Happy White Day Happy Last Day

18 November 2013 – 14 Maret 2014

Waktu yang lumayan singkat (CUMA  4 bulan) apalagi dibandingkan dengan periode saya bekerja di perusahaan sebelumnya. Bonding sama orang-orangnya juga agak lebih ekspress, nggak sempet nyoju satu tim sampe bosnya mabok di karaoke atau outing ke luar kota pake acara kecelakaan digigit anjing segala.

HR Team
HR Team – Last Day sponsored by Tongsis!

Tapi somehow 4 bulan di kantor L yang kali ini sangat bermakna loh. Kerjaannya nggak seru, banyak bikin garuk garuk kepala, tapi sangat menantang. Otak juga nggak sempet jadi tumpul, karena kebetulan buanyak banget yang bisa dipelajari (alias kerjaannya kebanyakan dan terlalu serabutan hahahaha).

Gak nyangka juga sih bisa ngomong kayak gini, karena saya inget sempet menolak masuk perusahaan ini sampe 3 kali :D :D :D Kalo bukan karena “baginda raja” sendiri yang turun tangan “melamar” saya, nggak mungkin masuk L lagi rasanya :p

HR Team minus Farra :(
HR Team minus Farra :(

But anyway… Im glad I took this job. Bagi banyak orang mungkin kantor ini neraka, tapi buat saya kantor ini bumi (well belom sampe tahap “surga” juga sih). Nggak ngerti juga sebenernya emang life gets easier or I just get better, tapi either way intinya I survived and Im proud of it!! Huzzah! Lulus lagi dari L사!

So goodbye for now, Lotte! Sejujurnya nggak terlalu kepengen ketemu dirimu lagi sih di masa depan, tapi belajar dari pengalaman saya nggak berani ngomong macem macem. Ntar Papi J kumat isengnya terus ntah begimana caranya saya jadi berurusan lagi sama L kan berabe.. bisa dicap gagal move on lagi T.T

14 Maret: Happy Birthday Karen(s)
14 Maret: Happy Birthday Karen(s)

Special thanks to Karen, Dewi, Farra, Yonas, Lidya, Luqman, dan Leo yang sudah sangat mencerahkan hari-hari saya di kantor, begitu juga dengan tim Marketing serta tim HR yang menjadi keluarga besar saya selama bekerja, dan juga Ibu Maria yang mendidik dan membimbing saya selama 2 bulan terakhir, serta pastinyaaa Mr Suh yang sudah “melamar” saya. Hehehe au revoir!

Vitamin di kala bekerja ^_____^
Vitamin di kala bekerja ^_____^

Bos Colongan – 사랑은 이유가 없어요

“살리야 나의 가장 큰 목적이 뭔지 알아?”

‘무엇입니까 법인장님?’

“사람들이 우리 백화점에 오게 하고, 우리 백화점을 사랑하게 만들고싶어.

근데 그것에 대해 제일 무서운게 뭔지 알아?”

‘잘 모르겠습니다 법인장님..’

“어떤 사람에게 ‘넌 왜 저 백화점을 좋아하냐‘고 할 때 대답이 “그냥“이라는 사람.

왜냐하면 이 백화점은 깨끗하다이 백화점은 가깝다! 이 백화점은 가격이 저렴하다! 하면

그 스팩들에만 더 집중을 시키면 우리도 이길수 있어.

하지만, 그냥이라고 대답하는 사람은 우리가 뺏길 수 없어 ㅠ”

“물론 처음에는 어떠한 이유 때문에 좋아하고 반했지만

한번 사랑에 빠지게 되면 그 후에는 사실 모두 다 필요 없다

사랑할 때 이유가 필요 없어

나도 모르게 그를 보고 싶고

나도 모르게 그의 생각만 하고

나도 모르게 그와함께만 있고 싶으면..

그게 사랑이죠”

Golden Weekend Part 3 – Apa Yang Anda Lakukan Jika Anda Digigit Anjing?

Saya ulang:

Apa yang akan Anda lakukan jika Anda digigit anjing?

Atau, apa yang akan Anda lakukan jika Anda melihat orang lain digigit anjing, di depan Anda?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut mari biarkan saya menjelaskan posisi saya terlebih dahulu. Ceritanya begini. Pada sebuah hari Jumat yang  cerah, saya dan departemen di kantor saya pergi untuk workshop di luar kota. Sebagai karyawan yang masih tergolong berderajat rendah, saya kebagian tugas berangkat duluan untuk siap siap. Pergi lebih awal, belanja makanan, masukkan semua makanan ke kulkas, lihat penginapan sudah siap menyambut tamu atau belum, cari restoran, dan lain sebagainya.

Perjalanan terasa sangat menyenangkan. Disetiri junior yang umurnya lebih tua dari saya, kami berempat naik mobil dengan atap sedikit terbuka dan menyusuri jalan pedesaan menuju Incheon. Tepatnya 강화도 (Ganghwa Island). Happy!

Cuaca ketika itu sungguh sangat indah.

 Sempurna untuk bermain main di alam terbuka.

Dan ya, kami akhirnya memang beneran bermain di alam terbuka. Acara pertama adalah 족구 alias Jokgu, yakni campuran football dan volleyball. Macemnya sepaktakraw tapi netnya rendah.

Acara kedua adalah makan malam, acara ketiga adalah malam keakraban alias minum minum, dan acara selanjutnya adalah karaoke. Terdengar Korea sekali memang, tapi yah…. emang saya berada di Korea sih… jadi gimana dong.

Hehehe dan ketika malam semakin larut semua orang mulai high dan bahkan orang yang paling saya sebel di kantor pun menunjukkan sifat aslinya. Menari-nari nggak jelas, dan semua om kesayangan saya mulai berpelukan menyanyi di depan TV.. sungguh imut nian.

Nah lalu di kemudian harinya… terjadilah sebuah kecelakaan paling menghebohkan sejarah per-workshop-an kantor kami. Adapun di sebuah hari Sabtu pagi yang cerah, salah satu dari om kesayangan saya di atas mengambil tali pengikat anjing di penginapan kami dan mengajak sang anjing jalan-jalan keliling penginapan.

Sang anjing, antara hepi dan norak, langsung lari ke sana lari ke sini cium sana cium sini. Ketauan banget udah lama nggak diajak jalan sama pemiliknya.

Sementara itu sang manager, alias om kesayangan saya yang megangin tali, mulai kesel karena itu anjing larinya pake tenaga dalam. Hendak mengembalikan sang anjing ke kandang, manager saya pun mencoba menarik dan mengendalikan sang anjing namun apa daya anjing tersebut marah dan memberontak.

Kalau cuma marah dan memberontak terus menggonggong imut ala anjing kebanyakan sih wajar lah ya… tapi sayangnya si anjing ini marah pake main fisik. Sekuat tenaga sang anjing menggigit tangan manager saya, sampe manager saya kaget dan melepas talinya. Mungkin dalam hati manager saya bilang, “FINE. KALO GA MAU PULANG PERGI LO SANA!

Tapi terus sang anjing membalas, Iya gue ga mau pulang! Tapi gue masih nggak terima lo tarik tarik gue kayak gitu tadi! (rekaan, hanya imajinasi saya dalam otak). Lalu terus anjing itu mulai mengejar manager saya dan dia tidak berhenti menggerogoti tangan manager saya.

Panik, saksi mata saat itu yakni saya dan dua teman saya yang juga perempuan mulai berteriak teriak sementara manager saya mencoba keluar dari cobaan naas itu. Kami mulai sadar peristiwa itu mulai tidak lucu dan manager saya butuh pertolongan. Maka dua teman saya kabur ke arah orang-orang yang sedang sarapan di depan penginapan, sementara saya.. dengan gagah berani mencoba mendekati manager dan anjing namun sedikit ciut ketika melihat sang anjing melakukan aksi berikutnya.

Berhadap-hadapan, sang anjing memelototi manager saya dengan nanar sementara manager saya berdiri menghadap anjing membelakangi net Jokgu. Iya, kejadian ini mengambil tempat di lapangan Jokgu bekas kami bermain kemarin. Persis sesaat sebelum khalayak ramai datang, sang anjing tiba-tiba lari ke arah manager saya dan membuat sang manager terpaksa lari mundur ke arah belakang namun terhalang net Jokgu.

Dalam keadaan sendal terlempar ke sana ke mari dan kaki nyeker sempurna, manager saya pun tumbang karena punggungnya terhalang net Jokgu dan dia jatuh terlentang di tanah. Ketika itulah sang anjing memanjat ke atas badannya dan mulai menggigiti muka manager saya, hingga saya nggak pake mikir dua kali untuk teriak dan berlari ke arah mereka.

Beruntung setelah saya hanya berada sekitar satu atau dua meter dengan kedua makhluk, sang anjing akhirnya mundur dan hilang perlahan. Mungkin dia sadar kog ada peserta baru di pertandingan itu. Eh, kog ada perempuan? Heheh jadi dia pun pergi. Dan ketika itulah dari dekat saya lihat manager saya bangkit dari tanah, dengan darah menetes deras dari tangan dan juga mulutnya….

Kejadian berikutnya adalah semua orang berhamburan ke lapangan Jokgu, syok melihat manager saya berlumuran darah dan muka saya serta dua perempuan lainnya super ketakutan kayak habis lihat manusia digigit serigala. Well emang agak mirip sih kejadiannya. Tapi yah.. setelah itu manager saya dibawa ke rumah sakit dan syukurlah dokter bilang dia tidak rabies. Tidak ada patah tulang, tidak ada yang perlu dijahit juga.

Yang harus dirawat “hanya” tangan kirinya yang penuh tato bekas moncong anjing, dan bibirnya yang pecah karena gigi anjing. Di lehernya juga banyak bekas gigi gigi anjing, tapi katanya itu akan pulih sendiri. Oh! Giginya geser, ehehe. Manager saya bilang giginya sakit luar biasa, mungkin sensasinya sama seperti orang pakai kawat behel lalu dikencengin. Tapi kata dokter gigi tidak ada yang bisa dilakukan, nanti giginya akan geser lagi dengan sendirinya. Ouch.

Peristiwa itu sukses membuat workshop kami jadi workshop berdarah. Dan setelah kasus penggigitan oleh anjing ini, workshop pun disudahi dan kami pulang ke ibukota dengan setengah nyawa karena kecapean.

Saksi bisu perkelahian antara Anjing vs Manager

Sang terdakwa.

Sulit dipercaya kan pelakunya seganteng dan seimut ini? Saya juga nggak habis pikir sih. Memang semua lelaki mengecoh, nggak yang kaki dua nggak yang kaki empat…. ehehehe.

Nah jadi, balik ke pertanyaan awal. Kalau Anda jadi saya, apa yang akan Anda lakukan?

Anda melihat seseorang di hadapan Anda, berdarah-darah digerogoti anjing, namun Anda sendirian. Apa yang Anda lakukan?

Sesaat setelah prosesi penggigitan selesai saya sempat diliputi rasa bersalah, mungkin seharusnya saya menolong dia? Dia kan kesakitan, masa saya hanya teriak teriak dan diam menonton? Seharusnya saya bisa lakukan sesuatu kan?

Namun beberapa orang, termasuk manager saya itu sendiri, bilang bahwa merupakan keputusan tepat buat saya untuk tidak ikut campur ketika sang anjing masih sibuk ngunyah ngunyah. Salah salah bisa saya kena dikunyah juga. Jadi yah, jawaban itu cukup melegakan saya sih.

Tapi sekali lagi, saya penasaran, seharusnya saya ngapain ya kalau lihat orang digigit anjing? Mungkin ada tips siapa tahu lagi jalan jalan tiba tiba saya ketemu orang digigit anjing berikutnya?  :D

image (2)

Ganghwa-do, June 1, 2013

Lelucon Akhir-akhir Ini

Harus saya akui om-om kesayangan di tim saya kadang lucu juga.

* Ketika atasan saya melihat saya bosan..

“살리야 너 할일 없지?”

‘네 심심하네요’

“빨리 잡사이트 봐봐.. 이력서 고치고 있어~”

‘????’

* Ketika seorang manager hendak pergi meeting ke luar, menenteng tas dan siap melenggang.

“매니저님 어디 가세요??”

‘나? 집에. 퇴사.’

“헉… 저도 갈래요..”

‘안돼 너 여기 있어. 나 인도네시아에 먼저 가 있을게..’

” ㅠ.ㅠ ”

‘잘 있어…’

* Ketika atasan saya kesambet.

“살리야 너 돈 다 모아놨어?”

‘돈이요?’

“응. 우왕 (uang)”

‘돈이 왜요?’

“야 너 집에 가야 될거 아냐.. 여기 인도네시아 사업 실패하면 너의 돈으로 비행기표 끊어 가야 돼..”

‘…..’

* Ketika mau menentukan rencana summer vacation dan penggunaan cuti.

“연차 계획서 다 썼어?”

‘이제 쓸려고 고민중이에요’

“뭐가 고민인데? 다 써 다 써! 올해 안에 다 써! 어차피 내년에 여기서 일할것도 아닌데..”

* Ketika atasan ngidam nasi ayam dalkgalbi

“살리야 유가네 가자”

‘오늘은 안돼요..’

“왜! 너 시간 언제 되는데? 내가 발령 받아서 다시 재경팀에 돌아가기 전에 꼭 먹어야 돼..”

‘책임님이 다시 재경팀에 가면 저 그 때 아마 인도네시아에 가 있을걸요… ‘

“어떻게? 사업도 안하는데?”

‘그러니깐요. 사직서 내고..’

 

ps: maaf nggak dibuat dalam bahasa Indonesia, agak lebih real kalo pake bahasa asli

Satu Jam Untuk Selamanya – 봄봄 나들이

Gue bohong kalo gue bilang gue suka kerjaan gue. Gue bohong kalo gue bilang gue ga benci sama bos bos gue. Gue juga bohong kalo gue bilang gue nggak nyesel masuk kantor ini.

Tapi… seperti nasehat salah satu teman paling berpengaruh dalam hidup gue, yang disampaikan di sela sela kekelaman hidup gue sekitar satu tahun yang lalu, kadang nggak semuanyaaa harus indah dan sempurna baru gue bisa jadi hepi. Nggak setiap saat harus “benar” dan menyenangkan, baru gue bisa senyum bahagia. Hidup warna warni, kadang item kadang iteeeem banget. Heheheh.

Jadi walaupun kesenangan itu cuma terjadi sekilas banget sekalipun, bukan berarti gue nggak boleh merasa senang dan mensyukuri apa yang ada hihihi. Dan inilah, salah satu “kemanisan” yang gue syukuri telah ada di kantor gue. Kantor ter-strict yang pernah gue kenal yang tanpa sadar mengajarkan gue buanyaaaak hal sekali. Salah satunya yang paling sering tapi juga paling susah adalah bagaimana menjadi orang yang sabar dan pengampun. Hahaha.

Ceritanya hari Kamis kemarin ntah kesambet apa departemen gue, departemen perencanaan bisnis (apa sih bahasa indonesianya 경영기획부문?) memutuskan untuk piknik di taman dekat kantor yaitu Seonyudo Park. Awalnya semua orang bete karena piknik bersama itu artinya harus basa basi sama bos.. termasuk gue, yang sebenernya nggak mood keluar gedung karena anginnya masih kenceng >.<

Tapiii karena “ajakan” piknik ini terjemahan bebasnya adalah “suruhan” alias wajib ikut, jadi semua orang bergegas ke taman dan makan bersama. Departemen kami dibagi menjadi 4 tim, dan terdiri dari 1 Direksi dan 4 orang Team Leader. Total manusianya sekitar… 30an orang ada deh kayanya. Dan di antara kerumunan manusia itu, cewenya cuma 4 ekor. Itupun 2 tetap, sementara 2 nya lagi cuma karyawan kontrakan yang ngurusin administrasi…

Hahah anyway tanpa panjang lebar inilah dia foto-foto piknik kemarin. Lagi musim sakura, dan cuaca supeerrrr baguuss. Tanpa disadari gue juga super hepi saat itu, terlihat jelas dari jepretan candid di foto foto berikut ini yang menampilkan muka gue super duper cerah ceria… Ahuhahaha yaa… at least 1 dari 12 jam di kantor gue bisa tertawa selebar ini. Huzzah! Selamat datang, musim semi! Jangan cepet cepet pergi yaaaa…

ps: semua foto diambil oleh 수란 대리님. 대리님, 퍼가용~

쌕쌕@_@Photo-21417867-762B-4241-BB6D-57D286FFBD55-20130418-121527-852

Photo-4BC31832-A35C-41EA-AEAC-48D4AEA4E47E-20130418-125154-1024Photo-5A1F09A4-5B67-418C-9C25-E590883CC143-20130419-021953-1024 Photo-8E07DCDF-8143-4166-98CF-6F3397638BAC-20130418-125908-1024Photo-38DDE221-46EE-4AEA-9EF7-A89316891764-20130418-131123-1024 Photo-39EE2EF9-628B-42ED-B6E2-EC4DF060822D-20130418-130448-1024 Photo-85F0112C-BE4B-4B7D-A98A-1CC325B87EAF-20130419-022105-1024Photo-C1EB1834-A3FB-473F-885D-4F4DD66FB565-20130418-125914-1024

Photo-548DCCCE-3F6D-4346-B1AA-14D41C1B987F-20130418-125203-512Photo-633FB4E9-03F4-4025-96B4-A57EC019E2BB-20130418-125728-1024

Photo-9509C08A-9409-4A37-B9D5-D1A282ADB84D-20130418-130856-512

Photo-4CA58B0D-36D1-491F-8A5B-E3C0BBB05808-20130418-125439-1024

Photo-C375292E-FC5E-4748-80C0-12BE3D31C10F-20130418-125411-512Photo-D65C1CE7-0C4A-4F8C-9407-7B8496EF1AB1-20130418-125423-512 Photo-DB29C4FF-FA72-4606-8005-45E00079EACA-20130419-021450-512 Photo-586E06A8-9C67-46CC-81B0-E58CF9E3609D-20130418-130026-512 Photo-ED1652EF-7DD6-4562-9358-F2454ACB5501-20130419-021758-1024

Photo-180FE27D-377D-4FDF-83AD-6EC734C73E5D-20130418-130103-1024Photo-10D5880A-92C4-4D52-9CE9-B15C8C552565-20130418-130041-1024

Photo-B43BF60C-1097-42E5-92E0-7D0ECF71BB49-20130418-130037-1024Photo-B62AACFA-1C76-4533-9639-717D0E1D1209-20130418-131226-1024

Photo-CFA2FC01-395C-44E2-9B18-0356E692B28D-20130419-014804-1024

again, all photos courtesy of Sooran 대리 ㅎ

xoxo, 18 April 2013.

gak bisa nahan ketawa setiap kali liat ini…

Berikut adalah potongan layar sistem penyimpanan data video dan lagu yang ada di kantor saya. Ketik keyword yang dicari di layar kanan atas, dan Anda bisa menikmati pilihan pencariannya.

Dan yah…. inilah salah satu hasil karya kebosanan saya di Korea dulu, yang sukses bikin saya ketawa ketawa sendiri tiap bayangin artis kesukaan saya nyium kaki…

Image

Duuh Korea. bikin malu.

Farewell yang kesekian di tahun ini..

Selamat pagi dunia. Hari ini hari minggu dan saya sudah duduk manis di depan komputer, sudah mandi sudah wangi, dan sudah makan pagi dengan menu full course berupa ikan goreng, nasi putih, dan 김치찌개. Sebuah fenomena yang agak langka terjadi sih menurut saya. Biasanya di hari libur seperti ini saya masih di alam mimpi. Dan ofkors, gak sarapan. Tapi memang hari ini bukan hari biasa.. Hari ini seorang teman saya satu lagi pergi meninggalkan Korea, membuat saya sekali lagi bertanya pada diri sendiri, “Kapan giliran sayaaa?”

Kalau rajin baca blog curhatan hati dan keluh kesah saya ini, mungkin kalian sadar bahwa di kantor tempat saya bekerja ini orang Indonesianya ada dua, saya dan seorang manusia bernama sidarta. Kami sama-sama datang dari indonesia tahun 2008, sama sama berkuliah di Busan, dan sama-sama masuk kantor biadab ini di awal tahun 2012. Terdengar seperti punya banyak kesamaan, tapi sebenarnya kami tidak dekat, awalnya kami tidak saling curhat satu sama lain, dan kami dulunya tidak main bersama.

Namun walaupun kami bisa dibilang nyaris tidak mengenal satu sama lain, semua orang terus bilang, “Sal lo tuh beruntung, at least di kantor lo masih ada orang indonya. masih bisa ngomong bahasa indo,  masih ada temennya.”

Dan yah saya akui.. saya beruntung. Senyebelin nyebelinnya kantor saya, senyebelin nyebelinnya orang orang di kantor saya, at least ada satu orang yang gak senyebelin mereka semua. Dan karena jarak rumah dia dekat dengan rumah saya, jadi saya tau apapun yang terjadi, amit amit tiba tiba saya sakit ato rumah saya kesamber petir, masih ada teman yang bisa saya telepon sewaktu-waktu di tengah kehidupan seoul yang kejam ini.

Hanya saja.. yah.. memang hidup gak pernah berjalan sesuai rencana manusia. Saya dan teman saya itu awalnya punya cita-cita untuk bertahan di korea selama dua tahun. Lalu mulai bekerja, kami sadar bahwa dua tahun itu terlalu lama, akhirnya kami pun memotongnya jadi satu tahun. Lewat lagi beberapa bulan, teman saya mulai kehilangan akal sehatnya. Dia bilang dia menargetkan dirinya sendiri sampai bulan september tahun ini. Saya mulai khawatir.. setengah memohon saya berkata,Plis jangan pernah tinggalin gue di kantor sampah ini… kalo mau resign plis ajak gue.”

Namun nasib berkata lain. Entah kebetulan entah tidak, atasannya sidarta jauh lebih gak berperikemanusiaan daripada atasan saya. Dan ini memicu beliau untuk mengambil langkah drastis, yakni untuk resign sekitar tiga minggu lalu. Saya masih ingat kejadiannya, ketika itu jumat malam, kami hendak makan malam bersama damar dan melinda teman teman kami yang lain, dan ketika itu hujan derassss. Dengan raut muka yang udah gak ketulungan jeleknya, teman saya minta maaf sama saya. Minta maaf bahwa dia gak bisa nepatin janjinya, minta maaf karena senin minggu depan dia akan menghadap untuk mengundurkan diri. Saya masih tenang.. saya yakin kantor kami gak akan semudah itu melepaskan sidarta pergi.. maksudnya… come on, 외국인 yang bisa bahasa korea dan mau kerja di situ emang banyak? Jadi dengan percaya diri saya tenangkan diri saya dan bilang sama dia, “Iya iya apakata lo aja deh ta.. liat aja, senin lo gak bakal dikasi resign..”

Tebakan saya salah besar. Hari senin datang, dan ketika kami akhirnya sempet ketemuan setelah jam kantor, dia mulai mereview kegiatan dia seharian itu. Bilang mau resign sama seniornya, pamit sama tante ini, pamit sama obche itu, pamit sama si bagian HRD, lagi ngerokok tiba tiba ketemu sama oom ini dan pamit juga, dan segudang kegiatan ‘siap siap pulang’ lainnya. Saya mulai panik. Pengen bilang TA JANGAN PERGI… tapi bener deh… kalo inget lagi muka sidarta jumat itu pas dia minta maaf dan bilang mau resign,, ditambah dengan bumbu bumbu curhatan dia selama ini… rasanya saya gak tega gak ngebiarin dia pergi.

Jadi setelah 3 minggu resign dan leha-leha di Korea, akhirnya kemarin kami “mengirimkan” dia secara resmi dengan memesan semur ayam alias 찜닭 lalu ditutup dengan foto bersama. Kebetulan sekali personil seoulers yang cowo-cowo gak ada yang bisa datang kemarin, jadilah foto memorial kami temanya sidarta and the angels huheheheh.

Sekarang semua orang mulai mengkhawatirkan saya, hahaha bolak balik orang orang nanya, “Sal gimana tuh sidarta udah ga ada, lo gak niat resign juga kan?” Jujur saya niat. Kapan aja saya mau resign. Bahkan mama kemarin nanya di telepon, apa saya juga ada niat menyusul sidarta dalam waktu dekat. Tapi yah.. sedikit lagi lah untuk saya. Saya merasa Tuhan belum selesai menempa saya di sini.. masih banyak duka dan duka yang harus saya alami (kalau suka nya udah sering soalnya haha). Jadi sampai saat itu.. nantikan saja tanggal mainnya.

ps: three down, more to go.. uhuk.

December 2011

Warning: postingan kali ini adalah luapan curahan hati saya selama berminggu-minggu di bulan Desember ini, jadi akan sangat panjaaang sekali dan mungkin membosankan. Tulisan ini saya buat untuk menghibur hati saya sendiri. Here we go…

Bulan Desember saya diawali dengan farewell di sana sini. Setelah dibikin nangis di acara kebaktian seperti di postingan saya sebelumnya, kepergian saya juga dilepas oleh teman-teman di gereja, dan akhirnya tanggal 8 Desember saya nyaris resmi meninggalkan Busan.

8 Desember 2011, pagi-pagi saya dan seorang teman pergi ke Seoul untuk ngurus ganti alamat rumah dan apply visa kerja. Ganti alamat rumah sangat mudah sekali, cuma bawa KTP dan pergi ke kelurahan. Hari itu masih indah, sampai ketika visa kerja saya ditolak di kantor imigrasi. Alasannya ga masuk akal, katanya saya kecepetan datengnya dan disuru balik lagi akhir Desember. Padahal teman saya yang lain berhasil apply beberapa hari sebelumnya. Emang orang imigrasi ga ada yang bener. Dengan sedikit kecewa, saya dan teman saya mulai luntang-lantung di Seoul karena gak tau mau ngapain lagi. Akhirnya kami memutuskan masuk sauna sekitar jam 4 sore, dan berencana keluar keesokan harinya jam 7 pagi. Sauna selalu menyenangkan, saya selalu suka berendam air panas. Tapi berbeda dari biasanya,, sauna ketika itu sangatlah menyedihkan dan saya menangis di atas karpet dan bantal yang keras itu karena tiba-tiba saya tersadar bahwa semua ga akan sama lagi.. Ketakutan akan training yang segera dimulai keesokan harinya menghantui saya, dan fakta bahwa mulai saat itu saya benar-benar akan berdiri di kaki saya sendiri bikin saya lemas.

9 Desember 2011, saya bangun dengan mata bengkak. Namun thanks to make up seadanya muka saya tetap terlihat segar dan saya pun siap berangkat meninggalkan sauna pukul 8 pagi. Dengan gagah berani saya dan teman saya keluar gedung, dan kami disambut oleh salju yang deras di pagi hari. Saya biasanya senang melihat salju, tapi berhubung di hari itu saya pake blazer, rok, stocking, dan HIGH HEELS, oh serta menyeret koper segede-gede dosa ke arah subway station, saya benar-benar mengutuk salju untuk pertama kalinya. Untunglah saya tiba di Lotte World Hotel dengan selamat, dan segera bergabung dengan ratusan peserta training lainnya.

Dan begitulah, job training alias karantina saya pun dimulai.

Karantina saya berlangsung selama dua minggu. Minggu pertama diadakan di sebuah tempat bernama Osan. Minggu kedua diadakan di sebuah resort bernama Buyeo. Peserta karantina saya ketika itu sekitar hampir 250 orang, dan ini baru kloter pertama. Total ada 4 kloter, jadi bisa dibayangkan kira-kira 1000 orang baru bergabung di group tempat saya bekerja nanti.

Kalau ditanya karantina saya seru atau tidak, saya pasti jawab seru. Menyenangkan. Banyak yang saya pelajari. Saya dapat teman-teman baru. Makanan saya lebih bergizi. Badan saya (mustinya) lebih sehat. Gigi saya lebih kinclong karena lebih sering disikat. Gak ada snack, harusnya lemak lebih berkurang. Dan gak ketinggalan, bahasa korea saya sedikit lebih diasah lagi.

Tapi itu tadi baru plus-plusnya saja. Kalau harus diurutkan kisahkisah dukanya…. waaaaaaa….. waaaaa…. bisa histeris. hehehe. Yang paling saya inget aja deh ya. Jadi tiap hari saya harus bangun paling lambat jam 5.40, karena sekamar bertiga dan kami harus ganti2an kamar mandi. Jam 6.20 sudah di lapangan bola, siap lari keliling lapangan dan senam pagi. Sekedar informasi, jam 6.20 matahari belum bersinar dan suhu dinginnya udah ngalahin dinginnya hati saya (halah). Di hari-hari pertama malah sempat salju, jadi kami berlari di atas es T__T

Sehabis olahraga biasanya lanjut lecture di hall, yang selalu menjadi ajang untuk lanjut tidur. Namun ofkors gak bisa bener-bener tidur, karena kalau ketahuan sama senior pengawas kami akan disuru berdiri di belakang ruangan. Gak boleh nyender, dan ga boleh melipat kaki (ini susah sekali buat saya, saya sangat suka melipat kaki saya >.< ). Gak boleh terlambat!! Ini penting banget, terlambat satu menit aja akan jadi bahan omelan sepanjang hari. Yang gak kalah pentingnya, jam 12 malam semua udah harus di kamar dan udah harus matikan lampu. Di hari-hari pertama kami masih ga peduli dan tetep aja jam 12 malem pasang lampu, toh ga diperiksa. Siapa sangka keesokan harinya kami habis dimarah-marahi karena senior pengawas melihat dari luar gedung, ditandai kamar kamar mana saja yang lampunya masih nyala setelah lewat jam 12 malam…

Hmm terus apa lagi ya. Setiap kali ketemu senior udah pasti, wajib, kudu membungkuk memberi hormat. Tangan ga boleh masuk ke kantong baju sama sekali, dengan alasan ga sopan pose tangannya kayak nantangin (jadi kalo kedinginan yaudalah tangannya di…. tiup tiup pake mulut aja). Kemudian kamar saya itu di lantai 4, sementara ruang kelas saya di lantai 4 juga tapi di gedung lain. Dan kami dilarang pakai lift, jadi tiap hari saya emang olahraga mati-matian.

Dan olahraga paling mematikan adalah 2 hari yang lalu, yakni tanggal 22 Desember 2011. Saya akan mengingat tanggal keramat ini sampai sepanjang masa karena banyak sekali yang terjadi di hari itu.

Untuk meramaikan hari training trakhir sebelum pelantikan, acara training kami di hari itu diisi dengan Amazing Race! atau kalo versi koreanya adalah Running Man. Cumaaa walaupun terdengarnya keren, aslinya amat sangat menyedihkan. Dari jam 10 pagi sampe jam 4 sore kami harus lari-lari dari satu pos ke pos lainnya, dan setelah dihitung ternyata kami menempuh jarak 20 km dalam seharian itu (sambil jalan sambil megang GPS, jadi ketrack berapa jarak yang ditempuh). Dan sebagai pemanasan sebelum mulai lari-lari ke pos, kami harus latihan fisik ala militer yang bener-bener bikin gue hampir nyerah. Push up, jongkok berdiri, loncat loncat, dan segala kegiatan mematikan lainnya bikin badan saya sakit duluan sebelum bahkan mulai jalan. Sedih sedih sedih.

Masih di hari yang sama, setelah acara amazing race selesai, kami dikumpulkan di hall besar dan dimarah-marahin lagi oleh senior pembimbing. Dalam keadaan cape dan stress dimarah-marahin, kami disuru menutup mata dan menunduk. Tiba-tiba lampu dimatikan dan ada suara rekaman ibu-ibu ngomong (dalam bahasa korea) “XX-ya, selamat ulang tahun.. Mama dengar training kamu berat sekali ya, tapi semangat ya… mama selalu mendoakan kamu, semoga selalu sukses”.

Rekaman itu disambung dengan rekaman ibu-ibu dan bapak-bapak lain, yang juga mengucapkan selamat ulang tahun untuk anak-anak yang kebetulan ulang tahun di hari itu. Dan saya yang lagi kecapean, kangen sama mama juga, dan pengen pulang, denger itu bener-bener meleleh… Mana hari itu adalah hari Ibu di Indonesia, dan siang itu Ibu saya beserta keluarga yang lain sedang berduka, sibuk memakamkan Tulang saya yang meninggal tanggal 20 Desember kemarin. Belum lagi tanggal 22 Desember menandakan hari bersejarah lainnya dalam hidup saya, yang sayangnya akhir-akhir ini malah bikin hati saya perih kalau ingat hal itu…

22 Desember malam, hari pun ditutup dengan “Lotte-in Night”, di mana tiap kelas menampilkan perwakilannya untuk unjuk bakat nyanyi, dance, dan lain lain. Menyenangkan.. sangat menyenangkan, untuk pertama kalinya kami tidak pakai baju training biru seragam yang buruk rupa itu, dan semua tampak senang karena akhirnya bisa bertemu lagi dengan yang namanya BEER. Tiba di kamar, badan saya yang hampir patah masih harus dipaksa bekerja ngepack barang untuk siap pulang keesokan harinya, sambil terus BBM-an dengan ayah saya demi mengupdate keadaan keluarga Loebis yang masih berkabung.

Yep highlight training saya selama dua minggu bisa dibilang adalah tanggal 22 Desember kemarin, hari di mana semua perasaan digabung jadi satu. Begitu keesokan harinya datang, kami dilantik dan dipasang badge alias lencana “L” di jas masing masing, dan siap berpisah dengan teman teman seangkatan. Terpincang-pincang saya menyeret koper saya kembali ke rumah baru saya di Seoul, lalu segera kembali ke Seoul station untuk kembali ke Busan.

24 Desember 2011 jam 2 pagi, saya tiba kembali di asrama dengan perasaan campur aduk. Asrama lantai saya sudah kosong, semua orang sudah pulang. Kamar saya masih sama, dan ada Bania yang sudah saya rindukan sekali. Pagi harinya saya lanjut packing, karena memang itulah tujuan saya kembali ke busan, yaitu untuk merampungkan barang-barang saya yang belum dikardus. Siang harinya saya dengan sukses mengirimkan total 7 kardus dari Busan ke alamat rumah baru saya di Seoul,  dan inilah saya saat ini, mengupdate kehidupan saya di bulan terakhir di tahun 2011, dengan Ajeng di pangkuan saya setelah sekian lama tak berjumpa.

Kereta saya malam ini jam 7 malam, KTX menuju Seoul (lagi). Kali ini saya pergi dan tidak kembali lagi ke Busan. Eh.. kembali sih, tapi mungkin masih dua bulan lagi. Kaki kiri saya pincang, cidera pas amazing race kemarin. Tangan, punggung, paha, betis, bahkan pant*t saya pegel setengah mati, rasanya pengen berendam di counterpain. Perasaan saya nano nano, masih gak percaya ini malam natal dan saya akan menghabiskannya di dalam kereta.

Besok? Besok hari Natal.. entah apa rencana saya. Entah ke gereja mana, entah apa yang harus saya lakukan. Ingin tidur sih, karena senin saya sudah mulai masuk kantor jadi harus simpan energi… tapi kog rasanya sedih banget tidur seharian di hari Natal. Lagipula saya belum punya kasur di rumah baru saya. :$

Seingat saya Desember tahun lalu adalah Desember terbaik dalam hidup saya.. kalau saya ingat-ingat lagi memori liburan winter saya tahun lalu, rasanya ingin berteriak protes sama Tuhan kenapa liburan kali ini berat sekali. Tapi saya ingat saya harus bersyukur.

Banyak orang ga punya kerja, jadi saya harus tetap semangat. Banyak orang gak punya ayah atau ibu, jadi saya harus tetap bersyukur punya mereka walaupun gak bisa merayakan Natal bersama. Banyak yang ga punya rumah, jadi walaupun rumah baru saya masih kosong melompong saya pun harus tetap merasa nyaman di sana. Banyak orang gak bisa jalan, jadi saya harus berhenti mengeluh walaupun kaki kiri saya sakitnyaaa luar biasa. Dan tentu saja, banyak orang gak punya teman.. jadi saya juga harus stop protes sama Tuhan kenapa saya harus pisah lagi sama teman-teman saya.. karena saya tau mereka akan tetap ada di hati saya (aww).

Hehehe anyway, saya udah harus siap siap pergi. Inilah postingan terakhir saya dari Busan! Semoga Seoul gak terlalu dingin deh, gakpapalah White Christmas, asal jangan Blue Christmas :)

Happy holiday, Merry Christmas, Godspeed!!