Pesta Kembang Api (Part 3)

Seminggu yang lalu saya menikmati tontonan indah di pinggir pantai. Seminggu yang lalu saya kedinginan di pinggir pantai. Seminggu yang lalu saya jerit-jeritan kayak orang gila saking bagusnya apa yang saya lihat dari pinggir pantai. Seminggu yang lalu saya makan malam di pinggir pantai…

Oke ini mulai ga penting. Pokonya, inilah tontonan yang saya nikmati seminggu yang lalu di Gwangahnli. Momen yang sukses membuat saya histeris saking bagusnya… Enjoy!

 

Pesta Kembang Api (Part 2)

Seperti yang sudah saya khawatirkan sebelumnya, efek menonton kembang api di musim gugur memang sukses membuat hati saya gak karuan. Antara senang dan sedih, antara bahagia dan miris. Dua tahun lalu saya menikmati pemandangan ini dalam keadaan lugu, norak, dan tak berpacar, dan rupanya tahun ini pun kondisinya tidak terlalu berbeda jauh : masih saja lugu dan norak liat kembang api besarnya ga karuan, dan naasnya, masih saja tak berpacar. Hahaha ok ok I’ll stop being so desperate about having no boyfriend. Tapi emang faktanya nonton kembang api ini kurang lengkap kalau tidak bersama orang-orang yang dikasihi..

Huaa.. kangen semuanya.

Pesta Kembang Api (Part 1)

Dar dar dar

Bunyi kembang api

Dar dar dar

Suaranya sangat mengundang mata ingin menengok ke arah langit

Dar dar dar

Rasa hati ingin berlari ke pantai, apa daya hanya bisa menonton dari jendela kamar

Dar dar dar

Memori setahun yang lalu terkuak kembali, disertai rasa perih di hati

Dar dar dar

Etss… rasa perih? Enggak deng. Semuanya tergantikan dengan rasa lega.

Dar dar dar

Ah.. mendadak jadi ingin makan telur dadar.