Day 14 : Somewhere I’d Like to Move or Visit

Agak agaknya..

sulit ya menentukan gue mau ke mana. secara.. banyak gitu yang belom gue datengin. even negara tetangga macemnya Jepang atau China pun gue belom pernah hampiri :(

tapi berhubung akhir-akhir ini gue lagi sering kepikiran rumah di Indonesia, jadi mari kita pilih satu aja tujuan wisata yang ingin gue datangi.. begitu gue pulang nanti yah heheh.

Lembeh Strait!!

alias selat Lembeh, yang berada di antara pulau Sulawesi dan pulau Lembeh.

Tempat ini sebenernya merupakan spot diving terkenal yang udah saingan sama Raja Ampat dan Wakatobi. Tapi gue tertarik bukan karena gue hobi diving banget juga.. hahah cuma pernah sekali kog. Gue tertarik kerna ada seorang kakak baik hati yang bekerja di resort di sana dan ntah kenapa foto fotonya bikin gue ngiler :3

Lagipula posisinya strategis banget gituh! Di Bitung, gak jauh dari Manado, yang memungkinkan gue sekalian ketemu Oma kalau memang mau main ke sana ^_^

Selain tempat di atas.. beberapa list tujuan travel dunia gue sebenernya agak lucu: pengen ke Dubai, lalu ziarah ke Israel, terus ke Cape Town demi ngeliat apharteid di Afrika jaman dulu itu kayak apa parahnya, terus pengen foto kayang di depan patung Spinx di Mesir, dan ingin safarian di Namibia. Oh! Sama pengen liat kamp konsentrasi Nazi terbesar di dunia yakni di Poland.

ehehe cuma ya ofkors nabung dulu dan satu satu yaa diliatnya yaaa… semoga mimpi mimpi ini jadi kenyataan amin! Manusia berencana Tuhan berkehendak  :D

Sementara untuk move.. ahem.. belum tau.

Yang pasti inginnya sih move out dari Jakarta. Tapi mungkin move on nya nanti bakal susah kali ya (eaaa).

※ click on the pics to see original image/article. Special credits to Mark Devillier, Lembeh Resort, and Trip Advisor.

ps: Why am I writing this? Click here to see the full story.

Golden Weekend Part 2 – HK

Sebagai kelanjutan dari minggu emas yang pertama, inilah minggu emas saya episode ke-2 yang sebenernya udah ketebak beberapa orang, yakni kabur ke negara tetangga beda kompleks (maksudnya ga deket deket amat gitu) yaitu Hong Kong!

Total perjalanan saya super singkat, cuma 3 hari 2 malam, memanfaatkan hari ulang tahun kantor saya yang jatuh pada hari Jumat. Jadi saya berangkat Jumat pagi, lalu nginep 2 malam, dan kembali ke Seoul hari Minggu sore.

Banyak yang bertanya “Ngapain sih buang buang uang cuma long weekend kaya gitu aja pake ke negara lain segala, kayak di Korea nggak ada tempat yang bisa didatengin aja!” Well… untuk menjawab pertanyaan itu, inilah beberapa jawaban bijak saya:

1. Iya, di Korea udah nggak ada yang bisa didatengin lagi

2. Sebenernya ada beberapa sih, tapi saya menyimpan spot-spot itu untuk pergi sama teman-teman saya yang apparently nggak libur di hari Jumat ketika kantor saya libur

3. Ini nggak buang-buang uang, ini investasi kebahagiaan

4. Saya nggak pernah ke Hong Kong sebelumnya

5. Pernah sih, tapi cuma transit kurang dari 12 jam. So it didn’t count.

6. Mumpung masih di Korea, relatif lebih gampang ke mana mana (termasuk Hong Kong). Kalau udah balik Indonesia pasti lebih jauh, lebih mahal, dan lebih susah izinnya.

7. Saya ngidam dimsum

8. Yaudalah suka-suka gue sensi amat lo?!

(oke alasan nomor 7, apalagi 8, mungkin kurang bijak, tapi anyway….)

 

Trip saya menyenangkan! Super melelahkan dan agak kecewa karena cuaca Hong Kong sangat buruk ketika itu (tiga hari berturut turut hujan) sampai saya batal ke Macau, tapi saya sungguh sangat senang karena berhasil mengunjungi semua spot standar di Hong Kong ehuhehe. Untuk next trip mungkin saya bisa coba main ke spot yang nggak standar seperti Nan Lian Garden, atau Stanley, atau temple temple yang lucu.

Tapi untuk trip saya kemarin itu.. inilah beberapa cuplikannya…

VLUU L100, M100  / Samsung L100, M100

Ngong Ping alias Big Buddha! Sengaja ngambil yang Crystal Cable Car sesuai saran seseorang, dan ternyata itu pilihan yang sangaaatttt bagus sekali karena antrian Crystal Cable Car jauh lebih pendek. Hehe kalau naik yang ini lantainya dari kaca dan sensasinya lucu. Serem serem amazed gitu.

VLUU L100, M100  / Samsung L100, M100

Halo patung Buddha! Dirimu tinggi nian di atas sana, saya nggak sanggup naik.. (beneran, saya cuma nyampe bawah terus pulang lagi karena ngejar ke Disneyland ehehe)

VLUU L100, M100  / Samsung L100, M100

Menuju… Disneyland! Even keretanya aja lucu. Saya inget saya girang banget naik ini..

VLUU L100, M100  / Samsung L100, M100

Hehehe itu saya dan kostum saya di hari pertama. Kalo nggak salah nyampe Disneyland udah jam 4 sore, tapi saya dan teman saya stay sampe Disneyland tutup dan kembang api menari nari dari belakang istana itu.

VLUU L100, M100  / Samsung L100, M100

Aaand of course.. seperti anak perempuan normal lainnya saya nggak lupa untuk beli bando bandoan. Super lucu, tapi sekarang saya nggak tau kapan bakal pake itu lagi hehehe.

VLUU L100, M100  / Samsung L100, M100

Tsim Sha Tsui! Daerah deket tempat saya nginep. Mustinya foto ini diambil di Canton Road sih.. tempat yang ada mall super besar si Harbour City itu. Foto diambil di hari Sabtu alias  Day 2 saya, dan seperti bisa dilihat hari itupun cuaca luar biasa buruk. Hahah batal nyebrang ke Macau, saya pun lanjut ke tempat turis standar berikutnya.

VLUU L100, M100  / Samsung L100, M100

Tram to Victoria Peak! Heheh ada untungnya juga hari itu hujan, walaupun weekend jadinya nggak banyak orang yang jalan jalan. Pas mau naik tram ini pun saya nggak ngantri sama sekali, padahal semua orang udah ngingetin saya kalau mau ke sini HARUS berangkat pagi. Hehe ada hikmah lah di balik hujan.

VLUU L100, M100  / Samsung L100, M100

Nyampe di atas, saya langsung terpaku sama “iklan” ini. Hehe tebak saya akhirnya jadi ngirim surat atau nggaaak?

VLUU L100, M100  / Samsung L100, M100

The Peak Sky Terrace. Foto ini diambil sambil saya rebahan di bangku dan komat kamit berdoa agar matahari muncul ehehe. Doa saya dikabulkan dan akhirnya kabut perlahan hilang sehingga saya bisa lihat pemandangan :D

VLUU L100, M100  / Samsung L100, M100

Hong Kong dilihat dari atas. Kesalahan bukan pada layar komputer atau HP Anda, tapi memang cuaca ketika itu super sendu dan saya terlalu males untuk ngedit foto foto ini biar jadi cerah ceria. Heheh tapi walopun nggak ada matahari saya suka kog tempat ini. Pengen coba datengin pas malem!

VLUU L100, M100  / Samsung L100, M100

Dan setelah Sky Terrace.. of course.. mampir ke Madam Tussaud juga. Tempat ini agak overrated sih menurut saya karena patung lilin yang saya kenal ternyata nggak sebanyak itu, apalagi dibandingin sama jumlah orang yang mengunjunginya @.@ Ruamuee kayak pasarrr hahah tapi it was okay lah, apalagi for the sake of pernah ke sana. Ehehe tapi mungkin saya nggak pengen diajak ke sini lagi untuk kedua kalinya.

VLUU L100, M100  / Samsung L100, M100

Pulangnya saya sengaja nyebrang naik Ferry instead of MTR, dari Central balik ke Tsim Sha Tsui. Lucuuu! Dan sangat praktis nggak musti naik turun tangga. Tapi again, suasananya remang remang kayak mau badai.

Oiya begitu nyampe di Tsim Sha Tsui saya ketemu bebek kuning yang terkenal itu!!! Waktu saya ketemu dia keadaannya masih normal dan nggak kempes seperti yang diberitakan media, tapi saya nggak ngeliat mana sisi lucunya sih.. jadi saya nggak ngambil foto. Lagian buanyaaak banget orang yang motretin dia, saya jadi males heheh.

VLUU L100, M100  / Samsung L100, M100

Tiba kembali di Tsim Sha Tsui, mulai ngiter ngiter Avenue of Stars sambil nunggu pertunjukan lampu di sekitar sanaa..

IMG2486

Hello paman Chan!

IMG2488

Dan inilah dia tempat si Symphony of Lights. Heheh agak… kurang heboh sih lightsnya, tapi not bad lah untuk ngobrol ngobrol di pinggir air sambil liat lampu. Yang pasti sih orang banyak banget..

VLUU L100, M100  / Samsung L100, M100

Dan habis itu saya kembali ke peradaban untuk makan malam. Foto di atas adalah Nathan Road di daerah Tsim Sha Tsui, diambil ketika saya hendak ke MTR station untuk ketemu teman saya di Causeway Bay.

Ditraktir makan Szechuan food sampe bibir saya geter geter saking pedesnya @.@ dan seriously nggak ngerti kenapa udah pedes gitu saya malah dikasi teh panas T__T hahah emang saya aja sih yang agak obsesi sama minuman dingin. waktu itu air mata beneran keluar tapi perut puas luar biasa. Enaaak!

VLUU L100, M100  / Samsung L100, M100

Hari terakhir, inilah saya melaksanakan kewajiban semua turis Hong Kong yaitu (mencoba) belanja. Hahaha saya setuju semua barang di Citygate Outlets ini diskonnya super sadis, tapi ternyata kurang mempan untuk saya yang nggak punya chemistry sama barang branded. Kayanya saya tetep lebih berani keluar uang untuk tiket pesawat atau konser daripada sebuah tas Coach dan sejenisnya. Hihi tapi not bad lah tempat ini, highly recommended untuk para penggembar belanja!

Oiya selain tempat-tempat di atas saya sempet dibawa temen saya ke Lan Kwai Fong untuk ngelongok gimana anak muda di Hong Kong bersenang senang di malam hari, dan tentu saja makan dimsum aneka rasa di airport Hong Kong yang ceritanya bisa dibaca di postingan saya sebelumnya.

Ehehe overall trip ini singkat tapi sangat memorable! Terima kasih Tuhan, dan terima terima kasih kepada semua orang di belakang layar!! You know who you are ^.~

Takkan Lari Pesawat Dikejar

Jadi cerita ini adalah cuplikan dari golden weekend part 2 yang belum sempat saya post itu heheh.

in

Ceritanya pada hari minggu, 26 Mei 2013 yang lalu saya udah di airport untuk siap kembali ke Korea sejak jam satu siang. Pesawat saya jam setengah empat sore, dan saya punya janji makan siang sama kakak sepupu saya yang memang tempat gaulnya di airport. Jadilah setelah check in, kakak saya itu membawa saya ke “spot favorit” dia di airport yakni satu lantai penuh makanan, dan saya memilih restoran dim sum untuk makan siang ^__^  Berhubung saya ga bisa memilih menu yang ada di sana dan nggak tau juga porsinya seperti apa, kakak saya yang pesankan semuanya dan kami makan dengan bahagia.

Puas ngunyah dimsum semua jenis, bakpau, dan springroll, kakak saya lalu menyingkirkan semua piring dan kami mulai ngobrol dari hati ke hati. Tentang pekerjaannya (yang merupakan dream job saya heheh), tentang keluarganya (yang merupakan keluarga saya juga), dan tentang pentingnya asuransi (ahuhaha super bermutu kan pembicaraan kami).

Sambil ngobrol ini itu saya terus melirik ke arah jam tangan, dan kakak saya sadar saya merasa nggak nyaman. Dia tanya, “Flight jam berapa Sal?”. Sambil kasi liat jam tangan saya nunjuk, “Jam setengah empat.” Kakak saya dengan tenang bilang, “OH masih lama..”

Then kami pun lanjut ngobrol sampe ketika saya baru sadar saya belum isi kartu keberangkatan buat imigrasi. Sambil dengerin kakak saya ngobrol saya pun ngeluarin paspor, boarding pass, dan kartu keberangkatan, dan di situlah saya kaget pas liat jam boarding ternyata 14.50. Padahal pas saya mau ngisi kartu itu jam udah menunjukkan pukul 15.10.

Panik, saya langsung bilang, “Kak…. kayaknya aku udah harus pergi deh sekarang….” Tapi kakak saya itu dengan coolnya nggak berhenti bicara dan bilang, “Santaai, departurenya tinggal turun kog.. coba sini paspor kamu aku butuh buat data data asuransi.” Terus dia lanjut foto foto paspor dan credit card saya sementara saya udah kayak cacing kepanasan siap bangkit dari kursi. Yaiyalah! 20 menit lagi take off dan saya lewat imigrasi aja belom -__-

Akhirnya di menit ke-15 kakak saya bangkit dan siap bayar ke kasir. Rasanya saya udah mau lari tapi saya nggak tau saya ada di mana :$ airportnya kan besaaarr huhuhu akhirnya saya tetep nempel sama kakak saya itu dan dia yang tunjukin jalan sambil bilang, “Nih kamu turun terus ada pintu masuk, habis itu udah deh tinggal boarding. Tenang aja kamu kan udah check in, pesawatnya nggak bakal ninggalin kamu kog. Pramugarinya juga ga mungkin nutup pintu sebelum kamu masuk pesawat.”

Habis itu kami cipika cipiki dan saya pake kecepatan turbo turun lewat eskalator yang dimaksud. Nyampe bawah, saya pun menemukan pintu departure rahasia (menurut saya cukup rahasia, karena letaknya di ujung dan di bawah) yang penuh dengan cabin crew!! Ahuhaha hampir nggak ada penumpang biasa, karena ternyata pintu yang dimaksud ini saking terpencilnya cuma dilewati oleh orang orang yang memang udah biasa mondar mandir airport.

Jadilah tanpa ngantri saya langsung masuk, dan dengan bantuan insting saya berhasil menemukan gate saya dengan cepat. Masih harus naik train 2 kali lagi untuk ke gate yang di maksud karena ternyata saya harus pindah terminal segala (sigh), tapi saya cukup tenang karena tau kakak saya nggak bohong pas bilang bahwa para pramugari nggak bakal ngunciin saya di luar :D I know she knows what she’s doing secara dia juga….. hihihi.

out

Anyway begitulah kisah singkat saya lari-larian sepanjang airport super besar di negara orang demi mengejar pesawat yang take off kurang dari 15 menit. Ofkors ini final call heheh. Syukurlah di pesawat tempat duduk saya super pewe (pojok, nggak ada orang di belakang) dan saya kebagian menu makanan yang enak. You’ve Got Mail pun menemani perjalanan saya kembali ke Korea malam itu, dan selesailah golden weekend part 2 saya ehehe…

Gue harus banget ngeblog tentang ini….

jadi di hari libur yang ternyata ga seindah bayangan gue…

gue batal ngedate sama diri sendiri ke Nami Island. epic memang.. udah memasuki tahun kelima tinggal di korea dan belom pernah juga ke Nami Island. jadi dengan memantapkan hati jalan jalan sendiri ke pulaunya be yong jun itu, gue pun bangun pagi pagi dan udah sibuk nyiapin peta cara ke sana. namun ternyata, tiba tiba temen kantor gue yang kebetulan orang indonesia juga ngewazzap gue dan berkata, “sal, daripada lo jalan jalan sendiri ke nami mendingan lo ikut gue perpanjang paspor.”

WOGH! perpanjang paspor! gue pun sadar paspor gue november ini expired. (begitu pula dengan KTP dan SIM, cuma dua itu yaudalah ya gak bisa diapaapain, ga mungkin juga diperpanjang dari sini). jadi gue buru buru ganti rencana dari tadinya mau ke Nami malah jadi ke KBRI. emang hidup ya.. penuh spontanitas.

nyampe KBRI udah hampir makan siang, tapi untung masih bisa masukin dokumen dan sempet bayar plus foto segala. habis makan siang, disuru nunggu dua jam sampe paspornya jadi, dan gue sama temen gue memutuskan untuk tidur di taman. literally tidur di taman samping KBRI. gue lepas ransel gue, lepas sepatu, dan mulai berbaring di bangku taman sambil denger musik. enak sih.. merem melek merem melek dengan pemandangan pohon pohon di atas. sekitar setengah jam ketiduran, kami pun kembali ke KBRI dan menjemput paspor baru kami dengan FOTO BARU YESSS (untuk temen temen terdekat mungkin pernah liat foto paspor gue yang lama…. gak beda jauh sama imigran gelap gitu mukanya, super duper jelek).

yah eniwei ini bukan klimaks dari cerita gue hari ini sih. klimaksnya kisah hari ini.. yang juga menjadi alasan kenapa gue pengen ngadu sama si ifsdrop… yaitu karena…. gue baru aja masak sambil mikir yang enggak enggak.

mikir yang enggak enggak bukan berarti… yang enggak enggak ya. maksud gue, gue sambil berdiri manis di depan kompor, muter muterin sendok ngaduk ramuan puding cokelat gue beberapa menit lalu, sambil mikirin banyaaak banget hal.

well sebenernya mikir banyak hal itu gak salah juga lah ya.. dan secara gue gak buruk buruk amat dalam multitasking, jadi gue emang sering melakukan sesuatu sambil.. melakukan yang lain.. atau mikirin yang lain….

nah tapii di malam yang indah ini ketika nafsu bikin jelly dan puding gue lagi menggebu gebu.. entah kenapa pikiran gue yang “banyak” banget itu mengacaukan segalanya. gara gara entah lagi mikirin apa.. gue gak sadar dongg puding cokelat gue udah mendidih siap melahap manusia.

dan makin dia berbunyi blubub blubub nyaring, makin napsu juga gue ngaduk ramuan itu. dan makin napsu gue ngaduknya, makin gak sadar gue bahwa ramuan cokelat itu udah naik hampir melebihi panci.. dan… dan… ramuan itu… pun…. keluar dari panci… dan… tumpah ke kompor…. dan… tumpah ke meja…. dan.. tumpah ke mana mana…. dan… karena kompornya masih panas banget, begitu ramuannya tumpah langsung gosong semua dan asap di mana mana…. dan…. gue…. pun…. panik…

sambil memaki maki diri sendiri gue langsung ambil lap basah dan mulai ngelap kompor. karena ini kompor listrik yang gak selayak dan sepantasnya kena air, apalagi kena ramuan puding. gue luar biasa benci sama diri gue sendiri… dan sambil nahan panas di jari gue mulai ngorekin kerak puding di kompor… dan sampe sekarang belum bener bener bersih.

luar biasa berbakat ya gue dalam hal kedapur-dapuran. kayanya gue harus belajar cara make pemadam kebakaran kecil itu deh.. in case gue gak sadar bakar rumah ato apa gitu -____-

pinter sali.. pinter….

 

The joy of waking up at 12 on a weekday…

Gak pernah sedamai ini rasanya. Bahkan bangun siang pas hari sabtu pun gak sebahagia ini. Mungkin karena akhir akhir ini hari sabtu saya dikotori oleh kegiatan ngantor yang lumayan menguras tenaga :D tapi saya senang sekali dapet bonus libur di tengah minggu seperti ini!

Kegiatan saya seharian ini gak ada yang spesial sih, menu makan siang cuma ramyon, tontonan tetep how i met your mother, dan aktifitas yang paling menyita waktu adalah nyapu kamar. Namun saya merasa rileks sekali hihihi tadinya mau pergi menemani apelito manis berbelanja di sinsege, cuma yaaa godaan untuk mendekam di rumah lebih besar dari biasanya.

Andaikan saya ada di indonesia, mungkin di liburan seperti ini saya sudah kabur ke salon terdekat minta dicreambath, atau malah minta ibu buatkan puding cokelat sambil lenje lenje di ruang TV.

Tapi buka jendela kamar besar besar dan menikmati angin sejuk (yes sejuk, bukan dingin, HURRAH!) yang masuk berbarengan dengan cahaya matahari sore juga sangat menenangkan kog. Ditemani alunan musik lucunya 10cm… aah…. 하루종일 웃기: akhirnya, mission accomplished!

:)

Semoga dengan begini jiwa dan raga saya cepat sembuh, yess yesss menuju normal!

제가 요새 뭐하고 지내냐면은….

1. 수영 교실

Terhitung mulai 1 April 2011 yang lalu, saya ikut kelas renang di sekolah. Bayar, maaf sekolah saya sedikit cina, tapi tidak terlalu mahal. 35 ribu won untuk satu bulan, perminggu 5 hari (Senin sampai Jumat), sehari sejam (saya pilih pukul 4 sore). Gurunya laki-laki, teman-teman sekelas saya kira kira ada 5 orang, dan sebagian besar perempuan. Saya ikut kelas ini sendirian, maksudnya tidak ada teman yang saya kenal sebelumnya, tapi murid-murid renang ini sangat bervariasi dan baik hati sekali. Mereka senang bertemu orang asing seperti saya. Kadang kalau saya dimarahin oleh sang guru yang jahat itu karena tidak bisa melakukan gerakan dengan benar, teman-teman saya membela saya dengan berkata, “Makanya Ssem ngajarnya pake bahasa Inggris dong!”

Selain peristiwa kepala saya dicelupin ke air, badan saya dijungkir balikkan dengan paksa, bahu saya dicubit, dan kaki saya ditarik mundur kalau salah gerakan, tampaknya bisa dikatakan kelas renang saya menyenangkan. Oiya, saya bukannya les renang karena ingin bisa berenang, karena dengan bangga saya katakan saya BISA berenang. Sudah pernah belajar sebelumnya ketika saya masih di Jakarta. Tapi saya ikut les ini karena saya ingin sehat >.< Tahun 2011 saya awali dengan berbagai macam penyakit bersarang dalam tubuh saya, jadi saya pikir apa salahnya berolahraga dengan lebih teratur, setuju?

2. 승무원 지원하기

Tidak banyak yang tahu, tapi mungkin melalui blog ini jadi banyak yang tahu sekarang, bahwa saya ingin menjadi pramugari. Sangat ingin. Sejak kapan? Sejak kecil. Kecilnya sekecil apa? Sekecil sekali (halah). Maaf, tapi iya saya sudah sangat tertarik dengan pesawat dan pelabuhan udara sejak saya TK. Ketika sekolah dasar, teman-teman saya banyak yang ingin jadi dokter, tapi saya lebih tertarik untuk menjadi pramugari. Naik ke SMP, masih sedikit tertarik menjadi pramugari, tapi orang-orang mulai merendahkan pekerjaan ini dan bilang “buat apa sih sekolah mahal mahal kalo gedenya cuma melayani orang di pesawat”. Naik ke SMA, tiba-tiba cita-cita saya juga naik. Ketika itu saya sempat ingin menjadi pilot. Hehehehe cita-cita yang agak unik untuk seorang perempuan, tapi yaah saya juga sadar kayanya saya ga sesehat itu untuk jadi pilot. Mata saya mulai kabur dan badan saya suka sakit-sakitan. Lagipula lingkungan tidak ada yang menyetujui. Jadilah saya banting setir ke arah komputer dan terdampar di negeri ini….

Namun akhir akhir ini tiba-tiba saya kembali tertarik untuk menjadi pramugari. Entah memang sudah panggilan alam, atau karena sudah desperate nyari kerja di bidang komputer (lagi agak muak liat kode), jadilah ketika salah satu teman saya yang juga tertarik ingin menjadi pramugari mengajak saya sama sama mendaftar di airline  tertentu, saya pun tertarik. Tadinya hanya satu CV dilayangkan. Kisahnya pun bersambut baik, Asiana memanggil kami untuk interview. Namun kami gagal di interview tahap pertama, mungkin karena mereka memang tidak butuh orang Indonesia (secara ga ada penerbangan ke Indonesia juga). Namun lama-lama rasa penasaran kami ini tidak pudar juga, dan sejauh ini sudah banyak sekali iklan lowongan menjadi pramugari yang kami teliti. Beberapa CV lain juga sudah dilayangkan, dan beberapa CV lain pun menyusul.

Ayah ibu saya tentu tidak suka saya menjadi pramugari, katanya pekerjaan apa itu, sekolah jauh-jauh kog jadinya pramugari. Demikian pula dengan teman-teman saya, banyak yang heran kog anak komputer dan arsitek malah lulus jadi pramugari? Namun entahlah, hati kecil saya berkata kalau memang bisa diperjuangkan, selama itu tidak mengganggu kegiatan saya yang lain, kenapa tidak? Lagipula ini sudah cita-cita saya dari kecil, mewujudkan cita-cita sendiri boleh dong? :D

3. 화장 배우기

Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali! Hehehehe di tahun keempat saya, barulah sekarang saya sadar bahwa make up itu penting. Grrrr….. Dan ketika saya mulai mengejar ketertinggalan saya, ada satu lagi hal yang saya sadari, bahwa alat make up harganya mahal banget buseeet emosi nian kalau tau harga satu brush saja bisa seratusan ribu rupiah, belum lagi kalau ingin mencari make up merk luar yang kualitasnya bagus. Aih.. andaikan muka ini bisa dipercantik setiap hari dengan adobe.. pasti kantong lebih stabil dan hati lebih senang…

4. TOPIK 공부하기

HA! Yang ini bohong sih. Yang ini baru tiba di tahap hendak… dan belum terlaksana. Hehehe. Rencananya ingin mengambil tes bahasa korea semester depan… tapi aih malasnyaa belajar >.< melihat bukunya saja saya muak, tidak bisa membayangkan harus mempelajarinya berbulan-bulan, karena saya akui untuk tes tingkat 고급 kemampuan saya masih jauh dari yang seharusnya. Doakan saya.

Berperang Melawan Cacar Air – 수두와 전쟁

Sesuai judul dan menanggapi postingan saya yang sebelumnya tentang Chicken Pox… saat ini keadaan saya sedang di ambang kesakitan. Antibodi saya lagi diuji, badan saya dipaksa menerima asupan gizi lebih banyak dari biasanya. Mengapa demikian? Pelakunya adalah anak ini.

Namanya WonGyun Lim, merupakan anak paling kecil dari keluarga Oom Lim, yaitu keluarga tempat saya homestay saat ini. Istilah kerennya homestay, istilah kasarnya numpang. Hehe. Jadi selama liburan musim dingin ini sebelum saya masuk kembali ke asrama, saya ‘dipungut’ oleh keluarga Oom Lim dan diperbolehkan tinggal bersama mereka sampai sekolah mulai bulan Maret nanti. Nah. Kehidupan saya di rumah ini sangat menyenangkan, makan terjamin, tempat tidur tersedia, TV boleh dinyalakan kapan saja, internet pun oke (walaupun kalau yang satu ini saya tetap harus tau diri makenya). Liburan saya pun terasa tidak terlalu buruk, dan saya sedikit merasa lebih sehat dan bugar dari sebelumnya, karena kerjaan saya tiap hari adalah makan dan tidur.

Namun sayangnya masa masa ‘sehat’ saya memasuki kondisi kritis terhitung mulai hari ini.

Hari ini, Wongyun dinyatakan menderita sakit cacar air. Badannya panas, totol totol, mulai menggaruk, dan tadi sempat muntah juga (gak tau apa hubungannya muntah dengan cacar air, tapi yaudalah). Satu keluarga menaruh perhatian yang sangat besar padanya, dan berusaha mengajak dia ngobrol, menemani dia makan, dan lain lain. Satu keluarga kasihan sama Wongyun, sementara saya kasihan sama diri saya sendiri. Iya, betul. Saya belum pernah kena cacar air.

Umur saya hampir 22 tahun, dan saya belum pernah diserang penyakit itu. Konon kata mama ketika saya TK dulu saya pernah didekatkan dan ditempelkan pada penderita cacar air dengan tujuan supaya biar sakitnya pas kecil aja, pas gedenya ga perlu sakit lagi, namun sayangnya ketika TK dulu badan saya luar biasa sehat sehingga virus virus itu ga mempan masuk badan saya. Dan begitulah.. saya tumbuh besar tanpa pernah kena cacar air. Saya pun tidak terlalu khawatir dengan penyakit itu.

Sampai hari ini. Sampai saat di mana saya sadar badan saya (kayanya) tidak sesehat dulu, dan sumber penyakitnya berkeliaran di sekeliling saya, tinggal di rumah yang sama dengan saya, dan berjarak hanya beberapa meter dari saya.

Oke. Jadi sekian sekilas info tentang cacar air dan saya dan peperangan yang kami alami. Saya sungguh berharap tidak ketularan, karena saya ga mau sakit di Korea T__T

Jadi bagi kalian yang membaca postingan ini, tolong doakan saya ya. Hahaha. Saya butuh vitamin, dan,, doa. Semoga Sali tidak terjangkit cacar AMIN!

수두 (Chicken Pox)

정의

수두-대상포진 바이러스(varicella-zoster virus)에 의한 급성 바이러스성 질환이다. 증상은 급성 미열로 시작되고 신체 전반이 가렵고 발진성 수포(물집)가 생긴다. 잠복기간은 2~3주, 보통 13~17일이다. 수두나 대상포진의 수포에서 나오는 액의 직접 접촉 또는 공기를 통해서 전파된다. 감염자의 타액(침)을 통해서도 전파될 수 있다. 수포는 발생 초기일수록 전염성이 강하고, 딱지가 생기면 전염되지 않는다.

* 발병위치 : 전신

원인

헤르페스 바이러스과(Herpesviridae), 알파헤르페스 바이러스아과(Alphaherpesviridae)에 속하는 수두-대상포진 바이러스(Varicella-zoster virus, VZV, HHV-3)가 수두의 원인 바이러스이다.

증상

잠복기간은 2~3주이며 보통은 감염 후 13~17일 후에 증상이 나타나기 시작한다. 급성의 미열로 시작되고, 피부 발진은 몇 시간 동안의 반구진 시기, 3∼4일간의 수포(물집)기를 거쳐 7∼10일 내에 가피(딱지)를 남기고 호전된다.
수포는 연속적인 과정을 거치면서 단계별로 변화하고, 동시에 여러 단계의 수포가 공존하는 특징이 있다. 수포가 터지면 궤양이 된다. 수포는 노출 부위보다는 두피, 겨드랑이, 구강 점막이나 상기도 점막, 결막 등과 같이 가려진 부위에 더 많이 발생하는 경향이 있다. 벨트를 착용하는 부위 등 피부를 자극하는 곳에도 수포가 생기기 쉽다. 증상이 가볍거나 비전형적인 감염형, 불현성(겉으로 그 증상이 나타나지 않는 상태) 감염도 있지만, 성인에게서는 발열과 전신 감염 증상이 심하게 나타난다.

  • 수두 증상

치료

수두는 대부분의 경우 병이 진행되면서 증상이 자연적으로 좋아지기 때문에 특별한 치료는 필요 없다. 면역억제 환자에서 발생한 수두에는 항바이러스제인 아시클로비어(acyclovir)나 비다라빈(vidarabine)을 사용하면 증상이 경감된다. 그러나 면역기능이 정상인 수두 환자에서 항바이러스제는 급성기의 통증이나 발진이 호전되는 것을 반나절에서 이틀 정도 앞당기는 효과만 있을 뿐 증상 완화 효과는 없다. 따라서 모든 수두 환자에게 항바이러스제를 투여하는 것은 바람직하지 않으며, 삼차신경의 제1분지가 이완되거나 증상이 심한 경우에만 사용하도록 제한해야 한다.

source: http://health.search.naver.com/search.naver?where=health_detail&sm=tab_txc&ie=utf8&query=%EC%88%98%EB%91%90

제공: 서울대학교병원 (SEOUL NATIONAL UNIVERSITY HOSPITAL)

Kisah si Coklat Truffels

 

Suatu malam di hari yang indah, sang Ibu mengetuk pintu kamar anaknya dan berkata..

 

“Sali, coklatnya dimakan papa.. (dengan nada sedih)”

‘Ya terus?’

“Iya padahal mama udah bilang itu coklatnya Sali kasi buat mama..”

‘Aeh.. ya rebut lah.’

“Huhu si papa maksa dia bilang cuma pak dokter yang boleh makan ini…”

‘Aaaaahh kalian ini sana sana berantem, lomba gih siapa yang paling banyak makan coklatnya… ‘

“Sini lah kamu ikutan ke dapur liat sisa sisanya.. ”

 

ㅡ.ㅡ”

This Christmas

Hang on the mistletoes, I wanna get to know you better..

This Christmas REALLY WAS,, a very special Christmas, for me..

 

Oke jadi ga kerasa hari liburan saya sudah terlewati beberapa minggu, bahkan hari yang paling saya nanti nantikan pun sudah lewat 5 hari.. Semuanya memang berjalan terlalu cepat kalau lagi liburan.. huhuhu. Padahal saya masih ingat postingan saya yang sebelumnya adalah tentang betapa stressnya saya menghitung mundur hari-hari presentasi dan ujian, dan rasa cape nya badan akibat terlalu banyak packing juga masih ga bisa dilupakan..

Sekarang.. saya duduk manis di meja bundar di ruang tamu sambil nunggu giliran mandi untuk nganter kakak saya ke bandara. Ibu saya ada di kamarnya, ntah lagi ngapain, kemungkinan besar lagi BBM-an, dan ayah saya sibuk membalas sms ucapan Selamat Natal dan Tahun Baru yang masuk ke HPnya (sementara saya sendiri sibuk dengan komputer – oke keluarga kami memang ketergantungan sama benda elektronik yah kayanya, tapi ya sudalah).

Daan.. menyinggung judul postingan saya kali ini, yaah bisa dibilang Natal kali ini cukup berbeda. Ibu saya tidak ada di rumah ketika Natal, dia pulang ke Motung untuk menjenguk adiknya. Dan saya sendiri diboyong ayahanda ke Bandung untuk menemani acara kantornya, yang mana membuat saya tidur sepanjang jalan karena energi saya belum terisi penuh semalam sebelumnya.

Tapi tetap..

Natal kali ini istimewa kog. Istimewa sekali malah, untuk suatu alasan yang tidak bisa saya ketik di sini ;p Mungkin lain kali saya cerita, tapi sekarang saya harus segera mandi sebelum kakak saya berang. Selamat Natal semuanya, selamat tahun baru juga, dan selamat berlibur!