A Birthday Prayer

Dear Sali, happy birthday! Senang bisa kenal Sali selama 5 bulan terakhir. In a way, I’m happy you left your tab on that bus, dan pool busnya kok pas searah jalan pulang ke rumah gue. Memang gaada yang kebetulan kan. 😁

I feel really energetic and passionate when you’re around! Itu kualitas Sali yang paling luar biasa, karena Sali memang orang yang sangat menyenangkan! Jadi doa pertama adalah semoga Sali selalu bisa jadi sumber keceriaan buat keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Doa kedua, semoga di umur yang baru Sali makin dekat dengan Tuhan, makin dekat dengan orang tua dan keluarga terdekat, dan selalu ada di komunitas positif yang bisa mengeluarkan seluruh potensi yang ada di dalam diri Sali, sehingga Sali bisa jadi berkat buat teman-temannya.

Doa ketiga adalah untuk semua harapan-harapan Sali, baik karir, kuliah master (kalo ada rencana), relationship, kucing-kucing yang lucu and all the desire of your heart. Check out Psalm 37:4 (NKJV).

I care a lot about you and I pray that God will always protect your path and hug your dreams. Once again, happy birthday!

image

Dari seorang teman yang ngucapin Selamat Ulang Tahun dengan tulus sebanyak DUA kali setahun ini :D God bless you too, B! :)

Selamat Ulang Tahun, Ibu Guru Sali

So apparently gue ulang tahun lagi…

Dan kali ini ulang tahun gue dirayakan tanpa SMS, tanpa telepon, tanpa whatsapp, dan tanpa Facebook :)

Sensasinya lucu, karena baru pertama kali ini gue merayakan sesuatu di tengah tengah orang yang baru saja gue kenal namun ternyata sangat-sangat perhatian sama gue. Plus perayaannya penuh tepung dan telur, bersama puluhan bocah-bocah berseragam SD.

Terima kasih Tuhan untuk umur baru yang Kau limpahkan, ajarilah Sali supaya selalu rendah hati dan tetap melekat di bawah kaki-Mu :)

Happy 25th, Sali.

18 November 2013

Terima kasih Tuhan.

Terima kasih Tuhan atas Jakarta yang mendadak indah kalau dikelilingi dengan ojek.

Terima kasih Tuhan atas tumpangan tempat tinggal sementara dari Bujing dan Uda jadi bisa kembali beraktifitas dengan mudah di pusat kota Jakarta.

Terima kasih Tuhan atas kegiatan baru untuk mengisi keseharian selama beberapa bulan ke depan.

Terima kasih Tuhan atas teman-teman yang lucu lucu dengan doa mereka yang beraneka ragam.

Terima kasih Tuhan atas Bania, Obi, dan Cifen yang sudah meramaikan detik detik menjelang 18 November.

Terima kasih Tuhan atas keluarga yang sangat suportif dan penuh kehangatan.

Terima kasih Tuhan atas Papa yang pengertian, Mama yang selalu ngangenin, kakak yang overprotektif, juga kak Melissa yang hari ke hari makin mirip muka dan seleranya sama saya.

Terakhir, terima kasih Tuhan atas peneliti romantis ini, yang sukses membuat saya cekikikan sepanjang hari.

Best gift ever, both manusia dan papernya :)

Terima kasih.

Terima kasih !!

Sembilan Belas

Butuh waktu tiga tahun buat saya untuk ngaplot video ini.. karena terlalu malu, apalagi bagian tengah-tengahnya. Tapi setelah saya liat-liat lagi video ini sungguh sangat nostalgic, merayakan umur saya yang ketika itu bahkan belum berkepala dua.

Ketika itu teman-teman saya yang manisnya ga ketulungan membuat surprise party kecil kecilan dan menggiring saya ke lantai satu di mana mereka sudah berkumpul bersama dan menghadiahkan saya DUA orang laki-laki di dalam kardus.

Saya ga bisa berhenti senyum liatin video ini, menyadari betapa waktu berjalan super cepat. Banyak kakak-kakak kelas saya di video itu yang sudah lulus, bahkan salah satu dari laki-laki yang “dihadiahkan” untuk saya sekarang sudah di Jakarta, sementara yang satunya lagi sudah berpacar dengan sangat bahagia dengan wanitanya.

Anyway inilah bukti cinta teman-teman saya yang sangat oke, yang meluangkan waktunya untuk “memestakan” umur sembilan belas saya, tiga tahun yang lalu. Dilarang ketawa, dilarang komen yang aneh aneh. Hehehe.

 

 

An Early Birthday Present

Jadi singkat cerita minggu lalu seseorang menelepon saya dan memastikan alamat rumah (asrama) saya tepat seperti yang sudah saya daftarkan sebelumnya. Tanpa bertanya lebih lanjut saya mengiyakan alamat tersebut daan……

Tiba tiba hari ini saya dapat kiriman super besar.

Besarnya cukup mengagetkan, dan dari kardusnya saya sudah tahu itu bukanlah kue, baju, apalagi uang. Tampak seperti tanaman, dan saya mulai mempersiapkan hati saya untuk ketambahan penghuni baru di kamar.

Setelah dibuka… taraaaa….. ternyata tanaman misterius itu berbentuk seperti ini hehehe.

Sedikit berharap di dalam kardusnya ada petunjuk perawatan atau setidaknya keterangan mengenai jenis dan nama tanaman ini, tapi sayangnya cuma ada kartu ucapan manis ini yang mengiringi si tanaman.

Ouch. Cukup manis dan membuat terharu, karena saya selalu senang sensasi dapat kiriman dan kado, hehe walaupun yang ini pengirimnya jelas bukan dari orang yang saya sayangi sih. Oh dan saya belum bisa beberkan siapa pengirimnya karena semuanya masih belum pasti. Hehe. Cuma yang pasti saya cukup senang ketambahan teman baru, walaupun konsekuensinya adalah saya dan rumet saya harus rebutan oksigen di malam hari. Dan saya harus merelakan paha saya ketusuk tusuk daunnya yang panjang dan tajam, karena tanaman ini terpaksa saya letakkan di bawah  meja di samping kaki saya, berhubung itulah satu-satunya space kosong di kamar kami yang super mini.

Jadi itulah dia teman baru saya. Oiya, namanya JONI.

Happy Anniversary Mom and Dad!

Ayah saya seorang Manado, ibu saya seorang Batak.

Ayah saya besar di Manado dan mendapatkan gelar sarjananya dari Universitas Sam Ratulangi sampai pada suatu hari datang surat panggilan wajib militer yang mengakibatkan cita-citanya untuk menjadi seorang dokter spesialis penyakit dalam kandas. Nasib melemparnya ke Jakarta, mengikuti pelatihan militer dan lain sebagainya dan di saat itulah ia memutuskan untuk berteman dengan lebih serius lagi dengan kawan lamanya, yang kemudian menjadi ibu saya.

Ibu saya besar di Pematang Siantar sampai kelas 3 SMP, lalu melanjutkan sisa masa remajanya di ibukota. Mengambil jurusan Sastra Inggris di Universitas Kristen Indonesia, aktif di kegiatan organisasi-organisasi, namun tidak berkesempatan menyelesaikan gelar sarjananya akibat tuntutan pengabdian kepada ibunya. Nenek saya menjanda sejak kakek saya meninggal akibat penyakit lever ketika ibu saya masih berumur 6 tahun saja, dan sejak itu ibu saya pun statusnya berubah menjadi part-time sister full-time father bagi empat orang adiknya. Kondisi ini membuat ibu saya menjadi wanita paling tangguh kedua yang saya kenal (setelah nenek saya) dan saya  yakin inilah yang menjadi salah satu dari sekian banyak alasan mengapa ayah saya meminang beliau.

15 Mei 1984 kedua teman lama ini pun memutuskan untuk menikah. Pernikahan yang sederhana, dengan harapan dapat dirayakan dengan meriah kelak kalau umur pernikahannya sudah mencapai 50 tahun saja. Setahun kemudian lahirlah kakak saya, Tumoutou Passah Kaunang, dan lima tahun kemudian lahirlah saya, Sangalian Jato Kaunang. Foto berikut diambil masih di era 80-an, bisa dilihat rambut ayah saya masih hitam legam dan mata ibu saya masih besar layaknya orang batak kebanyakan.

Bertahun-tahun kemudian, kedua sosok yang saya panggil mama dan papa ini mulai berubah. Ayah saya kini berambut putih cemerlang, dan didukung dengan postur tubuhnya yang tinggi, beliau sangat mudah ditemukan di tengah kerumunan orang banyak. Sementara ibu saya, entah apakah darah Batak yang mengalir dalam DNA nya kurang kuat atau bagaimana, namun kulitnya makin lama makin terang dan matanya makin lama makin sipit, mengakibatkan dirinya selalu dipanggil, “Ci.. ci.. boleh ci tasnya… ayo ci mampir sini dulu….” kalau sedang berkelana ke pusat perbelanjaan seperti Mangga Dua. Saya selalu menertawai dia dan ikut-ikutan melontarkan ejekan rasis pada ibu saya, namun kadang saya juga khawatir apakah nanti kalau saya tua saya juga akan menyipit seperti dia, karena menurut pengakuan banyak teman saya pun, sekarang muka saya semakin mencina dan mencina T__T

Kini pernikahan kedua orang tua saya sudah mencapai umur 27 tahun. Cita-cita saya adalah saya ingin sekali merayakan ulang tahun pernikahan mereka yang ke-50, bersama segenap keluarga saya dan keluarga kakak saya. Kakek dan nenek saya dari pihak ayah berkesempatan merayakan ulang tahun pernikahan emas ini beberapa tahun silam, dan saya ingat sekali ketika itu ayah, ibu, serta om tante saya sangat semangat mempersembahkan perayaan yang meriah untuk orang tua mereka. Saya ingin seperti itu. Saya ingin sekali melihat kedua orang tua saya hidup sehat, bahagia, saling mengasihi, sampai lanjut umur mereka.

Namun lebih dari itu, saya juga ingin menjadi seperti mereka! Saya ingin menjadi wanita tangguh nan keibuan yang sempurna bagi keluarga dan suami saya, dan saya mau punya suami seperti ayah saya!! Hihihihi.

Anyway, selamat ulang tahun pernikahan sekali lagi kepada Ayah dan Ibu, terima kasih untuk dukungan, ajaran, dan cinta kalian kepada kami selama ini. Kiranya Tuhan memberkati kalian selalu. Love love :*

Hari Ulang Tahun Ibu

56 tahun sudah dia hidup di dunia ini.

kira kira 20 tahun 2 bulan lamanya iya menjadi ibu yang sempurna bagi saya.
dan sisa tahun tahun itu, saya yakin ia juga menjadi anak, murid, kakak, teman, saudara, istri, dan pemimpin bagi orang-orang di sekitarnya. semoga di tahun-tahun berikutnya, ia tetap menjadi sosok yang terbaik, terang yang paling indah, buat semua orang dalam hidupnya. Love you, Mom.

Jan 13, 2010 11:02 PM