Berperang Melawan Cacar Air – 수두와 전쟁

Sesuai judul dan menanggapi postingan saya yang sebelumnya tentang Chicken Pox… saat ini keadaan saya sedang di ambang kesakitan. Antibodi saya lagi diuji, badan saya dipaksa menerima asupan gizi lebih banyak dari biasanya. Mengapa demikian? Pelakunya adalah anak ini.

Namanya WonGyun Lim, merupakan anak paling kecil dari keluarga Oom Lim, yaitu keluarga tempat saya homestay saat ini. Istilah kerennya homestay, istilah kasarnya numpang. Hehe. Jadi selama liburan musim dingin ini sebelum saya masuk kembali ke asrama, saya ‘dipungut’ oleh keluarga Oom Lim dan diperbolehkan tinggal bersama mereka sampai sekolah mulai bulan Maret nanti. Nah. Kehidupan saya di rumah ini sangat menyenangkan, makan terjamin, tempat tidur tersedia, TV boleh dinyalakan kapan saja, internet pun oke (walaupun kalau yang satu ini saya tetap harus tau diri makenya). Liburan saya pun terasa tidak terlalu buruk, dan saya sedikit merasa lebih sehat dan bugar dari sebelumnya, karena kerjaan saya tiap hari adalah makan dan tidur.

Namun sayangnya masa masa ‘sehat’ saya memasuki kondisi kritis terhitung mulai hari ini.

Hari ini, Wongyun dinyatakan menderita sakit cacar air. Badannya panas, totol totol, mulai menggaruk, dan tadi sempat muntah juga (gak tau apa hubungannya muntah dengan cacar air, tapi yaudalah). Satu keluarga menaruh perhatian yang sangat besar padanya, dan berusaha mengajak dia ngobrol, menemani dia makan, dan lain lain. Satu keluarga kasihan sama Wongyun, sementara saya kasihan sama diri saya sendiri. Iya, betul. Saya belum pernah kena cacar air.

Umur saya hampir 22 tahun, dan saya belum pernah diserang penyakit itu. Konon kata mama ketika saya TK dulu saya pernah didekatkan dan ditempelkan pada penderita cacar air dengan tujuan supaya biar sakitnya pas kecil aja, pas gedenya ga perlu sakit lagi, namun sayangnya ketika TK dulu badan saya luar biasa sehat sehingga virus virus itu ga mempan masuk badan saya. Dan begitulah.. saya tumbuh besar tanpa pernah kena cacar air. Saya pun tidak terlalu khawatir dengan penyakit itu.

Sampai hari ini. Sampai saat di mana saya sadar badan saya (kayanya) tidak sesehat dulu, dan sumber penyakitnya berkeliaran di sekeliling saya, tinggal di rumah yang sama dengan saya, dan berjarak hanya beberapa meter dari saya.

Oke. Jadi sekian sekilas info tentang cacar air dan saya dan peperangan yang kami alami. Saya sungguh berharap tidak ketularan, karena saya ga mau sakit di Korea T__T

Jadi bagi kalian yang membaca postingan ini, tolong doakan saya ya. Hahaha. Saya butuh vitamin, dan,, doa. Semoga Sali tidak terjangkit cacar AMIN!

수두 (Chicken Pox)

정의

수두-대상포진 바이러스(varicella-zoster virus)에 의한 급성 바이러스성 질환이다. 증상은 급성 미열로 시작되고 신체 전반이 가렵고 발진성 수포(물집)가 생긴다. 잠복기간은 2~3주, 보통 13~17일이다. 수두나 대상포진의 수포에서 나오는 액의 직접 접촉 또는 공기를 통해서 전파된다. 감염자의 타액(침)을 통해서도 전파될 수 있다. 수포는 발생 초기일수록 전염성이 강하고, 딱지가 생기면 전염되지 않는다.

* 발병위치 : 전신

원인

헤르페스 바이러스과(Herpesviridae), 알파헤르페스 바이러스아과(Alphaherpesviridae)에 속하는 수두-대상포진 바이러스(Varicella-zoster virus, VZV, HHV-3)가 수두의 원인 바이러스이다.

증상

잠복기간은 2~3주이며 보통은 감염 후 13~17일 후에 증상이 나타나기 시작한다. 급성의 미열로 시작되고, 피부 발진은 몇 시간 동안의 반구진 시기, 3∼4일간의 수포(물집)기를 거쳐 7∼10일 내에 가피(딱지)를 남기고 호전된다.
수포는 연속적인 과정을 거치면서 단계별로 변화하고, 동시에 여러 단계의 수포가 공존하는 특징이 있다. 수포가 터지면 궤양이 된다. 수포는 노출 부위보다는 두피, 겨드랑이, 구강 점막이나 상기도 점막, 결막 등과 같이 가려진 부위에 더 많이 발생하는 경향이 있다. 벨트를 착용하는 부위 등 피부를 자극하는 곳에도 수포가 생기기 쉽다. 증상이 가볍거나 비전형적인 감염형, 불현성(겉으로 그 증상이 나타나지 않는 상태) 감염도 있지만, 성인에게서는 발열과 전신 감염 증상이 심하게 나타난다.

  • 수두 증상

치료

수두는 대부분의 경우 병이 진행되면서 증상이 자연적으로 좋아지기 때문에 특별한 치료는 필요 없다. 면역억제 환자에서 발생한 수두에는 항바이러스제인 아시클로비어(acyclovir)나 비다라빈(vidarabine)을 사용하면 증상이 경감된다. 그러나 면역기능이 정상인 수두 환자에서 항바이러스제는 급성기의 통증이나 발진이 호전되는 것을 반나절에서 이틀 정도 앞당기는 효과만 있을 뿐 증상 완화 효과는 없다. 따라서 모든 수두 환자에게 항바이러스제를 투여하는 것은 바람직하지 않으며, 삼차신경의 제1분지가 이완되거나 증상이 심한 경우에만 사용하도록 제한해야 한다.

source: http://health.search.naver.com/search.naver?where=health_detail&sm=tab_txc&ie=utf8&query=%EC%88%98%EB%91%90

제공: 서울대학교병원 (SEOUL NATIONAL UNIVERSITY HOSPITAL)