if God allows me to meet anyone from Heaven to comfort me here, can it be my Grandmother?

it’s not that I always shared stories with her back when she’s still alive. well uhm, I have not even tried, but she’s gone already.

so I wanna make it real this time. I’ll treat her at our favourite hotel (no no I’m not that rich, but that’s a place where we usually meet, since she and my mom worked there) and I’ll let her buy me a Kolala. that’s a snack she never forgot to buy me one. well the fact is, she’s the only one who know I’m addicted to that food- or cotton- whatever you call it.

I’ll be the one who’s gonna tell hundreds stories, so she doesn’t need to worry. she’s not gonna thirst her throat. I just need her to sit next to me, and be patient.

oh. PATIENT! this is very important, cause like I said, I have a bunch of stories to spill, and some of them might be sooo unexpected. even my mom’s probably gonna punish me for some things I’ve done, so you can imagine how scary they were. and since this will be our first meeting after I saw her laying down on her bed stiffly, I really don’t want her to be mad at me. please. I know that behind that charming face you have you can be very frightful if something annoys you, so I beg you.

anyway,

How’s that sound, Grandma? Feel free to join me spending my never ending holiday anytime. I will be ready waiting for you here :)

Aug 4, 2008 1:38 AM

anak bodoh

saya ingin berbaring di tempat tidur keras dengan sprei tweety dan aroma kamar yang berbau seperti kapur barus serta dihiasi dinding putih yang mengalami gejala keretakan di beberapa sudut. tak lupa ditambah dengan bunyi putaran kipas angin yang sudah tua, tinggal menarik selimut dari kain perca dengan sekali hentakan tangan. habis itu tinggal menunggu sosok yang dirindukan itu membuka pintu krem besar dan melongokkan kepalanya seraya berkata,

“Belum tidur nak?”

pura-pura sudah bermimpi dengan asyik, saya tinggal berakting kaku diam tanpa suara dan membiarkannya melangkah ke arah tempat tidur, membetulkan bagian selimut yang agak terkuak di dekat kaki, melipat majalah yang terlempar hampir masuk ke bawah kolong tempat tidur, dan kembali keluar kamar sambil tak lupa menekan tombol lampu.

saya pun tertidur pulas.

Jul 29, 2008 2:53 PM

ca-be-go

adalah seorang anak nakal berumur sekitar 7 tahun. mungkin masih duduk di kelas 2 SD, kurang ingat juga. hobinya adalah mengutak-atik segala perkakas, menirukan cara orang lain berbicara, dan melawan orang tua.

pada suatu siang yang panas, duduklah ia di atas bangku di ruang dapur, nikmat menyantap makan siangnya. sang ibu ada di situ, begitu pula dengan sang adik, dan beberapa sanak saudara. (ntah saudara beneran atau bukan, mungkin juga asisten rumah tangga yang sudah dianggap saudara). tidak jelas bagaimana awalnya, namun akhirnya terjadilah peristiwa itu.

sang anak: ?%$!

sang ibu: heh! kamu harus dengar-dengaran ya sama mama!!

sang anak: aaaahh. MAMA BEGO!!

sang ibu: …

detik berikutnya, sang ibu meraih ke arah lemari bumbu dapur, mengambil sebuah cabe besar berwarna merah, dan menyodorkannya ke mulut sang anak seraya berkata,”APA KAMU BILANG? COBA BILANG SEKALI LAGI SINI SAMA MAMA! BERANI KAMU YA!! SINI CUCI DULU MULUTMU PAKE CABE! NIH! SINI!!”

(tamat)

Jul 22, 2008 12:38 AM

tentang seorang teman baik

Vanessa Gloria Engelen, atau yang biasa dipanggil vane, sempat down dan merasa sangat pesimis belakangan ini. dia baru saja menyelesaikan program wajib belajar 12 tahunnya bulan lalu, dan sedang sibuk memilih universitas untuk melanjutkan studinya.

ketika 3 hari lalu kami bertemu di msn, dia kehilangan seluruh rasa kepercayaan dirinya karena hingga saat itu sekolah impiannya di Jerman masih belum memberi kabar apa-apa. terlebih lagi mengingat fakta bahwa dia sempat salah mengambil tes kemampuan bahasa Jerman (harusnya ambil yang intermediate, tapi malah ambil yang beginner). sampai akhirnya kami harus menyudahi pembicaraan kami, dia masi merasa sangat tidak yakin akan diterima dan melanjutkan sekolah di Jerman. kami keempat teman baiknya pun udah ga tau lagi musti menyemangati dia dengan cara apa.

namun untung saja, Tuhan mendengar doa kami semua. 20 menit yang lalu masuk sms dari vane yang isinya membuat aku dan chika, seorang teman kami yang lain, yang sedang chatting di msn sama sama heboh dan bahagia.

SELAMAT SELAMAT SELAMATT!!

bulan depan berangkat kan ne? waaaaahhh akhirnya kita berlima beneran bakal kepisah di negara yang beda-beda. unbelievable! hihi.

Jul 12, 2008 3:24 AM

saya memang mengecewakan

malam ini tiga orang teman bercerita tentang masalah mereka kepada saya. dengan senang hati saya mendengarkan, namun rupanya tidak dengan senang hati saya melakukannya. sementara mereka bercerita, otak saya sedikit bekerja lebih lambat, dan hati saya ikutan terasa pedih. miris sekali.

orang pertama bercerita tentang nilai dan pergaulannya yang menurutnya sama-sama bisa dibilang cukup buruk sejauh ini. dia tidak mengharapkan saran atau penghiburan dari saya, dia hanya butuh didengarkan. tapi itulah yang membuat saya sangat merasa bodoh tadi. boro-boro kasi kata-kata mutiara, memenuhi keinginannya untuk didengarkan saja rasanya saya kurang berhasil.

mengapa demikian? karena ada orang kedua yang bercerita tentang keburukan yang baru dialaminya. wajah buruk, keimanan buruk, pendidikan buruk, dan status buruk. ya. dia baru putus dari pacarnya.

sampai pada orang ketiga, kesedihan saya semakin menjadi-jadi. orang ketiga adalah teman baik saya sendiri, yang lokasinya sekarang berada di bintaro. sangat sangat jauh bukan dari kota Busan? aah. kesal. saya ingin sekali main ke rumahnya tadi, sekadar memberi pelukan, atau mengangkat telepon dan mendendangkan suara cempreng saya supaya dia tertawa dan tidak miris lagi. namun apa daya, hanya msn messenger yang dapat menyatukan kami. dan melalui program itu pulalah dia bercerita panjang lebar tentang masalah antara dia dan pacarnya (YA LAGI LAGI MASALAH CINTA), sementara saya hanya bisa berkomentar singkat dan memberi smiley-smiley seperlunya.

ah. sebenarnya inti dari cerita ini adalah, ya, saya kadang merasa sedih melihat teman teman saya sedih. tapi lebih sering lagi sih sedih melihat diri saya sendiri yang tidak bisa memberi bantuan berarti untuk teman teman yang sedang sedih.

huhu ayo semangat ya teman teman!

sepatu baru

mengapa sepatu baru selalu menyakiti kaki yang tak berdosa? mengapa ia tidak pernah senang membiarkan tumit sang pemiliknya mulus tanpa warna merah bekas kulit terkelupas? dan mengapa sang pemiliknya juga begitu bodoh hingga ia memaksakan kakinya bersakit-sakit dalam perjalanan pulang-pergi Gereja di hari ke-12 ini?

ah. padahal sepatu hitamku itu tidak pantas lagi disebut sepatu baru. karirnya sebagai sepatu sali sudah dirintis sejak beberapa bulan yang lalu, namun tetap saja ia mengecewakanku.

t i k u s

alkisah hiduplah seekor tikus got yang bau.

setiap kali dia mau makan, dia selalu mencari makan bersama kawanan tikus lainnya. namun pada suatu hari, tampaklah sang pujaan hati. seekor tikus got jantan, tampak keren dengan bulu bulunya yang tersisir rapi, dan sanggup menaklukkan hati tikus tikus betina lainnya. seketika itu juga sang tikus bau jatuh hati. tidak taulah dia bahwa tikus tampan gengsinya tinggi.

alkisah hiduplah seekor tikus got yang tampan.

setiap kali dia mau makan, dia selalu mencari makan bersama kawanan tikus lainnya. namun pada suatu hari, tampaklah sang pujaan hati. seekor tikus got bau, tampak benar benar berantakan dengan ujung buntutnya yang tak pernah berhenti bergerak. merasa tak punya saingan, seketika itu juga sang tikus tampan jatuh hati. tidak taulah dia bahwa tikus bau gengsinya tinggi.

tikus got bau berusaha menarik perhatian tikus got tampan. tikus got tampan selalu memberi respon negatif. ia selalu berkata,”Dasar bau!”

tikus got tampan berusaha menarik perhatian tikus got bau. tikus got bau selalu memberi respon negatif. ia selalu berkata,”Dasar terlalu tampan!”

misteri tak pernah terkuak, jarak pun memisahkan mereka. demi meraih masa depan yang lebih cemerlang, jalan hidup yang diambil terpaksa berlainan. sampai akhirnya fakta itu terungkap.

tikus got tampan : Baiklah, lain kali aku akan mengirimkanmu bunga agar kau tau isi hatiku.

tikus got bau : Tidak, terima kasih. Aku lebih suka dia yang selalu mecelaku tapi dalam hatinya selalu merindukanku.

tikus got tampan : Tapi kapan kita bertemu? Kau cepatlah kembali pulang ke lubangmu.

tikus got bau : Taun depan. Kan seperti katamu, kalau jodoh tak akan ke mana.

akankah kisah kedua tikus ini berlanjut dan berakhir dengan manis? tak ada yang tau, tak ada yang bisa menebak. biar waktu yang menjawabnya.

putting yourself in other people's shoes

sebenarnya kalimat di atas ini punya makna lebih dalam dari hanya sekedar ‘memasukkan kaki ke sepatu orang’. dulu saya pernah baca buku Jennifer Weiner yang judulnya In Her Shoes, dan buku itu mengingatkan saya supaya jangan seenaknya menjudge kehidupan orang lain.

kita ga bisa bilang si ini hidupnya kog tampak santai santai saja, si itu kog kayanya ga perna punya masalah dalam hidupnya, si ini kog mukanya kayak orang susah banyak masalah terus, si itu kog kesian banget kayanya ga sempat punya waktu buat main main sama teman, dan lain sebagainya sebelum kita merasakan sendiri kehidupan dia. alias menjalani hidup menjadi orang lain – yang mana dalam buku ini dianalogikan dengan cara “coba jalan jalan tapi minjem sepatu orang”.

nah.

ngomong ngomong soal minjem sepatu orang, di hari ke-6 libur musim panas saya ini saya sempat menukar paksa sepatu saya dengan sepatu seorang teman, dengan imbalan setengah porsi roti krim Paris Baquet yang saya beli siang tadi. saya kira rasanya bakal gimana bangeeeett gitu tukeran sepatu. atau setidaknya membawa efek positif lah, seperti peribahasa di judul postingan ini.

tapi tampaknya efeknya agak sedikit jelek.

ketika tiba di kamar, pergelangan kaki saya sedikit gatal karena tergesek gesek oleh sepatu adidas putih hijau milik teman saya yang jelas jelas kebesaran di kaki saya. (tenang, gatalnya bukan karena bakteri virus jamur racun atau apalah itu)

sementara teman saya itu mengaku sangat membenci saya tadi, karena dia terpaksa menahan malu sangat amat besar ketika berada di bus dalam perjalanan pulang dengan kedua kakinya diselimuti kaos kaki doraemon plus sepatu Natal saya yang berwarna emas.

hihi.

maaf ya Kak, at least sepatunya bukan high-heels kan?

hari ke-4 : cerita tentang sahabat

sudah hampir sebulan kami sama sama menjadi orang aneh. aku tau apa yang dia tau, dan dia tau bahwa aku tau apa yang dia tau. ketika bertemu sapa ‘hai’ hanya menjadi formalitas, dan topik obrolan kami sebisa mungkin dijauhkan dari hal keramat itu.

sampai satu saat, telepon berdering.

15 menit sudah kami berbicara tidak jelas, sama sama tidak mau memulai apa yang harusnya kami akhiri saat itu.

‘….’

“yaudalah mon!! jadi mau lo apa??”

‘gue ga mau apa apa kog. kaya gini juga uda cukup. gue cuma sedih kenapa ga dari dulu lo cerita..’

“tapi buat apa gue cerita dari dulu dulu?? justru karena itu gue anggap GA PENTING makanya gue ga cerita sama lo!!”

‘oh, GA PENTING? jadi lebi penting gue tau dari orang lain. tau dari pihak yang ga semestinya?? gue cuma berharap sahabat gue yang cerita sama gue. bukan orang lain. karena gue lebih percaya dia. tapi dia malah ga cerita..’

“tapi itu beneran ga penting mon.. ga perlu diceritain.. karena semuanya juga ga ada yang bener…”

‘….’

dan meledaklah tangis kami saat itu. aku masi ingat gagang teleponku benar benar basah, dan setengah mati kutahan suaraku yang sudah sangat ingin menjerit.

tapi lalu kupikir, kami harus menyelesaikan ini.

“yaudalah ya.. itu uda lewat. ga perlu dibahas lagi. gue malah minta maaf barusan gue teriak teriak sama lo.. hehe.”

‘hmm iya mon. sori juga ya. mustinya gue cerita sama lo dari dulu. emang kurang ngajar tuh dia. gue uda ngancem jangan sampe dia ngomong sama lo, eeehhh ini malah ngadu. gue takut banget waktu itu mon. takut lo marah sama gue..’

“waktu itu emang gue marah. tapi gue marah bukan karena apa yang dilaporkan sama dia. maksud gue, lo mau jadian sama dia juga gue ga peduli. bukannya gue ga peduli sama lo.. cuma yaa… maksud gue,, gue cuma butuh lo yang cerita sama gue. bukan dia. tapi uda ah, ga usa dibahas lagi!”

‘hoho. iya. benci banget sekarang gue sama dia.. dasarr laki laki tidak tau diri..’

“eittss ga usa disebut sebut dehh. yauda. mau pergi kan lo sama kakak lo?”

‘yep. blitz megaplex. nontonnnn hahaa..’

“ahh curang bangettt!! ikuttt hehehe”

dan dunia pun terasa lebih indah.

“Whoever says Friendship is easy has obviously never had a true friend!” (Bronwyn Polson)