I’m glad there is you…

Ga banyak yang tau, tapi cinta kedua saya adalah Jamie Cullum. (cinta pertama saya Doraemon, btw) Dan dulu saya bisa muterin CD Mr.Cullum sampe berjuta-juta kali di kamar, dan inilah salah satu lagu kesukaan saya! Bukan lagu aslinya Cullum sih, tapi at least versi dia oke lah..

 

 

Said I many times, love is illusion,
A feeling result of confusion
With knowing smile and blas sigh,
A cynical so and so, am I.

I feel so sure, so positive,
So utterly unchangeably certain
Though I never was aware of loving you
’til suddenly I realised there was love in you and oh…

In this world of ordinary people…
Extraordinary people,
I’m glad there is you.

Lagu Terakhir

Akhirnya tersadar harus mulai peking karena pesawat saya terbang hari minggu ini, dengan berat hati saya pun membuka koper sambil seperti biasa menyetel musik dari komputer. Tapi entah kerasukan apa, saya lagi kangen kangennya sama musik klasik dan satu album greatest hits nya Chopin pun mulai berkumandang. Salah satu lagu yang saya suka dan paling memiliki memori adalah… lagu berikut ini, Chopin Nocturne in E Flat Major Op.9 No.2

 

 

Lagu ini bisa dibilang lagu klasik terakhir yang saya pelajari dengan.. cukup sungguh-sungguh, karena waktu itu saya masih terdaftar sebagai murid di salah satu sekolah musik di Jakarta. Guru saya ketika itu sudah tua, seorang oma-oma, dan tampaknya sangat kelelahan mengajari saya lagu ini, karena saya memang agak malas sekali latihan di rumah. Saya ingat suatu hari di sebuah resital kecil di rumahnya, saya memainkan lagu ini (dengan sangat jauh dari sempurna) dan mengakibatkan dia naik pitam dan berkata, “Sali, kamu main Chopin kog kayak lagu dangdut!!” Kalimat itu meluncur diarahkan pada saya di depan semua murid-muridnya yang lain. Agak sedih dan terpuruk, saya bertekad berlatih lebih keras lagi dan berjanji dalam hati untuk menyelesaikan lagu ini suatu saat nanti.

Namun akhirnya les piano saya itu terhenti begitu saja karena saya sudah harus siap-siap berangkat ke Korea. Sibuk ini-itu, saya makin malas latihan piano. Akhirnya saya menyerah, pamit pada guru saya, namun tidak melupakan janji saya untuk menyelesaikan lagu ini sampai sempurna suatu saat nanti dan menelepon guru saya itu dengan bangga untuk bilang, “Tante aku mainnya ga kaya main dangdut lagi loh!”

Tapi sayangnya, beberapa bulan kemudian ketika saya sudah berada di negeri kimchi saya mendengar kabar bahwa ibu guru piano saya yang terakhir itu telah meninggal dunia. Sedikit  kaget dan sedikit syok… karena dulu rasanya beliau segar bugar, walaupun sudah lansia.

Jadi begitulah.. tiap kali saya dengar lagu ini -di subway, di pertokoan, di komputer- saya otomatis ingat pada janji saya dan pada guru saya itu.. Dan malam ini lagu ini pun kembali berputar.. Hmm pertanda apa ya? Haruskah mulai latihan piano lagi? Hahaha tapi sekarang membaca (not balok) saja sulit…

lagu yang sama berputar di kepala saya untuk yang kedua kalinya

kalau orang bilang hidup ini seperti roda, selalu berputar dan ada masa di mana seorang manusia berada di bawah dan di atas.. mungkin untuk saat ini saya bisa merasakannya dan mengartikannya dalam konteks yang berbeda.

dalam waktu beberapa hari saja saya kehilangan teman-teman saya, baik yang dengan cara sengaja, setengah sengaja, dan tidak sengaja, dan saya merasa seperti berada di posisi berlawanan dengan teman-teman saya itu. entah saya tetap di atas sementara teman-teman saya berputar ke bawah, atau saya yang di bawah dan tetap di bawah sementara teman-teman saya berputar dan menggencet saya sampai saya gepeng biru berdarah-darah dan mati.

kalau ada yang mau tau apa rasanya menjadi marah, saya beritahu jawabannya: puas.

kalau ada yang mau tau apa sensasinya setelah marah, saya beritahu jawabannya: lega.

kalau ada yang mau tau apa efeknya setelah merasa puas dan lega setelah marah, saya beritahu jawabannya: dibenci.

namun kalau ada yang mau tau apa rasanya tidak marah, tidak melakukan kesalahan dan bahkan tidak mencoba berniat melakukan kesalahan tapi tetap mengalami akibat yang sama dengan ketiga hal di atas, saya beritahu jawabannya: sedih dan tidak tau harus berbuat apa.

Where did I go wrong, I lost a friend

somewhere along in the bitterness.

Aug 14, 2008 2:47 AM

안녕 어머님!

seorang teman -lebih tepatnya seorang temannya teman sekamar saya- akan pergi untuk menunaikan tugas wajib militernya besok.

malam ini adalah malam terakhir dia bisa chatting dengan teman sekamar saya -saya ga ikutan chatting, sengaja membiarkan teman sekamar saya menikmatinya sendiri- dan seperti momen momen terakhir lainnya, banyak nasehat, janji, dan pengakuan yang ditujukan kepada teman sekamar saya.

seperti misalnya nasehat, “Sehat selalu ya, jangan sampai sakit.”

dan juga janji, “Nanti diajarin kata-kata kasar lagi deh.. janji..”

(tapi yang ini disusul dengan pertanyaan ‘Nanti?? Nanti kapan??’ dan kemudian dibalas “Nanti taun 2010” lalu habis itu teman sekamar saya ngomel-ngomel)

kemudian ditutup dengan pengakuan, “Inget gak cerita tentang anak laki-laki umur 15 taun jalan jalan sama ceweknya di daerah dekat pantai Gwang Ahn Li dan tiba-tiba ceweknya ditabrak mobil dan meninggal dan akhirnya sejak saat itu si anak laki-laki ga perna bisa punya pacar lagi, bahkan dia ga tau gimana rasanya suka sama orang? Anak laki-laki itu bukan temen gue.. tapi gue sendiri..”

huhuhu. dia memang bukan temen saya secara langsung. tapi saking seringnya teman sekamar saya bercerita tentang dia dan saking seringnya saya ikutan ngobrol bersama ketika mereka video cam-an, saya pun merasa cukup banyak mengenal dia.

namun tentu saja saya lebih mengenal teman sekamar saya sendiri, dan tampaknya mulai besok teman sekamar saya akan merasa sangat kehilangan (jangankan besok, sekarang saja dia sudah tampak sedih).

Ha Minh Gi: seorang kakak kelas, seorang teman baik, seorang ibu.

selamat jalan Omonim..

kirim-kirim surat buat Jeje ya.. ;p

Aug 6, 2008 1:31 PM

I remember…

pada 2 postingan saya sebelum ini, sempet tersebut sebuah blog orang korea beralamatkan blog.naver.com/refrain24 bukan?

nah.

begini kisahnya.

ketika sedang asik-asiknya mendengarkan lagu-lagu yang diupload di blog itu (yang mana lagunya bener bener sesuai selera saya) tiba-tiba kog kaya ada lagu yang familiar banget..

“I remember.. the way you glance at me. Yes I remember..

I remember.. when we caught a shooting star. Yes I remember..

I remember.. all the things that we shared

and the promise we made just you and I”

yap. tepat sekali. tiba-tiba saya merasa sangat bangga menjadi orang Indonesia, dan melihat musik kita juga dinikmati oleh orang mancanegara yang mana dalam hal ini orang Korea!

hahaaa. seakan itu belum cukup, untuk 2 track berikutnya juga telinga saya dibuai oleh lagu-lagu Mocca yang rupanya cukup digemari oleh sang pemilik blog. abis ini sang empunya blog tak ajak kenalan ah :D

Kau akan berada di hatikuu

울음을 그치거라
괜찮아질 거야
그냥 내 손을 잡아 봐
네 곁에서 널 지켜줄 테니까
내가 여기 있을테니 울지 마

혼자서는 미약하지만
넌 강인해 보여
내 손으로 널 감싸고
안전하고 따스하게 해줄께
우리의 맺음이 끊어지는 일은 없을 거야
내가 여기 있을테니 울지 마

넌 내 맘속에 있을 거야
그래, 내 맘속에 있을 거야
바로 오늘, 이제부터 영원토록 말이야

넌 내 맘속에 있을 거야
사람들이 뭐라고 하든지
넌 내 맘속에 있을 거야, 언제까지나

(lagu kesukaan saya, versi Koreanya)