putting yourself in other people's shoes

sebenarnya kalimat di atas ini punya makna lebih dalam dari hanya sekedar ‘memasukkan kaki ke sepatu orang’. dulu saya pernah baca buku Jennifer Weiner yang judulnya In Her Shoes, dan buku itu mengingatkan saya supaya jangan seenaknya menjudge kehidupan orang lain.

kita ga bisa bilang si ini hidupnya kog tampak santai santai saja, si itu kog kayanya ga perna punya masalah dalam hidupnya, si ini kog mukanya kayak orang susah banyak masalah terus, si itu kog kesian banget kayanya ga sempat punya waktu buat main main sama teman, dan lain sebagainya sebelum kita merasakan sendiri kehidupan dia. alias menjalani hidup menjadi orang lain – yang mana dalam buku ini dianalogikan dengan cara “coba jalan jalan tapi minjem sepatu orang”.

nah.

ngomong ngomong soal minjem sepatu orang, di hari ke-6 libur musim panas saya ini saya sempat menukar paksa sepatu saya dengan sepatu seorang teman, dengan imbalan setengah porsi roti krim Paris Baquet yang saya beli siang tadi. saya kira rasanya bakal gimana bangeeeett gitu tukeran sepatu. atau setidaknya membawa efek positif lah, seperti peribahasa di judul postingan ini.

tapi tampaknya efeknya agak sedikit jelek.

ketika tiba di kamar, pergelangan kaki saya sedikit gatal karena tergesek gesek oleh sepatu adidas putih hijau milik teman saya yang jelas jelas kebesaran di kaki saya. (tenang, gatalnya bukan karena bakteri virus jamur racun atau apalah itu)

sementara teman saya itu mengaku sangat membenci saya tadi, karena dia terpaksa menahan malu sangat amat besar ketika berada di bus dalam perjalanan pulang dengan kedua kakinya diselimuti kaos kaki doraemon plus sepatu Natal saya yang berwarna emas.

hihi.

maaf ya Kak, at least sepatunya bukan high-heels kan?

hari ke-5 : dear rommie

ACHAAAAAA!!

pakabar sih lo. hari ini ke gereja gak? bolos lagi ya. haha. seharian ini gue ga mandi loh. rese abis. ini semua gara gara Kangen! gara gara seorang Kim! dasar. masa kemarin dia minta pagi ini ketemuan, SEKITAR jam 10an. gak jelas gitu kan cha jam nya jam berapa. jadi gue tidur santai aja. ehhh pas gue kebangun jam 10 pagi tadi, uda ada sms dari si kangen. minta ketemu saat itu juga. akhirnya tanpa mandi tanpa cuci muka tanpa nyisir (lagi) gue ganti baju dan bergegas ke gereja.

eh iya. gue ke gereja sendiri tadii. sarita ga ikutan paduan suara. dan asli.. di gereja gue uda mau tewas. ngantuk. berasa kotor. ingin pulang. ga betah. ga ngerti. segala macem, nyampur jadi satu. untung pas sell teamnya, pas belajar alkitabnya, rada menarik dan kami ga beneran belajar. cuma ngobrol2, jadi gue ga perlu susah payah melawan rasa kantuk. hihi.

balik dari gereja.. uda jam 7 kurang 15. ga makan deh gue cha. hah. biasanya gue yang ngingetin lo makan kan. huahahaha. semoga lo tetap sehat ya di sana cha. gue lagi dilanda kebosanan yang amat sangat nih sekarang. kamar sempit ini tiba tiba terasa sangat luas untuk gue yang sangat sempit (otaknya).

dan sekarang gue sedang mengunyah kripik kentang. rasanya mirip chitato. nyumm!

pada hari ke-3 Sali pun senang

terhitung dari tanggal 18 juni kemarin, liburan panjang suda menyambut saya. kalau iseng, coba deh hitung ada berapa hari totalnya dari tanggal 18 juni sampai 31 agustus?

dengan kemampuan menghitung dan kapasitas otak yang pas pasan, saya berhasil menghitung bahwa total tenggang waktu yang saya miliki sampai akhirnya saya harus kembali belajar adalah 75 hari !! wihiiyy. lama kan.

dan sekarang, pada hari yang ke-3 ini, saya masih disibukkan oleh kegiatan membantu teman sekamar saya mempersiapkan kepulangannya. repot dan melelahkan memang, tapi sungguh menyenangkan. tak terasa kami suda 4 bulan tinggal bersama, dan kini saatnya melepas status ‘roommie’ tersebut.

baiklah.

hari ini jadwal jalan jalan terakhir kami.

tujuan : toko buku dan Daisy. dalam rangka membeli oleh oleh.

selamat tinggal :)

selamat datang libur p a a a a n j a n g

pukul 8 pagi seorang teman menelepon, membangunkan, dan mengajak sarapan bersama.

pukul 9 pagi saya sudah rapi bersih wangi, terduduk di depan meja belajar, mencoba memasukkan secara paksa beberapa kosakata bahasa Korea ke dalam otak.

pukul 10 pagi ujian terakhir saya dimulai.

pukul 11 pagi ujian terakhir saya selesai.

pukul 11 pagi lewat 1 menit saya merasakan sukacita yang luar biasa.

LIBUR TELAH TIBA !