya, Mako, demikian: Don’t worry, you’re in my head.

Somehow gue merasa itu lebih sweet daripada orang bilang “you’re in my heart”. karena apa yang ada di hati lo itu.. cuma feeling. feeling bisa hilang. tapi apa yang ada di kepala lo, itu yang lo proses. itu yang lo inget. itu yang lo pikirkan. itu yang masuk akal. I know Im being so.. not girly here because usually thinking with logic itu lebih ke arah mottonya para laki-laki, tapi hey gue juga mau belajar mikir pake otak!

hahah karena coba ya bayangin.. we’re all very careful about how we present ourselves and what we say, and how much of ourselves we let out. And to just allow someone into your brain, to give them complete access to every thought, and memory, and fucked up things you ever did, and also every great thing you ever did – its really a big proposition. And for two very damaged people who have decided they’re going to keep it all inside because they’re terrible human beings who have made so many mistakes – to go through a process of opening up enough to allow someone access to your head – it’s really.. something.

And that.. is exactly the heart of this film.

Now the question is.. how can you open up your mind to somebody else?

Heheh sebenernya udah tau jawabannya juga sih. Just like the character Idris Elba played on the movie kept telling his rangers: “Trust each other.”

Easy question simple answer, but surely does take a long process to open up our hearts again enough to be able to trust that someone. Hihi know that for quite sure now, but I think I can take my time.

Pacific Rim : Double thumbs up!!

ps: click on the pics to see original image/article

Maphilindo H1 Movie Night – Demi Ucok

Setelah bertahun-tahun nggak nonton sekeluarga.. akhirnya sesuatu yang aneh terjadi di rumah kami. Sejak papa dan mama hobi nonton Kick Andy, mereka suka termotivasi buat nonton bioskop untuk menyaksikan film film yang diresensikan di acara tersebut. Saya cukup syok sih soalnya seumur-umur nggak pernah liat papa ke bioskop. Kalo mama pernah.. beliau sering bawa saya dan kakak saya nonton film Disney pas masih kecil. Jadi pas beberapa minggu lalu mama bilang dia mau belanja ke Carrefour eh tapi terus pas saya SMS dia buat nitip brownies dia malah bales, “Mama nggak jadi belanja, ini lagi nonton Habibi Ainun sama papa.. he-he-heee…” saya pun yakin dan percaya ini keajaiban alam!

Nah! Keajaiban alam yang kedua pun terjadi sabtu kemarin. Di hari yang cukup gloomy karena seharian badaaiii… saya pun berusaha menghibur diri dengan jalan jalan ke mall sepi sama mamah. Mama pun hepi, karena udah lama nggak diajak jalan sama anaknya (karena anaknya sok sibuk hahahah).

Saking hepinya, mama pun nyombong ke papa lewat BBM
tante Tiur: Pah, mama dong diajak jalan-jalan sama Sali ke Pacific Place!
oom Dolly: ah, ngapain ke sana?
tante Tiur: yaa jalan-jalan, mau ikut nggak?
oom Dolly: ah cuma makan malam kan paling?
tante Tiur: mungkin..
oom Dolly: nggak mau nonton Demi Ucok aja?
tante Tiur: eh?
sali (yang ikut ngelirik ke layar HP): eh? tumben?
tante Tiur (nanya ke saya): emang ada si ucok di PP?
sali: ada sih.. tapi banyakan nggak Batak
tante Tiur: eh??

Singkat cerita saya pun bergegas ke Blitz di PP buat mengejar si ucok. Dan walopun ternyata di PP filmnya udah keburu main, saking niatnya saya pun sampe pindah bioskop ke Grand Indonesia segala demi ngejar ucok yang lain. ahaha ambigu banget deh ini bahasanya. Tapi iyah.. karena di PP filmnya jam 6 sore doang padahal ketika itu udah jam 7, saya dan mama pun ngejar film berikutnya di GI jam 9 malam. Dan karena waktunya lebih malam, peserta nontonnya pun nambah jadi ada kakak saya ikutan, pacar kakak saya ikutan, sampe mbak Irna di rumah pun dijemput papa buat ikutan nonton. Total berenam! Semua penghuni Halim Jalan Maphilindo H1 diboyong :D

The Girls

Ofkors saya hepi berat.. eheheh akhir pekan yang gloomy jadi ceria kembali menjelang tengah malam. Apalagi disuguhi tontonan gratis dari papa saya yang dateng ke bioskop pake jaket mama! dan itu bikin dia terlihat super jangkis. Belum lagi saya emang udah menanti-nanti film ini dari tahun lalu, jadi saya super girang pas bisa berkesempatan nonton ini bareng keluarga.

Movie Date

Ngomongin filmnya sendiri, hmmmm inti filmnya sih tentang seorang anak perempuan batak yang disuru kawin oleh emaknya, ofkors dengan sesama batak. Tapi anaknya sendiri nggak mau kawin (dengan siapapun) karena dia mau ngejar mimpinya untuk bikin film. Antara cinta dan impian gitu deh. Heheh. Alur ceritanya sangat smart, dan film ini layak tonton banget walopun dia termasuk film indie low-budget. Kebetulan juga sang pemeran utama dulunya anggota gereja saya dan aktif jadi dirigen naposo (pemuda) pas saya juga masih ngeksis jadi pemusiknya (sekarang sih beliau sudah menikah dan lulus dari naposo sementara saya kembali jadi umat biasa huheheh). Nih lihat trailernya di sini.

Bisa dibilang film Demi Ucok ini film yang sangat personal. Bagi orang yang nggak ngerti dunia batak dan tetek bengeknya pasti susah buat ketawa di tengah tengah film.

“Lo tuh jangan mau dipaksa kawin sama gue.. kalo lo kawin sama gue, lo musti bayar sinamot gue 2 juta per kilo tau nggak!”
“Mendingan lo kawin sama padang aja.. kalo lo sama padang, elo yang dibeli!!”

Tapi buat orang-orang yang berdarah batak asli macamnya mama saya, waaah bakal terpingkal pingkal banget deh sepanjang cerita. Menurut dia, film ini emang mencerminkan inang inang batak banget. Belum lagi sisipan lagu kesukaan beliau yang dinyanyikan indah sempurna oleh kak Ain (Geraldine Sianturi) nya sendiri bikin film ini berasa mengena di hati sekali.

Dung sonang rohangku dibaen Jesus i.. porsuk pe hutaon dison..
Na pos do rohangku di Tuhanta i, dipasonang tongtong rohangkon..
Sonang do… sonang do… dipasonang tongtong… rohangkon…

Yah jadiii demikianlah. Film Demi Ucok ini sendiri ngingetin saya bahwa orang tua itu pasti mau anaknya lebih sukses daripada dirinya sendiri. Jadi apapun itu cita-cita atau impian kita, silakan kejar sampe ke langit ketujuh asalll tetep inget untuk menghormati orang tua! Sementara kalo untuk urusan batak harus kawin sama batak juga.. ya itu terserah lah….. ngikutin kata-katanya Mak Gondut, kalau anjing yang darah murni memangg harganya lebih mahal daripada yang campuran, tapi kita kan bukan guguk? Ehehe lagian ini udah 2013 masbro! Mari berpikiran lebih terbuka.

Selamat menikmati hari berhujann..

Bataknism

Kali aja ada yang belum liat trailer ini… from the makers of Cin(T)a, coming soon September 2012.

ehuahehe yang ketawa di detik 41 angkat tangan!

Movie Dates

when: starting from early October (with the past BIFF), peaking in this last week of October, and will continue until only God knows when

(with) who: Obi, Ajeng (pretty sad, I wish I had named my laptop Hugh or Orlando so it sounds like I have a real man partner to watch movies with)

where: CGV, my room

what (had been and will be watched): The Raid, Beetle Soldiers, Mirror Never Lies, The Three Musketeers, Real Steel, Crazy Stupid Love, The Help, Midnight in Paris, Apollo 18, and many moreee… actually got a lot to catch up on

why: pretty much because there’s nothing else for me to do except for leha-leha-ing and enjoying myself. ALSO this is a way of showing my true love and respect to our school, who has kindly provide us unlimited internet access and 7000 won off each movie ticket purchased on Oct 25 and 26, only by showing our student cards. Oh and 3000 won off for popcorn and cola, too. for once I don’t think my money for tuition went away for something useless…

ah! last one: how?
so far so good. I like movies better than interviews and school, I guess.. like.. much much better :3