Day 23 : How have you changed in the past two years?

Last modified: 8/19!! :D

hahah postingan ini mustinya berjudul how have you changed in the past two years PLUS two months yak, buhehe. agak malu sama diri sendiri deh ini, gak selesai selesai blog challengenya. tapi yah kondisi tidak memungkinkan, kawan.

anyway! inilah dia. perubahan diri (menurut gue sendiri) dalam dua tahun terakhir..

1. Makin rabun

gak tau kenapa tapi ini hal paling pertama yang gue inget. mungkin karena akhir-akhir ini jalan-jalan ke sana kemari suka ribet kali ya.. mau baca papan jalan kudu lari sampe ke depan papannya dulu baru jelas itu arahnya ke mana. dan paling ngeselin lagi kalau jalan sama mama, ternyata mama masih bisa baca tulisan yang jaraknya jauh dengan lebih jelas daripada gue.. aeeehhh.. ini mata enaknya dikompres wortel aja apah?

2. Makin susah begadang

mungkin ini efek penuaan terlalu dini. atau bisa juga karena udah (sempet) kerja jadi terpaksa bangun pagi tiap hari dan cape seharian, sehingga dipaksa begadang ga sanggup lagi sering sering. padahal dua tahun lalu jaman masih kuliah rasanya disuru tidur sebelum jam dua belas susaaah setengah mati. mungkin suatu saat kalau gue sekolah lagi (akankah? O.o) bisa terlatih kembali sih skill begadangnya.

3. Makin jarang masang status di FB

ini perubahan nggak penting, tapi emang iya sih kayanya dulu masih suka nulis apaan gitu di FB.. status ga jelas atau status lucu. sekarang status status ga penting itu gue masukin twitter, atau ya blog. FB cuma buat ngeshare link atau mencet mencet like buat postingan orang-orang. hahah agak rancu sih ini emang guenya yang berubah atau jaman yang berubah.

4. Makin sanguinis

dulu masih dominan banget plegmatisnya, tapi sekarang sanguinisnya mulai meningkat. hahah. ini baru dalam dua tahun ya, kalo dibandingin dari sejak SMA sih drastis banget, ketika itu kayanya gue plegmatis sejati. hihi. ada masalah dikit, skip! maunya yang damai adem dan diem diem aja ga terlalu pengen jadi pusat perhaian. sementara sekarang.. nampaknya temen-temen gue di korea ga ada satu pun yang percaya kalo gue bilang gue aslinya diem. atau kalau di depan temen-temen sma sebenernya gue itu termasuk kategori pendiam. hahah terlalu riang sepertinya gue di korea.

5. Makin penakut

kalau yang ini kayaknya penyakit semua orang yah? tambah usia tambah jadi penakut. dulu pas kecil masih berani mimpi macem macem, sekarang pas gede disuru bikin resolusi tahun baru aja takut nggak bisa memenuhi. dulu pas kecil dilarang larang sama mamah mau main ke luar dan berani naik angkot ke mana mana sendiri. sekarang udah gede cuma mau naik ojek ke kompleks sebelah aja takut kecopetan. dulu liat cowo ganteng langsung dalam hati “dicup” ITU FUTURE BOYFRIEND GUEH, sekarang mau jatuh cinta aja mikirnya lama banget. ribet.. ribet.. hahah. semoga dalam tahun tahun ke depan nggak makin ribet deh. Hakuna Matata!

ps: Why am I writing this? Click here to see the full story.

Day 22 : One of Your Favorite Shows

How I Met Your Mother!

Agak rancu sih shows di sini termasuk TV shows juga atau enggak, tapi anggaplah demikian. Hehe. Dan kenapa gue bisa suka show ini? Karena jalan ceritanya nyata. Menghibur. Tokoh-tokohnya nggak sempurna, tapi jadi terasa lebih mengena. Percakapan percakapannya lucu. Kisahnya juga asyik, hampir nyaingin Friends (walaupun tetep Friends yang paling juara sih di hati).

Anyway berhubung gue ngantuk dan lagi ribet sama beberapa hal pasca jadi penggangguran (ga kerja malah makin sibuk hahah) silakan kenalan sama show ini lebih dalam via google atau wikipedia.

Sementara itu berikut beberaapa cuplikan adegan dan quotes kesukaan gue… yang biasanya gue simpen di notes hape. Hahahah jempol gue memang cepat diajak bekerja sama dalam hal hal seperti ini.

* Challenge Accepted (2011)

“People get back together because no matter how bad things got, he really did love her for a minute there… didn’t he?”

‘and she loved him too.. didn’t she?’

“The future is scary. But you cannot run back to your past because it is familiar. Yes it’s tempting, but it’s a mistake.”

“New is always better.”

* Symphony of Illumination (2011)

Old Ted tells us and the kids that Robin never became a pole vaulter. “But she did become a famous journalist, a successful businesswoman, a world traveler. She was even briefly a bullfighter — that’s a funny story, I’ll get to that one later.

“But there was one thing your Aunt Robin never was… she was never alone.”

>> episode tentang  Robin yang ketahuan gak bisa punya anak. Walaupun dia sebenernya benci anak kecil tapi deep down dia sedih juga, karena ada perbedaan jelas antara “nggak mau” dan “nggak bisa“. Jadi ketika malam Natal itu dia pulang ke apartemen Ted dan mengetahui bahwa temen-temennya lagi pada liburan Natal di rumah masing-masing, Robin udah pasrah dan siap-siap menghabiskan malam naasnya sendirian sambil banjir air mata. Namun! Tiba tiba! Ted muncul dan membuat sebuah surprise manis untuk cheer Robin up walaupun dia nggak tau sebenernya Robin lagi punya masalah apa (karena Robin nggak mau cerita). aaahh super sweet! My all time favorite!! heheh :)

Highway to Hell (HIMYM.S07E12) from uchihakid on Vimeo.

* Band or DJ? (2013)

“Barney made it happen; he must really love me.”

“He’d be crazy not to,”

* Something Old (2013)

“Kids, you can’t cling to the past because no matter how tightly you hold on… it is already gone.”

ps: Why am I writing this? Click here to see the full story.

Day 21 : How Important I Think Education Is

SUPER PENTING!!

Untuk memulainya saya ingin terlebih dahulu membagikan tulisan teman saya yang manis di singapura yang juga menuliskan postingan dengan topik yang sama di blognya. Saya seratus persen setuju sama semua kata-katanya!!

Apparently mengenyam pendidikan di sekolah homogen yang super keras dan disiplin selama 6 tahun cukup membuat kami memiliki pendapat yang sama tentang pendidikan, terutama pendidikan untuk perempuan: bahwa perempuan juga nggak kalah sama laki-laki, bahwa perempuan harus dan wajib punya dasar edukasi yang kuat supaya kelak mereka gak harus bergantung sama orang lain alias bisa mandiri dan menghidupi dirinya sendiri.

Andaikan memang ujung-ujungnya perempuan cuma masak-masak di dapur atau ngurus anak, ya itu masalah nanti. Hidup kan pilihan. Asal jangan sampai dia jadi ibu rumah tangga cuma karena dia merasa “nggak bisa apa apa“. Atau even worse, karena orang lain ngejudge dia nggak bisa apa-apa!!

(yang mana banyak terjadi kan di keluarga keluarga kurang terbuka, begitu melihat anak putrinya bertumbuh besar dan cukup cantik untuk merayu laki-laki, instead of disuru cari kerja malah langsung dinikahi sama siapaaa gitu)

Lagipula menurut saya, jadi ibu rumah tangga pun harus pintar. Harus terdidik. Harus punya wawasan luas. Kalau ibunya nggak pintar, gimana bisa menghasilkan anak-anak yang pintar?

Ibu saya juga bukan sosok wanita karir yang punya jabatan luar biasa di perusahaan, tapi buat saya beliau sangat pintar seperti namanya hehehe. Dan saya nggak inget satu momen pun di mana saya nanya sesuatu ke ibu saya dan beliau nggak bisa jawab. Dia kayak ensiklopedi. Semuanyaa tahu.

Makanya saya suka agak miris kalau denger kisah anak-anak kecil yang putus sekolah dengan alasan biaya, terutama karena dia perempuan! Kalau anak laki-laki masih dibela-belain disuru sekolah. Tapi kalau anak perempuan, ah toh besarnya nanti bisa dinikahi dengan siapaa gitu.

Uhuk kalau baca artikel kaya gini rasanya pengen cepet-cepet bikin sekolah gratis khusus buat anak perempuan terus didoktrin deh semuanya biar bisa jadi jagoan dan berwawasan luas. Gak boleh manja! Kalo perlu orang tuanya disuru sekolah lagi aja biar mindsetnya berubah.

Sounds feminist enough?

Ehehe bukan feminist aliran keras kog. Cuma nggak suka aja kalau denger perempuan terlalu lembek dan jadi korban pelecehan gender. Kalo gagal dikit langsung dilempari celotehan, “Ah cewek sih..

Kayanya emang saya besar di lingkungan yang mengajarkan bahwa perempuan itu harus mandiri sih. Baik di sekolah maupun di keluarga. Tapi saya suka kog akan hal itu, dan juga setuju. Who run the world? Girls!

ps: Why am I writing this? Click here to see the full story.

Day 20 : My Best Physical Feature

Kaki!

Huhehe ini saking nggak ada organ tubuh lain lagi nih yang bisa dibanggakan.. jadi gue ngebanggain kaki aja deh.

Kenapa kaki? Berikut beberapa alasan yang sebenernya ga terlau masuk akal tapi gue paksain aja:

  1. Ukuran kaki gue panjang alias besar (39/40), jadi kalo nyari sepatu di mall Korea banyak yang udah di-sale kerna ga laku… (soalnya kebanyakan orang Korea kakinya mungil mungil)
  2. Kaki gue dengan ajaibnya nggak punya banyak bekas luka. Hal ini sangat berkebalikan sama muka gue. How I wish kalo ketemu orang bisa kenalan pake kaki aja instead of muka…
  3. Kaki gue.. memiliki bulu yang relatif tidak banyak. Terima kasih oh Tuhan. Jadi ga perlu ngewax atau apapun itu ehehe.
  4. Kaki gue kandungan lemaknya cukup proporsional.. jadi kalau pake boots tinggi nggak terlalu keliatan sesek.
  5. Kaki gue lebih tahan dingin daripada organ tubuh gue yang lain! Telapak tangan gue gampang banget kedinginan, tapi kayanya paha gue selalu memancarkan kehangatan deh.. (ok this sounds so wrong)
  6. Kaki gue cukup tahan diajak bersila lama lama, bersimpuh buat nari saman, sampe dibawa jalan ngelilingin myongdong seharian. Cuma ditekuk tekuk ala pilates aja yang dia belom sanggup.

Dulunya sempet berasa jari tangan gue cukup bisa dibanggakan, namun beberapa tahun belakangan gue hobi banget meletekin jari tangan. Gue pun agak curiga sendi sendi mereka nggak bagus lagi. Lagipula jari tangan kiri dan kanan gue panjangnya nggak sama, apalagi lebar jengkal dari kelingking ke jempolnya, jadi tampaknya gue memilih kaki saja.

Anw sedikit oot, tapi ngomong ngomong soal kaki.. ini ada satu lagu yang akhir akhir ini selalu berkumandang di otak gue (sigh) yang kebetulan banyak memunculkan kaki kaki. Hahahah buat yang pengen cuci mata silakan ditonton videonya.

Sementara itu buat yang pengen mengasah kemampuan bahasa Koreanya silakan cermati baik-baik liriknya. Ada orang yang bilang begitu dia denger lagu ini langsung keinget gue… hahaha mari kita buktikan bersama.

Good night, you :)

ps: Why am I writing this? Click here to see the full story.

Day 19 : My 10 Favorite Foods

Saya bukan peminat makanan sejati, so maaf jika list ini terkesan standar dan kurang wah ehuhehe

1. Bistik non halal buatan Opung

2. Puding cokelat dan flanya (juga buatan Opung, atau mama)

3. Tiramisu

4. Brownies

5. Pisang goreng dan rica roa

6. Pizza tanpa ubi (goguma shoo shoo!)

7. Biji salak

8. Kelepon

9. Dadar gulung

10. Es kopyor (ini bahkan bukan makanan ya?)

Hahah anyway maaf postingan ini membosankan. Im not really into food hehehe

ps: Why am I writing this? Click here to see the full story.

Day 17 : My Favorite Quotes

Gue itu quote freak.

Hobinya ngeretweet quote quote remaja dan juga ngereblog tulisan tulisan menyayat hati. Heheh jadi kumpulan quote kesukaan gue lumayan banyak; selalu gue kumpulin di tumblr dan biasanya orang yang baca langsung berkomentar, “lo segalau itu ya sal?”

Hahah padahal enggak si. Gue suka aja bacain quote quote orang. Yang ringan ringan tapi kadang masuk akal juga.

Dan dari sekian banyak quote yang pernah gue baca dan gue dengar dalam hidup, berikut adalah top 3 yang selalu nempel di otak gue:

You will have to remember my advice dear, women should never say “I do” until they can earn their own money so as to be able to maintain your independence. Trust me, you’ll never regret it.

This comes from my favorite aunt. Zamira Loebis namanya, heheh siapa tau dulu ada yang sempet suka bacain artikel majalah Time tentang Soeharto.

Gue lupa persisnya beliau melontarkan quote di atas dalam rangka apa, tapi yang jelas gue masih either SMP atau SMA ketika itu. Dan bisa dibilang quote ini lah yang sangat mempengaruhi presepsi gue tentang hubungan pria dan wanita, juga tentang pernikahan. Sejak saat itu menikah bukan lagi jadi cita-cita gue (bukan berarti ga mau, cuma itu bukan menjadi tujuan utama hidup gue), dan gue tau gue ga mau nikah muda. At least nggak sampai gue merasa bisa menafkahi diri gue sendiri.

Everything ends up okay. If it’s not okay, it’s not the end.

Yang ini… gue temukan di internet sih. Kayanya termasuk salah satu quote fenomenal, yang gue ga tau juga pencetus aslinya siapa. Ada yang bilang John Lennon, ada yang bilang Paolo Coelho. Tapi yah siapapun itu, gue berterima kasih!

Hahah karena gue memang sangat setuju sama quote di atas. Sudah sering juga gue terapkan dalam hidup sehari hari. Contoh konkretnya ya pas beberapa minggu kemarin ini suasana ngantor lagi kayak neraka, dan gue jadi segitu menderitanya sampe mikir, “ah inilah titik klimaksnya! mari resign!”, maka quote inilah yang mengingatkan gue bahwa, “nggak, ini belom tamat. semua baru bisa dibilang tamat kalau justru keadaan udah baik baik lagi. jangan kabur seenaknya.”

Heheh tapi sekarang keadaan udah okay sih ^.^

You can never.. ever.. change someone, but you can be the reason someone changes. Or, even wiser, you can ask God to change him.

Kalau ini quote andalan dari nyokap gue. Dilontarkan dengan manis ketika gue jadian sama pacar gue yang kedua hihihi. Ketika gue mendeskripsikan seperti apa pacar gue ketika itu, nyokap gue dengan sangat berhati-hati namun tegas mengingatkan bahwa gue ga akan bisa mengubah dia. Jadi pilihannya adalah either gue mau hidup menerima dia dengan segala… ke… tidakbaikannya itu, atau cari yang lain.

Lo tau lah ya gue pilih yang mana akhirnya :D

ps: Why am I writing this? Click here to see the full story.

Day 16 : Inside My Fridge

What’s up Seoul!

Heheh maaf postingan ini agak lama baru terpublish, karena lupa terus mau motret motret kulkas di rumah :D

Anyway inilah dia, perkenalan diri kulkas kastil sali.  Maap potonya agak creepy, filter disesuaikan dengan cuaca di luar yang udah kayak mau kiamat; gelap hujan badai..

Kulkas tak bernama, heheh udah ada di kastil ini sejak saya masuk. Ukurannya gak gede-gede amat, cuma setinggi pinggang/paha saya, dan badannya penuh saya manfaatkan buat nempelin ini itu.

Dalamnyaa…. taraaaa…… rapi kan rapi kan? Iyalah wong nggak ada isinya begitu hahaahah.

Di sisi kanan ada koleksi vitamin saya. Semuanya disumbang oleh mama, dan lengkap dari vitamin A sampe Z. Nah masih bingung kenapa udah begini pun saya tetep sering sakit-sakitan? Soalnya kadang inget kadang lupa minumnya :D

Di bawahnya.. ada air putih dan Milkis. Tumben-tumbenan sih saya punya Milkis, biasanya nggak nyimpen soda. ehehe ini karena dibeliin tetangga kemarin.

Ini penampakan kulkas sayap kiri. Super… lowong ya kalo dipikir-pikir.

Di bagian freezernya ada chicken nugget dan chicken popcorn. Penyelamat di kala nggak ada lauk.

Di laci paling atas ada sambal terasi, bumbu nasi goreng, dan keju. Perpaduan yang nggak tepat sih.. hahah yasudalah. Sambal terasi itu pemberian teman btw (reaksi orang kalo liat saya punya sambal selalu kaget soalnya hahaha)

Lalu ini… ehuhahehe jelas bukan untuk dimakan. Ini koleksi masker saya yang niscaya lebih enak dipakenya dalam keadaan dingin, jadi saya ademin di kulkas. Oh semuanya sample kog, gak ada yang beli hehe.

Kemudian ini.. adalah “kado” dari orang. Apparently muka saya agak mirip alkoholik jadi saya dua kali dihadiahin alkohol, yang satu beer yang satu lagi wine. Ofkors mereka masih tersimpan utuh. Biasa juga menu makan malamnya mie rebus, genit amat masa minumnya wine.

Terus masih ada juga cokelat hasil pemberian jaman white day yakni bulan maret ahuhaha. Waktu itu cokelatnya kebanyakaan jadi saya stop makan dan mulai ga tertarik ngabisin. Semoga belom expired.

Sementara iniiii adalah menu favorit saya untuk saat ini ehehe. Jelly rasa jeruk!! Ehehe akhir akhir ini sih saya buka kulkas cuma buat ngunyah ini. Selebihnya… ya… liat sendiri kan isi kulkas saya, nggak ada yang bisa dikunyah?

That’s it!!

Hehehe untuk yang udah mengenal saya pasti nggak heran liat isi kulkas saya. Rapi bersih! Alias nggak ada isinya! Ahaha even yang basic macemnya bawang putih atau daun seledri aja nggak ada :3

Dan sebenernya nggak cuma kulkas sih, satu ruangan kamar saya itu emang nggak ada makanannya. Beberapa orang yang pernah main ke kamar saya selalu bingung gimana cara saya bertahan hidup, tanpa cemilan dan makanan pokok. Waktu itu bahkan saya pernah ga punya minyak goreng tapi nggak sadar dan nggak beli-beli sampe temen saya yang ingetin. Untungnyaa kalo beras saya selalu inget untuk beli sih. Hehehe.

Oh dan in case ada yang bertanya-tanya dalam hati.. ehm, enggak kog bukannya saya segitunya males masak sampe nggak punya bahan yang bisa diolah. Lebih tepatnya saya segitunya males…. makan. Hahaha dari kecil nggak biasa nyemil di rumah (rumah kami di Indonesia juga jarang ada cemilan), dan kalopun emang ngidam makan sesuatu, pasti belinya satu porsi aja. Nggak kepikiran untuk ngeborong dalam jumlah banyak, karena saya tahu mungkin keesokan harinya saya udah ga minat makan itu lagi.

Intinya ya emang passion saya di bidang makanan gak terlalu besar aja sih. Hehehe. Tapi passion di bidang Tiramisu dan Puding selalu besar :) dan juga biji salak serta pisang goreng!! oh dear.

ps: Why am I writing this? Click here to see the full story.

Day 15 : Inside My Handbag

Morgen!

Orang yang lumayan kenal sama gue pasti tau bahwa gue sebenernya agak minimalis dalam perkara tas tangan, alias jarang bawa banyak banyak dan seriiing banget malah nggak bawa tas.

Secara pribadi gue juga agak kagum sih sama para laki-laki yang ke mana mana cuma nenteng henpon sama dompet.  Keliatannya enteng gituh. Makanya gue suka sok-sokan ga bawa dompet dan cuma bawa kartu terus taro di kantong celana.

Cumaa kadang ada juga kasus yang lebih mengagumkan lagi, selain bawa HP dan dompet, tentengannya nambah plus rokok, lighter, dan kaca mata item. Eh terus ngeluarin lagi kunci mobil. Habis itu ada earphone, terus tau-taunya nongol batre cadangan.

Nah kalo udah kayak gitu gue nyerah deh.. nggak bisa nandingin. Gue pernah liat orang kayak gitu soalnya. Dia bawa itu semua dan tetep nggak bawa tas. Amazing *.*

Anyway inilah dia tas gue beserta isinya. Ahaha postingan yang cukup aneh. Tapi menghibur lah secara gue kehabisan kerjaan di kantor.

Nom Nom Bag

Diabadikan pagi ini, inilah dia tas nom nom bag gue yang gue beli di pasar loak (kog kesannya murah banget ya).

Personil Utama

Lalu ini.. adalah personil paling krusial dalam tas gue. Batre cadangan, earphone, dan mp3 player. Mau gonta ganti tas sekalipun, mereka pasti benda pertama yang gue selamatkan.

Walaupun emang bisa aja sih ada kecelakaan tak terduga, seperti dua minggu yang lalu. Ketika itu gue ikut CISAK di Daejon dan entah kenapa itu mp3 player bisa ketinggalan di rumah. Uwoogghh rasanya pengen cakar cakar jendela bus ceria T_T mana nggak kenal siapa siapa pula T_T eh kog jadi curhat. eniwei…

Personil Cadangan

Ini benda-benda yang agak penting yang gue bawa kalo emang.. berasa butuh. Yang biru panjang itu dompet, dan kuning kecil itu dompet kartu nama. Sebenarnya nggak pernah gue buka juga sih si dompet kartu nama, tapi kadang membantu lah. Terus secara kebetulan ikut nyempil di tas gue, ada kertas minyak dan… plester. Iya kadang gue juga bingung gue tuh mau ngantor apa mau sparing sih..

Apa Ini?!

Terus ini.. benda-benda yang sifatnya tentatif bisa nyelip di sini. Ada paspor dan buku tabungan karena gue mau ke bank hari ini, terus ada payung pink (itu sarungnya doang, payungnya lagi dijemur) karena sekarang lagi musim hujan. Ada bando juga!! Kadang berguna kalo udah sore hari dan rambut gue mulai bikin gerah.

Sebagai pelengkap ada kalung manik manik… yang gue inget ga sengaja gue masukin ke tas minggu lalu pas buru-buru mau ke kantor, dan ada juga sosis pemberian manager sekitar… minggu lalu juga >_< Astaga.

Bonus Track

Lalu ini.. ngoprek ngoprek kantong dalem tas, terus menemukan obat obatan. Hahahah lengkap lho!! Ada panadol, ada CTM, dan ada antibiotik. Kayanya ini bekas gue pilek bulan lalu deh. Ada USB juga, entah isinya apa.

Work Stuff

Nggak ketinggalan, gue juga membawa pernak-pernik pekerjaan tentunya dalam tas. Nggak heboh juga sih, cuma berupa sebatang pulpen dan dua carik kertas kog. Kebetulan pakbos lagi bisnis trip ke luar negeri jadi gue harus siap dengan schedule beliau in case tiba-tiba lenyap jadi gue tau dia seharusnya lagi berada di mana.

Plus yang paling penting.. 사원증 alias kartu karyawan. Heheh tanpa ini gue ga bisa masuk kantor (which is a good thing ya sebenernya).

Oh dan yang lebih penting lagi! HP dong ofkors. Yang nggak bisa gue tampilkan di sini karena ga ada kamera yang bisa memotretnya.

Kesimpulan dan kesan pesan setelah menulis posting ini:

1. Wah tas gue isinya banyak! Beragam!

2. Tapi kog gue ga berasa ada yang penting ya di antara pernak pernik itu..

3.  Oh ada sih. Yang berbau elektronik. HP, mp3 player, earphone, batre…. hehe sisanya ga penting.

4. Gue harus buang itu sosis.

5. Obat juga harus dikembalikan ke kotaknya.

6. Eh, gue nggak punya alat make up sama sekali?

7. Not even bedak or lip balm??

8. Dan gue beneran nggak bawa tissue ya ke mana mana? O.o

9. Kayak gini caranya mendingan gue sekalian ga bawa tas yak.

10. Lebih giat lagi deh berguru pada laki-laki. (kesimpulan yang salah)

ps: Why am I writing this? Click here to see the full story.

Day 14 : Somewhere I’d Like to Move or Visit

Agak agaknya..

sulit ya menentukan gue mau ke mana. secara.. banyak gitu yang belom gue datengin. even negara tetangga macemnya Jepang atau China pun gue belom pernah hampiri :(

tapi berhubung akhir-akhir ini gue lagi sering kepikiran rumah di Indonesia, jadi mari kita pilih satu aja tujuan wisata yang ingin gue datangi.. begitu gue pulang nanti yah heheh.

Lembeh Strait!!

alias selat Lembeh, yang berada di antara pulau Sulawesi dan pulau Lembeh.

Tempat ini sebenernya merupakan spot diving terkenal yang udah saingan sama Raja Ampat dan Wakatobi. Tapi gue tertarik bukan karena gue hobi diving banget juga.. hahah cuma pernah sekali kog. Gue tertarik kerna ada seorang kakak baik hati yang bekerja di resort di sana dan ntah kenapa foto fotonya bikin gue ngiler :3

Lagipula posisinya strategis banget gituh! Di Bitung, gak jauh dari Manado, yang memungkinkan gue sekalian ketemu Oma kalau memang mau main ke sana ^_^

Selain tempat di atas.. beberapa list tujuan travel dunia gue sebenernya agak lucu: pengen ke Dubai, lalu ziarah ke Israel, terus ke Cape Town demi ngeliat apharteid di Afrika jaman dulu itu kayak apa parahnya, terus pengen foto kayang di depan patung Spinx di Mesir, dan ingin safarian di Namibia. Oh! Sama pengen liat kamp konsentrasi Nazi terbesar di dunia yakni di Poland.

ehehe cuma ya ofkors nabung dulu dan satu satu yaa diliatnya yaaa… semoga mimpi mimpi ini jadi kenyataan amin! Manusia berencana Tuhan berkehendak  :D

Sementara untuk move.. ahem.. belum tau.

Yang pasti inginnya sih move out dari Jakarta. Tapi mungkin move on nya nanti bakal susah kali ya (eaaa).

※ click on the pics to see original image/article. Special credits to Mark Devillier, Lembeh Resort, and Trip Advisor.

ps: Why am I writing this? Click here to see the full story.

Day 13 : What I Collect

I’m back on track!

Fuhahah setelah beberapa hari terdistract sama ini itu yang menyebabkan topik postingan blog gue jadi lebih berwarna-warni, akhirnya gue kembali  dengan blog challenge ini.

Sesuai judulnya, topik kali ini adalah  membahas apa yang gue koleksi. Sebenarnya lebih seru kalau ada gambar/foto nya sekalian ya, jadi ada bukti nyata gue beneran ngoleksi itu dulu. Tapi sayang sekali beberapa dari mereka udah lenyap dan koleksi gue yang terbaru pun ada di kardus di kamar, sementara blog ini ditulis di luar kamar. Jadi mungkin kalau ada waktu lain kali deh postingan ini dilengkapi dengan gambar. Untuk sekarang, silakan menikmati listnya seperti berikut ini:

1. Tazos

periode mengoleksi: jaman SD, tahun 90an ya berarti?

alasan mengoleksi: karena temen-temen sekelas pada ngoleksi juga, jadi kebanggaan tersendiri kalo punya Tazos aneka rupa

cara mengoleksi: jajan Chiki yang banyak!! lalu nanti tuker tukeran sama temen

kenapa berhenti mengoleksi: ga punya uang jajan sebanyak itu untuk jajan Chiki tiap hari, jadi akhirnya nyerah juga kayanya ga bakal bisa ngalahin koleksinya temen-temen sekelas

keberadaannya sekarang: entah diiii manaa… dirimu beeeradaaa… (lenyap begitu saja)

2. Dalemnya tutup botol sprite (dan fanta dan coca cola)

periode mengoleksi: jaman SD juga, tahun 90an juga berarti

alasan mengoleksi: seneng aja liat tulisan di dalemnya, lucu lucuu hehe suka ada jokenya gitu kan di dalam tutupnya

cara mengoleksi: jajan Sprite atau Fanta atau Cola yang banyak, terus bilang ke mas masnya, “Tutupnya kasi saya ya mas” lalu korek tutupnya terus bawa pulang dalamnya. kalo udah punya edisi joke tersebut, tuker deh sama temen..

kenapa berhenti mengoleksi: beranjak SMP mulai sadar itu cuma numpuk sampah.. oh dan kalo ga salah tulisannya mulai pudar kalo disimpen bertahun-tahun, jadi lupakanlah.

keberadaannya sekarang: gue yakin dan percaya udah gue buang dengan sengaja sih mereka semua.

3. Kertas file/organizer

periode mengoleksi: SD kelas 3 sampai…. SD kelas 6 atau SMP kelas 1

alasan mengoleksi: so girly!! semua anak cewe di kelas punya “diary” atau organizer lucu lucu, dan gue pun sangat mupeng liatnya (kalo dipikir pikir pas kecil gue mudah terpengaruh teman ya.. ckck)

cara mengoleksi: beli satuan di depan sekolah, atau kalau sekali beli harus rencengan beberapa lembar gitu berarti ya pas jam istirahat kudu tuker-tukeran deh sama temen sekelas.

kenapa berhenti mengoleksi: karena udah nggak jaman lagi. entah gimana caranya tiba-tiba para penjual kertas file di depan sekolah lenyap begitu saja (atau lebih tepatnya GUE nya sih yang pindah sekolah hahaha) jadi gue pun nggak beli lagi. tapi berhenti mengoleksi bukan berarti nggak nyimpen juga sih..

keberadaannya sekarang: masi ada doongg hehehe di salah satu kardus di rumah di Indonesia. untuk organizer gue kayanya gambarnya lebih ke arah kartun, kayak winnie the pooh, mickey mouse dll. sementara untuk kertas file gambarnya lebih “dewasa” macemnya muka westlife, gambar titanic, design abstrak warna warni, dan lain sebagainya.

4. Perangko

periode mengoleksi: akhir SD sampe SMP (awal tahun 2000an berarti)

alasan mengoleksi: menjelang akhir lulus SD adalah jamannya pertama kali gue mengenal istilah sahabat pena heheh. gue sempet surat-suratan sama beberapa orang, dan dari situ juga gue menemukan perangko adalah benda menempel di amplop yang lumayan menarik untuk dikoleksi. terus bokap gue kaget pas tau gue suka perangko, menurut dia itu adalah hobi mengoleksi yang sangat… wah. jadi gue pun semangat deh.

cara mengoleksi: kebanyakan perangko sih gue dapet hasil surat-suratan sama orang. atau nyopotin perangko2 yang nempel di amplop di rumah. sisanya.. gue dulu kadang main ke kantor pos juga sih buat liat liat perangko. oh dan ofkors gue juga punya beberapa kenalan yang suka ngoleksi perangko, jadi suka tuker-tukeran juga.

kenapa berhenti mengoleksi: gue menyerah seiring dengan berhentinya juga hobi surat-suratan gue. damn you internet! hahah. ada satu titik di mana gue mulai males ngirim surat dan udah mulai suka pake email (plus friendster), jadi amplop amplop bertempelkan perangko pun mulai berhenti berdatangan. kalo dipikir-pikir sayang sih, filateli kan hobi yang bisa berbuah mahal kalau dilanjutkan. tapi yasudalah.

keberadaannya sekarang: rasanya tinggal sisa satu album penuh perangko deh ada di rumah, di salah satu kardus di Indonesia.. hehehe. yang lain entah di mana.

5. Surat (dan kertasnya)

periode mengoleksi: kelas 3 SD sampe sekarang

alasan mengoleksi: love at first sight :D gue inget orang pertama yang ngasi gue hadiah kertas surat adalah Ompung gue pas kelas 3 SD, dan kertasnya itu kuning gambar bunga-bunga. dan gue suka banget!! heheh sejak punya kertas surat gue jadi sering ngirim surat deh ke mana-mana, dan emang dasar gue tipikal susah move on alias suka menyimpan memori, jadi semua surat yang gue terima (beserta kertas kosongnya) pasti gue simpen.

cara mengoleksi: gue punya satu kotak harta karun. isinya buat nyimpen kertas surat kosong, kartu pos dari negara negara lain, terus surat surat panjang yang dituliskan temen temen gue buat gue, lalu kartu ulang tahun, plus kartu perayaan Natal atau Tahun Baru dan sebagainya. di kotak harta karun itu juga suka sekalian gue gabungin souvenir oleh-oleh pemberian teman. biasanya gantungan kunci atau magnet sih. tapi gue nggak terlalu ngoleksi mereka, gue tetep lebih sayang sama surat, atau yah kartu pos lah kalo dari luar negeri heheh.

kenapa berhenti mengoleksi: I didnt stop! hahah masih ngoleksi kog

keberadaannya sekarang: satu kotak ada di Indonesia, tersimpan bersama dengan organizer jaman SD itu deh rasanya. terus yang satu ada di kardus di kamar di Seoul, dan satu lagi rasanya ada di bawah tempat tidur..

Membaca tulisan di atas, ketauan kan gue sekarang masih ngoleksi yang mana? Hehehe jadi kalau mau ngasih hadiah ke gue (ngarep) mohon jangan lupa sertakan secarik tulisan yaa.. Gue ga minta surat, karena kebanyakan orang udah mulai males nulis panjang-panjang. Cuma secarik robekan kertas atau post it udah cukup kog, pasti gue masukin kotak harta karun gue hehehe. Atau kalau jalan-jalan ke luar negeri, plis kirimin gue post card!! Akan gue kenang selalu oleh-olehnya.

Hehe oh dan in case ada yang penasaran kenapa dari umur sangat belia (cieh) alias kelas 3 SD gue udah nulis surat, ehmm… nggak kog gue ga ikut organisasi yang enggak enggak atau sindikat perdagangan anak. Dulu pertama kali gue hobi nulis surat karena pas SD itu gue tinggal di Bandung, dan surat pertama gue ya gue layangkan kepada sang pemberi kertas, yakni Ompung gue yang tinggal di Jakarta. dari situ gue mulai suka ngirim surat juga ke Opa Oma di Manado, terus oom plus adik sepupu gue di Motung (Danau Toba naik lagi). intinya sih semua itu berawal dari kehausan gue ngobrol sama keluarga yang berserakan di mana mana. ehuhehe terus pas kelas 6 SD gue pindah ke Jakarta, dan gue lanjut suka surat-suratan sama temen-temen sekelas gue di sekolah sebelumnya yakni temen-temen di Bandung. habis itu gue ikutan sahabat pena gitu, kalo ga salah ada newsletternya dari Gramedia terus entah gimana caranya gue bisa join, dan lanjut deh surat-suratan sama banyak strangers..

Fuhehe cukup ajaib kah? kayanya emang iya ya hobi menjaga hubungan sama masa lalu gue ini emang sudah dimulai sejak kecil..

Jadi jangan salahin gue kalo di umur yang sekarang pun gue pasti ngga rela kalo kehilangan temen, atau lost contact sama siapapun, apalagi dibuang begitu saja :(  gue makhluk sosial…. (ujung ujungnya emo)

hahah anyway, ditunggu yaa surat atau kartu posnyaaa :D

ps: Why am I writing this? Click here to see the full story.