pertama kali

saudara-saudara sekalian yang saya cintai dalam kasih dan sukacita, dengan ini saya perkenalkan hobi baru saya:

mengepak barang + menggeser barang + membersihkan kamar = PINDAHAN!!

ya.

kurang lebih inilah kegiatan yang paling meramaikan suasana liburan saya yang suda berjalan sekitar semingguan ini. pada hari ke-8 saya telah resmi pindah kamar dari 1223 (kamar penuh kenangan bersama rommie lama saya yang saya rindukan amat sangat sekarang, natasha maharani) menuju kamar 1202 (masih satu lantai dengan kamar lama saya, jadi pemindahan barang menggunakan sistem lempar seret).

seakan pindah kamar telah menjadi bagian dalam hidup saya, pada hari ke-9 ini pun saya membantu seorang kakak saya yang cantik bernama Nurhilda Septi menurunkan semua harta bendanya dari kamar di lantai 5 ke gudang di basement.

sekarang badan saya sungguh amat lelah. benarr. suerr. ga pake boong. cape banget. tapi puas kog. hari ini saya pertama kali lari keluar kampus jam 8.30 pagi, pertama kali main ke asrama di Yongdang, pertama kali makan wafel paling-enak-di-Busan-menurut-Ka-Hilda, pertama kali main ke kantor imigrasi di Jungang Dong, pertama kali nenteng nenteng koper naik bus, pertama kali masuk ke MiniMall lantai 2,dan pertama kali makan pizza hut di Korea!

hahahahaha. aku sungguh sangat senang.

kepalaku pusing

sejak kapan ya efek samping dari berjalan jalan bersama segerombol teman dengan riang gembira ke pasar Nampodong serta Busan Tower adalah sakit kepala? seharusnya sih efeknya bagus. ntah itu perasaan menjadi semakin baik, atau suasana hati berubah ke arah yang lebih cerah. tapi ntah mengapa hari ini setelah melalui perjalanan sangat mengasyikkan kepalaku malah memberontak. sejak pukul 11 malam tadi kepalaku bagaikan dihantam palu besi. deng deng deng. sakit sekali.

harus tidur sekarang. huhu.

ps: hari ke-7 – accomplished.

putting yourself in other people's shoes

sebenarnya kalimat di atas ini punya makna lebih dalam dari hanya sekedar ‘memasukkan kaki ke sepatu orang’. dulu saya pernah baca buku Jennifer Weiner yang judulnya In Her Shoes, dan buku itu mengingatkan saya supaya jangan seenaknya menjudge kehidupan orang lain.

kita ga bisa bilang si ini hidupnya kog tampak santai santai saja, si itu kog kayanya ga perna punya masalah dalam hidupnya, si ini kog mukanya kayak orang susah banyak masalah terus, si itu kog kesian banget kayanya ga sempat punya waktu buat main main sama teman, dan lain sebagainya sebelum kita merasakan sendiri kehidupan dia. alias menjalani hidup menjadi orang lain – yang mana dalam buku ini dianalogikan dengan cara “coba jalan jalan tapi minjem sepatu orang”.

nah.

ngomong ngomong soal minjem sepatu orang, di hari ke-6 libur musim panas saya ini saya sempat menukar paksa sepatu saya dengan sepatu seorang teman, dengan imbalan setengah porsi roti krim Paris Baquet yang saya beli siang tadi. saya kira rasanya bakal gimana bangeeeett gitu tukeran sepatu. atau setidaknya membawa efek positif lah, seperti peribahasa di judul postingan ini.

tapi tampaknya efeknya agak sedikit jelek.

ketika tiba di kamar, pergelangan kaki saya sedikit gatal karena tergesek gesek oleh sepatu adidas putih hijau milik teman saya yang jelas jelas kebesaran di kaki saya. (tenang, gatalnya bukan karena bakteri virus jamur racun atau apalah itu)

sementara teman saya itu mengaku sangat membenci saya tadi, karena dia terpaksa menahan malu sangat amat besar ketika berada di bus dalam perjalanan pulang dengan kedua kakinya diselimuti kaos kaki doraemon plus sepatu Natal saya yang berwarna emas.

hihi.

maaf ya Kak, at least sepatunya bukan high-heels kan?

hari ke-5 : dear rommie

ACHAAAAAA!!

pakabar sih lo. hari ini ke gereja gak? bolos lagi ya. haha. seharian ini gue ga mandi loh. rese abis. ini semua gara gara Kangen! gara gara seorang Kim! dasar. masa kemarin dia minta pagi ini ketemuan, SEKITAR jam 10an. gak jelas gitu kan cha jam nya jam berapa. jadi gue tidur santai aja. ehhh pas gue kebangun jam 10 pagi tadi, uda ada sms dari si kangen. minta ketemu saat itu juga. akhirnya tanpa mandi tanpa cuci muka tanpa nyisir (lagi) gue ganti baju dan bergegas ke gereja.

eh iya. gue ke gereja sendiri tadii. sarita ga ikutan paduan suara. dan asli.. di gereja gue uda mau tewas. ngantuk. berasa kotor. ingin pulang. ga betah. ga ngerti. segala macem, nyampur jadi satu. untung pas sell teamnya, pas belajar alkitabnya, rada menarik dan kami ga beneran belajar. cuma ngobrol2, jadi gue ga perlu susah payah melawan rasa kantuk. hihi.

balik dari gereja.. uda jam 7 kurang 15. ga makan deh gue cha. hah. biasanya gue yang ngingetin lo makan kan. huahahaha. semoga lo tetap sehat ya di sana cha. gue lagi dilanda kebosanan yang amat sangat nih sekarang. kamar sempit ini tiba tiba terasa sangat luas untuk gue yang sangat sempit (otaknya).

dan sekarang gue sedang mengunyah kripik kentang. rasanya mirip chitato. nyumm!

hari ke-4 : cerita tentang sahabat

sudah hampir sebulan kami sama sama menjadi orang aneh. aku tau apa yang dia tau, dan dia tau bahwa aku tau apa yang dia tau. ketika bertemu sapa ‘hai’ hanya menjadi formalitas, dan topik obrolan kami sebisa mungkin dijauhkan dari hal keramat itu.

sampai satu saat, telepon berdering.

15 menit sudah kami berbicara tidak jelas, sama sama tidak mau memulai apa yang harusnya kami akhiri saat itu.

‘….’

“yaudalah mon!! jadi mau lo apa??”

‘gue ga mau apa apa kog. kaya gini juga uda cukup. gue cuma sedih kenapa ga dari dulu lo cerita..’

“tapi buat apa gue cerita dari dulu dulu?? justru karena itu gue anggap GA PENTING makanya gue ga cerita sama lo!!”

‘oh, GA PENTING? jadi lebi penting gue tau dari orang lain. tau dari pihak yang ga semestinya?? gue cuma berharap sahabat gue yang cerita sama gue. bukan orang lain. karena gue lebih percaya dia. tapi dia malah ga cerita..’

“tapi itu beneran ga penting mon.. ga perlu diceritain.. karena semuanya juga ga ada yang bener…”

‘….’

dan meledaklah tangis kami saat itu. aku masi ingat gagang teleponku benar benar basah, dan setengah mati kutahan suaraku yang sudah sangat ingin menjerit.

tapi lalu kupikir, kami harus menyelesaikan ini.

“yaudalah ya.. itu uda lewat. ga perlu dibahas lagi. gue malah minta maaf barusan gue teriak teriak sama lo.. hehe.”

‘hmm iya mon. sori juga ya. mustinya gue cerita sama lo dari dulu. emang kurang ngajar tuh dia. gue uda ngancem jangan sampe dia ngomong sama lo, eeehhh ini malah ngadu. gue takut banget waktu itu mon. takut lo marah sama gue..’

“waktu itu emang gue marah. tapi gue marah bukan karena apa yang dilaporkan sama dia. maksud gue, lo mau jadian sama dia juga gue ga peduli. bukannya gue ga peduli sama lo.. cuma yaa… maksud gue,, gue cuma butuh lo yang cerita sama gue. bukan dia. tapi uda ah, ga usa dibahas lagi!”

‘hoho. iya. benci banget sekarang gue sama dia.. dasarr laki laki tidak tau diri..’

“eittss ga usa disebut sebut dehh. yauda. mau pergi kan lo sama kakak lo?”

‘yep. blitz megaplex. nontonnnn hahaa..’

“ahh curang bangettt!! ikuttt hehehe”

dan dunia pun terasa lebih indah.

“Whoever says Friendship is easy has obviously never had a true friend!” (Bronwyn Polson)

Kau akan berada di hatikuu

울음을 그치거라
괜찮아질 거야
그냥 내 손을 잡아 봐
네 곁에서 널 지켜줄 테니까
내가 여기 있을테니 울지 마

혼자서는 미약하지만
넌 강인해 보여
내 손으로 널 감싸고
안전하고 따스하게 해줄께
우리의 맺음이 끊어지는 일은 없을 거야
내가 여기 있을테니 울지 마

넌 내 맘속에 있을 거야
그래, 내 맘속에 있을 거야
바로 오늘, 이제부터 영원토록 말이야

넌 내 맘속에 있을 거야
사람들이 뭐라고 하든지
넌 내 맘속에 있을 거야, 언제까지나

(lagu kesukaan saya, versi Koreanya)

pada hari ke-3 Sali pun senang

terhitung dari tanggal 18 juni kemarin, liburan panjang suda menyambut saya. kalau iseng, coba deh hitung ada berapa hari totalnya dari tanggal 18 juni sampai 31 agustus?

dengan kemampuan menghitung dan kapasitas otak yang pas pasan, saya berhasil menghitung bahwa total tenggang waktu yang saya miliki sampai akhirnya saya harus kembali belajar adalah 75 hari !! wihiiyy. lama kan.

dan sekarang, pada hari yang ke-3 ini, saya masih disibukkan oleh kegiatan membantu teman sekamar saya mempersiapkan kepulangannya. repot dan melelahkan memang, tapi sungguh menyenangkan. tak terasa kami suda 4 bulan tinggal bersama, dan kini saatnya melepas status ‘roommie’ tersebut.

baiklah.

hari ini jadwal jalan jalan terakhir kami.

tujuan : toko buku dan Daisy. dalam rangka membeli oleh oleh.

selamat tinggal :)

selamat datang libur p a a a a n j a n g

pukul 8 pagi seorang teman menelepon, membangunkan, dan mengajak sarapan bersama.

pukul 9 pagi saya sudah rapi bersih wangi, terduduk di depan meja belajar, mencoba memasukkan secara paksa beberapa kosakata bahasa Korea ke dalam otak.

pukul 10 pagi ujian terakhir saya dimulai.

pukul 11 pagi ujian terakhir saya selesai.

pukul 11 pagi lewat 1 menit saya merasakan sukacita yang luar biasa.

LIBUR TELAH TIBA !

teman baik saya berganti status

mohon permisi kepada sang pemilik nama, bukan bermaksud menyebarkan berita kepada paparazi. hanya ingin berbagi kegembiraan.

ketika saya sedang online dengan serunya tadi, tiba-tiba saja ada email masuk ke kotak surat yahoo saya. ternyata dari seorang teman bernama chika. dan judul emailnya adalah ‘Berita dariku’.

oh-oooh.

terakhir kali ada email masuk dengan judul seperti itu adalah dari teman baik saya yang lain yang bernama aska, hendak mengabarkan bahwa dirinya kini terkait hubungan dengan pria di amerika sana. maka dengan penuh penasaran sayapun langsung membuka email tersebut, daaaannn TADAAAAA!

CHIKA JADIAAAAN!

hihi. benar benar turut bahagia sukacita senang senantiasa dan gembira. andaii saya ada di jakarta sekarang, pasti suda kutelepon dan kucecar berjuta pertanyaan via esia. tapi sayang sekali jarak yang jauh ini memisahkan, sehingga hanya msn messenger yang dapat dibudidayakan.

anyway, so happy for you chika sayang

pembuka

ini bukan pertama kalinya saya mengisi blog di multiply,

dan jelas ini bukan pertama kalinya saya mengetik sebuah blog.

tapi yang pasti sih ini adalah pertama kalinya saya mengetik sebuah blog sambil makan Pepero!

hore! mari dirayakan!!

ada yang gak tau pepero? ada yang gak tau? sini sini. mari saya bagi setengah.

anyway, sebagai pendatang baru untuk kedua kalinya di dunia perkalian yang tak berujung ini ayolah sambut saya dengan sukacita. sali datang semua senang!