You know you’re working in Korea when…

1. Lo enggak pernah pulang sebelum matahari terbenam. 

2. Lo adalah anggota tim paling muda tapi lo nggak merasa itu adalah sesuatu yang membanggakan. (Unlike di negara lain, masih muda tapi udah masuk kantor keren itu artinya lo either pinter ato hoki)

3. Lo haus akan kehadiran seorang junior. Atau bawahan. Atau siapapun yang statusnya di bawah lo. 

4. Tiba-tiba senioritas adalah sesuatu yang halal.

5. Lo terbiasa membungkuk kalau berpapasan sama orang lain di hall.

6. Lo sukses menghabiskan semua makan siang lo dalam waktu 15 menit saja. 

7. Lo nggak merasa butuh televisi di rumah. Toh nggak ada waktu buat nonton juga..

8. Lo pernah at least sekali setahun nangis di kantor.

9. Toilet tiba-tiba menjadi tempat yang indah sekali buat lo; tempat lo kabur dari kepenatan di meja, tempat lo makan sepotong snack kesukaan yang lo ga pengen bagi ke orang lain, tempat lo ngecek FB dan Path tanpa harus khawatir kegep bos, dan tempat lo bobok singkat untuk 5 menit.

10. Lo mulai berpikiran untuk meninggalkan banyak barang rumah lo di kantor, karena lo tau lo ga sempat menggunakan mereka di rumah. (Sejauh ini sih barang gue baru ini: sepatu flats, payung, sikat gigi, odol, parfum, lipstick, lipbalm, body lotion, gunting kuku, kapas, aseton, jepitan rambut, karet rambut, hand cream, gelas, milo sachet, cokelat batang, charger, earphone, kacamata cadangan, kertas minyak, obat diare batuk pilek panadol, balsem geliga..)

11. Lo stress.

12. Lo masuk kantor pagi-pagi dan menemukan anggota tim lo semua bau soju, bekas pesta semalam…

13. Lo terpaksa patuh sama bos lo. Bos bilang minum, ya tenggak. Bos bilang makan sashimi, ya telen. Bos bilang besok pulang Indonesia, ya terbang. Bos bilang laporannya jelek, ya ulang dari awal. 

14. Lo benci bos lo.

15. Lo mengerti dengan jelas apa artinya “kebahagiaan lebih penting dari uang”. 

Satu Jam Untuk Selamanya – 봄봄 나들이

Gue bohong kalo gue bilang gue suka kerjaan gue. Gue bohong kalo gue bilang gue ga benci sama bos bos gue. Gue juga bohong kalo gue bilang gue nggak nyesel masuk kantor ini.

Tapi… seperti nasehat salah satu teman paling berpengaruh dalam hidup gue, yang disampaikan di sela sela kekelaman hidup gue sekitar satu tahun yang lalu, kadang nggak semuanyaaa harus indah dan sempurna baru gue bisa jadi hepi. Nggak setiap saat harus “benar” dan menyenangkan, baru gue bisa senyum bahagia. Hidup warna warni, kadang item kadang iteeeem banget. Heheheh.

Jadi walaupun kesenangan itu cuma terjadi sekilas banget sekalipun, bukan berarti gue nggak boleh merasa senang dan mensyukuri apa yang ada hihihi. Dan inilah, salah satu “kemanisan” yang gue syukuri telah ada di kantor gue. Kantor ter-strict yang pernah gue kenal yang tanpa sadar mengajarkan gue buanyaaaak hal sekali. Salah satunya yang paling sering tapi juga paling susah adalah bagaimana menjadi orang yang sabar dan pengampun. Hahaha.

Ceritanya hari Kamis kemarin ntah kesambet apa departemen gue, departemen perencanaan bisnis (apa sih bahasa indonesianya 경영기획부문?) memutuskan untuk piknik di taman dekat kantor yaitu Seonyudo Park. Awalnya semua orang bete karena piknik bersama itu artinya harus basa basi sama bos.. termasuk gue, yang sebenernya nggak mood keluar gedung karena anginnya masih kenceng >.<

Tapiii karena “ajakan” piknik ini terjemahan bebasnya adalah “suruhan” alias wajib ikut, jadi semua orang bergegas ke taman dan makan bersama. Departemen kami dibagi menjadi 4 tim, dan terdiri dari 1 Direksi dan 4 orang Team Leader. Total manusianya sekitar… 30an orang ada deh kayanya. Dan di antara kerumunan manusia itu, cewenya cuma 4 ekor. Itupun 2 tetap, sementara 2 nya lagi cuma karyawan kontrakan yang ngurusin administrasi…

Hahah anyway tanpa panjang lebar inilah dia foto-foto piknik kemarin. Lagi musim sakura, dan cuaca supeerrrr baguuss. Tanpa disadari gue juga super hepi saat itu, terlihat jelas dari jepretan candid di foto foto berikut ini yang menampilkan muka gue super duper cerah ceria… Ahuhahaha yaa… at least 1 dari 12 jam di kantor gue bisa tertawa selebar ini. Huzzah! Selamat datang, musim semi! Jangan cepet cepet pergi yaaaa…

ps: semua foto diambil oleh 수란 대리님. 대리님, 퍼가용~

쌕쌕@_@Photo-21417867-762B-4241-BB6D-57D286FFBD55-20130418-121527-852

Photo-4BC31832-A35C-41EA-AEAC-48D4AEA4E47E-20130418-125154-1024Photo-5A1F09A4-5B67-418C-9C25-E590883CC143-20130419-021953-1024 Photo-8E07DCDF-8143-4166-98CF-6F3397638BAC-20130418-125908-1024Photo-38DDE221-46EE-4AEA-9EF7-A89316891764-20130418-131123-1024 Photo-39EE2EF9-628B-42ED-B6E2-EC4DF060822D-20130418-130448-1024 Photo-85F0112C-BE4B-4B7D-A98A-1CC325B87EAF-20130419-022105-1024Photo-C1EB1834-A3FB-473F-885D-4F4DD66FB565-20130418-125914-1024

Photo-548DCCCE-3F6D-4346-B1AA-14D41C1B987F-20130418-125203-512Photo-633FB4E9-03F4-4025-96B4-A57EC019E2BB-20130418-125728-1024

Photo-9509C08A-9409-4A37-B9D5-D1A282ADB84D-20130418-130856-512

Photo-4CA58B0D-36D1-491F-8A5B-E3C0BBB05808-20130418-125439-1024

Photo-C375292E-FC5E-4748-80C0-12BE3D31C10F-20130418-125411-512Photo-D65C1CE7-0C4A-4F8C-9407-7B8496EF1AB1-20130418-125423-512 Photo-DB29C4FF-FA72-4606-8005-45E00079EACA-20130419-021450-512 Photo-586E06A8-9C67-46CC-81B0-E58CF9E3609D-20130418-130026-512 Photo-ED1652EF-7DD6-4562-9358-F2454ACB5501-20130419-021758-1024

Photo-180FE27D-377D-4FDF-83AD-6EC734C73E5D-20130418-130103-1024Photo-10D5880A-92C4-4D52-9CE9-B15C8C552565-20130418-130041-1024

Photo-B43BF60C-1097-42E5-92E0-7D0ECF71BB49-20130418-130037-1024Photo-B62AACFA-1C76-4533-9639-717D0E1D1209-20130418-131226-1024

Photo-CFA2FC01-395C-44E2-9B18-0356E692B28D-20130419-014804-1024

again, all photos courtesy of Sooran 대리 ㅎ

xoxo, 18 April 2013.

Aaaannd,,, I’m back!

Setelah kurang lebih 6 bulan mengemban tugas perkantoran di Jakarta, akhirnya saya kembali ke negeri ginseng! Yosh! 

Sebenernya nyampenya udah dari minggu lalu, dan udah sekitar 2 minggu penuh saya kembali ke rutinitas saya ngantor di headquarter di Seoul sini. Namun karena satu dan lain hal saya teh enggak punya laptop di rumah dan kayanya agak gimanaaa gitu mau ngeblog dari kantor yang nggak ada biliknya sama sekali itu :3 jadi baru deh hari ini pesenan laptop saya datang dan inilah sayaaa mosting melalui Asterix.

Lucu juga sih sensasinya balik lagi ke negara ini setelah setengah tahun saya tinggalkan begitu saja. Rasanya saya kayak fast forward hidup saya 6 bulan heheheh. Balik ke kantor, nggak ada lagi kewajiban buat nunduk nunduk kepala kalo ketemu orang. Saya bukan lagi 신입사원 alias kacung level paling rendah, dan saya bahkan udah punya junior 2 angkatan! Hahah. Lucunya banyak juga orang kantor yang pas ngeliat saya bilang, “Loh, Sali kemarin katanya pulang ke Indonesia.. ternyata nggak resign toh? Balik ngantor lagi toh?” eheheh not yet people.. not yet…. :p

Laluuu puji Tuhan rumah saya utuh. Jujur saya khawatir kulkas saya bau, atau udara kamar saya apek, ato tiba tiba pipa air bocor or something tapi ternyata tidak. Semua tampak normal persis seperti ketika saya tinggalkan. Cuma sayangnya semua bumbu dapur saya udah expired, termasuk persediaan obat-obatan.

Suasana Seoul sendiri juga lucu.. heheh. Saya berasa asing lagi dengan sekitar saya, dan memang mendadak banyak kafe plus restoran baru yang lahir di sekeliling tempat tinggal saya. Pelosok pelosok Seoul lainnya belum sempet saya tengokin sih, tapi nggak pa pa saya masih punya banyak weekend untuk datengin mereka semua satu satu :D

Yaah.. intinya sih Seoul sejauh ini baik baik saja. Walaupun saya masih tetep sebel sama kantor saya dan resolusi 2013 masih sama, saya bisa berlega hati karena keadaan saya saat ini jauh lebih baik daripada setahun lalu ketika saya harus ngantor di akhir pekan dan subuh subuh. Kehidupan sosial di sini mungkin sedikit berbeda, tapi thats okaaayy mari kita kombinasikan kedua kata kata bijak people come and go dan life goes on dengan baik. 

Hihi saya memang meninggalkan hati saya di Indonesia (Cileungsi, tepatnya :3 ) tapi saya juga senang kog di sini. Can’t believe Im saying this but.. it’s good to be back ^__^

Korea, bring it on!

Buku Kenangan

Merupakan sebuah kebiasaan di kantor saya bagi para new comers (Korean: 신입사원) alias budak level paling rendah untuk membuat “Buku Kenangan” ketika mereka sudah berhasil melewati satu tahun pertama di neraka. Eh di kantor maksudnya.

Sama seperti sekolah, masuk kantor di Korea juga biasanya ada angkatan angkatannya. Saya angkatan 73 (bukan tahun 73, melainkan urutan bergabung di perusahaan tersebut yang ke-73), dan angkatan kami sekarang totalnya 25 orang (aslinya 28, resign 3).

Demi membuat Buku Kenangan ini, masing masing dari kami harus mengumpulkan data standar seperti perkenalan, gimana rasanya udah setahun kerja di sini, apa harapan ke depannya, dan apa yang paling menyenangkan selama bekerja di sini,, yah standar gitulah.

Dan inilah data-data karangan saya, yang murni asli suer jujur benerannn ngarang doang. Kalau kalian bisa bahasa Korea dan kenal sama saya, pasti bisa langsung tau bagian mana yang saya nulisnya lumayan pake hati, dan mana yang nulis sambil nahan mual. Ehehehehe…

(klik untuk memperbesar)

자기소개 공통질문 및 1년간의소감

Ketemu kan mana yang bikin mual? Hahahahah..

Taruhan yuk..

Minggu depan di saat seperti ini saya ada di mana? beku di seoul karena ga punya jaket sama sekali? atau masih meleleh leleh di jakarta kepanasan?

 

Phew. Happy Sunday semua. perasaan saya aneh sekali saat ini….

Greetings from Indonesia

Aloha horas annyonghaseyomm!

Setelah kurang lebih dua minggu saya menapakkan kaki kembali di tanah air, akhirnya sempet juga berkoar-koar di sini lagi. Sedikit update tentang diri sendiri, kini saya bisa tidur dengan nyaman di kamar saya yang sebenarnya di rumah, saya tidak lagi khawatir gak punya bahan makanan kalau pulang kantor, saya bisa dengan leluasa menggunakan bahasa Indonesia sehari-hari ketika bekerja, dan saya gak perlu takut sama angin badai topan serta suhu dingin yang melanda semenanjung Korea.

Kantor saya yang di Korea sedang menjalin hubungan pra nikah dengan sebuah stasiun TV ternama yang terletak di daerah kebon jeruk, dan saya pun tiap hari ngantor ke gedung stasiun TV ini.

Sebagai pengingat kembali, rumah saya letaknya di Halim Perdanakusuma di Jakarta Timur, dan si kebon jeruk ini letaknya di Jakarta Barat. Jadi tiap hari saya harus pulang pergi mengarungi neraka jahanam Jakarta, yang mengakibatkan saya harus berangkat dari rumah sekitar jam 6.30 pagi dan baru tiba lagi di rumah paling cepat jam 8 malam.

Untuk kerjaannya sendiri.. banyak teman saya yang penasaran apa sih yang saya lakukan di Jakarta? Ngakunya market research, terus faktanya ngapain aja?

Well yah.. dengan status saya yang baru di tim ini sih, memang saya akui banyak hal yang belum saya ngerti dari tugas tugas saya sendiri. Tujuan utama kedatangan saya dan atasan saya adalah buka cabang di Jakarta, jadi kegiatan kami saat ini adalah mencari dan mengumpulkan banyak info tentang harga buka call center, gaji karyawan di Indonesia berapa, kalau mau bikin warehouse kira-kira enaknya di mana, untuk distribusi barangnya lebih baik menggunakan jasa apa, regulasi mendirikan PT itu bagaimana, dan masih banyak lagi hal-hal lain yang berkaitan dengan proses lahir barunya kantor saya di negeri ini.

Nah itu sih kerjaan saya secara.. garis besarnya. Tapi kalau ditanya secara spesifiknya…. kerjaan saya sih ya….. bikin laporan. Semua informasi yang terkumpul harus kami ringkas dalam selembar PPT atau Excel file, yang lantas diteruskan ke Seoul. Biasanya sih saya kumpulkan semua info dalam bahasa Indonesia dan Inggris, lalu saya susun dengan bahasa yang mudah dimengerti, dan saya jelaskan juga kepada atasan saya. Lalu kemudian atasan saya yang mengubahnya menjadi bahasa Korea dan menyampaikannya pada bos serta raja segala raja kami di Seoul sana.

Dibandingkan dengan kerjaan saya di Korea dulu…. kerjaan di sini jauh lebih sibuk. Tanggung jawab lebih besar juga, karena tim kami di sini hanya terdiri dari saya dan atasan saya. Jadi hanya kami berdualah yang diandalkan oleh kantor kami di Seoul. Perjuangan mencapai dan meninggalkan gedung kantor juga super berat, mengingat macetnya Jakarta bisa bikin rambut pada rontok.

Tapi overall, saya jauh lebih hepi di sini ehehehe. Saya sangat terbiasa dengan orang-orangnya, saya sangat menikmati makan siang saya yang dihiasi dengan sambel dan kerupuk setiap harinya, saya suka harga barang-barangnya yang super murah (kecuali kalau jajan di mall), dan most of all, saya punya keluarga dan teman-teman yang sangat senang menyambut kepulangan saya. Ada satu lagi sih hal tambahan yang bikin saya makin happy, tapi itu saya ceritakan kemudian deh hehehe.

Untuk yang masih di Korea, segeralah kembali ke pelukan ibu pertiwi!!

Dan untuk yang sudah di Indonesia, jangan stress-stress kerja! Se-stress stressnya kerja di Indonesia, tetep jauh lebih stress kerja di Korea kog. (Tiap orang beda sih, tapi menurut pengalaman saya sendiri ya begitu).

Di atas langit masih ada langit

Saya takjub banget deh sama orang yang menciptakan pepatah itu. Di atas langit masih ada langit, di bawah neraka masih ada neraka.

Selama ini saya udah sering denger dari teman saya bahwa kepala tim saya yang baru ini menyeramkan. Tapi saya gak pernah tau semenyeramkan apa beliau sampai saya datang sekarang. Setelah saya buktikan sendiri, benar memang beliau kesannya agak kurang ramah, dan jujur saya takut sama beliau.

Namun sekarang pemikiran saya sedikit berubah, karena saya baru saja diperkenalkan kepada atasannya kepala tim kami ini, yakni kepala departemen yang membapakki beberapa tim. Dan si oom rumput laut yang selama ini cuma saya denger namanya doang tanpa liat orangnya itu ternyata luarr biasa menyeramkan dan menakutkan. Ngeliat saya dari ujung kaki sampe ujung rambut, dan satu satunya pertanyaan yang dilontarkan adalah, “Kamu bisa nulis laporan dalam bahasa Korea kan?” yang tentu saja saya iyakan demi menyelamatkan diri (sesaat).

Selesai tantangan pertama, ternyata perkenalan diri saya tadi masih dilanjutkan dengan mandok hata dari CEO kami alias raja di atas segala raja di perusahaan kami. Si buyut saya ini pun mulai ceramah tentang pentingnya cari data ini itu dan walaupun sedikit kaku, beliau sempet nanya, “Keluarga kamu…. berapa orang?” dan saya jawab ada ayah ibu serta abang seorang. Pertanyaannya gak sekaku pertanyaan oom kepala departemen sih, tapi karena pangkatnya luar biasa tinggi (dan ruangannya super bagus – saya norak) mau ga mau saya jadi ketakutan sendiri.

Lucunya sih pas meeting berlima itu, kepala tim saya yang awalnya paling saya takuti itu pun tampak ciut dan hanya bisa diam diam manis di kursinya, karena berhadapan dengan dua orang yang jauh lebih tinggi lagi statusnya daripada beliau.

Bener kata temen saya, mau namanya bos sekalipun, kalau emang udah ketemu yang lebih bos lagi, pasti itu orang ciut juga.

Jadi ya terbukti sudah kata pepatah, memang di atas langit selalu masih ada langit.. 

 

ps: ini hari leha-leha saya yang ketiga di tim baru, perasaan saya lumayan campur aduk mengetahui pesawat saya terbang kurang dari 24 jam lagi, yiha!!

Wah sudah september!

Kalau jamannya sekolah, bulan september selalu menandakan semester baru telah dimulai. Dan jujur saya selalu senang kalau bulan september datang, karena itu mengawali datangnya bulan -ber -ber berikutnya, yang berarti gak lama lagi desember tiba dan satu tahun pun selesai sudah.

Hari ini pun mood saya super bagus, karena cuaca di luar lagi super bagus juga (iya saya tipe orang yang mudah bete kalau hujan dan gampang ceria kalau matahari bersinar terang). Jadi saya pun memulai hari saya dengan berkeliaran jalan kaki di sekitar tempat tinggal saya, nengok kiri kanan sambil liat ada yang bisa dibeli ato enggak eheheh. Rasanya sudah lama sekali tidak jalan kaki tanpa takut kanker paru paru kayak di jakarta, dan bisa berkeliaran dengan bebas tanpa mikirin kerjaan kantor. Dan seperti saya bilang juga, cuaca pagi ini super indah dan saya ga berenti berenti mendongak ke langit mengagumi birunya langit korea.

Lucu juga sih, minggu lalu saya lagi super galau karena harus balik ke korea lagi, ga rela mengetahui bahwa liburan saya akan berakhir.. Sementara minggu ini tiba-tiba saya udah harus farewell lagi. Semuanya mendadak jadi berkesan “terakhir”, dan jujur rasanya aneh juga mengingat kepergian saya ke rumah yang terakhir kali itu gak terlalu bagus, saya malah sering berantem sama papa saya. Saya jadi ga yakin apakah kepergian saya yang berikutnya ke indonesia akan membuat mereka senang.

Tapi anyway yah.. perasaan lucu ini entah harus saya deskripsikan dengan istilah apa.. yang pasti saya excited sekaligus sedih. Bagaimana pun juga hidup di Korea kan jauh lebih praktis dan aman, sementara hidup di Jakarta itu ke mana mana jauh dan berbahaya. Dan yang lebih lucu lagi, saya udah berasa kayak gini padahal saya bukan pulang untuk for good loh :D haha cuma untuk beberapa bulan dan perasaan saya aneh.

Entah gimana jadinya kalau nanti saya harus tinggalkan Korea untuk selamanya…. senang? sedih? well yang pasti lega sih iya. dan bangga sama diri sendiri, udah lolos dari salah satu pencobaan terbesar di dunia. Haha anyway selamat berakhir pekan semua!

Fenomena Bulan Ganjil

Kalau kata teman saya, bulan ganjil adalah bulan yang menandai kejadian-kejadian penting dalam hidup kami di Lotte. 

Bulan pertama: baru dapet kerja, otak masih fresh, pindah ke tempat tinggal baru, dapet gaji pertama, semuanya terlihat manis..

Bulan ketiga: mulai galauu sedikit demi sedikit. pendirian awal mulai goyah..

Bulan kelima: kegalauan semakin pekat, pikiran-pikiran “haruskah saya resign” mulai terbersit di otak sesekali..

Bulan ketujuh: stress. untuk kasus teman seperjuangan saya malah, resign beneran di bulan ketujuh.

 

Nah! Berhubung saya baru sampe di bulan kedelapan.. saya berusaha optimis dan bilang sama sekitar saya bahwa bulan kesembilan pasti lebih baik. dikarenakan olehh di akhir bulan delapan saya sempet liburan ke Indonesia (yakni mudik lebaran minggu lalu) dan pasti tenaga saya udah ke-charge kembali ketika itu. jadi di bulan kesembilan, harusnya itu menjadi awal baru buat saya. 

Dan Puji Tuhan, sepertinya memang bulan kesembilan akan menjadi titik RESTART dalam siklus hidup saya di sini, karena hari ini saya baru saja mendapat titah dari kantor untuk pindah tim… dari yang tadinya  jadi tukang jual kosmetik alias beauty team MD akhirnya saya 발령 났어 dilempar ke 해외사업팀 yakni tim yang misinya adalah mensukseskan pembukaan cabang kantor saya di luar negeri, seperti di Indonesia.

Yap, inilah saya, siap menyambut keajaiban-keajaiban baru di bulan kesembilan.

Indonesia, see you soon (again) ^__^