Ibu Kita Kartini Punya Lima Balon

Bukti nyata otak gue seimbang!

Kan katanya tangan kanan dipengaruhi otak kiri dan tangan kiri dipengaruhi otak kanan…

Nah ini ceritanya gue inget dulu pas masi les di YPM ada salah satu guru teori kami, kak MC yang memberikan tantangan, “Nih yang bisa tangan kanan sama tangan kiri main lagu yang berbeda, nilainya kakak tambahin!” Terus habis itu dia contohin lagu Balonku Ada Lima di tangan kanan dan Ibu Kita Kartini di tangan kiri.

Langsung aja gue waktu itu mikir “CHALLENGE ACCEPTED!!” dan pulang ke rumah terus latihan.

Bertahun-tahun kemudian… gue yang kebanyakan waktu dan punya hape yang sudah bisa merekam.. (kalo jaman dulu pan belom bisa heheh) akhirnya memvideokan aksi iseng ini dalam kegelapan.

Lagu Terakhir

Akhirnya tersadar harus mulai peking karena pesawat saya terbang hari minggu ini, dengan berat hati saya pun membuka koper sambil seperti biasa menyetel musik dari komputer. Tapi entah kerasukan apa, saya lagi kangen kangennya sama musik klasik dan satu album greatest hits nya Chopin pun mulai berkumandang. Salah satu lagu yang saya suka dan paling memiliki memori adalah… lagu berikut ini, Chopin Nocturne in E Flat Major Op.9 No.2

 

 

Lagu ini bisa dibilang lagu klasik terakhir yang saya pelajari dengan.. cukup sungguh-sungguh, karena waktu itu saya masih terdaftar sebagai murid di salah satu sekolah musik di Jakarta. Guru saya ketika itu sudah tua, seorang oma-oma, dan tampaknya sangat kelelahan mengajari saya lagu ini, karena saya memang agak malas sekali latihan di rumah. Saya ingat suatu hari di sebuah resital kecil di rumahnya, saya memainkan lagu ini (dengan sangat jauh dari sempurna) dan mengakibatkan dia naik pitam dan berkata, “Sali, kamu main Chopin kog kayak lagu dangdut!!” Kalimat itu meluncur diarahkan pada saya di depan semua murid-muridnya yang lain. Agak sedih dan terpuruk, saya bertekad berlatih lebih keras lagi dan berjanji dalam hati untuk menyelesaikan lagu ini suatu saat nanti.

Namun akhirnya les piano saya itu terhenti begitu saja karena saya sudah harus siap-siap berangkat ke Korea. Sibuk ini-itu, saya makin malas latihan piano. Akhirnya saya menyerah, pamit pada guru saya, namun tidak melupakan janji saya untuk menyelesaikan lagu ini sampai sempurna suatu saat nanti dan menelepon guru saya itu dengan bangga untuk bilang, “Tante aku mainnya ga kaya main dangdut lagi loh!”

Tapi sayangnya, beberapa bulan kemudian ketika saya sudah berada di negeri kimchi saya mendengar kabar bahwa ibu guru piano saya yang terakhir itu telah meninggal dunia. Sedikit  kaget dan sedikit syok… karena dulu rasanya beliau segar bugar, walaupun sudah lansia.

Jadi begitulah.. tiap kali saya dengar lagu ini -di subway, di pertokoan, di komputer- saya otomatis ingat pada janji saya dan pada guru saya itu.. Dan malam ini lagu ini pun kembali berputar.. Hmm pertanda apa ya? Haruskah mulai latihan piano lagi? Hahaha tapi sekarang membaca (not balok) saja sulit…