Papi Amat Amat Baik

Jadi ceritanya kepala sekolah kami namanya Pak Amat. Orangnya baik hati dan sederhana. Kami menempati rumah dinas guru yang sama. Sebagai sesama pendatang, ternyata kami (sejauh ini) cukup kompak. Pak Amat juga orangnya sangat baik. Berikut cuplikan kisah kami.

Ketika waktu telah menunjukkan pukul 1 siang, dan tumben-tumbenan kelas 3 belum pulang karena masih banyak siswa yang belum mengerti cara perkalian dan pembagian…

*gedubrak* (pintu kelas terbuka)

“Belum selesaikah?”

‘Belum Pak Amat…’

“Kenapa?”

‘Anak-anak belum selesai mengerjakan tugas…’ (sambil menunjuk 5 anak di kelas)

“Jangan terlalu lama, sudah siang. Nanti kamu lapar.”

‘Heheh iya siap bos.’

“Pulang langsung makan ya.”

‘Okee….’

dan kelaspun segera saya bubarkan

 

Ketika botol-botol minum air saya di rumah sudah kosong…

“Kumasakkan air ya”

‘Kenapa?’

“Itu air minummu kan sudah habis” (sambil menunjuk botol-botol air matang yang sudah kosong)

‘Aih…. makasih Pak Amat’

 

Ketika pada suatu hari secara serempak seluruh murid saya tidak ada yang mau mendengar kata-kata saya sehingga tekanan darah saya naik drastis dan suara saya tidak bisa biasa lagi di kelas…

“Tadi marah ya sama kelas 3?”

‘Iya.. ndak ada yang mau dengar kata-kataku. Berisik semua.’

“Hahaha… ndak usah terlalu serius.. nanti nuan yang cape..”

‘Iya huhuhu’

“Nih makan.”

 

Ketika tahu saya suka ikut orang memancing (walaupun ujung-ujungnya cuma makan kue di perahu)

“Lihat deh!” (sambil memamerkan bambu kecil tipis cantik)

‘Apa nih Pak Amat?’

“Bambu..”

‘Dari mana?’

“Dari Kakek Saung di seberang. Mau kubuat pancing.”

‘Pancing? Untuk Pak Amat?’

“Ndaak… saya lebih suka jala daripada pancing.”

‘Lalu?’

“Ini mau kubuat pancing untukmu.”

‘Yaampun Pak Amat… terima kasih…’

“Iya kasian kan kalau pergi mancing harus pinjam orang terus.”

‘….. (terharu)’

“Tapi nanti latihan pegang cacing ya. Sia-sia pergi mancing tapi ndak bisa pasang umpan.”

‘ -__-“ ‘

 

Ketika sedang kecapekan dan hendak mengurung diri di kamar tapi lalu anak-anak memanggil…

“Bu Guru…”

(tidak menjawab)

“Bu Gurruuu…”

(masih tidak menjawab)

“Bu Guurruuuuuuu…”

‘Bu Guru tidur! Dia istirahat! Sudah kalian pulang dulu sana!’

(akhirnya malah Pak Amat yang menjawab)

 

Ketika saya ngidam ingin punya pohon Natal di rumah tapi apa daya yang keangkut cuma lampunya aja…

“Pak Amat hias meh dindingnya pakai lampu ini…”

‘Lampu apa?’

“Lampu kelap-kelip ini…”

‘Buat hiasan kayak apa?’

“Buat pohon Natal..”

Aoookkk meeh…’

 

Merry Christmas 2014

Taraaaaa~~ Selamat menjelang Natal! :)

Selamat Ulang Tahun, Ibu Guru Sali

So apparently gue ulang tahun lagi…

Dan kali ini ulang tahun gue dirayakan tanpa SMS, tanpa telepon, tanpa whatsapp, dan tanpa Facebook :)

Sensasinya lucu, karena baru pertama kali ini gue merayakan sesuatu di tengah tengah orang yang baru saja gue kenal namun ternyata sangat-sangat perhatian sama gue. Plus perayaannya penuh tepung dan telur, bersama puluhan bocah-bocah berseragam SD.

Terima kasih Tuhan untuk umur baru yang Kau limpahkan, ajarilah Sali supaya selalu rendah hati dan tetap melekat di bawah kaki-Mu :)

Happy 25th, Sali.

8 Reasons Why You Shouldn’t Fall In Love (And 1 Reason Why You Should)

1. Don’t fall in love in a relationship that started off with lust
2. Don’t fall in love when there is a deadline
3. Don’t fall in love when there is 20 million miles between the two of you
4. Don’t fall in love with long, wonderful conversations
5. Don’t fall in love “despite what they say”
6. Don’t fall in love when the red flags are up and waving
7. Don’t fall in love when they never will
8. Don’t fall in love the second time around
But forget about all of that.
Forget about the reasons why you should not fall in love.
Fall in love because you will anyway. Fall in love deeply. Fall in love intensely. Fall in love unapologetically. Fall in love in spite of it all, because who knows? Maybe you are the exception after all.

Thought Catalog

ShutterstockShutterstock

You know those times when you just got your heart broken, and you’re thinking, “I should’ve known, I really should’ve known”? Well, I say, yes, you really should have, but there’s nothing you can do about it now, except take a little time off wallowing and then get your ass off that couch and your guard back up. So I’ve decided to help by preparing a list of situations in which falling in love would only result in heartbreak, to help you avoid repeating the same mistake.

1. Don’t fall in love in a relationship that started off with lust

This is the kind of love story that has graced both the big screen and the small screen many, many times and it had fooled a great many of us into thinking that we, too, could fall in love with a one-night stand. But it’s different here in the…

View original post 834 more words

14.01.14 – Hari Bersejarah

Beberapa hal kecil yang perlu diingat dari hari bersejarah ini:

1. Tuhan itu baik. Sudah berminggu-minggu Jakarta dan sekitarnya diguyur hujan dan dilanda banjir, tapi tepat pada hari Selasa, 14 Januari 2014 matahari bersinar cerah sekali :) Banyak tamu yang nanya, “Pake pawang ya?” dan kami hanya menjawab, “Nggak, cuma pake doa aja kog..” (kalo cuma pake shampo nggak nyambung soalnya)

2. Kalo emang nggak biasa pake heels, apalagi heelsnya sepatu baru pula, mendingan nggak usah sok. Seharian lari-lari pake sepatu baru super tinggi sukses membuat langkah gue kayak tentara mau perang dan bolak balik diprotes sodara, “Sali jalannya feminin dikit dong!” Okeh lain kali pake flats aja. Sip.

3. Harta yang paling berharga memang keluarga, tapi kalo nggak hati-hati si harta ini bisa bikin manusia saling membenci juga. Maaf untuk pihak-pihak yang kena omel karena ngalangin fotografer, atau dandannya lelet, atau seenaknya nyosor pengen ikutan prosesi dan terpaksa gue usir. Maaf sekali lagi, hamba khilaf dan di bawah tekanan. Plus kaki sakit juga. Maar torang samua basudara toh? *wink*

4. Pake korset itu nyiksa. Rajin-rajinlah berolahraga agar perut rata alami.

5. Punya rambut super pendek kadang berbuah baik juga. Ga perlu nyalon, ga perlu nyatok, tinggal kasi hiasan rambut dan selesai!

6. Selalu ingat, secape-capenya keluarga atau teman terdekat atau panitia pesta, tetep aja kedua mempelai itu yang paling cape. Capenya maksimal. Kita capenya baru seminggu, mereka capenya udah setahun. Jadi kurang-kurangilah mengeluh.

7. Kalau acara pernikahan kebetulan bertepatan dengan hari spesial lainnya, misalnya ulang tahun ibu atau bahkan ulang tahun mempelai wanita, jangan lupa rencanakan surprise party ^.~ tentu ini optional sih, hanya kalau masih ada energi tersisa saja.

8. Nah lalu kalau memang mau bikin surprise party dengan kue, sediakanlah kue yang kecil dan mudah dibawa. Ngangkat kue 3 susun pake heels setinggi harga diri itu agak ribet juga loh hahaha.

9. Makanan kurang ketika acara berlangsung memang bikin panik, tapi sebenarnya kalau dipikir dari sisi sebaliknya justru itu berkah sekali. Bayangkan betapa banyaknya orang yang datang memberi restu di acara spesial ini, sampai melebihi ekspektasi. Terberkatilah kalian!!

10. Senyum sepanjang hari itu susah ya ternyata huheheh mari berlatih senyum untuk hari-hari spesial berikutnya :D

J45A2704

Kaunangers dan oma!

J45A4422

Happy birthday Mama dan kak Melissa!

J45A4431

Pengiring pengantin dan kedua adik

J45A4504

Lain kali harus latihan nangkep bunga lebih baik lagi!!

J45A3194

Welcome to the family, beautiful bride :)

Hello 2014

Tahun yang baru  sudah di sini, saatnya membuat awal yang baru untuk semuanya :D

Terinspirasi dari blog Apple dan juga dari sini, saya ingin merangkum tahun 2014 saya dengan satu kata agar lebih ringkas dan fokus.

(Kalau dipikir-pikir tahun lalu resolusi saya juga cuma satu kata sih “resign”, tapi ini kayaknya terlalu kelam ya untuk dijadikan kata kunci penyemangat sepanjang tahun -__- )

Jadiiii inilah satu kata yang saya pilih untuk 2014! GIVE!

Deutronomy  15:10 – Give generously to them and do so without a grudging heart; then because of this the Lord your God will bless you in all your work and in everything you put your hand to.

Dengan memberi tentunya mencakup banyak hal yah, gak cuma memberi secara materi tapi juga memberi waktu, memberi perhatian, dan memberi semua-muanya.

Have a blessed 2014 all :)

Deuteronomy 15:10

ps: Walaupun tahun lalu resolusi satu kata saya agak kontroversial, tapi ayat penyemangat saya sungguh sangat memberkati lho. Siapa tau ada lagi down dan merasa goyah gontai di awal tahun, nih silakan tertoel sama ayat ini Jeremiah 29: 11

Bos Colongan – 사랑은 이유가 없어요

“살리야 나의 가장 큰 목적이 뭔지 알아?”

‘무엇입니까 법인장님?’

“사람들이 우리 백화점에 오게 하고, 우리 백화점을 사랑하게 만들고싶어.

근데 그것에 대해 제일 무서운게 뭔지 알아?”

‘잘 모르겠습니다 법인장님..’

“어떤 사람에게 ‘넌 왜 저 백화점을 좋아하냐‘고 할 때 대답이 “그냥“이라는 사람.

왜냐하면 이 백화점은 깨끗하다이 백화점은 가깝다! 이 백화점은 가격이 저렴하다! 하면

그 스팩들에만 더 집중을 시키면 우리도 이길수 있어.

하지만, 그냥이라고 대답하는 사람은 우리가 뺏길 수 없어 ㅠ”

“물론 처음에는 어떠한 이유 때문에 좋아하고 반했지만

한번 사랑에 빠지게 되면 그 후에는 사실 모두 다 필요 없다

사랑할 때 이유가 필요 없어

나도 모르게 그를 보고 싶고

나도 모르게 그의 생각만 하고

나도 모르게 그와함께만 있고 싶으면..

그게 사랑이죠”

18 November 2013

Terima kasih Tuhan.

Terima kasih Tuhan atas Jakarta yang mendadak indah kalau dikelilingi dengan ojek.

Terima kasih Tuhan atas tumpangan tempat tinggal sementara dari Bujing dan Uda jadi bisa kembali beraktifitas dengan mudah di pusat kota Jakarta.

Terima kasih Tuhan atas kegiatan baru untuk mengisi keseharian selama beberapa bulan ke depan.

Terima kasih Tuhan atas teman-teman yang lucu lucu dengan doa mereka yang beraneka ragam.

Terima kasih Tuhan atas Bania, Obi, dan Cifen yang sudah meramaikan detik detik menjelang 18 November.

Terima kasih Tuhan atas keluarga yang sangat suportif dan penuh kehangatan.

Terima kasih Tuhan atas Papa yang pengertian, Mama yang selalu ngangenin, kakak yang overprotektif, juga kak Melissa yang hari ke hari makin mirip muka dan seleranya sama saya.

Terakhir, terima kasih Tuhan atas peneliti romantis ini, yang sukses membuat saya cekikikan sepanjang hari.

Best gift ever, both manusia dan papernya :)

Terima kasih.

Terima kasih !!

Long Way Home (Part 2 – Welcome to Southeast Asia)

Menyambung dari tulisan sebelumnya, berikut adalah kelanjutan dari perjalanan pulang gue yang panjang dari Korea menuju Indonesia.

Jadiii setelah puas bermain di Jepang tibalah saatnya bagi kakak F untuk kembali ke kehidupan nyata sementara gue melanjutkan perjalanan pulang, yang lagi-lagi pake acara nyangkut di negara-negara berikut..

MALAYSIA

Seperti sempat gue sebutkan di postingan sebelumnya, gue ke Malaysia itu cuma transit. Heheh numpang mejeng doang di Petronas, lalu pajang status Path “sleeping in Kuala Lumpur”, baru besoknya terbang lagi. Agak kurang kece memang, tapi ntah kenapa pas gue muter-muter Kuala Lumpur di taksi itu gue agak kurang menikmati sih. Terlalu mirip Jakarta.. huhehe (sok).

Anyway begitulah tanggal 23 September gue terlewati. Hari berikutnya gue terbang lagi dari Malaysia menuju keee.. Vietnam!

VIETNAM

Day one – 24 Sept

Touch down Hanoi!! Dan bertemu traveling partner gue berikutnya, yakni Ibu Tiur. Heheh. Seinget gue sih hari kami tiba di Hanoi udah sore, dan nyampe di hotelnya malam. Jadi kami gak sempat ke mana mana lagi selain muter-muter di sekitar tempat kami nginep (Hoan Kiem District) sambil nyari Pho pinggir jalan yang duduknya di dingklik di trotoar. Mama girang banget diajak makan makanan pinggir jalan gitu, dan gue juga girang banget soalnya super murah *.* hahah untungnya gak ada peristiwa sakit perut atau apapun yang merugikan kog.

Kami nginep di hotel bernama Hanoi Legacy Hotel yang apparently punya 3 cabang di daerah yang sama. Lucunya, dari ketiga cabang tersebut kami sudah mencoba tiga tiganya T.T hahah dikarenakan awalnya gue book di cabang pertama, lalu pas nyampe mereka transfer kami ke cabang kedua dengan alasan di cabang pertama itu kamarnya sudah penuh. Eh lalu pas hari-hari berikutnya setelah kami balik dari Ha Long Bay, si cabang kedua bilang di tempat terserbut pun sudah penuh, jadi mereka transfer kami lagi ke cabang ketiga.

Entah emang gue naif atau gue murni berhati mulia jadi dioper oper ke cabang ini itu sama sekali ga jadi masalah sih buat gue.. Apalagi karena mereka toh ngangkatin koper kami dan bayarin taksinya (cuma jarak kurang dari 5 menit sih via taksi). Tambahan lagi, tiap kali dioper kamar kami selalu diupgrade fuhahaha jadi gue beneran gak punya alasan untuk protes. Lagipula petugasnya juga sangat ramah kog, jadi recommended lah menurut gue. Terimakasi mami untuk sarannya.

Day two – 25 Sept

Hari keduaa kami ikut Hanoi city tour yang mesennya langsung dari hotel. Sekitar jam delapan pagi kami dijemput, bergabung sama rombongan sekitar 10 orang lainnya, naik minivan lalu dibawa muter-muter Hanoi. Gue inget banget hari itu hujan derasss sederas derasnya sampe gue kesel sendiri, tapi untung masih bawa payung dan tournya selesai cepat hehehe.

Yang kami kunjungi ketika itu adalah Chua Tran Quoc (sebuah temple dengan pemandangan danau yang bagus),  Ho Chi Minh Mausoleum, One Pillar Pagoda, Temple of Literature (National University), dan Ngoc Son Temple yang berada di Hoan Kiem Lake.

Kalau nggak hujan dan ada waktu lebih gue pengen coba mengunjungi Vietnam Women’s Museum dan Museum of Ethnology sih. Kabarnya cukup menarik dan okelah untuk dikunjungi. Namun apa daya waktu itu cuma sehari dan mood berkelana sudah hilang terbawa arus hujan. Hehe jadi next time ada yang mau ke Hanoi silakan tambahkan dua spot di atas, plus water puppet show juga kalau suka nonton performance.

Day three – 26 Sept

Ha Long Bay! Lagi-lagi dengan memesan tour melalui hotel, kali ini kami dijemput jam 8 pagi dan bertolak meninggalkan Hanoi  untuk menuju ke kota Ha Long.

Sejujurnya gue gatau Ha Long itu letaknya di mana, sejauh apa dari Hanoi, dan sebenarnya dia itu tempat apa. Gue random aja ngegoogle apa yang asyik dilakukan di Vietnam dan semua suru gue ke tempat yang ternyata termasuk UNESCO world heritage itu. Okeh kerandoman otak gue ternyata gak sia-sia akhirnya.

Ha Long Bay
Ha Long Bay

Tour yang gue ambil itu naik kapal dan kami menginap di atas air semalam. Kapalnya lucu, makanannya enak, kamarnya nyaman, air panas ada, dan petugasnya ramah-ramah. Guidenya pun lucu nian. Cuma sayang sinyal suka kembang kempis di sana dan ga ada wifi (yaiyalah wong di tengah laut).

Heheh tapi overall tournya oke kog. Hari pertama ini kegiatannya adalah check in di kabin, lalu kapal kami berlayar ke sebuah goa yang terletak di salah satu besar dan bernama Hang Sung Sot. Jujur goa itu terlalu banyak orang sih, dan letaknya tinggi nian sampe nyokap gue kecapean sendiri nanjaknya. Jadi gue agak kurang menikmati sang goa, apalagi karena gue udah punya perbandingan goa-goa lain di Korea yang somehow lebih menantang (cieh).

Habis dari goa kami lalu ke pantai! Pantainya kecil banget, pasirnya hanya sedikit, dan kalau dibandingkan dengan Bali tentu nggak ada apa apanya. Tapi pemandangannya cukup lucu sih. Karena pantai ini juga terletak di salah satu “batu” besar, sambil berenang para pengunjung bisa menikmati pemandangan kapal-kapal berlabuh dan ratusan batu hijau di kanan kiri.

Day four – 27 Sept

Hari berikutnya, kami bangun dan menikmati sarapan di atas kapal! Hehe pengalaman yang menarik. Bagus banget sih memang pemandangannya, dan mama juga tampak senang :D Habis sarapan kami lalu ganti baju siap basah dan bergegas ke “batu” berikutnya yang menyediakan fasilitas kayak.

Gue selalu suka water sport, dan gue kira itu semua karena mengalir dalam darah Kaunang gue yang emang berasal dari ujung sulawesi sana, jadi ramah sama air. Namun ternyata gue agak salah. Di hari itu gue yang seumur hidup belum pernah main kayak harus dapet tantangan dobel: mengarahkan perahu gue biar nggak ketinggalan sama peserta tour lainnya, dan juga menenangkan ibu Tiur yang panik luar biasa di belakang gue.

Satu perahu itu isinya dua orang, dan memang lo nggak bisa ngapa ngapain di dalam sana. Cuma bisa duduk selonjor dengan kaki lo lurus ke depan. Kalau lo goyang dikit, maka perahu lo bakal goyang, dan inilah yang jadi masalah besar di dalam perahu gue. Nyokap gue yang gue kira adalah seorang jagoan, ternyata sangat-sangat takut pas naik ini. Huhahahah.

Jadiiii boro-boro foto-foto, dia megang dayungnya aja udah setengah mati seerat mungkin sambil ngucap doa. Ada ombak dikit teriak, perahunya diem bentar teriak (takut ketinggalan rombongan), ditabrak perahu lain (cuma kena ujungnya) juga teriak, dan pas dia liat ada peserta lain yang beneran jatuh dari perahu dia pun ikutan teriak. Perang batin luar biasa gue ketika itu hahahaha untunglah akhirnya satu jam main kayak selesai juga dan ternyata mama berhasil mengambil beberapa foto yang layak ditampilkan di publik. Sepertinya beliau memotret itu ketika gue suru nggak usa ngedayung dan silakan fokus sama pemandangan sekitar heheh.

Anyway habis kayaking di pagi hari, perahu kami muter-muter daerah Ha Long Bay, lewatin spot spot bagus untuk foto, kemudian kembali ke daratan. Jam satu siang kami bertolak dari kota Ha Long, sekitar jam tujuh baru kami tiba lagi di hotel di Hanoi. Agak jauh rupanya.

Day five – 28 Sept

Hari kelima, kami meninggalkan Hanoi dan terbang ke Ho Chi Minh. Nyampe Ho Chi Minh kami lalu check in kemudian kelalang keliling melihat serunya kota tersebut. Dalam beberapa jam saja gue langsung berpendapat bahwa kota Ho Chi Minh jauh lebih “muda” daripada Hanoi sih. Atraksinya lebih hidup, gedungnya lebih warna-warni, dan penduduknya lebih bervariasi. Suka!

Sambil megang peta yang dikasi sama petugas hotel, gue lalu berhasil membawa nyokap gue jalan kaki jauuh banget dan ngelilingin beberapa spot penting seperti Ben Thanh market, Opera House, Cathedral, dan Post Office. Walaupun cuma jalan-jalan dan nggak ngapa-ngapain juga, gue cukup senang sejujurnya. Ntah kenapa bangunannya bagus bagus dan gue suka jalan-jalan di sana hehe.

Ho Chi Minh

Malam itu kami menginap di Luan Vu Hotel yang berada di daerah Pham Ngu Lao. Petugasnya hostelnya sangat baik dan hostelnya sendiri sangat murah :) Pas booking gue sempet bilang bahwa nyokap gue ga bisa manjat tangga tinggi tinggi (begitu pula dengan gue ha ha ha) jadi sama mereka dikasi kamar yang paling “rendah”. Kamarnya bersih dan wifi berjalan baik hehehe. Lalu daerahnya sendiri adalah daerah turis, jadi di sekitarnya banyak restoran dan juga toko oleh oleh. Asyik sih, enak ke mana mana. Terima kasih kakak matahari pagi untuk rekomendasinya.

Day six – 29 Sept

Tour lagi! Hari itu hujan deraaas dan gue sangat.. sangat… membenci tujuan tur pertama kami, yakni Cao Dai Temple.

Maaf jika ada penganut aliran Cao Dai di sini, dengan sangat menyesal gue katakan bahwa gue sebel sekali sama tempat itu. Ketika kami datang, pas banget mereka lagi mau ada acara kebaktian tengah hari atau apalah itu, jadi para pengunjung harus merapat ke samping dan memberi jalan untuk para pemuka agama membawa sesajen mereka masuk ke ruangan lalu ke altar.

Okelah gue mengerti perasaan mereka, bete juga kali ya kalo lagi mau sembahyang tau-taunya ada orang segambreng nontonin lo yang lagi khusyuk. Tapi bukan berarti semua pengunjung harus diusir usirin kayak ngusir lalat juga kan? Jujur kesel. Hahaha mana itu tempat sebenernya kuecill banget (dibanding dengan jumlah turis yang dateng) dan para tante serta nenek yang lagi beribadah di sana judesnya luar biasa pula. Semua orang dicolek colek dan disuru geser KELUAR. Disuru gesernya nggak pake mulut dan kata kata manis pula, ini mah pake jari broh. Pake jari nunjuk nunjuk kayak anak SD ketauan nyontek, ditunjuk persis di depan muka lo, terus nunjuk ke pintu. Ngeselin. Klimaksnya lagi, di luar itu HUJAN. Jadi lo suru gue nunggu di luar, kehujanan? T___T reminds me so much of ajumma ajumma di Korea… tega banget…..

Vietnam Trip5

Untungnya habis dari si temple tour kami menjadi sedikit lebih menarik karena tujuan berikutnya adalah ke CuChi Tunnel. Di sini lo bisa ngerasain sendiri sensasinya ikutan perang Vietnam dulu, dan bisa nyobain masuk ke terowongan mereka yang super mini. Hujan dan becek, tapi yang ini worth it ^.~

Malamnya, gue janjian ketemuan sama temen-temen Vietnam gue yang merupakan anak-anak Lotte juga, dan mereka menraktir gue serta ibu Tiur di restoran Mongolia. Hahaha randomnya parah, tapi mereka semua lucu seperti biasa. Gue sangat bersyukur bisa punya kenalan lucu lucu dan baik baik di Ho Chi Minh, hihi mungkin lain kali giliran gue yang mengundang mereka ke Indonesia.

Day seven – 30 Sept

Setelah hari berhujan seharian, akhirnya datang juga hari bermatahari terik yang lumayan bikin hepi di hari berikutnya. Hehe hari ini gue dan nyokap ke Mekong Delta, dan pengalamannya cukup lucu. Naik perahu (lagi), pake topi khas Vietnam, terombang-ambing di air; awalnya gue ngerasa sensasinya mirip kayak ngeliat kali Ciliwung. Cokelat soalnya. Heheh untung gue sudah diedukasi sebelumnya oleh seseorang bahwa itu cokelat karena tanah, jadi gak norak-norak amat lah. Dan setelah puas memandangi sungai Mekong, kami pun kembali ke Ho Chi Minh dan beristirahat sebelum menutup perjalanan Vietnam kami ;)

Day eight – 1 Oct

Paginya masih sempet nyari oleh-oleh di deket hostel, siangnya kami sudah bertolak ke airport. Hari ini rute kami adalah terbang dari Ho Chi Minh ke Singapore, dan dalam hati gue sedikit lega karena akhirnya gue bisa semakin dekat dengan rumah. Makin lama di jalan, makin cape badan gue dan makin menipis kantong gue hahahah. At least di singapore nanti gue lebih familiar sama lingkungannya dan gue ga punya jadwal ketat jadi bisa istirahat sepuasnya gratis di rumah tante.

SINGAPORE

Daaan benar saja, nyampe Singapore kegiatan utama gue adalah beristirahat. Sebenarnya gue pengeen banget liat tempat yang jauh jauh di Singapore, kayak kebun binatang atau kebun burung (ini kog terjemahannya lucu ya). Atau night safari, atau garden garden apa deh gitu. Pengennya bukan ke mall dan pengen jalan-jalan aja.

Tapiiii apa daya ibu juga sudah lelah dan matahari singapura sangat sangatlah panas, sehingga mood gue semuanya keserep lagi di bantal. Alhasil inilah yang gue lakukan dalam hampir sepekan di singapura..

Day one – 2 Oct

Siang hari ke Novena (Velocity Mall) untuk nyari perlengkapan olahraga babeh, habis itu ke Chinatown buat mampir ke TinTin Shop, kemudian makan malam di Orchard. Selesai.

Day two – 3 Oct

Bangun pagi niatnya mau ke Zoo! Yeaaay zoo!! Tapi kog perut ga enak ya….. kog sakit ya…. kog agak-agaknya butuh minum obat dan tidur lagi yaa…….. dan akhirnya batal ke zoo. Siang hari kami ke IKEA. Keluar keluar udah maghrib.

mama high di IKEA
mama high di IKEA

Day three – 4 Oct

Lagi-lagi pengeen ke Zoo! Udah nanya nanya orang gimana caranya, udah menetapkan hari mau ke sana karena kemarinnya gagal, tapi begitu liat ke luar kog panas ya… kog malas ya… kog udah udah keburu siang ya….  daan akhirnya keluar rumah cuma buat ke Mustafa nyari tas ransel titipan kakak.

Day four – 5 Oct

Again, hasrat hati ingin sekali ke Zoo, tapi yah… yah… manusia berencana Tuhan berkehendak. Kami ke Gardens by the Bay, lalu malamnya mejeng di Marina Bay Sands. Gue sudah merelakan kebun binatang untuk dikunjungi lain kali. Lagipula Cileungsi sama Cisarua kayaknya udah deket…… :3

Day five – 6 Oct

Pagi-pagi ke gereja di….. oke lupa. Gerejanya Stephen Tong itu di mana? Hahah pokonya habis dari sana lalu makan makanan Indonesia di Lucky Plaza Orchard, kemudian kembali pulang dan siap siap terbang.

Yeay terbang! Packing untuk terakhir kalinya, check in untuk terakhir kalinya, dan landing untuk terakhir kalinya!

Maka dengan demikian selesailah sudah perjalanan pulang gue yang panjangnya luar biasa..

I’m home!

Long Way Home (Part 1 – Farewell and Japan Trip)

Sebuah postingan yang sudah mengendap di draft berjuta-juta tahun. Hehehe mari kita tuntaskan sebelum keburu lupa semuanya.

Jadiii in case ada yang belum tahu, gue yang hampir 6 tahun (4 tahun sekolah, nyaris 2 tahun kerja) tinggal di Korea ini akhirnya memutuskan untuk kembali ke Indonesia pada bulan September 2013 yang lalu. Kepulangan ini tidak diiringi dengan air mata darah melainkan tangisan penuh haru biru karena bisa dibilang gue udah lama menantikan ini ^.~

Namun namun namuun.. perjalanan gue dari Korea ke Indonesia tentu tidak ditempuh dalam 7 jam saja karena gue sempet nyangkut sana-sini dulu sebelum menginjakkan kaki di Jakarta.

Tercatat gue meninggalkan Korea itu tanggal 14 September 2013 dan akhirnya masuk Jakarta tanggal 6 Oktober 2013. Lumayan lama :D

Jadi.. nyangkut di mana sajakah gue? Inilah kisahnya.

KOREA

Detik-detik sebelum gue pulang sih tentu diisi dengan farewell sana sini. Heheh..

Bye Koreaaa

Searah jarum jam: makan-makan sama anak-anak gereja IWE (8 Sept 2013), makan malam 2 monster yang lapar mata dan berujung pada kekenyangan menghabiskan melon bingsu di 안양역 (11 Sept 2013), permainan jenga berdarah yang entah kenapa harus banget gue yang kalah?? hahah di pinggir sungai Han bersama anak anak IWE (8 Sept juga), farewell bersama adik kesayangan si Cresti Palupi yang makin hari makin sering dibilang mirip gue di Busan (6 Sept 2013), dan akhirnya cap “완전출국” yang dibubuhkan dengan sempurna di paspor gue, menandakan bahwa gue sudah meninggalkan Korea demi kebaikan dan ID card gue ditarik (14 Sept 2013).

Last Dinner
3S: Sali Sayang Semua

Tapi foto farewell paling sweet mungkin yang di atas ini, diambil dengan sempurna oleh sang timer, dengan tema “semua peluk saliii” heheh tapi akhirnya yang meluk Farra dan Apple doang juga sih;;; Ya anyway terima kasih banyak sekali teman teman kesayangankuuu hehehe all the best for all of you :) :)  – Kangnam, 13 September 2013.

JAPAN

Day One – 14 Sept

Menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di Jepang! Hehe naik AirAsia, siang bolong mendarat dengan sukses di Narita. Susah payah cari kantor pos untuk mengambil pesanan wifi portable yang sudah gue pesan sehari sebelumnya, juga tiket JR Pass yang membantu hidup gue selama di Jepang nanti biar bisa naik turun kereta sepuasnya.

Fyi, Jepang itu pelit wifi dan pelit alfabet. Jadi buat gue yang buta arah dan buta aksara di sana, gue tau gue akan butuh banget sambungan internet ke HP gue dan oleh sebab itu gue udah cari duluan perusahaan mana yang menyewakan wifi router mini yang bisa dibawa ke mana-mana. Waktu itu gue mesen yang kecepatan 42Mbps untuk 10 hari dan mengeluarkan 5,800 Yen sahaja untuk benda ini. Mahal emang, tapi worth it.

Sementara untuk  JR Pass.. hmm JR Pass itu gampangnya bisa diartikan sebagai magic ticket yang mengizinkan lo untuk naik kereta yang dikelola oleh JR company sepuasnya di Jepang. Gue beli yang harganya 284 USD untuk 7 hari, dan karena gue tau ini harga yang cukup mahal maka gue manfaatkan semaksimal mungkin tentunya hehehe. Ohiya JR Pass ini juga bisa dipakai untuk naik shinkansen, sementara normal price one way shinkansen dari Tokyo ke Osaka sendiri aja bisa 150 USD, jadi bayangkanlah betapa “ekonomis”nya kalau kita keliling Jepang pake shinkansen menggunakan si JR Pass ini.

JR Pass

Anyway day one gue dihabiskan dengan menyesuaikan diri dari rasa shock dan beradaptasi dengan kesendirian. Ahuhahah najis bener bahasa gue tapi iya sih, kalo ga salah day one gue cuma istirahat, lalu ngecharge semua barang elektronik gue, terus tidur deh. Postingan gue hari itu bisa dibaca di sini, dan sebagai catatan untuk diri sendiri waktu itu gue nginep di sebuah capsule guest house murah meriah untuk ukuran Jepang yang berada di Shinjuku. Namanya Ace Inn, gue nginep di Economy Floor dengan tarif 3,150 Yen per malam. Sekilas mengenai tempat ini, lokasinya cukup strategis (dekat dengan subway) dan petugasnya sungguh sangat ramah. Showernya bayar sih 100 Yen untuk 5 menit (atau 10 menit? lupa), tapi overall gue ga punya keluhan apa apa tentang tempat ini. Recommended!

Day Two – 15 Sept

Gue ke Hiroshima! Heuhehe. Tokyo ke Hiroshima naik Shinkansen itu memakan waktu sekitar 5 jam, jadi gue cabut dari Tokyo pagi/siang dan tiba di Hiroshima sore hari menjelang matahari terbenam.

Nyampe di Hiroshima, gue langsung check in di guest house berikutnya bernama Lappy Guest House, yang petugasnya sangat sangat lucu karena dia tidak bisa bahasa inggris jadi gue ngomong sama dia pake bahasa Jepang :3 bisa dibayangkan gue cuma Hai Hai doang sama sesekali Arigatou.. Gue nginep di Separate Dormitory untuk 4 orang dengan tarif 2,200 yen per malam.

Shinkansen, Hiroshima City, and Lappy Guest House

Dan demikianlah day two gue habiskan lagi-lagi dengan agak sia-sia karena cape di jalan dan cuma berhasil ngiterin daerah sekitar guest house untuk cari makan malam. Gagal menemukan okonomiyaki T.T tapi yasudalah.

Day Three – 16 Sept

Hari yang sempurna untuk berkelana di kota Hiroshima! Puji Tuhan cuaca ketika itu super sangat bagus, jadi gue berhasil naik city tour bus setempat dan bertandang ke Hiroshima Castle, A-Bomb Dome (dome yang kejatuhan atomic bomb dan masih berbentuk rangkanya sampai sekarang), Hiroshima Peace Memorial Park (museum tentang penjatuhan bom jaman perang dunia dulu), Ground Zero, dan nyebrang ke Miyajima Island untuk melihat Itsukushima Shrine – sebuah shrine di tengah laut. Lalu malamnya kembali menginap di si Lappy! Hehehe.

Itsukushima Shrine, A Bomb Dome, Ground Zero, Hiroshima Castle

Day Four – 17 Sept

Hari keempat iniiii adalah salah satu hari perjalanan panjang gue. Pagi pagi buta gue ngejar Shinkansen untuk pergi dari Hiroshima menuju ke kota di utaranya Tokyo yang bernama Nikko. Waktu tempuhnya sendiri sekitar 6 jam, dan gue ke mana mana itu bawa backpack dan barang-barang gue yang sebanyak dosa (gue ceritanya lagi pindahan negara lho hahaha). Jadi bisa dibayangkan sebenernya energi gue agak terkuras dengan pindah pindah kota yang super jauh ini. Mana random banget pula, gue jauh jauh ke Hiroshima buat liat foto korban bom dan naik ke Nikko buat melihat sebuah shrine (again). Hahahah untung shrine yang gue kunjungi, Toshogu Shrine, memang besar dan bagus.

Kota Nikko nya sendiri juga bagus banget sebenernya, di sana banyak spot-spot lain yang bisa dikunjungi. Tapi karena gue cuma punya 4 jam untuk mengeksplorasi kota tersebut, jadi yah gue cuma sempet ke si Toshogu Shrine.

Habis dari Nikko gue lalu mengejar kereta lagi dan pindah ke kota lain bernama Nagano. Gue bermalam di sebuah guest house lucu di Nagano bernama 1166backpackers. Gue nginep di female dorm untuk 4 orang dengan harga per malam 2,600 Yen.

Long Way Home2

Oiya saking randomnya gue, gue ga tau dong Nagano itu sebenernya di mana. Jadi gue sok asyiik aja pake baju seadanya dengan tas bawaan seberat berat beban hidup, lalu tau-taunya nyampe Nagano itu udah dingiiiin benar. Ya bukan dingin winter sih, masih dinginnya fall. Tapi kostum gue waktu itu belum siap untuk menyambut musim lain selain musim panas… :( Jadi moral yang didapat: cari tau dulu letak geografis kota yang akan Anda tuju! (ngomong ke diri sendiri)

Day Five – 18 Sept

Bangun pagi di Nagano, gue langsung cabut ke tujuan gue berikutnya yaitu Jigokudani Monkey Forest. Di sini lah kerandoman trip gue mulai mencapai puncaknya, ketika gue sadar bahwa tempat tujuan gue itu adalah sebuah hutan. Ya gue tau sih emang gue menuju ke monkey forest, tapi di otak gue “ah itu palingan kayak kebun binatang gitu.. naik bus, turun, masuk kebun, liat monyet, selesai“.

Tau-taunya nggak dong…… dari tempat nginep gue di Nagano gue masih harus naik kereta plus bus untuk mencapai tempat tersebut, dan gue menghabiskan 2 setengah jam untuk sampe di hutan. Dan pas di hutan itu pun gue sempet goyah karena gue masuk kepagian, nggak ada orang, dan gue sebenernya penakut kan di hutan…..

Huuu jadi ya begitulah, dengan kecepatan sangat lambat gue masuk hutan sampe akhirnya ketemu pos penjagaan di mana gue bisa nitip tas (akhirnya!!) kemudian masuk ke area di mana si monyet-monyet itu berada.

Nikko, Jigokudani

Sebenernya yang unik dari tempat ini adalah mereka, para monyet, punya hobi mandi di onsen. Tapi sayangnya gue dateng pas musim panas, jadi nggak ada satupun monyet yang nyemplung ke air. Semua sibuk nyari kutu di badan temennya masing masing.

Sepulang dari Jigokudani Monkey Forest, gue mampir dulu di Kanbayashi Onsen Guchi, yakni sebuah jalan yang kiri kanannya penuh dengan onsen. Lucu sih, pas gue ke sana gue beneran liat orang lalu-lalang pake yukata, karena mereka lagi mandi pindah pindah dari satu onsen ke onsen lainnya. Heheh. Kalo ga salah total ada sekitar 10 onsen di sana, dan gue diperbolehkan masuk ke salah satunya. Lumayan, numpang mandi habis masuk hutan sendirian pagi pagi.

Monyet-monyet Berjemur, Kanbayashi Onsen Guchi

Kemudian dari onsen gue balik ke Nagano, dan kemudian kembali keee Tokyo. Di Tokyo gue bergabung dengan teman seperjalanan gue berikutnya (yeayy akhirnya nggak foto pake timer lagi) dan kami lalu langsung bergegas naik bus menuju ke Osaka. Jadi yeap malam itu gue “menginap” di bus dalam perjalanan dari Tokyo menuju ke Osaka. Busnya dioperasikan oleh Willer Express, kami naik bus jam 24.30 dan tiba di Osaka 7.50. Bus kami bertipe double-decker tanpa bagasi untuk penyimpanan tas, jadi tas kami dititipkan di loker umum di subway station yang berbaik hati mau ngejagain tas kami untuk beberapa hari hehehe.

Day Six – 19 Sept

Bangun pagi, lusuh, bau, keringetan, laper, semua campur aduk. Untung gue sudah tidak sendiri lagi (ets) jadi at least ga musti takut nyasar karena peta langsung gue lempar ke partner gue yang mengaku lebih jago baca peta dari gue huhehehe. Nyampe di Osaka, kami langsung cabut ke guest house buat naro barang dan numpang cuci-cuci. Jadilah kami bergegas ke Hana Hostel yang lokasinya sangat strategis, yakni di Shinsaibashi.  Hana hostel ini salah satu group hostel murah berkualitas di Jepang, jadi sangat recommended!! Heheh tapi agak laris parah juga, jadi harus cepet-cepet book dari jauh jauh hari kalau mau menginap. (Gue sempet mau nginep di Hana Hostel Tokyo, Hiroshima dan Nagano juga, tapi sudah penuh)

Anyway keliling keliling Osaka kami cuma berhasil mengunjungi Osaka Castle, Shinsaibashi, Umeda Skye Building, dan sebuah daerah yang gue juga lupa namanya tapi tampilannya kayak pasar baru lengkap dengan jajanannya yang lucu lucu. Menyenangkan sih, tapi kalo boleh jujur badan gue udah hampir rontok semua hahaha jadi betapa bahagianya gue ketika malam datang dan akhirnya gue bisa mandi lagi properly (terakhir mandi beneran itu dua malam sebelumnya) dan juga tiduuur di tempat tidur. Heaven.

Osaka Temple, Umeda Sky Building, Osaka at Night

Day Seven – 20 Sept

Bangun pagi kuterus bertolak ke Kyoto :D

Namun berhubung kondisi badan dan waktu tidak memungkinkan, Kyoto yang sebenernya buanyak banget templenya itu akhirnya hanya kami sempat kunjungi dua spot menariknya yakni Kuramadera dan Fushimi Inari Shrine. Kuramadera itu memang udah jadi spot incerannya partner traveling gue, karena konon dulu di situlah sang jagoan pedang Minamoto no Yoshitsune berguru ilmu pedang pada Tengu King. Tempatnya di pelosok Kyoto, dan untuk mencapainya bahkan si subway harus menembus hutan hehehe. Agak shock pas masuk ternyata lagilagi harus semi naik gunung, tapi untung kali ini ada pemandu sekaligus mas mas yang ngangkatin tas hahaha :) (ampun tuan)

Kuramadera, Fushimi Inari Shrine

Lalu kalau Fushimi Inari itu si shrine dengan 1000 gerbang merah. Udah banyak sih fotonya beredar di internet, dan gue sempet liat banyak temen gue ke situ juga. Jadi dengan sisa waktu dan tenaga yang ada kami mampir ke situ baru kemudian mengejar Shinkansen kembali ke Tokyo. Mulai malam itu gue jadi anak Tokyo lagi.

Day Eight – 21 Sept

Hari kedelapan gue dipenuhi oleh keliling keliling Tokyo demi memuaskan hasrat terpendam sejak kecil. Pagi pagi ke Tokyo Tower untuk lihat pameran Doraemon (memuaskan hasrat gue) lalu habis ikut ke Odaiba demi lihat gundam raksasa (memuaskan hasrat si kakak). Habis itu kami ke……. mana lagi ya? Hahahaha sial cuma ke dua tempat itu doang ternyata. Di Odaibanya sendiri lama sih muter-muter, jadi agak makan waktu. Pulangnya mampir ke Shibuya dulu untuk lihat Hachiko di malam hari, yang ternyata lagi dikepung sama manusia manusia perokok Jepang.

Tokyo Tower: Doraemon Exhibition, Odaiba: Gundam raksasa, Legoland, Rainbow Bridge

Day Nine – 22 Sept

Masih menjadi anak gaul Tokyo, hari ini kami dapet guide lokal! Huhehe jadi spot yang dikunjungi adalah Shibuya (demi foto sama Hachiko), Harajuku (mau nyari cosplay tapi nemunya taman nan asri), Akihabara (sok sokan mau masuk maid cafe tapi akhirnya batal juga), Asakusa (daerah turis yang cukup lucu), dan Tokyo Skytree (tapi nggak masuk karena udah habis tiketnya hahaha). Malamnya karena gagal ke Skytree, kami kembali ke daerah Asakusa lalu menikmati hidangan makan malam di sana.

Shibuya, Asakusa Shrine, Akihabara, Tokyo Skytree, Harajuku

Day Ten – 23 Sept

Hari terakhir!! Hebat banget gue ternyata nggak punya foto di Jepang pada hari terakhir. Hahah kayaknya gue terlalu lelah karena harus packing dan siap siap terbang lagi, kali ini makin jauh dari Korea yang pernah gue sayangi (sampai sebelum masuk kerja).

Pagi-pagi bertolak ke Narita, lalu naik Malaysian Airlines menuju Kuala Lumpur. Final destination gue sebenernya Hanoi, tapi pesawatnya transit di Kuala Lumpur semalam, jadilah gue punya waktu untuk mampir ke Petronas Twin Towers dan mejeng bentar.

Malam itu gue nginep di BackHome hostel dengan tipe kamar 4 Bed Mixed Dorm seharga 46 Ringgit per malam. To be honest itu pertama kalinya gue nginep di mixed dorm (sebelumnya di Jepang sempet tapi capsule, jadi lebih private) dan gue sempet grogi ketika roommates gue tidur nggak pake kaos >.< hahaha untung gak pada ganti celana di kamar juga, kalo nggak gue bisa mimisan di tempat kayanya.

Petronas

Anyway sekian untuk sepertiga perjalanan pulang gue. Special thanks to kakak matahari pagi yang sudah rela “nganter” sampe ke Narita (hahaha pengorbananmu besar di surga kak) dan Jess yang udah jadi fotografer sebentar, juga temannya si kakak yang bersedia jadi guide lokal.

(to be continued..)