A Birthday Prayer

Dear Sali, happy birthday! Senang bisa kenal Sali selama 5 bulan terakhir. In a way, I’m happy you left your tab on that bus, dan pool busnya kok pas searah jalan pulang ke rumah gue. Memang gaada yang kebetulan kan. 😁

I feel really energetic and passionate when you’re around! Itu kualitas Sali yang paling luar biasa, karena Sali memang orang yang sangat menyenangkan! Jadi doa pertama adalah semoga Sali selalu bisa jadi sumber keceriaan buat keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Doa kedua, semoga di umur yang baru Sali makin dekat dengan Tuhan, makin dekat dengan orang tua dan keluarga terdekat, dan selalu ada di komunitas positif yang bisa mengeluarkan seluruh potensi yang ada di dalam diri Sali, sehingga Sali bisa jadi berkat buat teman-temannya.

Doa ketiga adalah untuk semua harapan-harapan Sali, baik karir, kuliah master (kalo ada rencana), relationship, kucing-kucing yang lucu and all the desire of your heart. Check out Psalm 37:4 (NKJV).

I care a lot about you and I pray that God will always protect your path and hug your dreams. Once again, happy birthday!

image

Dari seorang teman yang ngucapin Selamat Ulang Tahun dengan tulus sebanyak DUA kali setahun ini :D God bless you too, B! :)

Life’s Good

So! Gue berasa hutang cerita banyaaaak banget. Sama diri gue sendiri tapi. Hahaha. Karena gatau juga siapa yang butuh life updates gue :p Tapi yah buat bekal bahan bacaan gue sambil nostalgiaan di masa depan, I will write those down in points:

– SATU –

I’m now an office worker! Setelah setahun kerja di hutan dan main di sungai, akhirnya gue kembali menjadi pekerja kantoran di dalam gedung dan berkamar mandi baik. Gue ngga bilang gue budak korporat lagi, karena somehow kerjaan yang sekarang jauh lebih manusiawi. Masih di perusahaan Korea, (go check http://www.elevenia.co.id) namun suasananya jauh berbeda dengan kantor L. Teman-teman bermainnya juga menyenangkan, karena gue berkesempatan bekerja bersama teman-teman kuliah gue di Korea dulu, dan bertemu dengan banyak kawan-kawan baru yang super asyik :D Love!


 

– DUA –

Gue ngekos. Bertahun-tahun hidup jauh dari rumah membuat gue sadar bahwa gue…… memang prefer tinggal sendiri. Bukannya ngga kangen mama papa, tapi somehow gue merindukan kebebasan untuk.. ngapa-ngapain. Hahah lagian kantor yang sekarang lokasinya sangat jauh dari rumah. Well, lebih tepatnya emang rumah gue aja yang kejauhan T.T

Tapi! Ada baiknya gue ngekos. Gue jadi jauh lebih menghargai waktu yang gue punya dengan keluarga. Kalau lagi berakhir pekan dan pulang ke rumah, rasanya hepi maksimum! Apalagi kalau udah main main sama keponakan yang makin lama makin ga mirip gue mukanya :( (Dia makin cantik dan gue makin tua)


 

– TIGA –

Gue mendaftarkan diri gue sendiri untuk ikut gym!! Ini gila sih. Gue ga pernah suka olahraga sebelumnya, tapi seiring badan menjadi semakin tua dan kegiatan sepulang kantor semakin tidak bervariasi, akhirnya gue memutuskan untuk mencoba sesuatu yang baru dan menggerakan badan gue lebih banyak. Terus gue gym deh di samping kantor. Biasanya cuma ikut lari-lari kecil atau yoga sih. Tapi lumayanlah ya keringetan…

Oiya sejalan dengan ini, gue juga jadi doyan ikut event lari. Ngga yang hebat-hebat amat sih, biasanya lari cupu jarak pendek. Tapi lumayan, terakhir kali ikut run 5K, pulang pulang menang doorprize dapet setrika gratis heheh.


 

– EMPAT –

Gue… menggembil? Hahah ga tau pasti udah naik berapa kilo, tapi gue sangat berasa celana gue menyempit. Ga ngerti juga ini hal baik atau buruk, karena banyak yang bilang selama di hutan kemarin gue kurusan. Tapi gue lebih suka celana gue  longgar sih… kalo sempit gini kan jadi khawatir….

Lalu tangan juga… mulai menunjukkan tanda tanda mengembang….


 

– LIMA –

Kaki gue semakin panjang, alias gue jadi males diem aja :”( Pulang kantor adaaa aja kegiatan. Ketemu si ini, nonton sama si itu, janjian di sini, lari di sana, diajak meeting ke sini, rame-ramein acara ke sana. Untungnya Tuhan masih baik memberi gue rezeki cukup untuk ngegrabbike ke mana mana dan tenaga yang oke untuk selalu semangat! Hahah di satu sisi emang gue jadi keterusan aja sih pengen tetap aktif berkegiatan sejak pensiun dari Pengajar Muda, dan di sisi lain emang gue butuh distraction…. karena… you know why..

 

Heheheh anyway! Happy Monday! Excited sekali melewati minggu ini, karena di penghujung pekan bulan favorit Sali akan segera datang <3

10 things 10 years ago Sali should know…

Ngorek-ngorek harddisk hari ini, dan menemukan draft tulisan beberapa bulan lalu. Dibuang sayang, dipost pun agak gak relevan di poin terakhir. NAMUN! Gue mencoba tetap mempublish tulisan ini agar sedikit lebih otentik, sekaligus sebagai pengingat bahwa memang banyak hal yang akan berubah dalam hidup, tapi ya lo tetap harus hidup. Jadi selamat menikmati, but please be aware that the last point doesn’t count anymore.

Nanga Bungan, 19 Januari 2015

10 THINGS 10 YEARS AGO SALI SHOULD KNOW

Age when writing: 25

Ten years ago: 15, kelas 1 SMA, di Jakarta

10 tahun yang lalu kurang lebih Sali bentuknya seperti itu :D

  1. Teman-teman terdekat yang lo miliki saat ini akan tetap menjadi teman-teman terbaik lo sampai 10 tahun ke depan (and counting) meskipun selepas SMA kalian akan terpisah jauh selama bertahun-tahun. They are the best.
  2. Lo sama sekali nggak sia-sia udah merelakan malam minggu lo untuk les renang selama 2 tahun. Sepuluh tahun lagi lo akan hidup di hutan dan bergantung pada sungai, jadi bersyukurlah setidaknya lo sudah punya basic mengapung di air.
  3. Jempol kiri lo masih nggak bisa digerakkan? Relakan sudah. It’s been… 7? 8? years since the accident, dan lo tetap bisa melakukan segala hal dengan baik termasuk main piano. Jadi nggak usah terlalu diambil pusing, soalnya toh 10 tahun ke depan (dan sepertinya untuk selamanya) jempol itu nggak pernah sembuh.
  4. Tentang les piano… hmm….. lo bakal kaget nggak kalau bahkan 10 tahun ke depan lo akan tetap bisa main piano dan menemukan bahwa kemampuan itu sangat membantu lo dalam bersosialisasi dan melayani Tuhan? Jadi berlatihlah dengan baik, ngga usa banyak bolos, karena toh waktu lo untuk les hanya tinggal beberapa tahun lagi.
  5. Mimpi lo untuk sekolah di luar negeri dan tinggal di asrama bersama teman-teman yang manis akan menjadi nyata beberapa tahun lagi. Tapi luar negerinya pasti belum terbayang sama sekali ya di kepala lo? Yang pasti dia bukan negara berbahasa Inggris dan menggunakan alfabet. Tapi tenang aja, hidup lo akan berubah banyaaaak sekali di sana, dan lo akan menemukan banyak hal baru.
  6. Di antaranya lo akan menemukan bahwa lo ternyata berani juga ikut organisasi, even jadi ketuanya! Surprise surprise! Jadi coba itu formulir pendaftaran OSISnya buruan diisi, dia akan menjadi langkah awal lo loh :)
  7. Di negara tidak berbahasa Inggris itu lo juga akan mendapatkan pengalaman lain selain sekolah, yaitu bekerja di perusahaan raksasa dengan budaya yang lo sangat tidak familiar. Penuh dengan senioritas dan kerja keras. Tapi again, lo akan belajar banyak di situ. Dari mulai mengatur keuangan, patuh pada atasan, bekerja di bawah tekanan, sampai mengatasi jerawat.
  8. Dandanan lo masih kayak cowok? Tenang, lo sendiri yang tahu lo tidak dengan sengaja berpenampilan tomboy. Lo cuma males aja beli baju dan nggak punya duit untuk belil sepatu lucu. Pada akhirnya ketika lo sudah bisa menghasilkan uang sendiri penampilan lo nggak akan terlalu berantakan lagi kog. Lo akan mulai tertarik dengan segala dress elegan, alat make up, kuteks warna warni, aaand shoes!! Yess lo akan menemukan cinta kedua lo di sepatu, meskipun seringkali dompet lo berkata tidak. Jadi semacam cinta tapi benci gitu.
  9. Ngomong-ngomong soal cowok, surprisingly cowok-cowok yang lo kenal sekarang (yang jumlahnya sangat sedikit itu) akan tetap menjadi teman-teman lo untuk 10 tahun ke depan, walaupun pertemanannya sebatas di media sosial. Nah dua dari cowok yang sudah lo kenal saat ini akan menjadi pacar-pacar lo, walaupun akhirnya putus juga sih….
  10. Namun no worries! Pada akhirnya lo akan menemukan seseorang yang berbaik hati rela menjadi pacar lo dan bahkan meminta lo menjadi istrinya. Dia bukan pangeran berkuda putih ataupun si badboy 구준표, tapi dia adalah segalanya yang lo butuhkan. Smart, determined, patient. Dan mau mengerti lo!! Ini yang paling penting! Kalau saat ini lo pikir lo adalah perempuan paling simple dan nggak ngerepotin yang pernah ada di dunia, apparently 10 tahun lagi isi kepala lo tidak demikian lagi! Dan ini cukup menjengkelkan sehingga butuh skill khusus untuk menangani lo. Syukurnya laki-laki yang satu ini berani dan bisa. Dia akan membantu lo lebih mengenal diri lo sendiri dan menemukan jalan hidup lo. And he will be your sunshine, your only sunshine. Just like his name :)

^_^

Tambahan dari Sali di hari Rabu tanggal 14 Oktober 2015:

11. Saat ini lo ga kebayang hidup lo kayak apa? Lo penasaran masa depan lo bakalan begimana? Lo pengen cepet-cepet tua karena lo pikir kalo lo tuaan dikit lo akan lebih mengerti tentang hidup? Well, ini spoilernya: 10 tahun kemudian pun lo akan tetep ngga ngerti apa apa!! Hahahah lo akan tetep bingung jalan mana yang harus lo pilih, dan lo akan menjadi semakin bingung kalau ngeliat hidup lo ke belakang, kog belok belok banget?? Ngapain aja gue selama hidup?? Hehehe BUT! Tenang, di saat-saat seperti ini marilah kita menjadi sedikit terang dan mengingat lirik lagu I don’t know about tomorrow, but I know who holds my hand!!  :))

So take it easy, especially on yourself, and enjoy the ride. 

“Karena setiap cerita bisa dituliskan berbeda..”

Papi Amat Amat Baik

Jadi ceritanya kepala sekolah kami namanya Pak Amat. Orangnya baik hati dan sederhana. Kami menempati rumah dinas guru yang sama. Sebagai sesama pendatang, ternyata kami (sejauh ini) cukup kompak. Pak Amat juga orangnya sangat baik. Berikut cuplikan kisah kami.

Ketika waktu telah menunjukkan pukul 1 siang, dan tumben-tumbenan kelas 3 belum pulang karena masih banyak siswa yang belum mengerti cara perkalian dan pembagian…

*gedubrak* (pintu kelas terbuka)

“Belum selesaikah?”

‘Belum Pak Amat…’

“Kenapa?”

‘Anak-anak belum selesai mengerjakan tugas…’ (sambil menunjuk 5 anak di kelas)

“Jangan terlalu lama, sudah siang. Nanti kamu lapar.”

‘Heheh iya siap bos.’

“Pulang langsung makan ya.”

‘Okee….’

dan kelaspun segera saya bubarkan

 

Ketika botol-botol minum air saya di rumah sudah kosong…

“Kumasakkan air ya”

‘Kenapa?’

“Itu air minummu kan sudah habis” (sambil menunjuk botol-botol air matang yang sudah kosong)

‘Aih…. makasih Pak Amat’

 

Ketika pada suatu hari secara serempak seluruh murid saya tidak ada yang mau mendengar kata-kata saya sehingga tekanan darah saya naik drastis dan suara saya tidak bisa biasa lagi di kelas…

“Tadi marah ya sama kelas 3?”

‘Iya.. ndak ada yang mau dengar kata-kataku. Berisik semua.’

“Hahaha… ndak usah terlalu serius.. nanti nuan yang cape..”

‘Iya huhuhu’

“Nih makan.”

 

Ketika tahu saya suka ikut orang memancing (walaupun ujung-ujungnya cuma makan kue di perahu)

“Lihat deh!” (sambil memamerkan bambu kecil tipis cantik)

‘Apa nih Pak Amat?’

“Bambu..”

‘Dari mana?’

“Dari Kakek Saung di seberang. Mau kubuat pancing.”

‘Pancing? Untuk Pak Amat?’

“Ndaak… saya lebih suka jala daripada pancing.”

‘Lalu?’

“Ini mau kubuat pancing untukmu.”

‘Yaampun Pak Amat… terima kasih…’

“Iya kasian kan kalau pergi mancing harus pinjam orang terus.”

‘….. (terharu)’

“Tapi nanti latihan pegang cacing ya. Sia-sia pergi mancing tapi ndak bisa pasang umpan.”

‘ -__-“ ‘

 

Ketika sedang kecapekan dan hendak mengurung diri di kamar tapi lalu anak-anak memanggil…

“Bu Guru…”

(tidak menjawab)

“Bu Gurruuu…”

(masih tidak menjawab)

“Bu Guurruuuuuuu…”

‘Bu Guru tidur! Dia istirahat! Sudah kalian pulang dulu sana!’

(akhirnya malah Pak Amat yang menjawab)

 

Ketika saya ngidam ingin punya pohon Natal di rumah tapi apa daya yang keangkut cuma lampunya aja…

“Pak Amat hias meh dindingnya pakai lampu ini…”

‘Lampu apa?’

“Lampu kelap-kelip ini…”

‘Buat hiasan kayak apa?’

“Buat pohon Natal..”

Aoookkk meeh…’

 

Merry Christmas 2014

Taraaaaa~~ Selamat menjelang Natal! :)

Selamat Ulang Tahun, Ibu Guru Sali

So apparently gue ulang tahun lagi…

Dan kali ini ulang tahun gue dirayakan tanpa SMS, tanpa telepon, tanpa whatsapp, dan tanpa Facebook :)

Sensasinya lucu, karena baru pertama kali ini gue merayakan sesuatu di tengah tengah orang yang baru saja gue kenal namun ternyata sangat-sangat perhatian sama gue. Plus perayaannya penuh tepung dan telur, bersama puluhan bocah-bocah berseragam SD.

Terima kasih Tuhan untuk umur baru yang Kau limpahkan, ajarilah Sali supaya selalu rendah hati dan tetap melekat di bawah kaki-Mu :)

Happy 25th, Sali.

Indonesia!

Tulisan ini dibuat pada hari Selasa, 6 Mei 2014.

Hai semua. Senang sekali rasanya jari-jari ini bisa mengetik lucu di atas keyboard komputer. Sudah beberapa minggu belakangan ini hidup saya hampa tanpa gadget huhehe. Kenapa tanpa gadget? Karena saya saat ini sedang berada di camp karantina Indonesia Mengajar yang mengharuskan saya berpisah dari segala jenis alat elektronik setiap hari Senin sampai Sabtu. HP baru dikembalikan dan bisa digunakan hanya hari Minggu. Untung kemarin akhirnya kami dapat hibahan netbook unyu jadi saya bisa kembali autis, walaupun tanpa internet :3 Oiya netbook baru ini saya namakan Aspirin.

Anyway beberapa update terkini tentang saya:

  1. Setelah resign dari kantor terakhir, saya sempat kabur dari kepenatan sejenak dengan tamasya ke Thailand dan Korea. Senang sekali rasanya bisa refreshing setelah sekian lama. Sayang waktu itu nggak sempat ngeblog juga, jadi kalau ditanya detil itinerarynya saya agak lupa lupa inget. Yang pasti saya super happy karena bisa main main sebelum dikarantina.
  2. Senin tanggal 21 April 2014 saya masuk karantina Calon Pengajar Muda angkatan 8. Total peserta 74 orang dari berbagai latar belakang yang berbeda, dan tempat karantina kami adalah di sebuah vila di daerah Cisarua.
  3. Karantina ini sendiri berlangsung selama 8 minggu, dan saat saya mengetik tulisan ini saya sudah berada di minggu ketiga. Nggak kerasa? Ha ha ha.. kerasa banget sih kalo boleh jujur :p
  4. Highlight minggu pertama karantina adalah saya berkenalan dengan 73 peserta lainnya, dan kecanggungan kami segera musnah karena minggu pertama itu diakhiri dengan pelatihan fisik selama 4 hari yang paling luar biasa dalam hidup saya, at least sampai saat ini.
  5. Pelatihan fisik yang saya sebut di poin sebelumnya adalah prosesi pelatihan oleh WANADRI yang jujur saya nggak tau itu apa sebelumnya, dan kami dilatih macamnya bocah-bocah masuk ospek. Dulu saya pikir training ala militer di Lotte pada bulan Desember 2011 adalah pengalaman terburuk saya dalam hidup, tapi ternyata pelatihan Wanadri ini berhasil mengalahkan rekor tersebut.
  6. Empat hari nggak mandi, empat hari ga gosok gigi, empat hari makan diburu waktu sampai agak trauma makan karena bawaannya pengen muntah kalau menjejalkan nasi ke mulut, empat hari harus lari ke mana mana sambil teriak “INDONESIA”, empat hari nggak bisa minum leluasa sambil berdiri, empat hari minum air dari sungai, empat hari bolak balik dihukum push up, tapi empat hari juga kami diajarkan pentingnya kerja sama dan yang paling penting saya jadi punya rekor baru dalam hidup: mendaki gunung!
  7. Walaupun kalau boleh milih nggak pengen lagi sih mendaki gunung dengan cara itu….
  8. Lanjut ke minggu kedua, kami dapat materi tentang filosofi pendidikan: bagaimana pengaturan aparatur sekolah, bagaimana cara mengajar dengan kreatif, bagaimana mengenal sifat dan karakter pribadi serta murid, bagaimana jenis-jenis kecerdasan manusia, dan masih banyak lagi. Semua topiknya menarik, dan semua materinya bermanfaat. Walaupun jujur sepanjang minggu saya harus perang melawan kantuk karena duduk mendengarkan sepanjang hari itu juga menguras energi L
  9. Kemudian di minggu ketiga ini saya sedang mengulang kembali pelajaran anak SD. Kemarin kami belajar matematika dasar (tambah, kurang, pecahan, luas, keliling, dll), dan hari ini kami belajar IPA (observasi anak ayam, membuat oven tenaga surya, dll).
  10. Oiya hari ini ketika belajar IPA kami bermain lari larian menghayati peran rantai makanan sebagai tikus yang dimangsa ular, dan saya dengan sukses jatuh di lapangan sampai paha biru dan kacamata penyok. Yah makin bocel bocel aja ni badan…
  11. Ngomong ngomong soal bocel bocel saat ini dengan bangga saya katakan muka saya nyaris mulus namun warnanya luar biasa gelap……………. terima kasih banyak wanadri, terima kasih banyak indonesia mengajar. Emang nggak salah sih slogan IM: “Setahun mengajar, seumur hidup perawatan…………………….”
  12. Sekarang kulit tangan saya pun terkelupas kayak ular, dan saya mulai berpikir untuk pakai jilbab ketika survival nanti supaya punya alasan untuk pakai baju tangan panjang.
  13. Eh iya bener, di akhir minggu ketujuh nanti kami punya program survival lagi, yang merupakan kelanjutan dari pelatihan fisik kemarin. Gosipnya sih ketika survival masuk hutan untuk kedua kalinya ini kami akan diajarkan cara makan ular dan dedaunan tidak beracun, serta tidak disediakan makanan lain selain makanan liar tersebut. Saya benar benar berharap itu hanya sekedar gosip, karena apabila tidak ya bisa dipastikan saya puasa empat hari….
  14. Buat yang penasaran, iya saya sudah ketemu Bapak Anies Baswedan. Sudah dua kali pula. Dan iya, beliau sangat berkharisma. Dan beliau bolak balik menyebut negara Korea Selatan karena menurut beliau pendidikan di Korea sudah sangat maju. Saya diem aja sih dengernya, nggak terlalu tau juga soalnya huheheh.
  15. Kehidupan saya sehari hari cukup menyenangkan tapi juga membosankan. Bangun pagi jam 5 kurang, olahraga jam 5.30, mulai kelas jam 8, teruuuus sampai jam 10 malam. Kalau ada waktu luang bisa pinjam buku di perpustakaan atau main ayunan. Kebetulan di depan barak saya ada meja biliar, jadi saya biasanya nempel di situ. Ntah apa yang ada di pikiran teman teman saya melihat orang tua muka bersahaja tapi mejengnya di meja biliar. Semoga nggak pada langsung berpikiran negatif..
  16. Selain itu ada kolam renang juga sih, tapi ini juga saya agak susah nyeburnya karena saya nggak biasa berenang pakai baju selain baju renang. Hehehe jadi doakan saja wiken ini saya sudah sanggup menyesuaikan dan berani nyebur.
  17. Di poin 15 saya juga sempat menyebut soal barak; jadi kami 74 orang ini dibagi ke dalam 3 kelompok besar untuk tidur. Gubuk alias barak pertama adalah barak putri, diisi oleh sekitar 29 orang, dan barak kedua adalah barak putri kecil yang diisi 14 orang. Barak yang satu lagi adalah barak putra, isinya 31 orang. Jangan bayangkan barak ini indah dan cozy ya, karena kami di sini tidur layaknya ikan teri berdempet dempetan. Tapi lucu sih sensasinya, dan mungkin ini bisa dijadikan latihan untuk penempatan juga..
  18. Oiya penempatan akan diberitahukan akhir minggu ketiga ini. Jadi bagi yang selama ini sudah bertanya tanya “sal lo bakal dibuang ke mana sih??” mohon bertanya lagi minggu depan karena ketika itu insyaallah saya pun sudah mendapatkan jawabannya.
  19. Setiap hari jam 11 malam sampai jam 4 subuh listrik dimatikan. Dan ini juga yang telah terjadi ketika saya sedang menuliskan karangan indah ini. Jadi izinkanlah saya untuk menutup tulisan saya dan segera menyusul teman teman sebarak saya ke alam mimpi dengan menggarisbawahi poin terakhir…………..
  20. Saya sehat walafiat, dan sangat sangat menikmati setiap proses karantina ini. Untuk pertama kalinya saya sadar kenapa saya harus belajar ini itu, dan untuk kesekian kalinya saya dibuat semakin bangga menjadi warga Indonesia. Semua oke, semua baik.

Good night!

Happy White Day Happy Last Day

18 November 2013 – 14 Maret 2014

Waktu yang lumayan singkat (CUMA  4 bulan) apalagi dibandingkan dengan periode saya bekerja di perusahaan sebelumnya. Bonding sama orang-orangnya juga agak lebih ekspress, nggak sempet nyoju satu tim sampe bosnya mabok di karaoke atau outing ke luar kota pake acara kecelakaan digigit anjing segala.

HR Team
HR Team – Last Day sponsored by Tongsis!

Tapi somehow 4 bulan di kantor L yang kali ini sangat bermakna loh. Kerjaannya nggak seru, banyak bikin garuk garuk kepala, tapi sangat menantang. Otak juga nggak sempet jadi tumpul, karena kebetulan buanyak banget yang bisa dipelajari (alias kerjaannya kebanyakan dan terlalu serabutan hahahaha).

Gak nyangka juga sih bisa ngomong kayak gini, karena saya inget sempet menolak masuk perusahaan ini sampe 3 kali :D :D :D Kalo bukan karena “baginda raja” sendiri yang turun tangan “melamar” saya, nggak mungkin masuk L lagi rasanya :p

HR Team minus Farra :(
HR Team minus Farra :(

But anyway… Im glad I took this job. Bagi banyak orang mungkin kantor ini neraka, tapi buat saya kantor ini bumi (well belom sampe tahap “surga” juga sih). Nggak ngerti juga sebenernya emang life gets easier or I just get better, tapi either way intinya I survived and Im proud of it!! Huzzah! Lulus lagi dari L사!

So goodbye for now, Lotte! Sejujurnya nggak terlalu kepengen ketemu dirimu lagi sih di masa depan, tapi belajar dari pengalaman saya nggak berani ngomong macem macem. Ntar Papi J kumat isengnya terus ntah begimana caranya saya jadi berurusan lagi sama L kan berabe.. bisa dicap gagal move on lagi T.T

14 Maret: Happy Birthday Karen(s)
14 Maret: Happy Birthday Karen(s)

Special thanks to Karen, Dewi, Farra, Yonas, Lidya, Luqman, dan Leo yang sudah sangat mencerahkan hari-hari saya di kantor, begitu juga dengan tim Marketing serta tim HR yang menjadi keluarga besar saya selama bekerja, dan juga Ibu Maria yang mendidik dan membimbing saya selama 2 bulan terakhir, serta pastinyaaa Mr Suh yang sudah “melamar” saya. Hehehe au revoir!

Vitamin di kala bekerja ^_____^
Vitamin di kala bekerja ^_____^

18 November 2013

Terima kasih Tuhan.

Terima kasih Tuhan atas Jakarta yang mendadak indah kalau dikelilingi dengan ojek.

Terima kasih Tuhan atas tumpangan tempat tinggal sementara dari Bujing dan Uda jadi bisa kembali beraktifitas dengan mudah di pusat kota Jakarta.

Terima kasih Tuhan atas kegiatan baru untuk mengisi keseharian selama beberapa bulan ke depan.

Terima kasih Tuhan atas teman-teman yang lucu lucu dengan doa mereka yang beraneka ragam.

Terima kasih Tuhan atas Bania, Obi, dan Cifen yang sudah meramaikan detik detik menjelang 18 November.

Terima kasih Tuhan atas keluarga yang sangat suportif dan penuh kehangatan.

Terima kasih Tuhan atas Papa yang pengertian, Mama yang selalu ngangenin, kakak yang overprotektif, juga kak Melissa yang hari ke hari makin mirip muka dan seleranya sama saya.

Terakhir, terima kasih Tuhan atas peneliti romantis ini, yang sukses membuat saya cekikikan sepanjang hari.

Best gift ever, both manusia dan papernya :)

Terima kasih.

Terima kasih !!

Long Way Home (Part 2 – Welcome to Southeast Asia)

Menyambung dari tulisan sebelumnya, berikut adalah kelanjutan dari perjalanan pulang gue yang panjang dari Korea menuju Indonesia.

Jadiii setelah puas bermain di Jepang tibalah saatnya bagi kakak F untuk kembali ke kehidupan nyata sementara gue melanjutkan perjalanan pulang, yang lagi-lagi pake acara nyangkut di negara-negara berikut..

MALAYSIA

Seperti sempat gue sebutkan di postingan sebelumnya, gue ke Malaysia itu cuma transit. Heheh numpang mejeng doang di Petronas, lalu pajang status Path “sleeping in Kuala Lumpur”, baru besoknya terbang lagi. Agak kurang kece memang, tapi ntah kenapa pas gue muter-muter Kuala Lumpur di taksi itu gue agak kurang menikmati sih. Terlalu mirip Jakarta.. huhehe (sok).

Anyway begitulah tanggal 23 September gue terlewati. Hari berikutnya gue terbang lagi dari Malaysia menuju keee.. Vietnam!

VIETNAM

Day one – 24 Sept

Touch down Hanoi!! Dan bertemu traveling partner gue berikutnya, yakni Ibu Tiur. Heheh. Seinget gue sih hari kami tiba di Hanoi udah sore, dan nyampe di hotelnya malam. Jadi kami gak sempat ke mana mana lagi selain muter-muter di sekitar tempat kami nginep (Hoan Kiem District) sambil nyari Pho pinggir jalan yang duduknya di dingklik di trotoar. Mama girang banget diajak makan makanan pinggir jalan gitu, dan gue juga girang banget soalnya super murah *.* hahah untungnya gak ada peristiwa sakit perut atau apapun yang merugikan kog.

Kami nginep di hotel bernama Hanoi Legacy Hotel yang apparently punya 3 cabang di daerah yang sama. Lucunya, dari ketiga cabang tersebut kami sudah mencoba tiga tiganya T.T hahah dikarenakan awalnya gue book di cabang pertama, lalu pas nyampe mereka transfer kami ke cabang kedua dengan alasan di cabang pertama itu kamarnya sudah penuh. Eh lalu pas hari-hari berikutnya setelah kami balik dari Ha Long Bay, si cabang kedua bilang di tempat terserbut pun sudah penuh, jadi mereka transfer kami lagi ke cabang ketiga.

Entah emang gue naif atau gue murni berhati mulia jadi dioper oper ke cabang ini itu sama sekali ga jadi masalah sih buat gue.. Apalagi karena mereka toh ngangkatin koper kami dan bayarin taksinya (cuma jarak kurang dari 5 menit sih via taksi). Tambahan lagi, tiap kali dioper kamar kami selalu diupgrade fuhahaha jadi gue beneran gak punya alasan untuk protes. Lagipula petugasnya juga sangat ramah kog, jadi recommended lah menurut gue. Terimakasi mami untuk sarannya.

Day two – 25 Sept

Hari keduaa kami ikut Hanoi city tour yang mesennya langsung dari hotel. Sekitar jam delapan pagi kami dijemput, bergabung sama rombongan sekitar 10 orang lainnya, naik minivan lalu dibawa muter-muter Hanoi. Gue inget banget hari itu hujan derasss sederas derasnya sampe gue kesel sendiri, tapi untung masih bawa payung dan tournya selesai cepat hehehe.

Yang kami kunjungi ketika itu adalah Chua Tran Quoc (sebuah temple dengan pemandangan danau yang bagus),  Ho Chi Minh Mausoleum, One Pillar Pagoda, Temple of Literature (National University), dan Ngoc Son Temple yang berada di Hoan Kiem Lake.

Kalau nggak hujan dan ada waktu lebih gue pengen coba mengunjungi Vietnam Women’s Museum dan Museum of Ethnology sih. Kabarnya cukup menarik dan okelah untuk dikunjungi. Namun apa daya waktu itu cuma sehari dan mood berkelana sudah hilang terbawa arus hujan. Hehe jadi next time ada yang mau ke Hanoi silakan tambahkan dua spot di atas, plus water puppet show juga kalau suka nonton performance.

Day three – 26 Sept

Ha Long Bay! Lagi-lagi dengan memesan tour melalui hotel, kali ini kami dijemput jam 8 pagi dan bertolak meninggalkan Hanoi  untuk menuju ke kota Ha Long.

Sejujurnya gue gatau Ha Long itu letaknya di mana, sejauh apa dari Hanoi, dan sebenarnya dia itu tempat apa. Gue random aja ngegoogle apa yang asyik dilakukan di Vietnam dan semua suru gue ke tempat yang ternyata termasuk UNESCO world heritage itu. Okeh kerandoman otak gue ternyata gak sia-sia akhirnya.

Ha Long Bay
Ha Long Bay

Tour yang gue ambil itu naik kapal dan kami menginap di atas air semalam. Kapalnya lucu, makanannya enak, kamarnya nyaman, air panas ada, dan petugasnya ramah-ramah. Guidenya pun lucu nian. Cuma sayang sinyal suka kembang kempis di sana dan ga ada wifi (yaiyalah wong di tengah laut).

Heheh tapi overall tournya oke kog. Hari pertama ini kegiatannya adalah check in di kabin, lalu kapal kami berlayar ke sebuah goa yang terletak di salah satu besar dan bernama Hang Sung Sot. Jujur goa itu terlalu banyak orang sih, dan letaknya tinggi nian sampe nyokap gue kecapean sendiri nanjaknya. Jadi gue agak kurang menikmati sang goa, apalagi karena gue udah punya perbandingan goa-goa lain di Korea yang somehow lebih menantang (cieh).

Habis dari goa kami lalu ke pantai! Pantainya kecil banget, pasirnya hanya sedikit, dan kalau dibandingkan dengan Bali tentu nggak ada apa apanya. Tapi pemandangannya cukup lucu sih. Karena pantai ini juga terletak di salah satu “batu” besar, sambil berenang para pengunjung bisa menikmati pemandangan kapal-kapal berlabuh dan ratusan batu hijau di kanan kiri.

Day four – 27 Sept

Hari berikutnya, kami bangun dan menikmati sarapan di atas kapal! Hehe pengalaman yang menarik. Bagus banget sih memang pemandangannya, dan mama juga tampak senang :D Habis sarapan kami lalu ganti baju siap basah dan bergegas ke “batu” berikutnya yang menyediakan fasilitas kayak.

Gue selalu suka water sport, dan gue kira itu semua karena mengalir dalam darah Kaunang gue yang emang berasal dari ujung sulawesi sana, jadi ramah sama air. Namun ternyata gue agak salah. Di hari itu gue yang seumur hidup belum pernah main kayak harus dapet tantangan dobel: mengarahkan perahu gue biar nggak ketinggalan sama peserta tour lainnya, dan juga menenangkan ibu Tiur yang panik luar biasa di belakang gue.

Satu perahu itu isinya dua orang, dan memang lo nggak bisa ngapa ngapain di dalam sana. Cuma bisa duduk selonjor dengan kaki lo lurus ke depan. Kalau lo goyang dikit, maka perahu lo bakal goyang, dan inilah yang jadi masalah besar di dalam perahu gue. Nyokap gue yang gue kira adalah seorang jagoan, ternyata sangat-sangat takut pas naik ini. Huhahahah.

Jadiiii boro-boro foto-foto, dia megang dayungnya aja udah setengah mati seerat mungkin sambil ngucap doa. Ada ombak dikit teriak, perahunya diem bentar teriak (takut ketinggalan rombongan), ditabrak perahu lain (cuma kena ujungnya) juga teriak, dan pas dia liat ada peserta lain yang beneran jatuh dari perahu dia pun ikutan teriak. Perang batin luar biasa gue ketika itu hahahaha untunglah akhirnya satu jam main kayak selesai juga dan ternyata mama berhasil mengambil beberapa foto yang layak ditampilkan di publik. Sepertinya beliau memotret itu ketika gue suru nggak usa ngedayung dan silakan fokus sama pemandangan sekitar heheh.

Anyway habis kayaking di pagi hari, perahu kami muter-muter daerah Ha Long Bay, lewatin spot spot bagus untuk foto, kemudian kembali ke daratan. Jam satu siang kami bertolak dari kota Ha Long, sekitar jam tujuh baru kami tiba lagi di hotel di Hanoi. Agak jauh rupanya.

Day five – 28 Sept

Hari kelima, kami meninggalkan Hanoi dan terbang ke Ho Chi Minh. Nyampe Ho Chi Minh kami lalu check in kemudian kelalang keliling melihat serunya kota tersebut. Dalam beberapa jam saja gue langsung berpendapat bahwa kota Ho Chi Minh jauh lebih “muda” daripada Hanoi sih. Atraksinya lebih hidup, gedungnya lebih warna-warni, dan penduduknya lebih bervariasi. Suka!

Sambil megang peta yang dikasi sama petugas hotel, gue lalu berhasil membawa nyokap gue jalan kaki jauuh banget dan ngelilingin beberapa spot penting seperti Ben Thanh market, Opera House, Cathedral, dan Post Office. Walaupun cuma jalan-jalan dan nggak ngapa-ngapain juga, gue cukup senang sejujurnya. Ntah kenapa bangunannya bagus bagus dan gue suka jalan-jalan di sana hehe.

Ho Chi Minh

Malam itu kami menginap di Luan Vu Hotel yang berada di daerah Pham Ngu Lao. Petugasnya hostelnya sangat baik dan hostelnya sendiri sangat murah :) Pas booking gue sempet bilang bahwa nyokap gue ga bisa manjat tangga tinggi tinggi (begitu pula dengan gue ha ha ha) jadi sama mereka dikasi kamar yang paling “rendah”. Kamarnya bersih dan wifi berjalan baik hehehe. Lalu daerahnya sendiri adalah daerah turis, jadi di sekitarnya banyak restoran dan juga toko oleh oleh. Asyik sih, enak ke mana mana. Terima kasih kakak matahari pagi untuk rekomendasinya.

Day six – 29 Sept

Tour lagi! Hari itu hujan deraaas dan gue sangat.. sangat… membenci tujuan tur pertama kami, yakni Cao Dai Temple.

Maaf jika ada penganut aliran Cao Dai di sini, dengan sangat menyesal gue katakan bahwa gue sebel sekali sama tempat itu. Ketika kami datang, pas banget mereka lagi mau ada acara kebaktian tengah hari atau apalah itu, jadi para pengunjung harus merapat ke samping dan memberi jalan untuk para pemuka agama membawa sesajen mereka masuk ke ruangan lalu ke altar.

Okelah gue mengerti perasaan mereka, bete juga kali ya kalo lagi mau sembahyang tau-taunya ada orang segambreng nontonin lo yang lagi khusyuk. Tapi bukan berarti semua pengunjung harus diusir usirin kayak ngusir lalat juga kan? Jujur kesel. Hahaha mana itu tempat sebenernya kuecill banget (dibanding dengan jumlah turis yang dateng) dan para tante serta nenek yang lagi beribadah di sana judesnya luar biasa pula. Semua orang dicolek colek dan disuru geser KELUAR. Disuru gesernya nggak pake mulut dan kata kata manis pula, ini mah pake jari broh. Pake jari nunjuk nunjuk kayak anak SD ketauan nyontek, ditunjuk persis di depan muka lo, terus nunjuk ke pintu. Ngeselin. Klimaksnya lagi, di luar itu HUJAN. Jadi lo suru gue nunggu di luar, kehujanan? T___T reminds me so much of ajumma ajumma di Korea… tega banget…..

Vietnam Trip5

Untungnya habis dari si temple tour kami menjadi sedikit lebih menarik karena tujuan berikutnya adalah ke CuChi Tunnel. Di sini lo bisa ngerasain sendiri sensasinya ikutan perang Vietnam dulu, dan bisa nyobain masuk ke terowongan mereka yang super mini. Hujan dan becek, tapi yang ini worth it ^.~

Malamnya, gue janjian ketemuan sama temen-temen Vietnam gue yang merupakan anak-anak Lotte juga, dan mereka menraktir gue serta ibu Tiur di restoran Mongolia. Hahaha randomnya parah, tapi mereka semua lucu seperti biasa. Gue sangat bersyukur bisa punya kenalan lucu lucu dan baik baik di Ho Chi Minh, hihi mungkin lain kali giliran gue yang mengundang mereka ke Indonesia.

Day seven – 30 Sept

Setelah hari berhujan seharian, akhirnya datang juga hari bermatahari terik yang lumayan bikin hepi di hari berikutnya. Hehe hari ini gue dan nyokap ke Mekong Delta, dan pengalamannya cukup lucu. Naik perahu (lagi), pake topi khas Vietnam, terombang-ambing di air; awalnya gue ngerasa sensasinya mirip kayak ngeliat kali Ciliwung. Cokelat soalnya. Heheh untung gue sudah diedukasi sebelumnya oleh seseorang bahwa itu cokelat karena tanah, jadi gak norak-norak amat lah. Dan setelah puas memandangi sungai Mekong, kami pun kembali ke Ho Chi Minh dan beristirahat sebelum menutup perjalanan Vietnam kami ;)

Day eight – 1 Oct

Paginya masih sempet nyari oleh-oleh di deket hostel, siangnya kami sudah bertolak ke airport. Hari ini rute kami adalah terbang dari Ho Chi Minh ke Singapore, dan dalam hati gue sedikit lega karena akhirnya gue bisa semakin dekat dengan rumah. Makin lama di jalan, makin cape badan gue dan makin menipis kantong gue hahahah. At least di singapore nanti gue lebih familiar sama lingkungannya dan gue ga punya jadwal ketat jadi bisa istirahat sepuasnya gratis di rumah tante.

SINGAPORE

Daaan benar saja, nyampe Singapore kegiatan utama gue adalah beristirahat. Sebenarnya gue pengeen banget liat tempat yang jauh jauh di Singapore, kayak kebun binatang atau kebun burung (ini kog terjemahannya lucu ya). Atau night safari, atau garden garden apa deh gitu. Pengennya bukan ke mall dan pengen jalan-jalan aja.

Tapiiii apa daya ibu juga sudah lelah dan matahari singapura sangat sangatlah panas, sehingga mood gue semuanya keserep lagi di bantal. Alhasil inilah yang gue lakukan dalam hampir sepekan di singapura..

Day one – 2 Oct

Siang hari ke Novena (Velocity Mall) untuk nyari perlengkapan olahraga babeh, habis itu ke Chinatown buat mampir ke TinTin Shop, kemudian makan malam di Orchard. Selesai.

Day two – 3 Oct

Bangun pagi niatnya mau ke Zoo! Yeaaay zoo!! Tapi kog perut ga enak ya….. kog sakit ya…. kog agak-agaknya butuh minum obat dan tidur lagi yaa…….. dan akhirnya batal ke zoo. Siang hari kami ke IKEA. Keluar keluar udah maghrib.

mama high di IKEA
mama high di IKEA

Day three – 4 Oct

Lagi-lagi pengeen ke Zoo! Udah nanya nanya orang gimana caranya, udah menetapkan hari mau ke sana karena kemarinnya gagal, tapi begitu liat ke luar kog panas ya… kog malas ya… kog udah udah keburu siang ya….  daan akhirnya keluar rumah cuma buat ke Mustafa nyari tas ransel titipan kakak.

Day four – 5 Oct

Again, hasrat hati ingin sekali ke Zoo, tapi yah… yah… manusia berencana Tuhan berkehendak. Kami ke Gardens by the Bay, lalu malamnya mejeng di Marina Bay Sands. Gue sudah merelakan kebun binatang untuk dikunjungi lain kali. Lagipula Cileungsi sama Cisarua kayaknya udah deket…… :3

Day five – 6 Oct

Pagi-pagi ke gereja di….. oke lupa. Gerejanya Stephen Tong itu di mana? Hahah pokonya habis dari sana lalu makan makanan Indonesia di Lucky Plaza Orchard, kemudian kembali pulang dan siap siap terbang.

Yeay terbang! Packing untuk terakhir kalinya, check in untuk terakhir kalinya, dan landing untuk terakhir kalinya!

Maka dengan demikian selesailah sudah perjalanan pulang gue yang panjangnya luar biasa..

I’m home!

Long Way Home (Part 1 – Farewell and Japan Trip)

Sebuah postingan yang sudah mengendap di draft berjuta-juta tahun. Hehehe mari kita tuntaskan sebelum keburu lupa semuanya.

Jadiii in case ada yang belum tahu, gue yang hampir 6 tahun (4 tahun sekolah, nyaris 2 tahun kerja) tinggal di Korea ini akhirnya memutuskan untuk kembali ke Indonesia pada bulan September 2013 yang lalu. Kepulangan ini tidak diiringi dengan air mata darah melainkan tangisan penuh haru biru karena bisa dibilang gue udah lama menantikan ini ^.~

Namun namun namuun.. perjalanan gue dari Korea ke Indonesia tentu tidak ditempuh dalam 7 jam saja karena gue sempet nyangkut sana-sini dulu sebelum menginjakkan kaki di Jakarta.

Tercatat gue meninggalkan Korea itu tanggal 14 September 2013 dan akhirnya masuk Jakarta tanggal 6 Oktober 2013. Lumayan lama :D

Jadi.. nyangkut di mana sajakah gue? Inilah kisahnya.

KOREA

Detik-detik sebelum gue pulang sih tentu diisi dengan farewell sana sini. Heheh..

Bye Koreaaa

Searah jarum jam: makan-makan sama anak-anak gereja IWE (8 Sept 2013), makan malam 2 monster yang lapar mata dan berujung pada kekenyangan menghabiskan melon bingsu di 안양역 (11 Sept 2013), permainan jenga berdarah yang entah kenapa harus banget gue yang kalah?? hahah di pinggir sungai Han bersama anak anak IWE (8 Sept juga), farewell bersama adik kesayangan si Cresti Palupi yang makin hari makin sering dibilang mirip gue di Busan (6 Sept 2013), dan akhirnya cap “완전출국” yang dibubuhkan dengan sempurna di paspor gue, menandakan bahwa gue sudah meninggalkan Korea demi kebaikan dan ID card gue ditarik (14 Sept 2013).

Last Dinner
3S: Sali Sayang Semua

Tapi foto farewell paling sweet mungkin yang di atas ini, diambil dengan sempurna oleh sang timer, dengan tema “semua peluk saliii” heheh tapi akhirnya yang meluk Farra dan Apple doang juga sih;;; Ya anyway terima kasih banyak sekali teman teman kesayangankuuu hehehe all the best for all of you :) :)  – Kangnam, 13 September 2013.

JAPAN

Day One – 14 Sept

Menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di Jepang! Hehe naik AirAsia, siang bolong mendarat dengan sukses di Narita. Susah payah cari kantor pos untuk mengambil pesanan wifi portable yang sudah gue pesan sehari sebelumnya, juga tiket JR Pass yang membantu hidup gue selama di Jepang nanti biar bisa naik turun kereta sepuasnya.

Fyi, Jepang itu pelit wifi dan pelit alfabet. Jadi buat gue yang buta arah dan buta aksara di sana, gue tau gue akan butuh banget sambungan internet ke HP gue dan oleh sebab itu gue udah cari duluan perusahaan mana yang menyewakan wifi router mini yang bisa dibawa ke mana-mana. Waktu itu gue mesen yang kecepatan 42Mbps untuk 10 hari dan mengeluarkan 5,800 Yen sahaja untuk benda ini. Mahal emang, tapi worth it.

Sementara untuk  JR Pass.. hmm JR Pass itu gampangnya bisa diartikan sebagai magic ticket yang mengizinkan lo untuk naik kereta yang dikelola oleh JR company sepuasnya di Jepang. Gue beli yang harganya 284 USD untuk 7 hari, dan karena gue tau ini harga yang cukup mahal maka gue manfaatkan semaksimal mungkin tentunya hehehe. Ohiya JR Pass ini juga bisa dipakai untuk naik shinkansen, sementara normal price one way shinkansen dari Tokyo ke Osaka sendiri aja bisa 150 USD, jadi bayangkanlah betapa “ekonomis”nya kalau kita keliling Jepang pake shinkansen menggunakan si JR Pass ini.

JR Pass

Anyway day one gue dihabiskan dengan menyesuaikan diri dari rasa shock dan beradaptasi dengan kesendirian. Ahuhahah najis bener bahasa gue tapi iya sih, kalo ga salah day one gue cuma istirahat, lalu ngecharge semua barang elektronik gue, terus tidur deh. Postingan gue hari itu bisa dibaca di sini, dan sebagai catatan untuk diri sendiri waktu itu gue nginep di sebuah capsule guest house murah meriah untuk ukuran Jepang yang berada di Shinjuku. Namanya Ace Inn, gue nginep di Economy Floor dengan tarif 3,150 Yen per malam. Sekilas mengenai tempat ini, lokasinya cukup strategis (dekat dengan subway) dan petugasnya sungguh sangat ramah. Showernya bayar sih 100 Yen untuk 5 menit (atau 10 menit? lupa), tapi overall gue ga punya keluhan apa apa tentang tempat ini. Recommended!

Day Two – 15 Sept

Gue ke Hiroshima! Heuhehe. Tokyo ke Hiroshima naik Shinkansen itu memakan waktu sekitar 5 jam, jadi gue cabut dari Tokyo pagi/siang dan tiba di Hiroshima sore hari menjelang matahari terbenam.

Nyampe di Hiroshima, gue langsung check in di guest house berikutnya bernama Lappy Guest House, yang petugasnya sangat sangat lucu karena dia tidak bisa bahasa inggris jadi gue ngomong sama dia pake bahasa Jepang :3 bisa dibayangkan gue cuma Hai Hai doang sama sesekali Arigatou.. Gue nginep di Separate Dormitory untuk 4 orang dengan tarif 2,200 yen per malam.

Shinkansen, Hiroshima City, and Lappy Guest House

Dan demikianlah day two gue habiskan lagi-lagi dengan agak sia-sia karena cape di jalan dan cuma berhasil ngiterin daerah sekitar guest house untuk cari makan malam. Gagal menemukan okonomiyaki T.T tapi yasudalah.

Day Three – 16 Sept

Hari yang sempurna untuk berkelana di kota Hiroshima! Puji Tuhan cuaca ketika itu super sangat bagus, jadi gue berhasil naik city tour bus setempat dan bertandang ke Hiroshima Castle, A-Bomb Dome (dome yang kejatuhan atomic bomb dan masih berbentuk rangkanya sampai sekarang), Hiroshima Peace Memorial Park (museum tentang penjatuhan bom jaman perang dunia dulu), Ground Zero, dan nyebrang ke Miyajima Island untuk melihat Itsukushima Shrine – sebuah shrine di tengah laut. Lalu malamnya kembali menginap di si Lappy! Hehehe.

Itsukushima Shrine, A Bomb Dome, Ground Zero, Hiroshima Castle

Day Four – 17 Sept

Hari keempat iniiii adalah salah satu hari perjalanan panjang gue. Pagi pagi buta gue ngejar Shinkansen untuk pergi dari Hiroshima menuju ke kota di utaranya Tokyo yang bernama Nikko. Waktu tempuhnya sendiri sekitar 6 jam, dan gue ke mana mana itu bawa backpack dan barang-barang gue yang sebanyak dosa (gue ceritanya lagi pindahan negara lho hahaha). Jadi bisa dibayangkan sebenernya energi gue agak terkuras dengan pindah pindah kota yang super jauh ini. Mana random banget pula, gue jauh jauh ke Hiroshima buat liat foto korban bom dan naik ke Nikko buat melihat sebuah shrine (again). Hahahah untung shrine yang gue kunjungi, Toshogu Shrine, memang besar dan bagus.

Kota Nikko nya sendiri juga bagus banget sebenernya, di sana banyak spot-spot lain yang bisa dikunjungi. Tapi karena gue cuma punya 4 jam untuk mengeksplorasi kota tersebut, jadi yah gue cuma sempet ke si Toshogu Shrine.

Habis dari Nikko gue lalu mengejar kereta lagi dan pindah ke kota lain bernama Nagano. Gue bermalam di sebuah guest house lucu di Nagano bernama 1166backpackers. Gue nginep di female dorm untuk 4 orang dengan harga per malam 2,600 Yen.

Long Way Home2

Oiya saking randomnya gue, gue ga tau dong Nagano itu sebenernya di mana. Jadi gue sok asyiik aja pake baju seadanya dengan tas bawaan seberat berat beban hidup, lalu tau-taunya nyampe Nagano itu udah dingiiiin benar. Ya bukan dingin winter sih, masih dinginnya fall. Tapi kostum gue waktu itu belum siap untuk menyambut musim lain selain musim panas… :( Jadi moral yang didapat: cari tau dulu letak geografis kota yang akan Anda tuju! (ngomong ke diri sendiri)

Day Five – 18 Sept

Bangun pagi di Nagano, gue langsung cabut ke tujuan gue berikutnya yaitu Jigokudani Monkey Forest. Di sini lah kerandoman trip gue mulai mencapai puncaknya, ketika gue sadar bahwa tempat tujuan gue itu adalah sebuah hutan. Ya gue tau sih emang gue menuju ke monkey forest, tapi di otak gue “ah itu palingan kayak kebun binatang gitu.. naik bus, turun, masuk kebun, liat monyet, selesai“.

Tau-taunya nggak dong…… dari tempat nginep gue di Nagano gue masih harus naik kereta plus bus untuk mencapai tempat tersebut, dan gue menghabiskan 2 setengah jam untuk sampe di hutan. Dan pas di hutan itu pun gue sempet goyah karena gue masuk kepagian, nggak ada orang, dan gue sebenernya penakut kan di hutan…..

Huuu jadi ya begitulah, dengan kecepatan sangat lambat gue masuk hutan sampe akhirnya ketemu pos penjagaan di mana gue bisa nitip tas (akhirnya!!) kemudian masuk ke area di mana si monyet-monyet itu berada.

Nikko, Jigokudani

Sebenernya yang unik dari tempat ini adalah mereka, para monyet, punya hobi mandi di onsen. Tapi sayangnya gue dateng pas musim panas, jadi nggak ada satupun monyet yang nyemplung ke air. Semua sibuk nyari kutu di badan temennya masing masing.

Sepulang dari Jigokudani Monkey Forest, gue mampir dulu di Kanbayashi Onsen Guchi, yakni sebuah jalan yang kiri kanannya penuh dengan onsen. Lucu sih, pas gue ke sana gue beneran liat orang lalu-lalang pake yukata, karena mereka lagi mandi pindah pindah dari satu onsen ke onsen lainnya. Heheh. Kalo ga salah total ada sekitar 10 onsen di sana, dan gue diperbolehkan masuk ke salah satunya. Lumayan, numpang mandi habis masuk hutan sendirian pagi pagi.

Monyet-monyet Berjemur, Kanbayashi Onsen Guchi

Kemudian dari onsen gue balik ke Nagano, dan kemudian kembali keee Tokyo. Di Tokyo gue bergabung dengan teman seperjalanan gue berikutnya (yeayy akhirnya nggak foto pake timer lagi) dan kami lalu langsung bergegas naik bus menuju ke Osaka. Jadi yeap malam itu gue “menginap” di bus dalam perjalanan dari Tokyo menuju ke Osaka. Busnya dioperasikan oleh Willer Express, kami naik bus jam 24.30 dan tiba di Osaka 7.50. Bus kami bertipe double-decker tanpa bagasi untuk penyimpanan tas, jadi tas kami dititipkan di loker umum di subway station yang berbaik hati mau ngejagain tas kami untuk beberapa hari hehehe.

Day Six – 19 Sept

Bangun pagi, lusuh, bau, keringetan, laper, semua campur aduk. Untung gue sudah tidak sendiri lagi (ets) jadi at least ga musti takut nyasar karena peta langsung gue lempar ke partner gue yang mengaku lebih jago baca peta dari gue huhehehe. Nyampe di Osaka, kami langsung cabut ke guest house buat naro barang dan numpang cuci-cuci. Jadilah kami bergegas ke Hana Hostel yang lokasinya sangat strategis, yakni di Shinsaibashi.  Hana hostel ini salah satu group hostel murah berkualitas di Jepang, jadi sangat recommended!! Heheh tapi agak laris parah juga, jadi harus cepet-cepet book dari jauh jauh hari kalau mau menginap. (Gue sempet mau nginep di Hana Hostel Tokyo, Hiroshima dan Nagano juga, tapi sudah penuh)

Anyway keliling keliling Osaka kami cuma berhasil mengunjungi Osaka Castle, Shinsaibashi, Umeda Skye Building, dan sebuah daerah yang gue juga lupa namanya tapi tampilannya kayak pasar baru lengkap dengan jajanannya yang lucu lucu. Menyenangkan sih, tapi kalo boleh jujur badan gue udah hampir rontok semua hahaha jadi betapa bahagianya gue ketika malam datang dan akhirnya gue bisa mandi lagi properly (terakhir mandi beneran itu dua malam sebelumnya) dan juga tiduuur di tempat tidur. Heaven.

Osaka Temple, Umeda Sky Building, Osaka at Night

Day Seven – 20 Sept

Bangun pagi kuterus bertolak ke Kyoto :D

Namun berhubung kondisi badan dan waktu tidak memungkinkan, Kyoto yang sebenernya buanyak banget templenya itu akhirnya hanya kami sempat kunjungi dua spot menariknya yakni Kuramadera dan Fushimi Inari Shrine. Kuramadera itu memang udah jadi spot incerannya partner traveling gue, karena konon dulu di situlah sang jagoan pedang Minamoto no Yoshitsune berguru ilmu pedang pada Tengu King. Tempatnya di pelosok Kyoto, dan untuk mencapainya bahkan si subway harus menembus hutan hehehe. Agak shock pas masuk ternyata lagilagi harus semi naik gunung, tapi untung kali ini ada pemandu sekaligus mas mas yang ngangkatin tas hahaha :) (ampun tuan)

Kuramadera, Fushimi Inari Shrine

Lalu kalau Fushimi Inari itu si shrine dengan 1000 gerbang merah. Udah banyak sih fotonya beredar di internet, dan gue sempet liat banyak temen gue ke situ juga. Jadi dengan sisa waktu dan tenaga yang ada kami mampir ke situ baru kemudian mengejar Shinkansen kembali ke Tokyo. Mulai malam itu gue jadi anak Tokyo lagi.

Day Eight – 21 Sept

Hari kedelapan gue dipenuhi oleh keliling keliling Tokyo demi memuaskan hasrat terpendam sejak kecil. Pagi pagi ke Tokyo Tower untuk lihat pameran Doraemon (memuaskan hasrat gue) lalu habis ikut ke Odaiba demi lihat gundam raksasa (memuaskan hasrat si kakak). Habis itu kami ke……. mana lagi ya? Hahahaha sial cuma ke dua tempat itu doang ternyata. Di Odaibanya sendiri lama sih muter-muter, jadi agak makan waktu. Pulangnya mampir ke Shibuya dulu untuk lihat Hachiko di malam hari, yang ternyata lagi dikepung sama manusia manusia perokok Jepang.

Tokyo Tower: Doraemon Exhibition, Odaiba: Gundam raksasa, Legoland, Rainbow Bridge

Day Nine – 22 Sept

Masih menjadi anak gaul Tokyo, hari ini kami dapet guide lokal! Huhehe jadi spot yang dikunjungi adalah Shibuya (demi foto sama Hachiko), Harajuku (mau nyari cosplay tapi nemunya taman nan asri), Akihabara (sok sokan mau masuk maid cafe tapi akhirnya batal juga), Asakusa (daerah turis yang cukup lucu), dan Tokyo Skytree (tapi nggak masuk karena udah habis tiketnya hahaha). Malamnya karena gagal ke Skytree, kami kembali ke daerah Asakusa lalu menikmati hidangan makan malam di sana.

Shibuya, Asakusa Shrine, Akihabara, Tokyo Skytree, Harajuku

Day Ten – 23 Sept

Hari terakhir!! Hebat banget gue ternyata nggak punya foto di Jepang pada hari terakhir. Hahah kayaknya gue terlalu lelah karena harus packing dan siap siap terbang lagi, kali ini makin jauh dari Korea yang pernah gue sayangi (sampai sebelum masuk kerja).

Pagi-pagi bertolak ke Narita, lalu naik Malaysian Airlines menuju Kuala Lumpur. Final destination gue sebenernya Hanoi, tapi pesawatnya transit di Kuala Lumpur semalam, jadilah gue punya waktu untuk mampir ke Petronas Twin Towers dan mejeng bentar.

Malam itu gue nginep di BackHome hostel dengan tipe kamar 4 Bed Mixed Dorm seharga 46 Ringgit per malam. To be honest itu pertama kalinya gue nginep di mixed dorm (sebelumnya di Jepang sempet tapi capsule, jadi lebih private) dan gue sempet grogi ketika roommates gue tidur nggak pake kaos >.< hahaha untung gak pada ganti celana di kamar juga, kalo nggak gue bisa mimisan di tempat kayanya.

Petronas

Anyway sekian untuk sepertiga perjalanan pulang gue. Special thanks to kakak matahari pagi yang sudah rela “nganter” sampe ke Narita (hahaha pengorbananmu besar di surga kak) dan Jess yang udah jadi fotografer sebentar, juga temannya si kakak yang bersedia jadi guide lokal.

(to be continued..)