Visa Korea

Demi menghapus ingatan masa lalu tentang jalan-jalan yang tragis ke Cina tahun lalu, tahun ini gue dan Bania dan juga Obi berniat main ke Korea. Meskipun kami pernah tinggal di Korea, tetep aja sih kami ga punya visa tinggal atau sejenisnya, jadi pas mau berangkat ini harus tetap apply visa lagi seperti pada umumnya hahah.

Nah untuk ngurus visa kemarin, gue dan Bania sengaja ga pake tur karena toh kedutaan Korea lokasinya dekat dengan kantor kami, dan konon katanya kalau urus sendiri lebih cepat jadi daripada pakai tur.

Fyi, gue karyawan swasta, belum menikah, hendak membuat visa turis single entry, dengan biaya pribadi, tanpa surat undangan dari Korea atau sponsor, dan sebelumnya memang sudah pernah ke Korea. Ini dokumen yang kemarin gue siapkan untuk urus visa:

  • Formulir aplikasi visa (download di sini)
  • Foto 4×6 background putih 2 lembar
  • Paspor asli dan fotokopi (halaman depan dan halaman yang ada cap visanya)
  • Fotokopi KTP & NPWP
  • Fotokopi akte kelahiran
  • Fotokopi KK
  • Fotokopi ID card dan kartu nama kantor
  • Rekening koran 3 bulan terakhir (atau e-Statement dari klik BCA)
  • Surat referensi visa dari bank (gue bikin di BCA Plaza Sentral, bayar 50ribu)
  • Slip gaji 3 bulan terakhir
  • SPT PPh 21
  • Surat keterangan kerja (English)
  • Print tiket pesawat PP
  • Print bookingan penginapan (gue via booking.com biar ga kena charge)

Itu saja dokumen yang gue bawa! Sebenernya ketika mau nyiapin dokumen buat visa kemarin itu, gue banyak belajar dari blog ini sih (makasih banyak yaaa hehe). Terus satu hal yang gue ga siapin kemarin, yaitu itinerary. Alasannya simply karena males. Dan karena dulu ke Korea juga pernah bikin visa terus ga masukin itinerary sama sekali hahaha jadi yaudalah skip.

Lalu perihal harus sedia uang berapa banyak di tabungan, itu sih emang banyak mitosnya ya. Cuma kemarin gue perkirakan aja uang di tabungan sekitar 2 atau hampir 3 kali lipat total pengeluaran selama liburan di Korea. Dan kebetulan gue apply visa setelah gue gajian, huhahahah jadi gak miris-miris banget lah angka di rekening.

Nah, proses nyiapin dokumen terlihar sederhana dan menyenangkan bukan? Tentu saja! Tapi tenang, bukan Sali dan Bania namanya kalau mau jalan-jalan ga ada malapetakanya. Hahahah. Malapetaka ini hampir timbul ketika kami mau apply dan ternyata waktunya mepet banget karena banyak tanggal merah :3

Apply: Selasa, 2 Mei 2017

  • Berangkat dari kantor jam 9, tiba di Konsulat Korea jam 9.15, dapet antrian 42 tapi nomornya sudah berjalan sampai 36 dan geraknya cepat. Selesai jam 9.45, dan katanya visa jadi dalam 6 hari kerja tapi disuru cek dulu di website.

Diperkirakan jadi: Rabu, 10 Mei 2017

Tiket berangkat: Kamis, 11 Mei 2017

IMG_9938

Komedi sih. Jujur kami ga nyangka bakal makan waktu 6 hari kerja, karena seinget kami ga selama itu waktu yang dibutuhkan. Tapi pas ketemu petugas, dia bilang emang peraturannya baru berubah. Terus ada temen kantor yang menenangkan dan bilang, “Gue juga waktu itu apply hari Selasa, eh hari Sabtunya gue cek di web udah beres, dan hari Senin minggu depannya udah bisa diambil.

Sementara kami baru disuru ngambil hari Rabu. Like.. NOOOO

Usut punya usut, ternyata di minggu itu emang tanggal merahnya banyak banget. 3 Mei itu Waisaknya Korea, 5 Mei itu hari anak, terus tanggal 9 Mei ada Pemilu pula. Aku harus apah T__T

Ya ga harus apa-apa juga sih. Banyak-banyak doa aja palingan hahahah. Karena sepanjang minggu itu sambil deg-degan gue dan Bania tiap hari ngecek website kedutaan untuk cek status aplikasi visa, dan hasilnya tetap “Application Received” alias belum approved. Senyumin aja ya kak :)

Untungnya pagi ini, tepat hari Rabu tanggal 10 Mei 2017, gue terbangun dengan wasap ceria dari Bania yang bilang bahwa visa kami udah bisa diambil! Persis seperti perkiraan dari petugas di kedutaannya, hahah ga lebih cepat rupanya. Tetep disyukuri lah ya.. andaikan telat sehari aja, ga bisa terbang besok @.@

(cek status di sini, pilih bahasa Inggris, lalu cari yang Check Application Status)

cek aplikasi

Jadi moral dari cerita ini adalah, jangan apply visa mepet-mepet ya! Nanti jantungan kayak gue :) Oh dan juga, urus visa sendiri gampang kog. Kalau emang tinggal di Jakarta dan punya banyak waktu, saran gue adalah urus sendiri. Biaya hanya 544,000, dan jadinya lebih cepat. Tapi kalau emang ga ada waktu atau rumahnya jauh (ngerti banget lah ya kemacetan Jakarta sekarang kayak apa) ga ada salahnya juga minta tolong tur. Your call!

한국 내일 갑니다!!

 

Kenapa sih orang harus mengumpat?

Alkisah di suatu sore yang tenang, semua karyawan sedang duduk manis di tempatnya masing-masing sementara pakbos terdengar sedang berdiskusi dengan seseorang di pojok ruangan. Sayup-sayup suara mereka terdengar, dalam bahasa Korea.

Entah orang itu siapa, entah orang itu dari mana, dan entah apa yang sedang mereka bicarakan, tiba-tiba terdengar pakbos berang,

넌 똑바로 설명 안 해??? / jelasin yang bener nggak!!!

니가 말을 제대로 해야 내가 알 수 있잖아 / lo ngomong yang bener dulu lah baru gue bisa ngerti 

나 이 내용 뭔지도 모르고 도대체 어떻게 돈을 달라는거야!! / gue ini apaan juga kagak tau, kog seenaknya minta duit sih

난 무슨 *데 *버뉴 주인이냐??? / lo kira gue yang punya perusahaan ini???

안돼!!! / kagak bisa!!!

… (sayup sayup orang itu menjawab tapi ga kedengeran dari tempat saya)

adegan berikutnya pakbos sudah dalam posisi berdiri dan suaranya menggelegar

왜?? / kenapa?

기분 나빠?? / lo ga suka??

함번 뒤집어질래???  어???? / lo mau gue abisin ya???

… (orang tersebut masih berusaha menjawab dengan suara super sangat kecil)

야!! / heh!!

나가!! / keluar lo!!

pakbos sambil berdiri dan mengarahkan telunjuknya ke pintu

빨리 나가, 시발!!! / buruan keluar, m*nyet!!!

orang tersebut bangun dan beranjak ke arah pintu keluar

야!! 새끼야!!  / anj*ng lu ya emang

시발 새끼…

Maka gelap lah aura kantor sore itu. Kasian sih si orang tadi, dimaki maki di satu kantor. Mungkin dia memang ada salahnya, atau mungkin orang itu juga menawarkan proposal yang nggak masuk akal. Tapi tetep aja sih… punya bos yang perbendaharaan katanya kayak preman pasar gitu lumayan bikin aura kantor jadi ngga enak. (eh tapi ini bos yang berbeda dengan bos colongan sebelumnya kog, kalo yang itu sih kebalikannya banget)

Aigoo……

Kenapa sih orang harus mengumpat?

Long Way Home (Part 1 – Farewell and Japan Trip)

Sebuah postingan yang sudah mengendap di draft berjuta-juta tahun. Hehehe mari kita tuntaskan sebelum keburu lupa semuanya.

Jadiii in case ada yang belum tahu, gue yang hampir 6 tahun (4 tahun sekolah, nyaris 2 tahun kerja) tinggal di Korea ini akhirnya memutuskan untuk kembali ke Indonesia pada bulan September 2013 yang lalu. Kepulangan ini tidak diiringi dengan air mata darah melainkan tangisan penuh haru biru karena bisa dibilang gue udah lama menantikan ini ^.~

Namun namun namuun.. perjalanan gue dari Korea ke Indonesia tentu tidak ditempuh dalam 7 jam saja karena gue sempet nyangkut sana-sini dulu sebelum menginjakkan kaki di Jakarta.

Tercatat gue meninggalkan Korea itu tanggal 14 September 2013 dan akhirnya masuk Jakarta tanggal 6 Oktober 2013. Lumayan lama :D

Jadi.. nyangkut di mana sajakah gue? Inilah kisahnya.

KOREA

Detik-detik sebelum gue pulang sih tentu diisi dengan farewell sana sini. Heheh..

Bye Koreaaa

Searah jarum jam: makan-makan sama anak-anak gereja IWE (8 Sept 2013), makan malam 2 monster yang lapar mata dan berujung pada kekenyangan menghabiskan melon bingsu di 안양역 (11 Sept 2013), permainan jenga berdarah yang entah kenapa harus banget gue yang kalah?? hahah di pinggir sungai Han bersama anak anak IWE (8 Sept juga), farewell bersama adik kesayangan si Cresti Palupi yang makin hari makin sering dibilang mirip gue di Busan (6 Sept 2013), dan akhirnya cap “완전출국” yang dibubuhkan dengan sempurna di paspor gue, menandakan bahwa gue sudah meninggalkan Korea demi kebaikan dan ID card gue ditarik (14 Sept 2013).

Last Dinner
3S: Sali Sayang Semua

Tapi foto farewell paling sweet mungkin yang di atas ini, diambil dengan sempurna oleh sang timer, dengan tema “semua peluk saliii” heheh tapi akhirnya yang meluk Farra dan Apple doang juga sih;;; Ya anyway terima kasih banyak sekali teman teman kesayangankuuu hehehe all the best for all of you :) :)  – Kangnam, 13 September 2013.

JAPAN

Day One – 14 Sept

Menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di Jepang! Hehe naik AirAsia, siang bolong mendarat dengan sukses di Narita. Susah payah cari kantor pos untuk mengambil pesanan wifi portable yang sudah gue pesan sehari sebelumnya, juga tiket JR Pass yang membantu hidup gue selama di Jepang nanti biar bisa naik turun kereta sepuasnya.

Fyi, Jepang itu pelit wifi dan pelit alfabet. Jadi buat gue yang buta arah dan buta aksara di sana, gue tau gue akan butuh banget sambungan internet ke HP gue dan oleh sebab itu gue udah cari duluan perusahaan mana yang menyewakan wifi router mini yang bisa dibawa ke mana-mana. Waktu itu gue mesen yang kecepatan 42Mbps untuk 10 hari dan mengeluarkan 5,800 Yen sahaja untuk benda ini. Mahal emang, tapi worth it.

Sementara untuk  JR Pass.. hmm JR Pass itu gampangnya bisa diartikan sebagai magic ticket yang mengizinkan lo untuk naik kereta yang dikelola oleh JR company sepuasnya di Jepang. Gue beli yang harganya 284 USD untuk 7 hari, dan karena gue tau ini harga yang cukup mahal maka gue manfaatkan semaksimal mungkin tentunya hehehe. Ohiya JR Pass ini juga bisa dipakai untuk naik shinkansen, sementara normal price one way shinkansen dari Tokyo ke Osaka sendiri aja bisa 150 USD, jadi bayangkanlah betapa “ekonomis”nya kalau kita keliling Jepang pake shinkansen menggunakan si JR Pass ini.

JR Pass

Anyway day one gue dihabiskan dengan menyesuaikan diri dari rasa shock dan beradaptasi dengan kesendirian. Ahuhahah najis bener bahasa gue tapi iya sih, kalo ga salah day one gue cuma istirahat, lalu ngecharge semua barang elektronik gue, terus tidur deh. Postingan gue hari itu bisa dibaca di sini, dan sebagai catatan untuk diri sendiri waktu itu gue nginep di sebuah capsule guest house murah meriah untuk ukuran Jepang yang berada di Shinjuku. Namanya Ace Inn, gue nginep di Economy Floor dengan tarif 3,150 Yen per malam. Sekilas mengenai tempat ini, lokasinya cukup strategis (dekat dengan subway) dan petugasnya sungguh sangat ramah. Showernya bayar sih 100 Yen untuk 5 menit (atau 10 menit? lupa), tapi overall gue ga punya keluhan apa apa tentang tempat ini. Recommended!

Day Two – 15 Sept

Gue ke Hiroshima! Heuhehe. Tokyo ke Hiroshima naik Shinkansen itu memakan waktu sekitar 5 jam, jadi gue cabut dari Tokyo pagi/siang dan tiba di Hiroshima sore hari menjelang matahari terbenam.

Nyampe di Hiroshima, gue langsung check in di guest house berikutnya bernama Lappy Guest House, yang petugasnya sangat sangat lucu karena dia tidak bisa bahasa inggris jadi gue ngomong sama dia pake bahasa Jepang :3 bisa dibayangkan gue cuma Hai Hai doang sama sesekali Arigatou.. Gue nginep di Separate Dormitory untuk 4 orang dengan tarif 2,200 yen per malam.

Shinkansen, Hiroshima City, and Lappy Guest House

Dan demikianlah day two gue habiskan lagi-lagi dengan agak sia-sia karena cape di jalan dan cuma berhasil ngiterin daerah sekitar guest house untuk cari makan malam. Gagal menemukan okonomiyaki T.T tapi yasudalah.

Day Three – 16 Sept

Hari yang sempurna untuk berkelana di kota Hiroshima! Puji Tuhan cuaca ketika itu super sangat bagus, jadi gue berhasil naik city tour bus setempat dan bertandang ke Hiroshima Castle, A-Bomb Dome (dome yang kejatuhan atomic bomb dan masih berbentuk rangkanya sampai sekarang), Hiroshima Peace Memorial Park (museum tentang penjatuhan bom jaman perang dunia dulu), Ground Zero, dan nyebrang ke Miyajima Island untuk melihat Itsukushima Shrine – sebuah shrine di tengah laut. Lalu malamnya kembali menginap di si Lappy! Hehehe.

Itsukushima Shrine, A Bomb Dome, Ground Zero, Hiroshima Castle

Day Four – 17 Sept

Hari keempat iniiii adalah salah satu hari perjalanan panjang gue. Pagi pagi buta gue ngejar Shinkansen untuk pergi dari Hiroshima menuju ke kota di utaranya Tokyo yang bernama Nikko. Waktu tempuhnya sendiri sekitar 6 jam, dan gue ke mana mana itu bawa backpack dan barang-barang gue yang sebanyak dosa (gue ceritanya lagi pindahan negara lho hahaha). Jadi bisa dibayangkan sebenernya energi gue agak terkuras dengan pindah pindah kota yang super jauh ini. Mana random banget pula, gue jauh jauh ke Hiroshima buat liat foto korban bom dan naik ke Nikko buat melihat sebuah shrine (again). Hahahah untung shrine yang gue kunjungi, Toshogu Shrine, memang besar dan bagus.

Kota Nikko nya sendiri juga bagus banget sebenernya, di sana banyak spot-spot lain yang bisa dikunjungi. Tapi karena gue cuma punya 4 jam untuk mengeksplorasi kota tersebut, jadi yah gue cuma sempet ke si Toshogu Shrine.

Habis dari Nikko gue lalu mengejar kereta lagi dan pindah ke kota lain bernama Nagano. Gue bermalam di sebuah guest house lucu di Nagano bernama 1166backpackers. Gue nginep di female dorm untuk 4 orang dengan harga per malam 2,600 Yen.

Long Way Home2

Oiya saking randomnya gue, gue ga tau dong Nagano itu sebenernya di mana. Jadi gue sok asyiik aja pake baju seadanya dengan tas bawaan seberat berat beban hidup, lalu tau-taunya nyampe Nagano itu udah dingiiiin benar. Ya bukan dingin winter sih, masih dinginnya fall. Tapi kostum gue waktu itu belum siap untuk menyambut musim lain selain musim panas… :( Jadi moral yang didapat: cari tau dulu letak geografis kota yang akan Anda tuju! (ngomong ke diri sendiri)

Day Five – 18 Sept

Bangun pagi di Nagano, gue langsung cabut ke tujuan gue berikutnya yaitu Jigokudani Monkey Forest. Di sini lah kerandoman trip gue mulai mencapai puncaknya, ketika gue sadar bahwa tempat tujuan gue itu adalah sebuah hutan. Ya gue tau sih emang gue menuju ke monkey forest, tapi di otak gue “ah itu palingan kayak kebun binatang gitu.. naik bus, turun, masuk kebun, liat monyet, selesai“.

Tau-taunya nggak dong…… dari tempat nginep gue di Nagano gue masih harus naik kereta plus bus untuk mencapai tempat tersebut, dan gue menghabiskan 2 setengah jam untuk sampe di hutan. Dan pas di hutan itu pun gue sempet goyah karena gue masuk kepagian, nggak ada orang, dan gue sebenernya penakut kan di hutan…..

Huuu jadi ya begitulah, dengan kecepatan sangat lambat gue masuk hutan sampe akhirnya ketemu pos penjagaan di mana gue bisa nitip tas (akhirnya!!) kemudian masuk ke area di mana si monyet-monyet itu berada.

Nikko, Jigokudani

Sebenernya yang unik dari tempat ini adalah mereka, para monyet, punya hobi mandi di onsen. Tapi sayangnya gue dateng pas musim panas, jadi nggak ada satupun monyet yang nyemplung ke air. Semua sibuk nyari kutu di badan temennya masing masing.

Sepulang dari Jigokudani Monkey Forest, gue mampir dulu di Kanbayashi Onsen Guchi, yakni sebuah jalan yang kiri kanannya penuh dengan onsen. Lucu sih, pas gue ke sana gue beneran liat orang lalu-lalang pake yukata, karena mereka lagi mandi pindah pindah dari satu onsen ke onsen lainnya. Heheh. Kalo ga salah total ada sekitar 10 onsen di sana, dan gue diperbolehkan masuk ke salah satunya. Lumayan, numpang mandi habis masuk hutan sendirian pagi pagi.

Monyet-monyet Berjemur, Kanbayashi Onsen Guchi

Kemudian dari onsen gue balik ke Nagano, dan kemudian kembali keee Tokyo. Di Tokyo gue bergabung dengan teman seperjalanan gue berikutnya (yeayy akhirnya nggak foto pake timer lagi) dan kami lalu langsung bergegas naik bus menuju ke Osaka. Jadi yeap malam itu gue “menginap” di bus dalam perjalanan dari Tokyo menuju ke Osaka. Busnya dioperasikan oleh Willer Express, kami naik bus jam 24.30 dan tiba di Osaka 7.50. Bus kami bertipe double-decker tanpa bagasi untuk penyimpanan tas, jadi tas kami dititipkan di loker umum di subway station yang berbaik hati mau ngejagain tas kami untuk beberapa hari hehehe.

Day Six – 19 Sept

Bangun pagi, lusuh, bau, keringetan, laper, semua campur aduk. Untung gue sudah tidak sendiri lagi (ets) jadi at least ga musti takut nyasar karena peta langsung gue lempar ke partner gue yang mengaku lebih jago baca peta dari gue huhehehe. Nyampe di Osaka, kami langsung cabut ke guest house buat naro barang dan numpang cuci-cuci. Jadilah kami bergegas ke Hana Hostel yang lokasinya sangat strategis, yakni di Shinsaibashi.  Hana hostel ini salah satu group hostel murah berkualitas di Jepang, jadi sangat recommended!! Heheh tapi agak laris parah juga, jadi harus cepet-cepet book dari jauh jauh hari kalau mau menginap. (Gue sempet mau nginep di Hana Hostel Tokyo, Hiroshima dan Nagano juga, tapi sudah penuh)

Anyway keliling keliling Osaka kami cuma berhasil mengunjungi Osaka Castle, Shinsaibashi, Umeda Skye Building, dan sebuah daerah yang gue juga lupa namanya tapi tampilannya kayak pasar baru lengkap dengan jajanannya yang lucu lucu. Menyenangkan sih, tapi kalo boleh jujur badan gue udah hampir rontok semua hahaha jadi betapa bahagianya gue ketika malam datang dan akhirnya gue bisa mandi lagi properly (terakhir mandi beneran itu dua malam sebelumnya) dan juga tiduuur di tempat tidur. Heaven.

Osaka Temple, Umeda Sky Building, Osaka at Night

Day Seven – 20 Sept

Bangun pagi kuterus bertolak ke Kyoto :D

Namun berhubung kondisi badan dan waktu tidak memungkinkan, Kyoto yang sebenernya buanyak banget templenya itu akhirnya hanya kami sempat kunjungi dua spot menariknya yakni Kuramadera dan Fushimi Inari Shrine. Kuramadera itu memang udah jadi spot incerannya partner traveling gue, karena konon dulu di situlah sang jagoan pedang Minamoto no Yoshitsune berguru ilmu pedang pada Tengu King. Tempatnya di pelosok Kyoto, dan untuk mencapainya bahkan si subway harus menembus hutan hehehe. Agak shock pas masuk ternyata lagilagi harus semi naik gunung, tapi untung kali ini ada pemandu sekaligus mas mas yang ngangkatin tas hahaha :) (ampun tuan)

Kuramadera, Fushimi Inari Shrine

Lalu kalau Fushimi Inari itu si shrine dengan 1000 gerbang merah. Udah banyak sih fotonya beredar di internet, dan gue sempet liat banyak temen gue ke situ juga. Jadi dengan sisa waktu dan tenaga yang ada kami mampir ke situ baru kemudian mengejar Shinkansen kembali ke Tokyo. Mulai malam itu gue jadi anak Tokyo lagi.

Day Eight – 21 Sept

Hari kedelapan gue dipenuhi oleh keliling keliling Tokyo demi memuaskan hasrat terpendam sejak kecil. Pagi pagi ke Tokyo Tower untuk lihat pameran Doraemon (memuaskan hasrat gue) lalu habis ikut ke Odaiba demi lihat gundam raksasa (memuaskan hasrat si kakak). Habis itu kami ke……. mana lagi ya? Hahahaha sial cuma ke dua tempat itu doang ternyata. Di Odaibanya sendiri lama sih muter-muter, jadi agak makan waktu. Pulangnya mampir ke Shibuya dulu untuk lihat Hachiko di malam hari, yang ternyata lagi dikepung sama manusia manusia perokok Jepang.

Tokyo Tower: Doraemon Exhibition, Odaiba: Gundam raksasa, Legoland, Rainbow Bridge

Day Nine – 22 Sept

Masih menjadi anak gaul Tokyo, hari ini kami dapet guide lokal! Huhehe jadi spot yang dikunjungi adalah Shibuya (demi foto sama Hachiko), Harajuku (mau nyari cosplay tapi nemunya taman nan asri), Akihabara (sok sokan mau masuk maid cafe tapi akhirnya batal juga), Asakusa (daerah turis yang cukup lucu), dan Tokyo Skytree (tapi nggak masuk karena udah habis tiketnya hahaha). Malamnya karena gagal ke Skytree, kami kembali ke daerah Asakusa lalu menikmati hidangan makan malam di sana.

Shibuya, Asakusa Shrine, Akihabara, Tokyo Skytree, Harajuku

Day Ten – 23 Sept

Hari terakhir!! Hebat banget gue ternyata nggak punya foto di Jepang pada hari terakhir. Hahah kayaknya gue terlalu lelah karena harus packing dan siap siap terbang lagi, kali ini makin jauh dari Korea yang pernah gue sayangi (sampai sebelum masuk kerja).

Pagi-pagi bertolak ke Narita, lalu naik Malaysian Airlines menuju Kuala Lumpur. Final destination gue sebenernya Hanoi, tapi pesawatnya transit di Kuala Lumpur semalam, jadilah gue punya waktu untuk mampir ke Petronas Twin Towers dan mejeng bentar.

Malam itu gue nginep di BackHome hostel dengan tipe kamar 4 Bed Mixed Dorm seharga 46 Ringgit per malam. To be honest itu pertama kalinya gue nginep di mixed dorm (sebelumnya di Jepang sempet tapi capsule, jadi lebih private) dan gue sempet grogi ketika roommates gue tidur nggak pake kaos >.< hahaha untung gak pada ganti celana di kamar juga, kalo nggak gue bisa mimisan di tempat kayanya.

Petronas

Anyway sekian untuk sepertiga perjalanan pulang gue. Special thanks to kakak matahari pagi yang sudah rela “nganter” sampe ke Narita (hahaha pengorbananmu besar di surga kak) dan Jess yang udah jadi fotografer sebentar, juga temannya si kakak yang bersedia jadi guide lokal.

(to be continued..)

Kalau gue bisa ngomong sama diri sendiri…

Apa kabar?

baik, cape, tapi sehat

Kog udah lama nggak nulis?

iya nih, terlantar sejak resign bulan lalu..

Lah emang ngapain aja habis resign? Bukannya jadi pengangguran?

iya sih, pengangguran as in nggak ada pemasukan. tapi ternyata nyiapin kepulangan ke Indonesia habis resign itu ribetnya luaaar biasaaa..

Oooo emang persiapannya apa aja?

yang paling ribet dan makan waktu sih packing dan ngirim barang sebanyak dosa. kayanya seminggu penuh habis deh cuma berkutat sama boks dan kardus..

Lalu sekarang udah beres?

sudaaah ^.^

Semua barang udah terkirim?

sudaaaaah..

Tagihan dan urusan lainnya juga udah beres?

mustinya sih udah ya kalo ga ada yang ketinggalan.. hoho semua rekening tabungan sudah dimatikan kecuali satu, siap untuk nerima hutang orang orang yang tersisa hahaha..

Lalu sekarang ngapain?

sekaraaang…. istirahat T__T duduk selonjoran sambil ngecharge semua benda elektronik dan berusaha tetap konsen sama Asterix walaupun sekeliling super berisik..

Berisik? Memangnya lagi di mana?

di hostel  :D

Hostel mana?! Segitu nggak adanya lagi kah temen yang mau nampung lo di Korea?

fuheheh nggak lah.. temen-temen gue baik baik banget di Korea, bahkan habis resign dan diusir dari kastil “dinas” pun gue langsung dapet banyak tawaran untuk jadi parasit nomaden di rumah temen-temen..

tapi sekarang gue ada di hostel karena gue sekarang ada di Jepaaang!! Tokyo lebih tepatnya :D

WUIH KOG BISA? Dalam rangka apa?

well.. dalam rangka… jalan jalan tentunya. memuaskan hasrat ingin ke jepang sejak dulu menjejakkan kaki di korea. dan secara sekarang udah beneran saatnya untuk angkat kaki dari korea, jadi gue mengakhirinya dengan transit di jepang dulu sebelum pulang.

Oh jadi ini ceritanya udah meninggalkan Korea untuk selamanya nih? Habis ini langsung for good ke Indonesia?

yyeeaaa…. kurang lebih begitu. tadi pagi pas di imigrasi petugasnya bilang, “nanti kali berikutnya kalau masuk ke Korea bikin visa dulu ya” sambil ngecap alien card gue dan menahannya, dan di saat itu gue sadar WOGH INILAH DIA selesai sudah kisah gue di korea hehehe.

habis inii… iya rencananya mau pulang ke indonesia, tapi nggak langsung sih. habis dari jepang gue masih ada rencana jalan-jalan sama mama di asia tenggara. kalau semua berjalan lancar mustinya gue baru nyampe Jakarta minggu pertama bulan Oktober.. heheh jadi doakanlah semoga semua masih sehat sampai saat itu, baik fisik maupun kondisi keuangan.

Terus nyampe Indonesia ngapain?

ini pertanyaan yang paling banyak ditanyakan orang, hahah tapi untuk menjawabnya mungkin gue bisa bilang.. ehm gue akan mencari NGO atau pendaftaran program volunteering ke daerah di Indonesia. hahah gue jujur banget belom kepikiran untuk langsung nyari kerja di korporat sekarang, ntah karena emang gue sok mulia ingin mengabdi pada sesama atau murni gue masih empet aja kerja sama orang Korea jadinya pengen istirahat dulu :p

Hihihi excited ga sih pulang Indonesia?

excited banget. gue tau banyak yang bisa gue lakukan di sana.. dan gue udah kangen sama keluarga gue. bahkan kalau boleh jujur pagi ini gue nyampe airport sempet sedikit berharap pesawat gue nggak ke jepang (dan habis itu nggak ke asia tenggara) melainkan langsung ke jakarta aja biar bisa cepet pulang.

tapi syukurnya pada momen tertentu akal sehat gue datang kembali dan gue jadi sadar bahwa perasaan ga pengen liburan dan mau langsung pulang aja itu timbul murni karena gue kecapean…

Hahaha cape ngapain emangnya?

kecapean mikir!!! hahah setau gue diri gue itu orang yang plegmatis dan ga mikirin  ini itu, plus sukanya cuma cari damai doang. tapi ternyata menjelang kepergian gue dari korea ini otak gue ga bisa berhenti mikir, semua hal gue khawatirin. udah matiin ini belom ya, udah pamitan sama si itu belom ya, udah datengin tempat ini untuk terakhir kalinya belom ya, udah beliin titipan si itu belom ya, dan masiiih banyak lagi. sampe sebel sendiri ehuheheh.

cuma ya ofkors yang bikin makin cape adalah nggak bisa tidur dua hari belakangan ini saking deg-degannya harus putus dari hubungan 6 tahun sama negara kimchi eheheh

Oalaah… kirain seneng ninggalin Korea?

seneng laah.. seneng as in lega, berasa satu chapter udah terlewati dan saatnya naik ke level berikutnya. excited juga di saat yang bersamaan!!

tapi gimanapun juga 6 tahun hidup senang sedih sakit sehat bersama negara korea kayaknya ga bakal terlupakan deh. pengalaman yang luar biasa sekali :D

Ah begitu rupanya. Jadi nggak pernah nyesel nih dateng ke Korea?

sama sekali tidak! haha hidup kan tidak boleh dipenuhi dengan penyesalan kawan. lagian kalo ga ke korea ya gue ga jadi gue yang sekarang laah… yang suka sok mandiri tapi dalam hatinya manja (eh jadi pengakuan dosa begini)

Hahaha baiklaaah kalau begitu sekarang mau tidur?

MAU banget tapi masih lagi nungguin HP, mp3, laptop, kamera, dan wifi portable yang lagi dicharge sekarang ehuhehe gue udah kayak jualan elektronik deh ini, kabel di mana mana pula..

Hahah oke tapi semoga nanti bisa tidur dengan nyenyak  dan tidak bimbang resah lagi ya, apalagi menitikkan air mata..

oh pastinyaaa ini ketemu kasur langsung pingsan kog kayanya. lagian sedihsedihannya udah tadi di bus menuju airport hihi

Goodnight, Tokyo!

Goodnight, Sali. 고생 많았어 :)

 

Keep on Rollin Baby

Huzzah!! Super concert super night! Super cape tapi super senang! Super pegel tapi super puas!

Hehehehe seperti biasa seorang sali lagi lagi hidup menghedon dengan menghambur-hamburkan uangnya demi selembar karcis. Setelah minggu lalu puas nonton musical sama kak martha berjudul The Scarlet Pimpernel, sabtu kemarin ini gue dipuaskan sama konser musik rock yang ternyata sangat memuaskan hasrat jingkrak jingkrak dan penuh memori masa kecil :D

Nggak banyak yang nyangka sih memang tapi pas kecil perbendaharaan musik gue agak terbatas di musik rock dan punk (astaga) huheheh. Ofkors pas jaman SD gue dengerin boyband, tapi seiring naik SMP tiap hari gue dijejelin musik musik berisik thanks to Passah Kaunang alias abang gue!

Alhasil gue jadi agak sedikit ngefans banget sama beberapa band berisik yang salah satunya tak lain tak bukan adalah Limp Bizkit. Dan ketika kebetulan temen di Korea ada yang nawarin nonton penampilan mereka di sebuah festival rock di Seoul, gak pake mikir langsunglah  gue iyakan.

Well pake mikir sih. Mikir nontonnya sehari atau dua hari, karena hari pertama jagoannya adalah Limp Bizkit sama Muse, sementara hari kedua ada Metallica. Untuuunnggg kakak gue dulu pas remaja nggak nyetel Metallica ya di mobil, kalo nggak pasti selera musik gue juga merembet sampe heavy metal hahaha. Jadi karena toh gue cuma “berat” ke artis-artis di hari pertama, maka gue pun nonton yang harti pertama :D

Kesan pesan?

Sungguh menyenangkan. Kami nyampe di venue sekitar jam 1 siang, lalu lanjut minum, makan, nonton The Used, nemenin orang-orang ikut games gebuk gebuk gitar, nonton White Lies, rebahan di tikar, foto-foto, dan lain sebagainya sampe Limp Bizkit manggung sekitar jam 7 malam.

Mejeng sekitar 1 jam, tapi cukup puas memainkan semua lagu yang sudah gue nanti-nantikan ♥ Dibuka oleh Rollin, semua penonton otomatis rusuh dan jujur itu momen pertama gue ngeliat orang Korea moshing ehuhehe. Kirain mereka bisanya joget joget manis sama dandan doang.

Selain itu ofkors mereka nyanyiin semua lagu andalan, dari mulai My Generation, My Way, Nookie, Eat You Alive, Take a Look Around, Behind Blue Eyes, sampe Faith!! Lagu kesukaan gue Faith!! Lagu yang suka gue nyanyiin di norebang terus temen-temen gue suka pasang tampang jijik dan bingung ke arah gue!! Huhehe.

Khusus pas Faith itu si Fred Durst sempet mengundang semua cewe untuk naik ke stage, tapi sayang gue nggak terlalu depan berdirinya jadi agak jauh untuk bisa naik ke panggung. Coba kalo bisa naik :3 Nangis darah terharu mungkin.

Anyway malam itu mereka menutup aksi mereka dengan Fat Lip, dan kami pun pindah ke stage berikutnya untuk nonton Muse…

Kalo Muse yaah… seperti sudah bisa dibayangkan, performancenya lebih mirip opera dengan lighting dan asap kiri kanan yang emang bikin penampilannya terasa “wah” banget. Oom Matthew Bellamynya juga energic abis, pake celana merah ketat dan main gitar kayak kesurupan, sampe satu saat dia beneran melempar gitarnya itu ke arah grand piano dan gue melihatnya dengan tatapan miris…..

Tapi anyway heheh aksi panggung Muse luar biasa lah. The whole concert masih kalah sih dibandingin Sigur Ros dulu, karena Sigur Ros emang alirannya rada rada nyeleneh gitu kan, musiknya super unik dan kalo harus dideskripsikan pake adjective, konser mereka itu indah. Luar biasa indah.

Sementara Muse ini yah..  keren. Keren!!! Asyik abis. Secara musiknya Muse kan emang… keren. Heheh.

Sayang gue tau Muse cuma beberapa lagu mainstreamnya, dan nggak ada pengaruh memori masa kecil juga jadi kepala gue gak terlalu dihentakkan separah pas gue nonton Limp Bizkit. Dan gue juga aman tentram di barisan agak belakang, nggak desek desekan sama orang yang moshing hahaha.

Overall, weekend kemarin itu super lah. Super panas, super seneng, super puas. Sekali lagi gue bersyukur sama Tuhan gue berada di Seoul saat ini, membuat gue bisa nonton konser dan pertunjukan ini itu dengan mudah. Kalo di Jakarta baru mau mesen tiketnya aja mungkin udah males nunggu internet lemot ato ga harus ngantri di ticket box.

Tak lupa terima kasih pula kepada orang-orang yang telah menemani gue nonton konser, khususnya kepada beliau yang sudah repot-repot “menjaga” gue ketika mendadak liar begitu denger intronya Rollin dimainkan. Kalo nggak dikawal mungkin gue udah terbentur sana sini. Hahah. Keep on rollin, Seoul!

This is Home

Setelah sekian lama ngidam pengen pake cuti perdana saya di kantor, akhirnya kesampean juga! Huzzah! Jujur awalnya sempet serem ngomong ke pakbos bilang bahwa mau bolos kerja, apalagi saya nggak punya alasan kuat untuk cuti. Kalo temen-temen kantor biasanya alasannya ada ulang tahun kakek lah, ada nikahan sodara lah, atau musti ke rumah sakit lah.. pokonya yang bermutu gitu.

Tapi saya minggu lalu akhirnya memberanikan diri bilang bahwa saya mau ke Busan karena ada acara “nikahan kakak kenalan orang Korea yang paling akrab sama saya” yang jelas banget sifatnya imajiner alias ngibul heheh. Syukurlah pakbos tak tanya panjang lebar, dia ngangguk ngangguk dan memberi petuah “have fun, makan sashimi banyak banyak yaaa…” – terus saya nyengir -__-

Anyway! Pergilah saya dengan badan semriwing semriwing habis demam karena pilek dan hidung yang tak kunjung berhenti menghasilkan ingus, dengan KTX di hari Jumat pagi yang indah. Heheh saya ngga ingat sih gimana perjalanannya, karena saya tidur pulas di bawah pengaruh obat. Pokonya tau tau saya udah nyampe Busan dan tralala trilili hati saya gembira luar biasa ^__^

image

Perhentian pertama saya adalah Spaland!!

Sebuah jenis tempat yang dulu paling saya hindari di Korea karena harus sauna bugil sama puluhan orang tak dikenal, tapi lucunya sekarang malah jadi super biasa dan berasa sangat segar kalau habis mandi di tempat seperti itu. Saya ke Spaland sama adik sepupu saya, Cresti, tapi jujur sepanjang main di dalam sana saya nggak berhenti kepikiran temen-temen seangkatan saya yang dulu “graduation trip” ke sana.. hahah rindu sekali :3

image

Pemberhentian kedua saya tak lain tak bukan adalah Gwangahnli.

Yang ini juga sempet bikin saya mellow karena inget betapa banyak memori yang dihabiskan di sana. Sok sokan nginep di pantai gelar tiker pas tahun pertama, main kora-kora di ujung gwangahn, fireworks festival, olahraga pagi jaman liburan, main ke sini sama anak perpika, foto malem malem kedinginan sama mamah, dan juga hujan-hujanan pake payung sama papah..

image

Dulu bahkan pernah nyusurin garis pinggir pantai ini sama seseorang kayak orang bodoh.. hahaha aduh penuh kenangan sekali sih kota ini. Dan ngangenin sekali!

image

Daan.. spot berikutnya yang bikin saya makin mellow ofkors gedung ini. Ehehehe. Asrama!!

Jujur banget tadinya saya sempet kepikiran nginep di guest house aja pas ke Busan, karena saya nggak mau ngerepotin siapa siapa, apalagi adik kelas nggak ada yang se..e akrab itu untuk saya tega repotin. Adik sepupu saya juga punya roommate sendiri jadi nggak enak sama roommatenya kalo musti nebeng.

Tapi special thanks to Sara yang “kebetulan” lagi berlibur di Jeju dan menawarkan meminjamkan kasurnya untuk semalam, dan ofkors Alenza yang rela membagi kasurnya bersama saya untuk malam berikutnyaa.. heheh saya pun nggak jadi nginep di luar. Dan untuk 3 hari 2 malam resmi merasakan indahnya tinggal di asrama lagi.

Sambil lewatin lorong asrama tuh saya kayak orang gila nengok kanan kiri liatin papan nama, dan senyam senyum sendiri menemukan papan-papan nama itu sebagian besar nama namanya saya kenal. Dan sebagian dari mereka pintunya nggak ditutup alias diganjel sepatu, diganjel payung, dan diganjel gabus dari daiso. Persis seperti angkatan kami dulu juga. Hihihi senang sekali yah cuma ngesot dikit langsung nyampe kamar temen :D saya nggak pernah nyangka hidup di asrama itu sebenernya udah paling sempurna. Kenapa juga dulu pengen keluar dari sana ya?

image

Dan sekarang, setelah 2 tahun berlalu, saya juga baru sadar cuaca Busan itu buaguuuss banget T___T apa karena nggak pernah nengok ke atas kalo lagi di Seoul ya? Apa kelamaan terkurung di dalam gedung kantor? Hahaha even mantan gedung jurusan saya aja kemarin itu tampak indah.

image

Dan kenorakan saya pun ngak berhenti di situ. Tangga kematian pun ikutan saya abadikan. Sumpah trip ini emo nya maksimal banget.

image

Heheh tapi tentu saja berhubung tujuan saya ke Busan sebenernya bukan untuk emo-emoan, maka hari minggu pun diisi dengan kegiatan yang super ceria yakni bermain di pantai! Kali ini mainnya di Haeundae, dengan adik adik kelas yang manis manis di atas.

Oh lagi-lagi saya norak, saya nggak tau Haeundae sebagus itu kalo datengnya bulan Juni. Hahahah orangnya masih dikit, dan karena kami datengnya jam 9 pagi jadi mataharinya juga sangat bersahabat! Biasanya Haeundae kan panas lembab terus kotor dan ramai fufufu tapi kali ini syukurnya tidak :D

image

summer summer summer ^__^

image

Dan kami juga sempet main game-game konyol seperti yel-yel, pancasila lima dasar, sampe tebak kata per kelompok hahahah kadang saya nggak ngerti sih itu oom oom sesepuh pada hepi beneran ato nggak main sama bocah bocah seperti kami :p

Hopefully seneng seneng aja sih ya. Apalagi kalo liat foto di atas, kayanya itu mas mas di tengah juga hobiii banget dikubur :D

Anyway!! Inilah saya! Duduk manis di Ryujeong Building lantai 5, siap kembali ke alam bawah sadar untuk sekejap lalu lanjut ke kehidupan nyata besok pagi. Busan memang selalu menjadi home saya, tapi Seoul adalah kenyataan yang harus dihadapi saat ini (huk.. huk..) jadi mari!

Bring it on, Monday!!

ps: special thanks to Alenza yang udah menjaga mood saya terus high dan hype selama 3 hari berturut-turut! Juga untuk Sara atas pinjaman kamar dan cerita cerita Jejunya (ehem), Rissa atas sambutan dan tawarannya ke cat cafe (lain kali ya Ris), Cresti dan Hilly untuk keceriaannya ala anak tahun pertama (heheh enjoy your first summer holiday girls), Nobel atas date manisnya di sabtu siang (aku iri sama kisah AADCmu!! huhuhu), mas Noka dan kak Byan atas kelucuan dan kepintarannya yang berhasil membuat kami kalah terus main pancasila lima dasar (please lah, itu RPUL dulu dibaca apa dikunyah sih?), dan gak ketinggalan Adit atas bantuannya menyelundupkan dua laki-laki pintar itu ke asrama. Thank you :)

Golden Weekend Part 4 – Donghae Road Trip

Coret satu lagi!!

Huhehehe setelah penantian sekian lama, akhirnya! Terwujudkan juga cita-cita yang satu ini. Dengan demikian saya semakin mendekati target saya sendiri melakukan ini itu sebelum pergi dari negara ini demi kebaikan.

Lucu sih rasanya, saya seperti sedang mencontrengi satu per satu daftar yang harus saya lakukan, sambil terus menerus melihat kalender dan jam tangan saking takutnya ada waktu yang terbuang percuma.

Di satu sisi saya senang karena beberapa target atau cita-cita saya terpenuhi, namun di sisi lain saya agak.. ehemm… miris? sedih? karena mengetahui bahwa saya menyukai sekali jalan-jalan dengan teman-teman yang sedang saya lakukan akhir-akhir ini. Di saat saya ketemu banyak spot menarik untuk dikunjungi, saya malah kehabisan waktu kosong untuk bermain. Dan di saat teman-teman baru saya mulai menikmati bermain dengan saya (eh kebalik ya? hahahah) saya malah harus bilang, “iya kan lo udah gue kenalin ke temen gue yang lucu lucu itu, jadi next time kalopun gue udah balik lo tetep melucu aja tamasya sama mereka.”

Anyway, untuk melanjutkan acara jalan-jalan mingguan saya yang keterusan jadi 4 part ini, inilah dia cuplikan kegiatan saya akhir pekan lalu: ROAD TRIP TO DONGHAE!! Adapaun tempat yang kami kunjungi adalah di bawah ini (lumayan buat pengingat di masa depan kalo mau nostalgila heheh)

1. 정동진 해변 – Jeongdongjin Beach

2. 묵호등대 – Mukho Lighthouse

3. 천곡천연동굴 – Cheongok Natural Limestone Cave

4. 추암촛대바위 – Chuam Chotdaebawi Rock

5. 새천년 해안도로 – Saecheonnyeon or New Millennium Coast Road

6. 경포 해수욕장 – Gyeongpo Beach

7. 정동진 썬크루즈 해돋이 공원 – Jeongdongjin Sun Cruise Sunrise Park –> nggak tepat di dalam parknya sih, lebih tepatnya di deket deket situ dan melihat si suncruise di atas cliff dari jauh heheh

Daaan bukan saya namanya kalo nggak ngasi testimonial ala remaja jamannya baru join Friendster. Eheheh beribu terima kasih saya haturkan kepada para pengisi acara..

Apple: terima kasih atas pengaturan uangnya yang luar biasa!! berbakat sekali kaw jadi ibu bendahara :D dan ingat lo juga sekarang berbakat jadi model mobil..

Cempaka: terima kasih atas kesediaannya meneleponkan semua orang yang perlu ditelepon! dan mencarikan penginapan! dan mengatur ini itu! paling bungsu tapi paling bisa diandalkan. aku bangga.

Daniel: terima kasih atas tenaganya menyetir berjam-jam. maaf selama ini gue selalu bilang takut disetirin elo. I’ll take that back. dan terima kasih karena sudah mendalangi acara ini :D

Jess: terima kasih atas foto fotonya dan tripodnya dan kameranya dan iphonenya dan semua yang berbau media. hahah dan juga untuk kemampuannya ngutak ngatik GPS, we love you :3

Leo: terima kasih atas kegigihannya menyambungkan HP ke tape mobil dan sumbangan samsungnya untuk merancang pola sesi pemotretan kembang api kita! ahaha cerdas sekali sih lo menggunakan gadget gadget itu.

Noka: terima kasih untuk kartu UNO nya dan masukan masukan membangunnya tentang spot yang harus dikunjungi. ehehe juga terima kasih untuk tangan ajaibnya di balik semua makanan dan minuman terutama cocktail!!

Pram: terima kasih untuk lawakannya yang nggak ada matinya.  jujur banget gue tau lo suka bikin orang ketawa tapi gue ga pernah tau lo selucu ini praaam >.< pasti membosankan sekali perjalanan kita kemarin tanpa elo heheh.

Donghae, 8 – 9 Juni 2013

ps: all pictures credit to Jessica Nurhakim and Noka Prihasto

Golden Weekend Part 3 – Apa Yang Anda Lakukan Jika Anda Digigit Anjing?

Saya ulang:

Apa yang akan Anda lakukan jika Anda digigit anjing?

Atau, apa yang akan Anda lakukan jika Anda melihat orang lain digigit anjing, di depan Anda?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut mari biarkan saya menjelaskan posisi saya terlebih dahulu. Ceritanya begini. Pada sebuah hari Jumat yang  cerah, saya dan departemen di kantor saya pergi untuk workshop di luar kota. Sebagai karyawan yang masih tergolong berderajat rendah, saya kebagian tugas berangkat duluan untuk siap siap. Pergi lebih awal, belanja makanan, masukkan semua makanan ke kulkas, lihat penginapan sudah siap menyambut tamu atau belum, cari restoran, dan lain sebagainya.

Perjalanan terasa sangat menyenangkan. Disetiri junior yang umurnya lebih tua dari saya, kami berempat naik mobil dengan atap sedikit terbuka dan menyusuri jalan pedesaan menuju Incheon. Tepatnya 강화도 (Ganghwa Island). Happy!

Cuaca ketika itu sungguh sangat indah.

 Sempurna untuk bermain main di alam terbuka.

Dan ya, kami akhirnya memang beneran bermain di alam terbuka. Acara pertama adalah 족구 alias Jokgu, yakni campuran football dan volleyball. Macemnya sepaktakraw tapi netnya rendah.

Acara kedua adalah makan malam, acara ketiga adalah malam keakraban alias minum minum, dan acara selanjutnya adalah karaoke. Terdengar Korea sekali memang, tapi yah…. emang saya berada di Korea sih… jadi gimana dong.

Hehehe dan ketika malam semakin larut semua orang mulai high dan bahkan orang yang paling saya sebel di kantor pun menunjukkan sifat aslinya. Menari-nari nggak jelas, dan semua om kesayangan saya mulai berpelukan menyanyi di depan TV.. sungguh imut nian.

Nah lalu di kemudian harinya… terjadilah sebuah kecelakaan paling menghebohkan sejarah per-workshop-an kantor kami. Adapun di sebuah hari Sabtu pagi yang cerah, salah satu dari om kesayangan saya di atas mengambil tali pengikat anjing di penginapan kami dan mengajak sang anjing jalan-jalan keliling penginapan.

Sang anjing, antara hepi dan norak, langsung lari ke sana lari ke sini cium sana cium sini. Ketauan banget udah lama nggak diajak jalan sama pemiliknya.

Sementara itu sang manager, alias om kesayangan saya yang megangin tali, mulai kesel karena itu anjing larinya pake tenaga dalam. Hendak mengembalikan sang anjing ke kandang, manager saya pun mencoba menarik dan mengendalikan sang anjing namun apa daya anjing tersebut marah dan memberontak.

Kalau cuma marah dan memberontak terus menggonggong imut ala anjing kebanyakan sih wajar lah ya… tapi sayangnya si anjing ini marah pake main fisik. Sekuat tenaga sang anjing menggigit tangan manager saya, sampe manager saya kaget dan melepas talinya. Mungkin dalam hati manager saya bilang, “FINE. KALO GA MAU PULANG PERGI LO SANA!

Tapi terus sang anjing membalas, Iya gue ga mau pulang! Tapi gue masih nggak terima lo tarik tarik gue kayak gitu tadi! (rekaan, hanya imajinasi saya dalam otak). Lalu terus anjing itu mulai mengejar manager saya dan dia tidak berhenti menggerogoti tangan manager saya.

Panik, saksi mata saat itu yakni saya dan dua teman saya yang juga perempuan mulai berteriak teriak sementara manager saya mencoba keluar dari cobaan naas itu. Kami mulai sadar peristiwa itu mulai tidak lucu dan manager saya butuh pertolongan. Maka dua teman saya kabur ke arah orang-orang yang sedang sarapan di depan penginapan, sementara saya.. dengan gagah berani mencoba mendekati manager dan anjing namun sedikit ciut ketika melihat sang anjing melakukan aksi berikutnya.

Berhadap-hadapan, sang anjing memelototi manager saya dengan nanar sementara manager saya berdiri menghadap anjing membelakangi net Jokgu. Iya, kejadian ini mengambil tempat di lapangan Jokgu bekas kami bermain kemarin. Persis sesaat sebelum khalayak ramai datang, sang anjing tiba-tiba lari ke arah manager saya dan membuat sang manager terpaksa lari mundur ke arah belakang namun terhalang net Jokgu.

Dalam keadaan sendal terlempar ke sana ke mari dan kaki nyeker sempurna, manager saya pun tumbang karena punggungnya terhalang net Jokgu dan dia jatuh terlentang di tanah. Ketika itulah sang anjing memanjat ke atas badannya dan mulai menggigiti muka manager saya, hingga saya nggak pake mikir dua kali untuk teriak dan berlari ke arah mereka.

Beruntung setelah saya hanya berada sekitar satu atau dua meter dengan kedua makhluk, sang anjing akhirnya mundur dan hilang perlahan. Mungkin dia sadar kog ada peserta baru di pertandingan itu. Eh, kog ada perempuan? Heheh jadi dia pun pergi. Dan ketika itulah dari dekat saya lihat manager saya bangkit dari tanah, dengan darah menetes deras dari tangan dan juga mulutnya….

Kejadian berikutnya adalah semua orang berhamburan ke lapangan Jokgu, syok melihat manager saya berlumuran darah dan muka saya serta dua perempuan lainnya super ketakutan kayak habis lihat manusia digigit serigala. Well emang agak mirip sih kejadiannya. Tapi yah.. setelah itu manager saya dibawa ke rumah sakit dan syukurlah dokter bilang dia tidak rabies. Tidak ada patah tulang, tidak ada yang perlu dijahit juga.

Yang harus dirawat “hanya” tangan kirinya yang penuh tato bekas moncong anjing, dan bibirnya yang pecah karena gigi anjing. Di lehernya juga banyak bekas gigi gigi anjing, tapi katanya itu akan pulih sendiri. Oh! Giginya geser, ehehe. Manager saya bilang giginya sakit luar biasa, mungkin sensasinya sama seperti orang pakai kawat behel lalu dikencengin. Tapi kata dokter gigi tidak ada yang bisa dilakukan, nanti giginya akan geser lagi dengan sendirinya. Ouch.

Peristiwa itu sukses membuat workshop kami jadi workshop berdarah. Dan setelah kasus penggigitan oleh anjing ini, workshop pun disudahi dan kami pulang ke ibukota dengan setengah nyawa karena kecapean.

Saksi bisu perkelahian antara Anjing vs Manager

Sang terdakwa.

Sulit dipercaya kan pelakunya seganteng dan seimut ini? Saya juga nggak habis pikir sih. Memang semua lelaki mengecoh, nggak yang kaki dua nggak yang kaki empat…. ehehehe.

Nah jadi, balik ke pertanyaan awal. Kalau Anda jadi saya, apa yang akan Anda lakukan?

Anda melihat seseorang di hadapan Anda, berdarah-darah digerogoti anjing, namun Anda sendirian. Apa yang Anda lakukan?

Sesaat setelah prosesi penggigitan selesai saya sempat diliputi rasa bersalah, mungkin seharusnya saya menolong dia? Dia kan kesakitan, masa saya hanya teriak teriak dan diam menonton? Seharusnya saya bisa lakukan sesuatu kan?

Namun beberapa orang, termasuk manager saya itu sendiri, bilang bahwa merupakan keputusan tepat buat saya untuk tidak ikut campur ketika sang anjing masih sibuk ngunyah ngunyah. Salah salah bisa saya kena dikunyah juga. Jadi yah, jawaban itu cukup melegakan saya sih.

Tapi sekali lagi, saya penasaran, seharusnya saya ngapain ya kalau lihat orang digigit anjing? Mungkin ada tips siapa tahu lagi jalan jalan tiba tiba saya ketemu orang digigit anjing berikutnya?  :D

image (2)

Ganghwa-do, June 1, 2013

Day 4 : Your Views on Drugs and Alcohol

Saya percaya bahwa sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Punya duit berlebihan jadi kebiasaan hidup hedon, makan berlebihan jadi gendut, tidur berlebihan badan jadi sakit, dan bahkan ganteng berlebihan aja dideportasi.

Jadi.. begitu juga halnya dengan drugs & alkohol, rasanya yang bikin kedua hal ini dicap jelek adalah karena banyak orang yang memakainya berlebihan. Ya nggak sih? Secara kalo dipikir-pikir, drugs kan sebenarnya dibuat dengan maksud awal untuk menyembuhkan penyakit. Atau kalau yang bisa bikin fly fly itu yaa… biar kalau pas operasi jadi nggak berasa. Sementara alkohol.. juga diminum untuk menghangatkan badan. Atau banyak juga yang mengganggap alkohol itu bagian dari seni karena cara pembuatannya yang unik beraneka ragam. Sayang aja manusia-manusia kemudian menggunakannya dengan maksud yang salah dalam jumlah yang tadi itu: berlebihan.

Soju
Soju – 처음처럼

Cuma memang yang susah kalau kedua hal ini udah nyambung sama kebudayaan yah. Contoh jelasnya si alkohol. Di negara tempat saya tinggal yaitu Korea Selatan misalnya, alkohol mereka yang disebut juga Soju udah nempeeel banget sama budaya mereka. Jamuan makan malam, nggak itu di sekolah, tempat les, kantor, sampe blind date pun pasti ada tawaran minum Sojunya. Kalo udah kayak gini saya agak nyerah sih sebenernya.. ya abisnya mau bilang apa lagi kalau memang mereka hidup bertahun-tahun dengan budaya menjamu tamu atau merayakan sesuatu dengan cara menegak alkohol? Untungnya memang terbukti kadang kalau mereka habis minum alkohol (soju khususnya), mereka jauh lebih berani dalam ngomong. Tapi dalam kasus saya jujur saya agak menyayangkan aja hal itu, karena rasanya orang Indonesia bisa aja yah hepi hepi dan ngomong banyak, termasuk ngomong dalam bahasa Inggris, tanpa buka tuak misalnya, atau brem bali, atau cap tikus atau ngunyah dodol aceh?

Ehehe tapi lagi lagi yah.. tiap orang beda beda, dan tiap kebudayaan juga beda beda. Yang pasti sih both drugs and alcohol, dan kalau bisa nambahin juga: rokok, itu kan punya efek samping yang membahayakan jiwa yah.. jadi itu semua terserah pada Anda mau digunakan bagaimana caranya dengan jumlah seberapa besar. Yang pegang kendali kan manusianya. Kalau bendanya (drugs, alkohol, plus rokok) ya nggak salah apa apa lah. Benda mati gitu.

Hihihi sampai jumpa di Day 5.

ps: Why am I writing this? Click here to see the full story.

Day 1 : Introduction and Recent Photo

Apparently ini foto ter-recent yang saya punya. Saya yang paling kiri, dengan tanda peace berlebihan menggunakan kedua belah tangan. Hehehe.

Seoulers
Left to Right: Sali (that’s me!), Ellen, Melinda, Daniel, Leo, Cempaka, Jess, Apple

Ehm, lalu perkenalan diri, well.. Nama lengkap saya Sangalian Jato, namun biasa dipanggil Sali. Ayah saya orang Manado, ibu saya orang Batak. Orang-orang bilang dengan campuran kedua darah tersebut seharusnya saya putih, cantik, pandai bernyanyi, dan jago makan pedas. Namun sayang sekali saya tidak memenuhi keempat kriteria tersebut di atas hehehe.

Saya lahir di Jakarta pada bulan November tahun 1989, membuat umur saya menjadi 24 di tahun ini. Saya anak kedua dari dua bersaudara. Saya punya seorang kakak laki-laki yang selalu membuat saya menangis ketika kecil dulu, namun sangat menyayangi saya dan cenderung overprotektif pada saya ketika sudah besar ini.

Oiya ini yang agak penting. Saat ini saya berdomisili di Seoul, Korea Selatan, dan ini adalah tahun keenam saya tinggal di Korea. Saya datang ke semenanjung ini pada tahun 2008 untuk sekolah S1, dan 4 tahun setelahnya saya berhasil lolos dari status pelajar. Awalnya saya pikir saya akan segera kembali ke tanah air begitu saya lulus kuliah, namun ternyata Tuhan berkata lain. Tahun lalu saya diterima bekerja di sebuah perusahaan retail di Seoul, dan itulah mengapa hingga saat ini saya masih tinggal dan menetap di Seoul ^.^

Sampai jumpa di Day 2 :)

ps: Why am I writing this? Click here to see the full story.