kisah di hari ke-17 : dimarahin tetangga

masi tergambar jelas di ingatan, siang ini ketika terburu buru berlari menuju ke arah lift, dua orang wanita cantik terkejut melihatku dan salah seorangnya segera membuka mulut seraya berkata,

“Hei! Kau! Kenapa kemarin berisik? Kenapa kemarin berisik!! Nakal ya, uda malem juga, wuaahh…..”

dengan tampang bodoh aku hanya bisa tersenyum minta ampun sambil menatap wanita yang satu lagi. kupikir dia diam saja, namun rupanya dia tertarik untuk ikut ambil bagian dan berujar,

“Iya, kemarin lagi enak enak tidur tau taunya HYAAAAA! ada suara kenceng banget, dan kita cuma bisa gebrak dinding sambil ngocehngoceh..”

lagi lagi dengan tampang bodoh aku hanya bisa terpojok menempel dinding sambil berusaha mengeluarkan kemampuan berbahasa Korea untuk membela diri atau sekadar berjanji tidak mengulanginya lagi. sayangnya yang mampu kuucapkan hanyalah,

hehehehehehehhehe. MAAF kak..”

lalu berlalu dari kedua wanita cantik itu.

nilai keluar!!

HAHAHAHA

indahnya hidup ini.

ketika pagi-pagi masi ngantuk dan dibangunin paksa sama jess, akhirnya seorang sali yang malas dan seorang jeje yang mudah kebosanan membuka mata mereka dan berjalan ke arah komputer masing masing.

“JE!! Nilai gue bagus jeeee!! Wah jadi de gue nraktir lo.”

‘Waaahhh hebat hebat! Gue juga nih..’

“haaaa gila je, A+ semua? Huahahaha asikk asiik.”

maka kami pun turun sarapan dengan riang gembira.

pertama kali

saudara-saudara sekalian yang saya cintai dalam kasih dan sukacita, dengan ini saya perkenalkan hobi baru saya:

mengepak barang + menggeser barang + membersihkan kamar = PINDAHAN!!

ya.

kurang lebih inilah kegiatan yang paling meramaikan suasana liburan saya yang suda berjalan sekitar semingguan ini. pada hari ke-8 saya telah resmi pindah kamar dari 1223 (kamar penuh kenangan bersama rommie lama saya yang saya rindukan amat sangat sekarang, natasha maharani) menuju kamar 1202 (masih satu lantai dengan kamar lama saya, jadi pemindahan barang menggunakan sistem lempar seret).

seakan pindah kamar telah menjadi bagian dalam hidup saya, pada hari ke-9 ini pun saya membantu seorang kakak saya yang cantik bernama Nurhilda Septi menurunkan semua harta bendanya dari kamar di lantai 5 ke gudang di basement.

sekarang badan saya sungguh amat lelah. benarr. suerr. ga pake boong. cape banget. tapi puas kog. hari ini saya pertama kali lari keluar kampus jam 8.30 pagi, pertama kali main ke asrama di Yongdang, pertama kali makan wafel paling-enak-di-Busan-menurut-Ka-Hilda, pertama kali main ke kantor imigrasi di Jungang Dong, pertama kali nenteng nenteng koper naik bus, pertama kali masuk ke MiniMall lantai 2,dan pertama kali makan pizza hut di Korea!

hahahahaha. aku sungguh sangat senang.

kepalaku pusing

sejak kapan ya efek samping dari berjalan jalan bersama segerombol teman dengan riang gembira ke pasar Nampodong serta Busan Tower adalah sakit kepala? seharusnya sih efeknya bagus. ntah itu perasaan menjadi semakin baik, atau suasana hati berubah ke arah yang lebih cerah. tapi ntah mengapa hari ini setelah melalui perjalanan sangat mengasyikkan kepalaku malah memberontak. sejak pukul 11 malam tadi kepalaku bagaikan dihantam palu besi. deng deng deng. sakit sekali.

harus tidur sekarang. huhu.

ps: hari ke-7 – accomplished.

hari ke-5 : dear rommie

ACHAAAAAA!!

pakabar sih lo. hari ini ke gereja gak? bolos lagi ya. haha. seharian ini gue ga mandi loh. rese abis. ini semua gara gara Kangen! gara gara seorang Kim! dasar. masa kemarin dia minta pagi ini ketemuan, SEKITAR jam 10an. gak jelas gitu kan cha jam nya jam berapa. jadi gue tidur santai aja. ehhh pas gue kebangun jam 10 pagi tadi, uda ada sms dari si kangen. minta ketemu saat itu juga. akhirnya tanpa mandi tanpa cuci muka tanpa nyisir (lagi) gue ganti baju dan bergegas ke gereja.

eh iya. gue ke gereja sendiri tadii. sarita ga ikutan paduan suara. dan asli.. di gereja gue uda mau tewas. ngantuk. berasa kotor. ingin pulang. ga betah. ga ngerti. segala macem, nyampur jadi satu. untung pas sell teamnya, pas belajar alkitabnya, rada menarik dan kami ga beneran belajar. cuma ngobrol2, jadi gue ga perlu susah payah melawan rasa kantuk. hihi.

balik dari gereja.. uda jam 7 kurang 15. ga makan deh gue cha. hah. biasanya gue yang ngingetin lo makan kan. huahahaha. semoga lo tetap sehat ya di sana cha. gue lagi dilanda kebosanan yang amat sangat nih sekarang. kamar sempit ini tiba tiba terasa sangat luas untuk gue yang sangat sempit (otaknya).

dan sekarang gue sedang mengunyah kripik kentang. rasanya mirip chitato. nyumm!

hari ke-4 : cerita tentang sahabat

sudah hampir sebulan kami sama sama menjadi orang aneh. aku tau apa yang dia tau, dan dia tau bahwa aku tau apa yang dia tau. ketika bertemu sapa ‘hai’ hanya menjadi formalitas, dan topik obrolan kami sebisa mungkin dijauhkan dari hal keramat itu.

sampai satu saat, telepon berdering.

15 menit sudah kami berbicara tidak jelas, sama sama tidak mau memulai apa yang harusnya kami akhiri saat itu.

‘….’

“yaudalah mon!! jadi mau lo apa??”

‘gue ga mau apa apa kog. kaya gini juga uda cukup. gue cuma sedih kenapa ga dari dulu lo cerita..’

“tapi buat apa gue cerita dari dulu dulu?? justru karena itu gue anggap GA PENTING makanya gue ga cerita sama lo!!”

‘oh, GA PENTING? jadi lebi penting gue tau dari orang lain. tau dari pihak yang ga semestinya?? gue cuma berharap sahabat gue yang cerita sama gue. bukan orang lain. karena gue lebih percaya dia. tapi dia malah ga cerita..’

“tapi itu beneran ga penting mon.. ga perlu diceritain.. karena semuanya juga ga ada yang bener…”

‘….’

dan meledaklah tangis kami saat itu. aku masi ingat gagang teleponku benar benar basah, dan setengah mati kutahan suaraku yang sudah sangat ingin menjerit.

tapi lalu kupikir, kami harus menyelesaikan ini.

“yaudalah ya.. itu uda lewat. ga perlu dibahas lagi. gue malah minta maaf barusan gue teriak teriak sama lo.. hehe.”

‘hmm iya mon. sori juga ya. mustinya gue cerita sama lo dari dulu. emang kurang ngajar tuh dia. gue uda ngancem jangan sampe dia ngomong sama lo, eeehhh ini malah ngadu. gue takut banget waktu itu mon. takut lo marah sama gue..’

“waktu itu emang gue marah. tapi gue marah bukan karena apa yang dilaporkan sama dia. maksud gue, lo mau jadian sama dia juga gue ga peduli. bukannya gue ga peduli sama lo.. cuma yaa… maksud gue,, gue cuma butuh lo yang cerita sama gue. bukan dia. tapi uda ah, ga usa dibahas lagi!”

‘hoho. iya. benci banget sekarang gue sama dia.. dasarr laki laki tidak tau diri..’

“eittss ga usa disebut sebut dehh. yauda. mau pergi kan lo sama kakak lo?”

‘yep. blitz megaplex. nontonnnn hahaa..’

“ahh curang bangettt!! ikuttt hehehe”

dan dunia pun terasa lebih indah.

“Whoever says Friendship is easy has obviously never had a true friend!” (Bronwyn Polson)

pada hari ke-3 Sali pun senang

terhitung dari tanggal 18 juni kemarin, liburan panjang suda menyambut saya. kalau iseng, coba deh hitung ada berapa hari totalnya dari tanggal 18 juni sampai 31 agustus?

dengan kemampuan menghitung dan kapasitas otak yang pas pasan, saya berhasil menghitung bahwa total tenggang waktu yang saya miliki sampai akhirnya saya harus kembali belajar adalah 75 hari !! wihiiyy. lama kan.

dan sekarang, pada hari yang ke-3 ini, saya masih disibukkan oleh kegiatan membantu teman sekamar saya mempersiapkan kepulangannya. repot dan melelahkan memang, tapi sungguh menyenangkan. tak terasa kami suda 4 bulan tinggal bersama, dan kini saatnya melepas status ‘roommie’ tersebut.

baiklah.

hari ini jadwal jalan jalan terakhir kami.

tujuan : toko buku dan Daisy. dalam rangka membeli oleh oleh.

selamat tinggal :)

selamat datang libur p a a a a n j a n g

pukul 8 pagi seorang teman menelepon, membangunkan, dan mengajak sarapan bersama.

pukul 9 pagi saya sudah rapi bersih wangi, terduduk di depan meja belajar, mencoba memasukkan secara paksa beberapa kosakata bahasa Korea ke dalam otak.

pukul 10 pagi ujian terakhir saya dimulai.

pukul 11 pagi ujian terakhir saya selesai.

pukul 11 pagi lewat 1 menit saya merasakan sukacita yang luar biasa.

LIBUR TELAH TIBA !