Delete Toxic People

Bulan Desember 2016 lalu saya sempet gereja di JPCC, dan dari sekian banyak sermon yang saya catat ringkasannya di HP, ada salah satu yang masih membekas jelas di ingatan. Berhubung ini hari Minggu, gapapalah ya sekali sekali copas catatan kotbah ke blog :)) Meskipun ada ayat alkitabnya, topik ini ga sepenuhnya bahas soal ketuhanan kog. Malah lebih ke cara bergaul dan bersosialisasi.

Delete Toxic People in Your Life – Ps. Sidney Mohede

Buat beberapa dari kita, ini adalah masalah berat. Toxic itu racun, dan membuat kita mati secara perlahan-lahan. Stop, unfollow, dan unfriend teman-teman yang memberikan konteks negatif dalam hidup kita. Jangan izinkan orang-orang tersebut memberikan pengaruh buruk dalam hidup kita.

–> KERAS BRO. Love is patient, love is kind, tapi in some way lo disuru buang-buangin temen juga hahahah.

Ciri-ciri Toxic People:

  • Selalu negatif dalam tindakan & perkataan
  • Suka mengecilkan dan merendahkan orang lain
  • Sering menjelek-jelekkan orang lain
  • Suka membuat kamu berpikir buruk tentang dirimu sendiri

Amsal 22: 24-25, Jangan berteman dengan orang yang lekas gusar, jangan bergaul dengan seorang pemarah, supaya engkau jangan menjadi biasa dengan tingkah lakunya dan memasang jerat  bagi dirimu sendiri.

1 Korintus 15: 33, Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.

When people walk away from you, let them go. Your destiny is never tied to anyone who leaves you,  and it doesn’t mean they are bad people. It just means that their part in your story is over. God will never ask you to give up something without giving you something better in return.

Kotbah ini sedikit nyambung juga dengan another sermon yang kurang lebih berkata, “You are the average of the 5 people you spend the most time with.

Artinya, sebenarnya tanpa disadari, karakter kita, sifat kita, cara bicara kita, itu pasti mirip dengan 5 orang terdekat yang paling sering berinteraksi dengan kita. Dan ini somehow bener banget!!

Jadi sebenarnya saya memulai tahun 2017 ini dengan sebuah resolusi yang aneh tapi efektif sih, yaitu mengurangi teman huhahaha. Sounds weird, tapi efektif banget. Mengurangi teman bukan berarti saya jadi nambah musuh, cuma emang mengurangi waktu yang dihabiskan dengan orang-orang yang menurut saya kayaknya bakal cross path dalam hidup itu cuma bentar banget. Mending investasi waktu buat orang-orang yang kemungkinannya masih tetep berkomunikasi sama saya sampe tua renta nanti lebih besar ga sih?

Btw hasil “resolusi” saya ini sekarang berasa banget. Tahun 2017 ini saya jadi punya lebih banyak waktu untuk diri sendiri dan quality time sama keluarga atau teman-teman baik. Grup wasap emang masih banyak, cuma setidaknya saya ga semurah tahun lalu, yang mana setiap malam pasti adaaa aja janji heng ot di sebuah tempat. (Tapi kan dulu alibinya nyari pelarian yak demi move on hahaha). Walaupun memang alasan lain saya jadi memahalkan diri adalah karena udah berasa makin tua sih… kayak cape gitu ya sekarang kalo banyak basa basi atau main sampe larut malam…. 나 왜 이래…

Anyway! Gitu deh yah. Buat yang ga tegaan nolak tawaran main, latihan lah jadi orang tega. Buat yang susah move on, pikir-pikir lagi coba, itu orang akan bawa lo naik level atau tidak? Naik level secara intelektual, naik level dalam keimanan. Kalo ujung-ujungnya malah nyeret lo jadi makin alay… YA BHAY.

Who you spend most of your time with determine which influence you will get in your life. Kalau kamu terus menerus menghabiskan waktu dengan orang yang salah, kamu ga akan sempet ketemu orang yang benar.

Toxic people? Shoo shoo! (kibas-kibas pake sapu)

ps: Konten di atas ini saya tuliskan kembali berdasarkan kotbahnya Ps Sidney yaa.. bukan karangan saya sendiri. Isinya memang terlalu mengena jadi sayang kalau disimpan sendiri :)

Invisible di Gereja Sendiri

Setelah sekian lama, akhirnya hari ini gue bergereja di HKBP Menteng lagi. Walaupun sebenarnya gue sempet beribadah di sana satu kali pas gue “kabur” sebentar dari hutan bulan Desember 2014 yang lalu, gue memang sudah lama sekali ngga aktif di gereja itu. Begitu pula dengan keluarga gue. Padahal kami semua masih terdaftar sebagai jemaat di sana ;p Cuma yahh sejak rumah kami pindah ke ujung dunia dan mama jadi majelis di gereja lain, mau ngga mau keaktifan kami di gereja tersebut berkurang.

Anyway sore tadi, atas dasar mencari gereja yang di tengah kota dan waktu ibadahnya sesuai, gue dan kakak gue sekeluarga memutuskan ibadah jam 3. Gue sedikit excited karena emang rasanya udah lamaaaa banget ga ke sini. Dan gue selalu senang bergereja di sana karena memori masa kecil gue selalu terkuak kalau lagi ibadah di sana. Gue jadi inget masa masa sekolah minggu, inget acara acara Natal pas remaja, inget Ompung, dan banyak memori memori lain. Kalo kata film Inside Out sih, banyak “core memories” gue terbentuk di gereja itu. Meskipun salah satu yang paliiiinggg core banget mungkin warnanya biru, karena pas Ompung disemayamkan terakhir kali.

Anyway! Di tengah sibuknya imajinasi gue berkelana ke masa lalu, gue sadar banyak sekali hal yang berubah di gereja itu. Gedungnya beda. Nyanyiannya udah nggak cuma dari KJ, PKJ, dan NKB lagi. Musiknya lebih semangat. Song leadernya udah semakin mirip Worship Leader di gereja-gereja tetangga. Persekutuan pemudanya udah hampir semua orang baru.

Gue pun berkata sama kakak gue, “Gile, udah lama banget ya aku nggak ke sini, udah beda banget semuanya.”

Kakak gue mengiyakan. Tapi lucunya, setelah gue berkata demikian lantas sepasang suami istri yg duduk di belakang kami menyalam dan menyapa,

“Kamu borunya si Tiur ya? Waah apakabar?”
‘Baik tante, hehehe..’
“Waahh… udah ngga di Korea lagi kah sekarang? Udah for good ya? Duh mama pasti seneng yaa.. kamu lama banget kaan di Korea…”
‘Eh? Iya tante.. iya udah ga di Korea..’

“Lalu ini si abang ya? Waah udah lama banget ga ketemu.”
‘Iya tante, halo apakabar…’
“Trus ini temennya kah?” (Menunjuk kakak ipar gue)
‘Eh?’
“Waah.. kapan nih jadinya? Disegerakan aja yaa..”
‘Eerrrr….’
“Okedeh salam ya untuk mama papa!”
‘Iya tante.. mari oom…’

Beberapa detik kemudian gue, kakak gue, dan kakak ipar gue terdiam. Kemudian kami saling bertatapan. Lalu tertawa bersama.

Ternyata kami emang udah lama banget ya ga gereja di sana :3 atau emang segitunya nggak eksis aja selama ini.. hahahah :)) anyway, selamat hari Minggu! Semoga minggu ini pun banyak berkahnya.

xoxo,
Sali – yang sudah 2 tahun meninggalkan Korea dan abangnya sudah menikah hampir 2 tahun juga bahkan sudah punya anak berusia 9 bulan :))

14.01.14 – Hari Bersejarah

Beberapa hal kecil yang perlu diingat dari hari bersejarah ini:

1. Tuhan itu baik. Sudah berminggu-minggu Jakarta dan sekitarnya diguyur hujan dan dilanda banjir, tapi tepat pada hari Selasa, 14 Januari 2014 matahari bersinar cerah sekali :) Banyak tamu yang nanya, “Pake pawang ya?” dan kami hanya menjawab, “Nggak, cuma pake doa aja kog..” (kalo cuma pake shampo nggak nyambung soalnya)

2. Kalo emang nggak biasa pake heels, apalagi heelsnya sepatu baru pula, mendingan nggak usah sok. Seharian lari-lari pake sepatu baru super tinggi sukses membuat langkah gue kayak tentara mau perang dan bolak balik diprotes sodara, “Sali jalannya feminin dikit dong!” Okeh lain kali pake flats aja. Sip.

3. Harta yang paling berharga memang keluarga, tapi kalo nggak hati-hati si harta ini bisa bikin manusia saling membenci juga. Maaf untuk pihak-pihak yang kena omel karena ngalangin fotografer, atau dandannya lelet, atau seenaknya nyosor pengen ikutan prosesi dan terpaksa gue usir. Maaf sekali lagi, hamba khilaf dan di bawah tekanan. Plus kaki sakit juga. Maar torang samua basudara toh? *wink*

4. Pake korset itu nyiksa. Rajin-rajinlah berolahraga agar perut rata alami.

5. Punya rambut super pendek kadang berbuah baik juga. Ga perlu nyalon, ga perlu nyatok, tinggal kasi hiasan rambut dan selesai!

6. Selalu ingat, secape-capenya keluarga atau teman terdekat atau panitia pesta, tetep aja kedua mempelai itu yang paling cape. Capenya maksimal. Kita capenya baru seminggu, mereka capenya udah setahun. Jadi kurang-kurangilah mengeluh.

7. Kalau acara pernikahan kebetulan bertepatan dengan hari spesial lainnya, misalnya ulang tahun ibu atau bahkan ulang tahun mempelai wanita, jangan lupa rencanakan surprise party ^.~ tentu ini optional sih, hanya kalau masih ada energi tersisa saja.

8. Nah lalu kalau memang mau bikin surprise party dengan kue, sediakanlah kue yang kecil dan mudah dibawa. Ngangkat kue 3 susun pake heels setinggi harga diri itu agak ribet juga loh hahaha.

9. Makanan kurang ketika acara berlangsung memang bikin panik, tapi sebenarnya kalau dipikir dari sisi sebaliknya justru itu berkah sekali. Bayangkan betapa banyaknya orang yang datang memberi restu di acara spesial ini, sampai melebihi ekspektasi. Terberkatilah kalian!!

10. Senyum sepanjang hari itu susah ya ternyata huheheh mari berlatih senyum untuk hari-hari spesial berikutnya :D

J45A2704

Kaunangers dan oma!

J45A4422

Happy birthday Mama dan kak Melissa!

J45A4431

Pengiring pengantin dan kedua adik

J45A4504

Lain kali harus latihan nangkep bunga lebih baik lagi!!

J45A3194

Welcome to the family, beautiful bride :)

Long Way Home (Part 1 – Farewell and Japan Trip)

Sebuah postingan yang sudah mengendap di draft berjuta-juta tahun. Hehehe mari kita tuntaskan sebelum keburu lupa semuanya.

Jadiii in case ada yang belum tahu, gue yang hampir 6 tahun (4 tahun sekolah, nyaris 2 tahun kerja) tinggal di Korea ini akhirnya memutuskan untuk kembali ke Indonesia pada bulan September 2013 yang lalu. Kepulangan ini tidak diiringi dengan air mata darah melainkan tangisan penuh haru biru karena bisa dibilang gue udah lama menantikan ini ^.~

Namun namun namuun.. perjalanan gue dari Korea ke Indonesia tentu tidak ditempuh dalam 7 jam saja karena gue sempet nyangkut sana-sini dulu sebelum menginjakkan kaki di Jakarta.

Tercatat gue meninggalkan Korea itu tanggal 14 September 2013 dan akhirnya masuk Jakarta tanggal 6 Oktober 2013. Lumayan lama :D

Jadi.. nyangkut di mana sajakah gue? Inilah kisahnya.

KOREA

Detik-detik sebelum gue pulang sih tentu diisi dengan farewell sana sini. Heheh..

Bye Koreaaa

Searah jarum jam: makan-makan sama anak-anak gereja IWE (8 Sept 2013), makan malam 2 monster yang lapar mata dan berujung pada kekenyangan menghabiskan melon bingsu di 안양역 (11 Sept 2013), permainan jenga berdarah yang entah kenapa harus banget gue yang kalah?? hahah di pinggir sungai Han bersama anak anak IWE (8 Sept juga), farewell bersama adik kesayangan si Cresti Palupi yang makin hari makin sering dibilang mirip gue di Busan (6 Sept 2013), dan akhirnya cap “완전출국” yang dibubuhkan dengan sempurna di paspor gue, menandakan bahwa gue sudah meninggalkan Korea demi kebaikan dan ID card gue ditarik (14 Sept 2013).

Last Dinner
3S: Sali Sayang Semua

Tapi foto farewell paling sweet mungkin yang di atas ini, diambil dengan sempurna oleh sang timer, dengan tema “semua peluk saliii” heheh tapi akhirnya yang meluk Farra dan Apple doang juga sih;;; Ya anyway terima kasih banyak sekali teman teman kesayangankuuu hehehe all the best for all of you :) :)  – Kangnam, 13 September 2013.

JAPAN

Day One – 14 Sept

Menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di Jepang! Hehe naik AirAsia, siang bolong mendarat dengan sukses di Narita. Susah payah cari kantor pos untuk mengambil pesanan wifi portable yang sudah gue pesan sehari sebelumnya, juga tiket JR Pass yang membantu hidup gue selama di Jepang nanti biar bisa naik turun kereta sepuasnya.

Fyi, Jepang itu pelit wifi dan pelit alfabet. Jadi buat gue yang buta arah dan buta aksara di sana, gue tau gue akan butuh banget sambungan internet ke HP gue dan oleh sebab itu gue udah cari duluan perusahaan mana yang menyewakan wifi router mini yang bisa dibawa ke mana-mana. Waktu itu gue mesen yang kecepatan 42Mbps untuk 10 hari dan mengeluarkan 5,800 Yen sahaja untuk benda ini. Mahal emang, tapi worth it.

Sementara untuk  JR Pass.. hmm JR Pass itu gampangnya bisa diartikan sebagai magic ticket yang mengizinkan lo untuk naik kereta yang dikelola oleh JR company sepuasnya di Jepang. Gue beli yang harganya 284 USD untuk 7 hari, dan karena gue tau ini harga yang cukup mahal maka gue manfaatkan semaksimal mungkin tentunya hehehe. Ohiya JR Pass ini juga bisa dipakai untuk naik shinkansen, sementara normal price one way shinkansen dari Tokyo ke Osaka sendiri aja bisa 150 USD, jadi bayangkanlah betapa “ekonomis”nya kalau kita keliling Jepang pake shinkansen menggunakan si JR Pass ini.

JR Pass

Anyway day one gue dihabiskan dengan menyesuaikan diri dari rasa shock dan beradaptasi dengan kesendirian. Ahuhahah najis bener bahasa gue tapi iya sih, kalo ga salah day one gue cuma istirahat, lalu ngecharge semua barang elektronik gue, terus tidur deh. Postingan gue hari itu bisa dibaca di sini, dan sebagai catatan untuk diri sendiri waktu itu gue nginep di sebuah capsule guest house murah meriah untuk ukuran Jepang yang berada di Shinjuku. Namanya Ace Inn, gue nginep di Economy Floor dengan tarif 3,150 Yen per malam. Sekilas mengenai tempat ini, lokasinya cukup strategis (dekat dengan subway) dan petugasnya sungguh sangat ramah. Showernya bayar sih 100 Yen untuk 5 menit (atau 10 menit? lupa), tapi overall gue ga punya keluhan apa apa tentang tempat ini. Recommended!

Day Two – 15 Sept

Gue ke Hiroshima! Heuhehe. Tokyo ke Hiroshima naik Shinkansen itu memakan waktu sekitar 5 jam, jadi gue cabut dari Tokyo pagi/siang dan tiba di Hiroshima sore hari menjelang matahari terbenam.

Nyampe di Hiroshima, gue langsung check in di guest house berikutnya bernama Lappy Guest House, yang petugasnya sangat sangat lucu karena dia tidak bisa bahasa inggris jadi gue ngomong sama dia pake bahasa Jepang :3 bisa dibayangkan gue cuma Hai Hai doang sama sesekali Arigatou.. Gue nginep di Separate Dormitory untuk 4 orang dengan tarif 2,200 yen per malam.

Shinkansen, Hiroshima City, and Lappy Guest House

Dan demikianlah day two gue habiskan lagi-lagi dengan agak sia-sia karena cape di jalan dan cuma berhasil ngiterin daerah sekitar guest house untuk cari makan malam. Gagal menemukan okonomiyaki T.T tapi yasudalah.

Day Three – 16 Sept

Hari yang sempurna untuk berkelana di kota Hiroshima! Puji Tuhan cuaca ketika itu super sangat bagus, jadi gue berhasil naik city tour bus setempat dan bertandang ke Hiroshima Castle, A-Bomb Dome (dome yang kejatuhan atomic bomb dan masih berbentuk rangkanya sampai sekarang), Hiroshima Peace Memorial Park (museum tentang penjatuhan bom jaman perang dunia dulu), Ground Zero, dan nyebrang ke Miyajima Island untuk melihat Itsukushima Shrine – sebuah shrine di tengah laut. Lalu malamnya kembali menginap di si Lappy! Hehehe.

Itsukushima Shrine, A Bomb Dome, Ground Zero, Hiroshima Castle

Day Four – 17 Sept

Hari keempat iniiii adalah salah satu hari perjalanan panjang gue. Pagi pagi buta gue ngejar Shinkansen untuk pergi dari Hiroshima menuju ke kota di utaranya Tokyo yang bernama Nikko. Waktu tempuhnya sendiri sekitar 6 jam, dan gue ke mana mana itu bawa backpack dan barang-barang gue yang sebanyak dosa (gue ceritanya lagi pindahan negara lho hahaha). Jadi bisa dibayangkan sebenernya energi gue agak terkuras dengan pindah pindah kota yang super jauh ini. Mana random banget pula, gue jauh jauh ke Hiroshima buat liat foto korban bom dan naik ke Nikko buat melihat sebuah shrine (again). Hahahah untung shrine yang gue kunjungi, Toshogu Shrine, memang besar dan bagus.

Kota Nikko nya sendiri juga bagus banget sebenernya, di sana banyak spot-spot lain yang bisa dikunjungi. Tapi karena gue cuma punya 4 jam untuk mengeksplorasi kota tersebut, jadi yah gue cuma sempet ke si Toshogu Shrine.

Habis dari Nikko gue lalu mengejar kereta lagi dan pindah ke kota lain bernama Nagano. Gue bermalam di sebuah guest house lucu di Nagano bernama 1166backpackers. Gue nginep di female dorm untuk 4 orang dengan harga per malam 2,600 Yen.

Long Way Home2

Oiya saking randomnya gue, gue ga tau dong Nagano itu sebenernya di mana. Jadi gue sok asyiik aja pake baju seadanya dengan tas bawaan seberat berat beban hidup, lalu tau-taunya nyampe Nagano itu udah dingiiiin benar. Ya bukan dingin winter sih, masih dinginnya fall. Tapi kostum gue waktu itu belum siap untuk menyambut musim lain selain musim panas… :( Jadi moral yang didapat: cari tau dulu letak geografis kota yang akan Anda tuju! (ngomong ke diri sendiri)

Day Five – 18 Sept

Bangun pagi di Nagano, gue langsung cabut ke tujuan gue berikutnya yaitu Jigokudani Monkey Forest. Di sini lah kerandoman trip gue mulai mencapai puncaknya, ketika gue sadar bahwa tempat tujuan gue itu adalah sebuah hutan. Ya gue tau sih emang gue menuju ke monkey forest, tapi di otak gue “ah itu palingan kayak kebun binatang gitu.. naik bus, turun, masuk kebun, liat monyet, selesai“.

Tau-taunya nggak dong…… dari tempat nginep gue di Nagano gue masih harus naik kereta plus bus untuk mencapai tempat tersebut, dan gue menghabiskan 2 setengah jam untuk sampe di hutan. Dan pas di hutan itu pun gue sempet goyah karena gue masuk kepagian, nggak ada orang, dan gue sebenernya penakut kan di hutan…..

Huuu jadi ya begitulah, dengan kecepatan sangat lambat gue masuk hutan sampe akhirnya ketemu pos penjagaan di mana gue bisa nitip tas (akhirnya!!) kemudian masuk ke area di mana si monyet-monyet itu berada.

Nikko, Jigokudani

Sebenernya yang unik dari tempat ini adalah mereka, para monyet, punya hobi mandi di onsen. Tapi sayangnya gue dateng pas musim panas, jadi nggak ada satupun monyet yang nyemplung ke air. Semua sibuk nyari kutu di badan temennya masing masing.

Sepulang dari Jigokudani Monkey Forest, gue mampir dulu di Kanbayashi Onsen Guchi, yakni sebuah jalan yang kiri kanannya penuh dengan onsen. Lucu sih, pas gue ke sana gue beneran liat orang lalu-lalang pake yukata, karena mereka lagi mandi pindah pindah dari satu onsen ke onsen lainnya. Heheh. Kalo ga salah total ada sekitar 10 onsen di sana, dan gue diperbolehkan masuk ke salah satunya. Lumayan, numpang mandi habis masuk hutan sendirian pagi pagi.

Monyet-monyet Berjemur, Kanbayashi Onsen Guchi

Kemudian dari onsen gue balik ke Nagano, dan kemudian kembali keee Tokyo. Di Tokyo gue bergabung dengan teman seperjalanan gue berikutnya (yeayy akhirnya nggak foto pake timer lagi) dan kami lalu langsung bergegas naik bus menuju ke Osaka. Jadi yeap malam itu gue “menginap” di bus dalam perjalanan dari Tokyo menuju ke Osaka. Busnya dioperasikan oleh Willer Express, kami naik bus jam 24.30 dan tiba di Osaka 7.50. Bus kami bertipe double-decker tanpa bagasi untuk penyimpanan tas, jadi tas kami dititipkan di loker umum di subway station yang berbaik hati mau ngejagain tas kami untuk beberapa hari hehehe.

Day Six – 19 Sept

Bangun pagi, lusuh, bau, keringetan, laper, semua campur aduk. Untung gue sudah tidak sendiri lagi (ets) jadi at least ga musti takut nyasar karena peta langsung gue lempar ke partner gue yang mengaku lebih jago baca peta dari gue huhehehe. Nyampe di Osaka, kami langsung cabut ke guest house buat naro barang dan numpang cuci-cuci. Jadilah kami bergegas ke Hana Hostel yang lokasinya sangat strategis, yakni di Shinsaibashi.  Hana hostel ini salah satu group hostel murah berkualitas di Jepang, jadi sangat recommended!! Heheh tapi agak laris parah juga, jadi harus cepet-cepet book dari jauh jauh hari kalau mau menginap. (Gue sempet mau nginep di Hana Hostel Tokyo, Hiroshima dan Nagano juga, tapi sudah penuh)

Anyway keliling keliling Osaka kami cuma berhasil mengunjungi Osaka Castle, Shinsaibashi, Umeda Skye Building, dan sebuah daerah yang gue juga lupa namanya tapi tampilannya kayak pasar baru lengkap dengan jajanannya yang lucu lucu. Menyenangkan sih, tapi kalo boleh jujur badan gue udah hampir rontok semua hahaha jadi betapa bahagianya gue ketika malam datang dan akhirnya gue bisa mandi lagi properly (terakhir mandi beneran itu dua malam sebelumnya) dan juga tiduuur di tempat tidur. Heaven.

Osaka Temple, Umeda Sky Building, Osaka at Night

Day Seven – 20 Sept

Bangun pagi kuterus bertolak ke Kyoto :D

Namun berhubung kondisi badan dan waktu tidak memungkinkan, Kyoto yang sebenernya buanyak banget templenya itu akhirnya hanya kami sempat kunjungi dua spot menariknya yakni Kuramadera dan Fushimi Inari Shrine. Kuramadera itu memang udah jadi spot incerannya partner traveling gue, karena konon dulu di situlah sang jagoan pedang Minamoto no Yoshitsune berguru ilmu pedang pada Tengu King. Tempatnya di pelosok Kyoto, dan untuk mencapainya bahkan si subway harus menembus hutan hehehe. Agak shock pas masuk ternyata lagilagi harus semi naik gunung, tapi untung kali ini ada pemandu sekaligus mas mas yang ngangkatin tas hahaha :) (ampun tuan)

Kuramadera, Fushimi Inari Shrine

Lalu kalau Fushimi Inari itu si shrine dengan 1000 gerbang merah. Udah banyak sih fotonya beredar di internet, dan gue sempet liat banyak temen gue ke situ juga. Jadi dengan sisa waktu dan tenaga yang ada kami mampir ke situ baru kemudian mengejar Shinkansen kembali ke Tokyo. Mulai malam itu gue jadi anak Tokyo lagi.

Day Eight – 21 Sept

Hari kedelapan gue dipenuhi oleh keliling keliling Tokyo demi memuaskan hasrat terpendam sejak kecil. Pagi pagi ke Tokyo Tower untuk lihat pameran Doraemon (memuaskan hasrat gue) lalu habis ikut ke Odaiba demi lihat gundam raksasa (memuaskan hasrat si kakak). Habis itu kami ke……. mana lagi ya? Hahahaha sial cuma ke dua tempat itu doang ternyata. Di Odaibanya sendiri lama sih muter-muter, jadi agak makan waktu. Pulangnya mampir ke Shibuya dulu untuk lihat Hachiko di malam hari, yang ternyata lagi dikepung sama manusia manusia perokok Jepang.

Tokyo Tower: Doraemon Exhibition, Odaiba: Gundam raksasa, Legoland, Rainbow Bridge

Day Nine – 22 Sept

Masih menjadi anak gaul Tokyo, hari ini kami dapet guide lokal! Huhehe jadi spot yang dikunjungi adalah Shibuya (demi foto sama Hachiko), Harajuku (mau nyari cosplay tapi nemunya taman nan asri), Akihabara (sok sokan mau masuk maid cafe tapi akhirnya batal juga), Asakusa (daerah turis yang cukup lucu), dan Tokyo Skytree (tapi nggak masuk karena udah habis tiketnya hahaha). Malamnya karena gagal ke Skytree, kami kembali ke daerah Asakusa lalu menikmati hidangan makan malam di sana.

Shibuya, Asakusa Shrine, Akihabara, Tokyo Skytree, Harajuku

Day Ten – 23 Sept

Hari terakhir!! Hebat banget gue ternyata nggak punya foto di Jepang pada hari terakhir. Hahah kayaknya gue terlalu lelah karena harus packing dan siap siap terbang lagi, kali ini makin jauh dari Korea yang pernah gue sayangi (sampai sebelum masuk kerja).

Pagi-pagi bertolak ke Narita, lalu naik Malaysian Airlines menuju Kuala Lumpur. Final destination gue sebenernya Hanoi, tapi pesawatnya transit di Kuala Lumpur semalam, jadilah gue punya waktu untuk mampir ke Petronas Twin Towers dan mejeng bentar.

Malam itu gue nginep di BackHome hostel dengan tipe kamar 4 Bed Mixed Dorm seharga 46 Ringgit per malam. To be honest itu pertama kalinya gue nginep di mixed dorm (sebelumnya di Jepang sempet tapi capsule, jadi lebih private) dan gue sempet grogi ketika roommates gue tidur nggak pake kaos >.< hahaha untung gak pada ganti celana di kamar juga, kalo nggak gue bisa mimisan di tempat kayanya.

Petronas

Anyway sekian untuk sepertiga perjalanan pulang gue. Special thanks to kakak matahari pagi yang sudah rela “nganter” sampe ke Narita (hahaha pengorbananmu besar di surga kak) dan Jess yang udah jadi fotografer sebentar, juga temannya si kakak yang bersedia jadi guide lokal.

(to be continued..)

Tuhan, kenapa sih Tuhan harus menciptakan kecoak?

Sehabis latihan di Gereja…

Tok gue duluan yaa..”

‘Yoo hati-hati di jalan sal..’

Grad gue balik dulu yaa deeee..”

‘Iyoo..’

Maka berjalanlah seorang saya ke arah tempat parkir. Ambil kunci, tekan tombol unlock, pintu mobil terbuka, dan untuk sesaat saya terhenyak. Itu.. makhluk kecil berwana cokelat ada kumisnya panjang yang barusan ada di jok mobil saya… apa ya? Kog larinya cepat sekali ke arah bawah jok. Shit, itu kecoak??? Argghhh becanda lo di mobil gue ada kecoak???

Gak pake mikir, pintu mobil saya banting dan saya berlari kembali ke arah gedung gereja. Dengan langkah kaki super cepat saya telepon kedua adik adik manis saya tadi, tapi gak diangkat. Untung salah satunya masih lagi jajan di depan gereja dan satu lagi baru keluar dari gerbang. Sedikit memelas saya berkata,

Tok gue tau ini aneh banget tapi plis banget bantuin gue..”

‘Kenapa sal? Ga jadi balik lo?’

“Ga bisa pulang gueeee….. di mobil gue ada kecoak. Plis banget lakukan sesuatu atau gue ga bisa pulang beneran. Pleeaasseeee..”

‘YAELAH SAL!!’

“Pliiss ayo sini ikut ke mobil gueee huuu udah mau nangis nih gueeee”

Di saat itu adik yang satu lagi bergabung, dan lengkaplah pasukan pembasmi kecoak saya.

‘E kenapa si ribut ribut? Ada apaan si?’

“Nah grady lo juga sini ikutan ke mobil guee tolongin gueeeeee”

Grad kalo lo tau ini apaan lo pasti bakal bilang NGGAK BANGET.’

‘Hah paan sih?’

‘Ada kecoak di mobil die dan kita disuruh bunuhin.’

‘AH ELAH SAL!!!’

(siap-siap nangis)

15 menit kemudian saya pun hanya bisa teriak teriak di trotoar sambil kedua adik-adik manis itu ngecekin seisi mobil pake senter. Mereka kekeuh bilang kecoaknya ga ada dan saya hanya berhalusinasi. Saya juga lemes sih pas mereka bilang ga ketemu.. huu kenapa ga ketemu?? Kalo tiba-tiba pas lagi nyetir terus dia ngegerayangin kaki saya gimana? Kalo tiba-tiba dia nongol di kaca gimana? Kalo dia BISA TERBANG, GIMANA???

Ngebayanginnya aja udah cukup bikin saya lemes selemes lemesnya. Tadi saya sempet kepikiran untuk ninggalin mobil dan pulang naik taksi, tapi mengingat jarak gereja ke rumah saya itu bisa 2 jam sendiri, rasanya nggak mungkin banget naik taksi. Dan saya sadar bahwa tingkah saya ini konyol banget, saya sampe nyuruh mereka ngecek bagasi dan buka kap mesin untuk memburu si kecoak laknat itu. Hadeuh…. umur udah mau 24 tapi liat kecoak aja bisa nangis.

Tapi gimana dooonggggg itu kan kecoaaaak T___T

  “takuuuut kakaaakkk tolong lakukan sesuatu dengan makhluk ituuu”

Anyway endingnya adalah saya akhirnya pulang juga sih. Masuk ke mobil dengan super takut.. awalnya gak mau nutup pintu saking seremnya, tapi dipaksa oleh adik saya itu dan dia juga yang nutupin dari luar, jadinya saya terpaksa duduk. Sempet kepikiran juga apa nyari tempat cuci mobil 24 jam biar minta dibersihin sama mas-masnya sampe ke dalem dalem, tapi kog gak masuk akal juga…

Jadi akhirnya dengan kecepatan tinggi ya saya melaju pulang lah. Sambil terus menerus memanjatkan doa dalam hati biar kecoaknya gak tiba-tiba nongol. Dan sambil minta kekuatan serta penghiburan juga dari kakak F via telepon (tenang, ada handsfree kog) supaya saya ngobrol terus di jalan dan konsentrasi sedikit teralihkan dari topik sang kecoak laknat. Walaupun ujung-ujungnya itu aanak malah ngisengin saya soal kecoak sih.. cuma akhirnya tiba di rumah dengan selamat kog. Puji Tuhan.

Phew…. perjalanan pulang paling menyeramkan dalam hidup.

Walk in the Light

Just some notes I took during the sermon last week….

The easiest thing to do → is to sin.

The worst thing to do →  is to try to deny it. Sin never gets smaller when you don’t admit it and pretend that you never do it. We ARE sinners.

The hardest thing to do →  is to confess it.

The BEST thing in the world to do  → is to walk in the light.

I John 1 : 5-10 (NIV)

5 This is the message we have heard from him and declare to you: God is light; in him there is no darkness at all. 6 If we claim to have fellowship with him and yet walk in the darkness, we lie and do not live out the truth. 7 But if we walk in the light, as he is in the light, we have fellowship with one another, and the blood of Jesus, his Son, purifies us from all sin.

8 If we claim to be without sin, we deceive ourselves and the truth is not in us. 9 If we confess our sins, he is faithful and just and will forgive us our sins and purify us from all unrighteousness. 10 If we claim we have not sinned, we make him out to be a liar and his word is not in us.

Nighty nites, Seoul.

Malam yang sangat emosional – 외국인예배 terakhir

Aneh rasanya ngepost beginian untuk publik, tapi iya malam ini saya mewek sejadi-jadinya pas kebaktian bersama anak indo di sekolah alias 외국인예배 (tergerak sih pengen banget ngepost tentang ini dan kasi foto-foto tapi malam ini terlalu larut).

Seinget saya (dan seinget temen-temen saya) saya belom pernah nangis di depan umum karena saya super anti akan hal itu, tapi tadi itu buset deh… kalo ga inget hari ini pake eyeliner dan dress bagus kayanya itu mata udah saya kucek kucek dan ingus udah saya peperin di mana mana deh :$

Hahaha ga sejorok itu juga sih cuma yah, saya bener bener ga tahaann. Mengawali minggu ini rumet saya udah bilang “wah hari senin terakhir lo di busan nih sal”, terus tengah tengah minggu saya udah panik peking sana sini tapi belom kelar kelar juga, dan sekarang udah hari JUMAT, artinya satu minggu sudah hampir habis dan waktu saya bener bener lenyap bentar lagi. EMO TOTAL ㅜ____ㅜ

Emang sih saya belum tanda tangan kontrak, belum dapet rumah, dan visa pun belum diurus, tapi yah dengan doa dan iman saya mempersiapkan diri aja deh untuk meninggalkan Busan, which is susah bener soalnya semua bener-bener berasa serba terakhir :”(

Kembali lagi ke cerita awal, iyah jadi hari ini adalah acara 외국인예배 terakhir saya. Dari kemarin adik kelas saya udah suru hari ini pake baju bagus, dan tanpa menolak saya mengiyakan perintah mereka, karena saya tahu ini adalah 외국인예배 terakhir saya.

Terakhir.

Men… terakhir. Saya masih bisa inget 외국인예배 saya yang pertama, dengan ada kakak kelasnya Daniel, Jeany, plus kakak-kakak UPH. Saya masih bisa inget 외국인예배 saya di kelas dua, ketika ibu saya datang dan saya bertugas main piano. Saya masih bisa inget 외국인예배 saya di tahun ketiga, ketika kami dapet tempat yang super nyaman dengan grand piano tapi suatu malam digedor tetangga ngamuk sampai kami semua ketakutan. Dan ofkors.. saya juga inget 외국인예배 mengawali tahun keempat saya semester lalu, yang tidak bisa saya hadiri karena saya cacar!! (ga hadir tapi kog inget ya? hehehe)

Cuma yah.. memori-memori itulah yang keflashback di otak saya ketika Novel rame-rame ngajak kami semua berdoa untuk anak-anak tahun keempat yang akan segera lulus. Dan pas dia secara khusus menyebut nama Sali dan Karen yang minggu depan udah meninggalkan Busan, wetsss air mata mulai berlinang. Ditambah lagi pake acara nyanyi 이 시간 너의 맘속에 (kapan2 saya post lirik dan translate-annya, kalo ga lupa :D ) bersama, aduuh mewek wek wek. Dan emang adik-adik kelas tega.. pas air mata udah kering, tetep aja ya endingnya pake acara peluk-pelukan sama semua orang. Oh tidak. Gue pun langsung meledak pas meluk tante Seo, dan dilanjutkan pelukan pelukan lainnya.

Hiks :'(

I feel so much loved, aaand blessed. Thank you Jesus, dan terima kasih teman teman serta adik adik kelas yang manis. Mari tidur dengan hangat.

Doa Seorang Anak yang Tidak Tahu Diri

Tuhan yang baik..

Terima kasih sudah merelakan anak-Mu untuk mati dan bangkit kembali bagi kami. Kami tahu, kami adalah ciptaanMu yang cerdas, tapi kami sering bertindak bodoh dan tidak mengabaikan perintah-perintahMu. Maaf >.<  Dan hari ini, adalah hari Paskah! Hari ini kami bersukacita karena kami diingatkan bahwa dosa kami telah ditebus dan nilai kami telah dibayar lunas! Yey! Walaupun sali jauh dari sanak saudara dan keluarga, sali bersyukur punya teman-teman di sini yang sangat baik dan masih bisa merasakan keajaiban Paskah di musim semi yang indah ini :)

Tapi Tuhan…

Saat ini sali lapar dan sali masih ngebet pengen makan telur ceplok, telur dadar, telur orak arik, telur omelet pake keju, telur rebus dimakan pake garam dan lada, dan segala jenis masakan telur lainnya. Gimana nih Tuhan?! Paskah tidak lengkap tanpa pesta telur, tapi aku tak kebagian telur hari ini hiksss    T_____T

sepatu baru

mengapa sepatu baru selalu menyakiti kaki yang tak berdosa? mengapa ia tidak pernah senang membiarkan tumit sang pemiliknya mulus tanpa warna merah bekas kulit terkelupas? dan mengapa sang pemiliknya juga begitu bodoh hingga ia memaksakan kakinya bersakit-sakit dalam perjalanan pulang-pergi Gereja di hari ke-12 ini?

ah. padahal sepatu hitamku itu tidak pantas lagi disebut sepatu baru. karirnya sebagai sepatu sali sudah dirintis sejak beberapa bulan yang lalu, namun tetap saja ia mengecewakanku.

sabtu, 28 juni 2008

hari ke-11

-sesi 1-

cuaca : hujan sepanjang hari.

bangun pagi jam : 9.00, bangun oleh telepon sarita.

tempat yang didatangi : sebuah sekolah di daerah Heundae.

kegiatan yang dilakukan : duduk, menonton, bercengkerama, bergerak, bermain, makan.

rencana awal, lama waktu yang dihabiskan di tempat itu : sekitar 3 jam saja.

nyatanya, lama waktu yang dihabiskan di tempat itu : sampai 6 jam.

games paling disuka : dodge ball.

pengalaman paling berkesan : dianterin pulang sama Moksanim (ga perlu kehujanan :D )

-sesi 2-

tempat : kamar 1202.

yang dilakukan begitu memasuki tempat : memeluk guling, tidur.

pengalaman paling berkesan : mengangkat telepon ketika tidur (ga inget ngomong apa aja :p )

lama kegiatan berlangsung : sekitar 3 jam, terbangun karena guncangan oleh jeje.

kegiatan selanjutnya : makan mie dan mandu dan cheetos.

bagian favorit : bercerita bersama fenny, ovi, jess, dan jeje.

bagian yang kurang : acha.

-sesi 3-

lokasi : depan komputer.

program favorit : msn messenger, nate on, yahoo messenger.

total manusia yang memanggil : 13 orang.

lama kegiatan berlangsung : lebih dari 3 jam? kurang tau juga.

hal paling berkesan : acha online.

kejadian paling langka : tiba tiba semua teman baik saya muncul.

perasaan sekarang : sedikit lapar, banyak mengantuk, sungguh senang, luar biasa ingin pulang.