Ganti Baju Setelah Sekian Lama…

Ntah kenapa akhir-akhir ini keinginan gue untuk cuap-cuap di blog melunjak lagi. Dan mumpung hasrat itu ada, sekalian lah ya gue “ganti baju” alias ubah theme setelah bertahun-tahun tampilannya gitu-gitu aja hehehe.

Anyway, random and quick updates for today:

  • Hari ini Selasa, 18 April 2017. Saat gue mulai mengetik blog ini, kerjaan hari ini udah beres dan gue lagi menanti waktu pulang untuk bergegas ke Sarinah bertemu dengan Bania, Obi, dan Feyusu. (ps: Feyusu is getting married!)
  • Kemacetan ketika berangkat ke kantor tadi pagi dimulai dari depan apartemen. Jakarta akhir-akhir ini macetnya luar biasa dan luar binasa. Di mana-mana dan sungguh tak terduga. Gatot Subroto MT Haryono udah kayak neraka, dengan Pancoran jadi titik pusatnya. Satu hal yang bisa menguatkan hati gue setiap kali bengong kepanasan di tengah polusi Jakarta adalah, “For a better Jakarta,” dan disusul oleh, “This too shall pass…”
  • Besok, 19 April 2017, adalah Pilkada putaran ke-2. Antara Pak Ahok dan Pak Anies. Gue ga usa lah ya ikut-ikutan ngomongin politik? Udah bosen juga jadi anak IM ditanyain mulu sekarang dukungnya yang mana :p Jadi biarlah hari esok segera berakhir dan berlalu, karena siapapun Gubernurnya yang penting KRISTUS SUDAH BANGKIT *EDISI HOLY*
  • Ohiya kenapa barusan gue nulis edisi Holy, karena memang Paskah baru saja terlewati hari Minggu yang lalu. Yang spesial di Paskah ini adalah, ehm, kami ibadah sekeluarga dan makan malam bersama habis itu. Kenapa spesial? Karena udah lama banget ga gereja dan makan bareng. Maklum anak durhaka ini jarang pulang….
  • Hari ini Selasa, 18 April 2017. Saat gue mengetik ulang kalimat barusan waktu pulang sudah tiba dan gue bisa bergegas meninggalkan kantor! Ini priviledge, karena bekerja di bawah pemerintahan bos Korea ga setiap hari bisa pulang on time. Yang ngerti coba angkat tangan! :)

Selamat nyoblos ya, Jakarta!

30 Day Blog Challenge – DONE!

Semuanya berawal dari sebuah siang yang membosankan yang mengakibatkan saya mengambil sebuah tindakan impulsif untuk ikutan 30 day challenge versi blog, yang saya awali di sini!

15 Mei sampai 8 November 2013, makan waktu luar biasa lama tapi akhirnya selesai juga hihihi. Inilah dia listnya:

  1. Introduction and recent photo
  2. Your current relationship. If single discuss how single life is.
  3. Where you’d like to be in 10 years
  4. Your views on drugs and alcohol
  5. Your views on religion
  6. What are you afraid of
  7. Write 30 interesting facts about yourself
  8. What are you worst habits
  9. Your 5 favorite blogs
  10. How you hope you future will be like
  11. Discuss your first love and first kiss (and the extended version here)
  12. Put your ipod on shuffle and write 10 songs that pop up
  13. What do you collect
  14. Somewhere you’d like to move or visit
  15. What’s in your handbag
  16. What’s inside your fridge
  17. Your favorite quote
  18. Your highs and lows of this past year
  19. Your 10 favorite foods
  20. What’s your best physical feature
  21. How important you think education is
  22. One of your favorite shows
  23. How have you changed in the past 2 years?
  24. Give pictures of 5 guys who are famous who you find attractive
  25. Your favorite movie and what it’s about
  26. Someone who fascinates you and why
  27. What kind of person attracts you
  28. What’s in your makeup bag
  29. Goals for the next 30 days
  30. Why do you blog

Selamat tinggal 30 day blog challenge.  Senang berbisnis dengan Anda.

Day 30 : Why Do You Blog?

Saya menulis karena saya introvert.

Saya menulis karena dulu, bertahuuun tahun yang lalu, saya jauh lebih pendiam daripada saya yang sekarang. Saya tidak punya banyak teman, saya tidak suka membagikan cerita saya. Teman berbagi cerita saya dulu itu ya, hanya buku diary. Journal lebih tepatnya, kalau menggunakan istilah saya sendiri.

Awalnya saya menulis di buku betulan. Awalnya saya menulis dengan tangan dan pensil.

Awalnya saya rajin menuliskan apa saja kegiatan saya sepanjang hari, seperti layaknya buku “diary” pada umumnya. Pagi ini ngapain, siangnya ketemu siapa, malamnya makan apa, lalu saat ini lagi mikirin apa.

Lama-lama saya malas, saya hanya menuliskan ocehan-ocehan penting yang singkat jelas padat. Diary saya berubah menjadi ajang untuk curhat. Isinya khas remaja, seperti pengaduan akan tindakan bodoh yang saya lakukan di kelas, betapa sedihnya saya karena ulangan kimia saya merah lagi, bagaimana gemesnya perasaan saya ketika SMS saya tidak kunjung dibalas oleh teman saya, dan lain sebagainya. Intinya curhat sih, seperti ngobrol sama teman biasa.

Tapi kenapa saya harus menuangkannya dalam bentuk tulisan?

Lagi-lagi ya karena itu tadi, karena saya aslinya introvert. Karena saya tidak pandai bicara dengan teman. Karena saya lebih merasa nyaman berbicara satu arah pada benda mati, yang ketika itu bentuknya masih berupa buku tulis.

Beberapa tahun kemudian, dunia perinternetan semakin berkembang dan saya mulai mengenal yang namanya blog. Dengan sambungan internet telkomnet instan yang lambatnya luar biasa tapi cukup bikin saya girang bisa internetan ketika itu, mulailah saya berkenalan dengan wordpress, blogspot, dan juga livejournal.

Ntah apa yang menjadi alasan saya ketika itu, tapi akhirnya saya memilih livejournal, mengalahkan wordpress dan blogspot, sebagai rumah untuk blog pertama saya dalam hidup. Mungkin tampilannya yang simple dan juga namanya yang berbau “jurnal” membuat saya cukup tertarik.

Sejak saya punya blog, otomatis buku diary saya sering terlupakan. Saya mulai menikmati mengetik di komputer, daripada bersusah payah menulis di buku tulis, dan saya terkesan dengan kehebatan internet yang bisa membuat tulisan saya dibaca orang.

Mula-mula risih sih, tulisan curhatan ala anak SMP kog ada aja yang baca. Celotehan gak penting yang sangat terkesan labil kog ada aja yang komen.

Tapi lama-lama biasa juga. Mungkin seiring berjalannya waktu saya pun tambah tua dan tulisannya tambah bisa disaring, jadi saya lebih percaya diri untuk membagikan isi otak saya kepada publik.

Walaupun kalau boleh jujur sebenarnya sampai sekarang saya masih suka nggak enak hati kalau ada orang yang saya kenal ternyata membaca tulisan saya. Membaca keseharian saya. Membaca cerita saya.

Karena sebenarnya setiap kali saya menulis, saya tidak pernah menujukan tulisan saya itu untuk orang lain. Saya malah masih suka malu kalau ada yang baca tulisan saya. Apalagi kalau ketahuan ada yang baca, atau menemukan, blog rahasia saya (iya saya punya blog lain yang dirahasiakan keberadaannya – terus ngapain saya bilang di sini ya? anyway….) wah pasti saya panik. Langsung insecure hehehe.

Saya menulis untuk diri saya sendiri.

Saya menulis agar saya selalu ingat dengan diri saya ketika itu. Saya menulis agar di kemudian hari saya bisa membaca kembali saya yang dulu seperti apa, dan saya bisa belajar banyak dari tulisan saya sendiri. 

Iya, saya menulis dengan harapan saya bisa terinspirasi oleh tulisan saya sendiri.

Kalau ada orang lain yang terinspirasi, ya monggo, syukurlah, puji Tuhan. Tapi kalau tidak yaa.. nggak masalah, wong tujuan utamanya buat diri sendiri kog :p

Walaupuuun tentu tujuan sampingannya ya untuk memanusiakan manusia lain juga. Berbagi kan gak pernah salah, syukur-syukur saya yang masih sangat kecil ini bisa mengedukasi orang lain juga.

Atau setidaknya menghibur lah. Hehehe ^.~

ps: Why am I writing this? Click here to see the full story.

Day 29 : Goals for the next 30 days

Pas banget!

Sudah di penghujung oktober, so the next 30 days akan menjadi satu bulan November penuh! Bulan kesukaan saya huheheh.

Resolusi untuk bulan November?

Ehem. Yang pasti kayaknya ga berhubungan sama blog lagi deh.. huhehe nulis blog untuk 30 hari aja akhirnya selesai dalam berbulan-bulan. Jadi goals kali ini lebih ke arah kehidupan sehari-hari saja mungkin ya :D dan tidak muluk-muluk jua, cukup tiga seperti di bawah ini..

  1. Banyak bergerak!!! (akhir-akhir ini ngumpet mulu di kamar oh no)
  2. Rajin berlatih menyambut Natal! (latihan apanya akan diceritakan lain kali heheheh)
  3. Lebih pandai mengatur waktu –> ini berasa banget banget, karena udah nggak ngantor rasanya malah makin malas hahaha (toyor diri sendiri)

Anyway, selamat tinggal bulan Oktober!

Terima kasih 2013, dirimu berjalan dengan kecepatan luar biasa tinggi, aku senang ^_^

ps: Why am I writing this? Click here to see the full story.

Day 28 : What’s in your makeup bag

Sejujurnya gue ga punya makeup bag sih ;-)

Hehehe agak disesali memang..  isi tas gue itu kurang berbau wanita. Hal ini pernah gue bahas di postingan Day 15: Inside My Handbag.

Tapi sebenernya akhir-akhir ini gue udah mendingan dikit sih, mulai bawa lipbalm ke mana mana karena bibir gue kering sekali, dan mulai nyimpen tissue di mana-mana juga. Tapi kalo tissue itu disimpen yah, bukan dibawa hehehe. Biasanya gue tinggal di tempat-tempat yang gue datangi, seperti di kamar gue sendiri atau di dalam mobil.

However kalo emang maksa ditanya apa isi dari kotak (bukan tas) kosmetik gue yang biasa gue taro di kamar.. yaa isinya standar lah. Foundation, bedak, eyeliner, lipstick, eyeshadow, blush on. Iya kayaknya itu aja buhehehe.

ps: Why am I writing this? Click here to see the full story.

Day 27 : What kind of person attracts you

Easy one:

1. Bersepatu bagus. Gue tipikal orang yang kalo kenalan pasti nengoknya ke bawah, huheheh mau itu cewe atau cowo pasti yang pertama gue liat sepatunya.

2. Bisa main alat musik. Kalo kebetulan lagi makan di restoran terus ada band manggung, ya jelas kepala gue pasti nengok dan langsung tertarik sama orang(-orang) itu.

3. Suka kucing. Kalo ada mas mas buruk rupa bertato dan mukanya super gahar tapi tau-taunya gendong kucing gendut bulat berbulu lebat mungkin gue bisa langsung luluh kali..

4. Anak terang. Bukan berarti berkulit putih atau jago ngutak ngatik lampu, cuma maksudnya dia keliatan on fire terus dalam Tuhan (ettsaah)

5. Berwawasan luas!! Hahah mustinya ini ditaro di urutan nomor satu sih, karena bisa dibilang ini yang paling bisa membuat gue tertarik sama orang lain. Jadiii biasanya sih gue gitu.. kalo ketemu orang yang lebih jago main ABC lima dasar dari gue, atau tulisannya lebih enak dibaca daripada tulisan gue sendiri, atau dengan berani-beraninya bilang, “Gini nih, anak sanur bisanya segini doang? taunya segini doang?” nah justru makin menarik. Karena gue tau gue bisa belajar banyak dari dia hehehehe (tujuan mulia demi kemajuan diri sendiri)

6. Tau apa yang dia mau alias determined person. Biasanya karakteristik ini dikasi bonus ambisius sekalian sih.. tapi ya anggep satu paket lah. Kenapa orang seperti ini menarik? Karena gue akui gue agak kurang terarah hahah suka nggak jelas maunya apa, jadi kalo ketemu orang yang tau persis dia mau apa dan melakukan apa saja untuk menggapai itu pasti gue langsung takjub.

7. Family man. At least di rumah dia ga berantem sama orang tuanya lah. Kalo ternyata hubungan dia sama orang tua dan adik kakaknya baik, waaa jadi makin menarik deh.

Udah ya tujuh aja, makin banyak ditulis ntar makin dikatain naive, secara gue sendiri nggak bisa memenuhi semua di atas. Hahaha.

Tapi intinya memang itu sih, makin seseorang bisa melakukan banyak hal yang gue sendiri ga bisa lakukan, yaa makin menarik.

ps: Why am I writing this? Click here to see the full story.

Day 26 : Someone who fascinates you and why

Postingan ini ternyata sangat nyambung ke postingan sebelumnya yang saya tulis semalam sebelum tidur. Hahah someone who fascinates me? Of course jawabannya nenek saya dari pihak ibu.

Saya cukup beruntung karena sempat tinggal bersama beliau ketika saya masih kecil. Bahkan kami satu gereja, jadi saya masih ngerasain dulu pergi ke sekolah minggu atau tampil pajojorhon ditonton oleh ompung saya.

Ompung yang semasa hidupnya pernah bekerja sebagai apa saja – literally apa saja karena dia pernah jadi ground staff garuda, translator, guru piano, sampe pencipta lagu – benar benar mengajarkan bahwa hidup itu keras tapi ga ada alasan untuk menyerah.

2070_46208602389_478_n
Passah, Dana, Ompung, Sali

Satu quote dia yang selalu saya inget sampe sekarang adalah: “Kalau lagi nyasar terus cape, yaudalah berenti aja dulu terus minum teh botol. Baru habis ikut mikir musti ke mana.”

Hehe dia bilang begitu karena emang dia sering seperti itu sih, cape kan keliling keliling kota dengan angkutan umum, jadi kalo cape yaudah ngaso aja dulu. Tapi agaknya ajaran di atas berlaku juga secara umum dalam kehidupan yak :D

Ompung meninggal tanggal 17 Agustus 2002, menjadikan hari kemerdekaan Indonesia itu sebuah tanggal yang nggak bakal pernah saya lupa dalam hidup saya. Apalagi pas tahun 2002 itu saya pingsan di sekolah pas upacara, ehuhehehe mana pernah saya tau pas saya pingsan itu kayanya pas banget ompung menghembuskan nafas terakhirnya.

Anyway, thanks for the memories and salam buat Bilbo dan Poussy ya pung!! :)

Baca juga: Ompung, Apa Kabar? dan Nenek dari masa depan.

ps: Why am I writing this? Click here to see the full story.

Day 25 : My Favorite Movie

Hehehehe dengan mudah jawabannya adalaaaah

LION KING !!

Gue inget pertama kali nonton Lion King itu sama mama (dan mungkin ada abang serta orang-orang lain juga) di bioskop di Taman Ismail Marzuki. Mama yang seorang seniman di hati itu emang gak pernah absen bawa anak-anaknya nonton bioskop demi menikmati tayangan film-film bermutu, dan buat dia film cocok untuk anak kecil adalah film kartun, serta film kartun yang paling oke ya buatan Walt Disney.

Heheh jadi begitulah, dari kecil gue agak banyak dicekokin sama film kartun Disney, dan dari sekian banyak film yang gue tonton kayaknya pilihan gue selalu jatuh ke Lion King.

Kalau ditanya kenapaa yaaaa jawabannya gampang lah. Karena Lion King punya semuanya!

Kisah kekeluargaannya dalem, ngajarin kepemimpinan, juga mengajarkan perbedaan dan uniknya dunia yang isinya macem macem.

Belom lagi ngajarin tentang kenyataan hidup, bahwa nggak semua dalam hidup itu baik dan menyenangkan. Pasti ada orang jahat dan ada momen-momen sedih dalam hidup contohnya ditinggal orang yang disayang; cuma kita tetep kita harus menjalani hidup ke depan dengan hepi and with no worries for the rest of your day :D

Well itu alasan generalnya sih. Tapi kalau alasan personal, mungkin bisa dibilang suka banget banget banget dan kalo ditanya apa film Disney, atau even film ajah, kesukaan lo jawabannya adalah Lion King karenaaa dulu pas kecil setelah filmnya tayang lalu versi VHS nya keluar, mama beli itu dan diputer di rumah tiap pagi. SETIAP PAGI.

Gue inget setiap gue sarapan pagi mau ke sekolah, pasti sarapan gue ditemani oleh Lion King. Lucu sih kalo dipikir-pikir.. orang mah sarapan nontonnya Liputan 6 Pagi gitu yah, ini si mama malah nyetel kartun.

Kebiasaan itu pun berlanjut sampe keluar Lion King 2, huhahaha.. Kalo ga salah pas Lion King 2 keluar kami ga nonton di bioskop karena masih cupu, nggak tau bioskop di Bandung itu di mana (waktu itu keluarga kami lagi berdomisili di Bandung), jadi mama juga beli VHS nya (eh atau udah VCD? -__- lupa) daaaann diputer juga dong tiap hari.

So…… dengan penggabungan emang filmnya bagus DAN gue dicekokin tiap hari tiap pagi, jadilah gue pasti ga bakal pernah lupa film ini. Plus sequelnya juga tentu, si Lion King 2.

Iniii lagu kesukaan gue di Lion King pertama. Lingkaran terdekat gue pasti tau kebiasaan aneh gue yang suka menguap sambil nyanyi pembukaannya lagu ini ehuhehe.

Dan yang ini adalah lagu kesukaan gue di Lion King kedua, yang jujur kalo didengerin pas habis patah hati lagu ini agak bikin air mata mengalir deras. Dalem.

Nah jadi sehubungan dengan ini maka bisa dibilang salah satu penyesalah hidup gue terbesar adalah gue gak bisa nonton Lion King musical di Singapore dulu. Jujur sedih :3

Hahah anyway… ngomong-ngomong nama “Kiara” cukup bagus nggak untuk dijadikan nama anak? :p Menurut gue namanya bagus. Tapi kalo tau diambil dari nama singa… agak lucu juga ya.

ps: Why am I writing this? Click here to see the full story.